Saham Nyangkut: Kenapa Terjadi dan 5 Opsi yang Bisa Diambil /  by Stockbit

Saham nyangkut adalah istilah pasar untuk kondisi ketika harga saham yang kamu miliki berada jauh di bawah harga belimu, dan kamu enggan menjualnya karena harus merealisasikan kerugian. Istilah ini tidak ada dalam peraturan bursa, tetapi menggambarkan situasi yang sangat umum dialami investor ritel.

Secara teknis, saham nyangkut tidak sama dengan saham yang tidak bisa dijual. Pada kebanyakan kasus, sahammu tetap bisa ditransaksikan kapan saja selama jam bursa. Yang menahanmu adalah keputusan, bukan sistem. Membedakan keduanya adalah langkah pertama untuk keluar dari situasi ini dengan kepala dingin.

Kenapa Saham Bisa Nyangkut

Penyebabnya jarang tunggal. Umumnya kombinasi dari beberapa hal berikut:

  • Membeli tanpa alasan yang bisa diuji. Keputusan yang didasarkan rekomendasi media sosial atau grup chat tidak meninggalkan dasar objektif untuk mengevaluasi ulang saat harga turun.

  • Mengejar saham yang sedang naik kencang. Masuk di akhir kenaikan tajam membuat harga belimu berada di area yang sulit dicapai kembali, terutama jika kenaikannya tidak didukung kinerja emiten.

  • Fundamental emiten memang memburuk. Penurunan laba, arus kas operasi negatif, beban utang yang membengkak, atau ekuitas yang tergerus membuat harga turun secara wajar, bukan sementara.

  • Likuiditas sangat tipis. Pada saham dengan nilai transaksi harian kecil, menjual dalam jumlah besar menekan harga sendiri, sehingga keluar terasa mustahil.

  • Ukuran posisi terlalu besar. Satu saham yang turun 40 persen terasa berbeda ketika porsinya 5 persen portofolio dibanding 60 persen.

  • Tidak ada batas kerugian sejak awal. Batas yang ditentukan setelah harga turun hampir selalu bergeser mengikuti emosi.

Dua penyebab terakhir lebih sering menentukan beratnya situasi dibanding penyebab pertama. Investor bisa salah memilih saham tanpa pernah benar benar nyangkut, selama ukuran posisinya wajar dan batas kerugiannya jelas sejak awal.

Biaya yang Sering Tidak Dihitung

Menahan saham nyangkut terasa tidak berbiaya, karena belum ada angka merah yang direalisasikan. Padahal ada dua biaya yang berjalan:

Biaya kesempatan. Dana yang tertahan di saham yang stagnan tidak bisa dipakai untuk peluang lain. Menahan posisi selama tiga tahun untuk menunggu balik modal berarti tiga tahun dana tersebut tidak bekerja.

Matematika pemulihan yang tidak simetris. Saham yang turun 50 persen membutuhkan kenaikan 100 persen hanya untuk kembali ke harga beli. Turun 70 persen membutuhkan kenaikan sekitar 233 persen. Semakin dalam penurunannya, semakin kecil peluang pemulihan penuh dalam waktu yang masuk akal.

Mengetahui angka ini bukan untuk membuat panik, melainkan untuk menilai seberapa realistis harapan balik modal yang sedang kamu pegang.

Langkah Pertama: Pisahkan Dua Pertanyaan

Sebelum memilih opsi apa pun, jawab dua pertanyaan ini secara terpisah. Mencampurnya adalah sumber keputusan yang buruk.

Pertanyaan pertama: apakah alasan awal kamu membeli saham ini masih berlaku?

Jika alasanmu membeli adalah pertumbuhan laba yang konsisten, periksa apakah laba masih tumbuh. Jika alasanmu adalah ekspansi bisnis tertentu, periksa apakah ekspansi itu berjalan. Jika kamu tidak bisa menyebutkan alasan awalnya, itu sendiri sudah informasi penting.

Pertanyaan kedua: jika hari ini kamu punya dana segar dan belum memegang saham ini, apakah kamu akan membelinya di harga sekarang?

Pertanyaan ini melepaskan keputusan dari harga belimu, yang sebenarnya tidak relevan bagi pasar. Harga belimu hanya berarti bagi kamu, bukan bagi prospek perusahaan. Jika jawabannya tidak, menahan posisi sebenarnya adalah keputusan membeli ulang yang kamu ambil secara pasif setiap hari.

Setelah dua pertanyaan ini terjawab, barulah opsi di bawah ini punya dasar.

5 Opsi yang Bisa Diambil

1. Tahan tanpa perubahan

Opsi ini masuk akal ketika fundamental emiten masih utuh dan penurunan harga disebabkan sentimen pasar atau koreksi sektor, bukan masalah di perusahaannya.

Syarat agar opsi ini bukan sekadar penolakan untuk mengakui kerugian: kamu bisa menyebutkan secara spesifik apa yang masih berjalan baik di perusahaan tersebut, dan kamu punya horizon waktu yang memang panjang untuk dana itu.

Risikonya: tanpa evaluasi berkala, menahan berubah menjadi mengabaikan. Tetapkan jadwal peninjauan ulang, misalnya setiap kali laporan keuangan kuartalan terbit.

2. Cut loss

Cut loss adalah menjual seluruh posisi dan menerima kerugian yang ada untuk menghentikannya agar tidak membesar.

Opsi ini relevan ketika alasan awal pembelianmu sudah gugur, misalnya laba terus menurun, arus kas operasi negatif berkelanjutan, atau muncul masalah serius seperti opini audit disclaimer dan status PKPU.

Yang membuat cut loss sulit bukan hitungannya, melainkan pengakuan bahwa keputusan awalnya keliru. Satu cara membuatnya lebih mudah: ingat bahwa dana yang tersisa setelah cut loss masih bisa bekerja, sedangkan dana yang tertahan pada emiten bermasalah belum tentu.

3. Average down

Average down adalah menambah posisi di harga lebih rendah untuk menurunkan harga rata rata pembelian.

Opsi ini hanya masuk akal jika fundamental emiten masih sehat dan kamu memang sudah merencanakan pembelian bertahap sejak awal. Average down pada emiten dengan masalah fundamental adalah cara tercepat memperbesar kerugian, karena kamu menambah dana pada aset yang nilainya memang sedang menyusut.

Tiga rambu sebelum mengambil opsi ini: pastikan alasan fundamentalnya ada dan bisa kamu jelaskan, pastikan porsi saham tersebut tidak melampaui batas konsentrasi portofolio yang kamu tetapkan, dan pastikan dana yang dipakai bukan dana yang kamu butuhkan dalam waktu dekat.

4. Jual sebagian

Opsi tengah yang sering terlupakan. Kamu menjual sebagian posisi untuk mengurangi eksposur, lalu menahan sisanya.

Opsi ini berguna ketika kamu benar benar tidak yakin, atau ketika porsi saham tersebut terlalu besar di portofoliomu. Menjual sebagian mengurangi tekanan psikologis sekaligus membebaskan sebagian dana, tanpa menutup peluang jika harga pulih.

Untuk saham yang likuiditasnya tipis, pendekatan bertahap juga lebih praktis karena menjual sekaligus justru menekan harga sebelum seluruh ordermu terisi.

5. Switching ke emiten lain

Switching adalah menjual saham yang bermasalah lalu memindahkan dananya ke emiten dengan prospek yang lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Secara ekonomi, ini sering lebih masuk akal dibanding menunggu balik modal pada saham yang sama. Pemulihan 50 persen pada emiten yang sehat memberi hasil yang sama dengan pemulihan 50 persen pada emiten bermasalah, tetapi peluang terjadinya berbeda jauh.

Syaratnya satu: emiten penggantinya harus melewati proses penyaringan yang sama ketatnya, bukan dipilih terburu buru untuk mengejar kerugian.

Kondisi Khusus yang Mengubah Pilihan

Beberapa situasi membatasi opsi yang tersedia:

  • Saham disuspensi. Tidak ada opsi teknis yang bisa diambil sampai suspensi dicabut. Yang bisa dilakukan adalah memahami dasar suspensinya melalui pengumuman BEI dan menilai peluang pencabutannya.

  • Saham masuk Papan Pemantauan Khusus. Perdagangan berjalan dengan mekanisme lelang berkala, sehingga eksekusi hanya terjadi pada titik matching setiap sesi. Kirim order jauh sebelum periode penguncian order.

  • Saham menyentuh ARB berhari hari. Order jual tetap bisa dipasang, tetapi terisi atau tidaknya bergantung pada ketersediaan pembeli. Memasang order sejak awal sesi menempatkanmu di antrean depan.

  • Likuiditas sangat tipis. Menjual bertahap dalam ukuran kecil biasanya menghasilkan harga rata rata yang lebih baik dibanding melepas sekaligus.

Kesalahan yang Memperburuk Situasi

  • Average down tanpa dasar fundamental. Menambah posisi hanya karena harga sudah turun jauh adalah kesalahan yang paling mahal pada emiten bermasalah.

  • Menetapkan target balik modal sebagai satu satunya syarat jual. Harga belimu bukan level yang diketahui atau dipedulikan pasar.

  • Menambah modal dari pinjaman untuk memperbaiki posisi. Ini memperbesar kerugian dengan cara yang sama seperti memperbesar keuntungan, sambil menambah tekanan waktu.

  • Berhenti membaca laporan keuangan emiten tersebut. Menghindari informasi buruk tidak membuat informasinya hilang.

  • Memindahkan seluruh dana ke satu saham baru sekaligus. Mengejar kerugian dengan konsentrasi tinggi mengulang pola yang menciptakan masalah awalnya.

Jika posisi yang nyangkut mulai mengganggu kualitas tidur, konsentrasi kerja, atau hubungan dengan orang di sekitarmu, itu sinyal untuk mengurangi ukuran posisi, bukan sinyal untuk menambah modal agar cepat pulih.

Cara Mencegahnya Terulang

  • Catat alasan membeli. Tuliskan tiga alasanmu memilih emiten tersebut. Catatan ini menjadi acuan objektif ketika harga bergerak dan emosi ikut masuk.

  • Tentukan batas kerugian sebelum membeli. Batas yang ditetapkan sebelum posisi dibuka jauh lebih mungkin dipatuhi.

  • Batasi porsi per emiten. Konsentrasi yang terkendali membuat satu kesalahan tidak menggoyahkan seluruh portofolio.

  • Periksa likuiditas sebelum masuk. Nilai transaksi harian rata rata menentukan seberapa mudah kamu keluar nanti.

  • Jadwalkan evaluasi kuartalan. Periksa apakah alasan awalmu masih berlaku setiap kali laporan keuangan baru terbit.

Di Stockbit, watchlist bisa dipakai menandai emiten beserta alasan pembeliannya sehingga evaluasi di kemudian hari punya dasar yang jelas. Untuk menilai apakah masalah pada emitenmu bersifat sementara atau struktural, AI Reports membantu membaca laporan keuangan dan keterbukaan informasi dengan lebih cepat, terutama saat kamu perlu memutuskan antara menahan atau keluar. Screener juga berguna di tahap switching, untuk menyaring kandidat pengganti berdasarkan kriteria fundamental dan likuiditas, bukan berdasarkan dorongan mengejar kerugian.

FAQ Seputar Saham Nyangkut

  • Apa itu saham nyangkut?
    Saham nyangkut adalah istilah pasar untuk saham yang harganya berada jauh di bawah harga beli, sehingga pemiliknya enggan menjual karena harus merealisasikan kerugian. Istilah ini tidak ada dalam peraturan bursa.

  • Apa bedanya saham nyangkut dengan saham yang tidak bisa dijual?
    Saham nyangkut umumnya tetap bisa dijual kapan saja selama jam bursa. Yang menahan adalah keputusan pemiliknya. Saham yang benar benar tidak bisa dijual biasanya sedang disuspensi, atau berjumlah kurang dari satu lot.

  • Lebih baik cut loss atau average down?
    Keduanya menjawab situasi yang berbeda. Cut loss relevan ketika alasan awal pembelian sudah gugur atau fundamental emiten memburuk. Average down relevan ketika fundamental masih sehat, penurunan bersifat sentimen, dan pembelian bertahap memang sudah direncanakan sejak awal.

  • Berapa lama sebaiknya menahan saham yang nyangkut?
    Tidak ada patokan waktu. Yang menentukan bukan lamanya, melainkan apakah alasan awal pembelian masih berlaku. Evaluasi setiap kali laporan keuangan kuartalan terbit lebih berguna dibanding menetapkan batas waktu tertentu.

  • Berapa kenaikan yang dibutuhkan untuk balik modal?
    Saham yang turun 30 persen butuh kenaikan sekitar 43 persen, turun 50 persen butuh 100 persen, dan turun 70 persen butuh sekitar 233 persen. Semakin dalam penurunannya, semakin besar kenaikan yang dibutuhkan.

  • Apakah saham yang nyangkut pasti akan kembali naik?
    Tidak ada jaminan. Pemulihan bergantung pada kondisi bisnis emiten, bukan pada harga belimu. Emiten dengan masalah fundamental serius bisa saja tidak pernah kembali ke level harga sebelumnya.

  • Bagaimana jika saham yang nyangkut disuspensi?
    Tidak ada tindakan teknis yang bisa dilakukan selama suspensi berlaku. Cari tahu dasar suspensinya melalui pengumuman BEI, lalu nilai apakah penyebabnya administratif atau struktural.

  • Apakah kerugian saham bisa mengurangi pajak?
    Pajak atas transaksi saham di BEI bersifat final dan dikenakan atas nilai penjualan, bukan atas keuntungan. Artinya kerugian tidak mengurangi beban pajak transaksi tersebut.

  • Apakah sebaiknya menambah modal dari pinjaman untuk memperbaiki posisi?
    Penggunaan dana pinjaman memperbesar kerugian dengan cara yang sama seperti memperbesar keuntungan, sekaligus menambah tekanan waktu yang membuat keputusan cenderung memburuk.


Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisis terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Kenapa Saham Tidak Bisa Dijual? Beda Suspensi, ARB, Odd Lot, dan T+2 /  by Stockbit

Saham tidak bisa dijual umumnya disebabkan empat kondisi: saham sedang disuspensi sehingga perdagangan dihentikan bursa, saham menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) sehingga order jual tidak terisi karena tidak ada pembeli, jumlah saham kurang dari satu lot atau odd lot sehingga tidak bisa ditransaksikan di pasar reguler, atau order ditolak sistem karena harga dan volumenya tidak sesuai ketentuan bursa.

Hanya suspensi yang benar benar membuat kamu tidak bisa bertransaksi. Pada kondisi lainnya order tetap bisa dikirim, hanya eksekusinya yang terhambat. Satu hal yang perlu diluruskan sejak awal: siklus penyelesaian T+2 bukan penyebab saham tidak bisa dijual.

Suspensi: Perdagangan Dihentikan Bursa

Suspensi adalah penghentian sementara perdagangan sebuah saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama suspensi berlaku, tidak ada order beli maupun jual yang bisa dimasukkan ke sistem.

Penyebab yang paling umum:

  • Pergerakan harga di luar kewajaran

  • Keterlambatan penyampaian laporan keuangan

  • Kondisi keuangan bermasalah, misalnya PKPU, pailit, atau ekuitas negatif

  • Menunggu keterbukaan informasi atas aksi korporasi tertentu

Durasinya bervariasi dari satu hari bursa hingga bertahun tahun. Suspensi bisa dicabut jika penyebabnya terselesaikan, atau berlanjut menjadi delisting jika tidak.

Yang bisa kamu lakukan: cari tahu dasar suspensinya di pengumuman BEI, lalu nilai apakah masalahnya administratif seperti keterlambatan laporan, atau struktural seperti kondisi keuangan. Keduanya punya peluang pencabutan yang sangat berbeda.

ARB: Order Diterima, Pembelinya Tidak Ada

ARB adalah batas maksimum penurunan harga saham dalam satu hari bursa, yang sejak 8 April 2025 ditetapkan seragam 15 persen untuk seluruh rentang harga di pasar reguler.

ARB tidak melarang kamu menjual. Yang ditolak sistem hanya order jual di bawah batas ARB. Order tepat di harga ARB tetap diterima.

Masalahnya ada di sisi lawan transaksi. Saat saham ARB, antrean jual menumpuk sementara antrean beli mengering, sehingga order kamu mengantre di belakang banyak order lain dengan prinsip prioritas harga dan waktu. Selama tidak ada pembeli, order itu tidak terisi.

Yang perlu dipahami: karena batasnya berlaku per hari, saham bisa menyentuh ARB beberapa hari berturut turut. Penurunan 15 persen per hari selama tiga hari menghasilkan penurunan kumulatif sekitar 39 persen.

Yang bisa kamu lakukan: pasang order sejak awal sesi agar berada di antrean depan, dan periksa volume antrean beli sebelum berharap order terisi.

Odd Lot: Saham Kurang dari 100 Lembar

Odd lot adalah kepemilikan saham kurang dari 100 lembar atau tidak genap satu lot. Saham dalam jumlah ini tidak bisa diperdagangkan di pasar reguler, karena seluruh transaksi di pasar reguler harus dalam kelipatan 100 lembar.

Odd lot tidak muncul dari pembelian biasa, melainkan dari saham bonus, dividen saham, rights issue, stock split dengan rasio tidak bulat, warisan, atau transaksi pasar negosiasi.

Yang bisa kamu lakukan: saham odd lot hanya bisa dijual melalui pasar negosiasi, yang berbasis tawar menawar langsung. Hubungi layanan pelanggan sekuritas tempat rekening efekmu terdaftar. Siapkan ekspektasi bahwa prosesnya lebih lambat dan harganya bisa berbeda dari pasar reguler.

T+2: Memengaruhi Pencairan Dana, Bukan Penjualan

T+2 adalah siklus penyelesaian transaksi bursa, yaitu proses administratif pemindahan efek dan dana yang diselesaikan dua hari bursa setelah transaksi. Mekanisme ini berlaku di BEI sejak 26 November 2018, dikelola KPEI untuk kliring dan KSEI untuk penyimpanan efek.

Yang dipengaruhi T+2: waktu dana hasil penjualan benar benar tersedia untuk ditarik ke rekening bank.

Yang tidak dipengaruhi T+2: kemampuan menjual saham yang baru dibeli. Saham yang order belinya sudah terisi umumnya langsung tampil di portofolio dan bisa dijual pada hari yang sama. Inilah yang membuat intraday trading secara teknis dimungkinkan di BEI.

Catatan: sebagian sekuritas punya kebijakan internal soal penggunaan dana hasil penjualan untuk pembelian berikutnya sebelum T+2. Ini kebijakan broker, bukan aturan bursa.

Penyebab Lain yang Sering Terjadi

Di luar empat kondisi utama, tiga penyebab berikut juga umum dialami:

  • Order ditolak sistem. Harga tidak sesuai fraksi harga, harga di luar batas auto rejection, atau volume bukan kelipatan 100 lembar. Ini paling mudah diperbaiki, cukup sesuaikan lalu kirim ulang.

  • Likuiditas sangat tipis. Saham tidak ARB, tetapi antrean beli memang kosong. Order bisa menggantung berhari hari tanpa terisi.

  • Saham di Papan Pemantauan Khusus. Sejak 25 Maret 2024 saham di papan ini diperdagangkan dengan Full Call Auction, yaitu lelang berkala beberapa sesi per hari. Eksekusi hanya terjadi pada titik matching, bukan sepanjang jam bursa, dan order terkunci selama periode random closing.

Ringkasan Perbedaan Keempat Kondisi

Perbedaan intinya terletak pada dua hal: apakah ordermu bisa masuk sistem, dan apa yang sebenarnya menghambat.

Pada suspensi, order tidak bisa dikirim sama sekali dan perdagangan berhenti total. Penghambatnya adalah keputusan bursa, bukan kondisi pasar.

Pada ARB, order tetap bisa dikirim selama harganya tidak di bawah batas ARB, dan perdagangan tetap berjalan normal. Yang menghambat adalah ketiadaan pembeli di level harga tersebut.

Pada odd lot, order tidak bisa dikirim di pasar reguler, tetapi sahamnya tetap bisa ditransaksikan melalui pasar negosiasi. Yang menghambat adalah jumlah lembar yang tidak genap satu lot, bukan kondisi emitennya.

Pada T+2, order bisa dikirim dan perdagangan berjalan seperti biasa. T+2 sama sekali bukan penghambat penjualan, melainkan hanya menentukan kapan dana hasil penjualan tersedia untuk ditarik.

Cara Mendiagnosis Sendiri

Periksa berurutan dari yang paling mudah dikenali:

  1. Cek apakah ada status suspensi di keterbukaan informasi BEI

  2. Cek notasi khusus. Notasi X berarti saham di Papan Pemantauan Khusus dengan mekanisme lelang berkala

  3. Cek status ordermu. Jika ditolak, periksa kesesuaian harga dengan fraksi dan batas auto rejection

  4. Cek jumlah lembar di portofolio. Kurang dari 100 lembar berarti odd lot

  5. Cek volume antrean beli di order book. Antrean tipis menjelaskan order yang tidak terisi

  6. Cek order open sebelumnya yang mungkin mengunci saldo sahammu

Urutan ini memisahkan masalah yang bisa kamu perbaiki dalam hitungan detik dari masalah struktural yang memerlukan keputusan lain.

Cara Mencegahnya Sejak Awal

Sebagian besar kasus ini bisa diantisipasi sebelum membeli:

  • Periksa nilai transaksi harian rata rata dan frekuensi transaksi, bukan hanya harga

  • Periksa notasi khusus dan papan pencatatan emiten

  • Perhatikan rekam jejak kepatuhan emiten, karena keterlambatan laporan keuangan berulang sering mendahului suspensi

  • Sesuaikan ukuran posisi dengan likuiditas sahamnya

Di Stockbit, notasi khusus dan papan pencatatan tampil di halaman detail saham, begitu juga batas atas dan bawah harga hari itu, sehingga kamu tidak perlu menghitung level ARA dan ARB manual. Screener bisa dipakai menyaring emiten berdasarkan nilai transaksi harian dan kriteria fundamental sekaligus, sehingga saham berlikuiditas sangat tipis tersaring sejak awal.

FAQ

  • Kenapa saham saya tidak bisa dijual?
    Empat penyebab paling umum: saham disuspensi, saham menyentuh ARB sehingga tidak ada pembeli, jumlah saham kurang dari satu lot, atau order ditolak sistem karena harga tidak sesuai fraksi dan volume bukan kelipatan lot.

  • Apakah saham yang kena ARB masih bisa dijual?
    Bisa. Order jual di harga ARB tetap diterima sistem. Yang tidak tersedia adalah pembelinya.

  • Apa bedanya ARB dengan suspensi?
    Saat ARB perdagangan tetap berjalan dan order masih bisa dimasukkan. Saat suspensi perdagangan dihentikan sepenuhnya sampai suspensi dicabut.

  • Apakah saham yang dibeli hari ini bisa langsung dijual?
    Bisa. Saham yang order belinya sudah terisi umumnya langsung bisa dijual pada hari yang sama. T+2 memengaruhi pencairan dana, bukan kemampuan menjual.

  • Kapan dana hasil penjualan saham bisa ditarik?
    Dua hari bursa setelah transaksi, mengikuti siklus penyelesaian T+2.

  • Bagaimana cara menjual saham odd lot?
    Hanya bisa melalui pasar negosiasi. Hubungi layanan pelanggan sekuritas tempat rekening efekmu terdaftar.

  • Kenapa order jual saya ditolak sistem?
    Umumnya karena harga tidak sesuai fraksi harga, harga di luar batas auto rejection, atau volume bukan kelipatan 100 lembar.

  • Berapa lama suspensi saham berlangsung?
    Bervariasi dari satu hari bursa hingga bertahun tahun, tergantung penyebab dan penyelesaiannya.

  • Apakah saham yang disuspensi pasti delisting?
    Tidak. Suspensi bisa dicabut jika penyebabnya terselesaikan. Delisting terjadi jika kondisinya tidak terselesaikan dalam jangka panjang.

  • Kenapa order jual saya tidak terisi padahal harga sudah di bawah pasar?
    Kemungkinan likuiditas sahamnya sangat tipis, atau saham berada di Papan Pemantauan Khusus yang eksekusinya hanya terjadi pada titik matching setiap sesi.


Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisis terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Papan Pencatatan BEI: Beda Papan Utama, Pengembangan, Akselerasi, Ekonomi Baru, dan Pemantauan Khusus /  by Stockbit

Papan pencatatan adalah pengelompokan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan ukuran perusahaan, rekam jejak operasional, kondisi keuangan, dan tingkat pengawasan bursa. Saat ini BEI memiliki lima papan pencatatan: Papan Utama, Papan Ekonomi Baru, Papan Pengembangan, Papan Akselerasi, dan Papan Pemantauan Khusus.

Papan tempat sebuah saham dicatatkan bukan sekadar label administratif. Papan menentukan seberapa ketat syarat yang harus dipenuhi emiten, dan pada sebagian papan juga menentukan mekanisme perdagangan serta batas auto rejection yang berlaku. Bagi investor, mengecek papan pencatatan adalah langkah penyaringan risiko paling cepat yang bisa dilakukan sebelum membeli saham.

Apa Itu Papan Pencatatan dan Kenapa Perlu Diperhatikan

Papan pencatatan atau listing board adalah klasifikasi yang diberikan BEI kepada setiap saham yang tercatat. Klasifikasi ini ditetapkan saat perusahaan pertama kali melakukan IPO, lalu dievaluasi ulang secara berkala sepanjang perusahaan masih tercatat.

Tiga alasan mengapa informasi ini relevan bagi investor:

  • Menunjukkan skala dan rekam jejak emiten. Syarat masuk Papan Utama jauh lebih berat dibanding Papan Akselerasi. Papan menjadi penyaring kasar atas ukuran dan kematangan bisnis.

  • Menentukan aturan perdagangan yang berlaku. Saham di Papan Pemantauan Khusus diperdagangkan dengan mekanisme lelang berkala, bukan perdagangan berkelanjutan seperti di pasar reguler.

  • Menjadi sinyal perubahan kondisi. Emiten yang turun dari Papan Utama ke Papan Pengembangan biasanya mengalami penurunan kinerja fundamental, likuiditas, atau kapitalisasi pasar.

Satu hal yang perlu ditegaskan sejak awal: papan pencatatan bukan rating kualitas investasi. Saham di Papan Utama tetap bisa merugikan, dan saham di Papan Pengembangan tidak otomatis buruk. Papan menggambarkan pemenuhan syarat administratif dan keuangan tertentu, bukan prospek harga.

Lima Papan Pencatatan di BEI Sekilas

Ringkasan posisi masing-masing papan:

  • Papan Utama: perusahaan besar dengan rekam jejak operasional panjang dan kinerja keuangan yang sudah mapan.

  • Papan Ekonomi Baru: setara Papan Utama, khusus untuk perusahaan berbasis teknologi dengan pertumbuhan tinggi. Sering disebut juga Papan Utama Ekonomi Baru.

  • Papan Pengembangan: perusahaan skala menengah yang sedang bertumbuh atau belum memenuhi syarat Papan Utama.

  • Papan Akselerasi: perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah, termasuk perusahaan rintisan, yang belum memenuhi syarat Papan Pengembangan.

  • Papan Pemantauan Khusus: papan pengawasan untuk emiten yang memenuhi kriteria tertentu, misalnya masalah fundamental atau likuiditas sangat rendah.

Empat papan pertama adalah papan tujuan pencatatan awal saat IPO. Papan Pemantauan Khusus berbeda sifatnya: emiten tidak mendaftar ke sana, melainkan ditempatkan oleh bursa ketika memenuhi kriteria pengawasan.

Papan Utama

Papan Utama adalah papan pencatatan untuk perusahaan besar yang telah memiliki pengalaman operasional panjang dan kinerja keuangan yang baik. Ketentuannya diatur dalam Peraturan BEI Nomor I-A.

Syarat pencatatan awal di Papan Utama:

  • Berbadan hukum Perseroan Terbatas

  • Masa operasional dalam usaha utama yang sama minimal 36 bulan

  • Membukukan laba usaha pada satu tahun buku terakhir

  • Laporan keuangan auditan minimal tiga tahun, dengan opini tanpa modifikasian pada dua tahun buku terakhir

  • Aktiva berwujud bersih minimal Rp100 miliar, atau memenuhi alternatif ukuran keuangan lain yang diatur bursa, seperti akumulasi laba sebelum pajak, pendapatan usaha, total aset, atau akumulasi arus kas operasi yang dikombinasikan dengan nilai kapitalisasi pasar tertentu

  • Jumlah saham free float minimal 300 juta saham, dengan porsi 20 persen dari total saham untuk ekuitas di bawah Rp500 miliar, 15 persen untuk ekuitas Rp500 miliar sampai Rp2 triliun, dan 10 persen untuk ekuitas di atas Rp2 triliun

  • Jumlah pemegang saham minimal 1.000 pihak

  • Harga saham perdana minimal Rp100

Aktiva berwujud bersih atau net tangible asset adalah total aset setelah dikurangi aset tak berwujud, aset pajak tangguhan, seluruh liabilitas, dan kepentingan non pengendali. Angka ini berbeda dari total aset yang tertera di neraca.

Emiten di Papan Utama umumnya adalah nama yang paling sering muncul di indeks acuan seperti LQ45 dan IDX30, karena kombinasi kapitalisasi besar dan likuiditas tinggi.

Papan Ekonomi Baru

Papan Ekonomi Baru adalah papan pencatatan yang kedudukannya setara dengan Papan Utama, diperuntukkan bagi perusahaan berbasis teknologi dengan pertumbuhan tinggi. BEI meluncurkannya pada 5 Desember 2022.

Untuk tercatat di papan ini, perusahaan harus memenuhi seluruh syarat pencatatan Papan Utama, ditambah karakteristik berikut:

  • Memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi

  • Menggunakan teknologi untuk menciptakan inovasi produk atau jasa yang meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi serta memiliki kemanfaatan sosial

  • Bergerak di bidang usaha yang ditetapkan oleh bursa

Papan ini dibuat untuk mengakomodasi perusahaan teknologi yang kerap menerapkan Saham Hak Suara Multipel (SHSM), yaitu struktur kepemilikan di mana sebagian saham memiliki hak suara lebih dari satu per lembar. Struktur ini memungkinkan pendiri mempertahankan kendali meski kepemilikannya terdilusi.

Tiga notasi khusus terkait papan ini:

  • Notasi K: perusahaan menerapkan SHSM dan tercatat di Papan Ekonomi Baru

  • Notasi I: perusahaan tidak menerapkan SHSM dan tercatat di Papan Ekonomi Baru

  • Notasi N: perusahaan menerapkan SHSM dan tercatat di Papan Utama atau Papan Pengembangan

Bagi investor, keberadaan SHSM perlu dipahami sebagai konsekuensi tata kelola. Pemegang saham publik memiliki porsi ekonomi sesuai kepemilikannya, tetapi bobot suaranya dalam RUPS lebih kecil dibanding pemegang saham multipel.

Papan Pengembangan

Papan Pengembangan adalah papan pencatatan untuk perusahaan skala menengah yang diharapkan berkembang, termasuk perusahaan yang belum memenuhi syarat Papan Utama atau belum membukukan laba.

Syarat pencatatan awal di Papan Pengembangan:

  • Masa operasional dalam usaha utama yang sama minimal 12 bulan

  • Boleh masih merugi, dengan syarat memiliki proyeksi laba usaha dan laba bersih paling lambat pada tahun buku keenam sejak tercatat

  • Ukuran keuangan: aktiva berwujud bersih minimal Rp5 miliar, atau laba usaha minimal Rp1 miliar dengan kapitalisasi saham minimal Rp100 miliar, atau pendapatan usaha minimal Rp40 miliar dengan kapitalisasi saham minimal Rp200 miliar

  • Jumlah saham free float minimal 150 juta saham, dengan porsi persentase yang sama seperti Papan Utama

  • Jumlah pemegang saham minimal 500 pihak

  • Harga saham perdana minimal Rp100

Perbedaan paling mendasar dengan Papan Utama ada pada toleransi terhadap kerugian. Papan Utama mensyaratkan laba usaha pada tahun buku terakhir, sedangkan Papan Pengembangan memberi ruang bagi perusahaan yang belum untung selama ada proyeksi yang jelas.

Satu hal yang sering disalahpahami: Papan Pengembangan tidak hanya diisi perusahaan baru. Banyak emiten besar yang sebelumnya berada di Papan Utama lalu diturunkan ke Papan Pengembangan karena tidak lagi memenuhi syarat untuk bertahan.

Papan Akselerasi

Papan Akselerasi adalah papan pencatatan untuk emiten dengan aset skala kecil atau menengah sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 53/POJK.04/2017, yang belum dapat memenuhi persyaratan di Papan Pengembangan. Peraturan pencatatannya, Peraturan BEI Nomor I-V, diberlakukan pada 22 Juli 2019.

Penggolongan aset mengacu pada POJK 53/2017:

  • Emiten aset skala kecil: total aset tidak lebih dari Rp50 miliar

  • Emiten aset skala menengah: total aset lebih dari Rp50 miliar sampai Rp250 miliar

Syarat pencatatan awal di Papan Akselerasi jauh lebih longgar:

  • Masa operasional dihitung sejak perusahaan didirikan, tanpa batas minimum tahun seperti papan lain

  • Boleh merugi, dengan proyeksi laba usaha paling lambat tahun buku keenam

  • Tidak ada syarat minimum aktiva berwujud bersih, mengikuti ketentuan POJK 53/2017

  • Jumlah saham yang ditawarkan ke publik minimal 20 persen

  • Jumlah pemegang saham minimal 300 pihak

  • Harga saham perdana minimal Rp50

Kelonggaran ini dibayar dengan perlakuan perdagangan yang berbeda. Saham di Papan Akselerasi memiliki batas harga terendah Rp1 per lembar, dengan batas auto rejection Rp1 untuk saham di rentang Rp1 sampai Rp10 dan 10 persen simetris untuk saham di atas Rp10. Bandingkan dengan pasar reguler yang selama ini menerapkan auto rejection asimetris, yaitu ARA 20 sampai 35 persen tergantung rentang harga dan ARB seragam 15 persen.

Perusahaan di Papan Akselerasi akan dipindahkan ke Papan Pengembangan atau Papan Utama ketika sudah memenuhi syarat pencatatan di papan tersebut dan sudah tidak lagi tergolong emiten aset skala kecil atau menengah menurut POJK 53/2017.

Bagi investor pemula, papan ini menuntut kehati-hatian paling besar di antara empat papan pencatatan awal. Kombinasi perusahaan berukuran kecil, kemungkinan belum membukukan laba, free float terbatas, dan jumlah pemegang saham minimum yang rendah membuat likuiditas dan volatilitasnya berbeda jauh dari emiten besar.

Papan Pemantauan Khusus

Papan Pemantauan Khusus adalah papan tempat BEI menempatkan saham emiten yang memenuhi kriteria pengawasan tertentu, misalnya opini audit disclaimer, ekuitas negatif, status PKPU atau pailit, dan harga rata rata yang sangat rendah. Ketentuannya diatur dalam Peraturan Nomor II-X, dan saham yang masuk diberi notasi khusus X.

Yang membedakan papan ini dari empat papan lainnya:

  • Bukan papan pendaftaran. Emiten tidak mengajukan diri ke papan ini. Bursa yang menempatkannya berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan.

  • Mekanisme perdagangannya berbeda. Sejak 25 Maret 2024 seluruh saham di papan ini diperdagangkan dengan Full Call Auction, yaitu lelang berkala lima sesi per hari pada Senin sampai Kamis dan empat sesi pada Jumat, bukan continuous auction seperti pasar reguler.

  • Order book tertutup. Investor hanya melihat Indicative Equilibrium Price dan Indicative Equilibrium Volume, bukan antrean bid dan offer lengkap.

  • Batas harga dan auto rejection tersendiri. Harga terendah Rp1 per lembar, dengan batas perubahan Rp1 untuk saham di rentang Rp1 sampai Rp10 dan 10 persen untuk saham di atas Rp10.

Emiten bisa keluar dari papan ini dan kembali diperdagangkan secara normal ketika tidak lagi memenuhi kriteria penempatan.

Perbandingan Syarat Pencatatan Awal Empat Papan

Ringkasan perbedaan utamanya:

Masa operasional minimum

  • Papan Utama: 36 bulan

  • Papan Ekonomi Baru: mengikuti Papan Utama

  • Papan Pengembangan: 12 bulan

  • Papan Akselerasi: sejak didirikan

Ketentuan laba

  • Papan Utama: wajib laba usaha pada tahun buku terakhir

  • Papan Pengembangan: boleh rugi dengan proyeksi laba maksimal tahun keenam

  • Papan Akselerasi: boleh rugi dengan proyeksi laba maksimal tahun keenam

Aktiva berwujud bersih minimum

  • Papan Utama: Rp100 miliar atau alternatif ukuran keuangan lain

  • Papan Pengembangan: Rp5 miliar atau alternatif ukuran keuangan lain

  • Papan Akselerasi: tidak ada, mengikuti POJK 53/2017

Jumlah saham free float minimum

  • Papan Utama: 300 juta saham

  • Papan Pengembangan: 150 juta saham

  • Papan Akselerasi: minimal 20 persen dari total saham

Jumlah pemegang saham minimum

  • Papan Utama: 1.000 pihak

  • Papan Pengembangan: 500 pihak

  • Papan Akselerasi: 300 pihak

Harga saham perdana minimum

  • Papan Utama: Rp100

  • Papan Pengembangan: Rp100

  • Papan Akselerasi: Rp50

Perbedaan Mekanisme Perdagangan antar Papan

Tidak semua papan diperdagangkan dengan aturan yang sama. Ini bagian yang paling sering dilewatkan investor:

  • Papan Utama, Ekonomi Baru, dan Pengembangan: diperdagangkan di pasar reguler dengan continuous auction, auto rejection asimetris, dan satuan lot 100 lembar.

  • Papan Akselerasi: tetap diperdagangkan di pasar reguler, tetapi dengan batas harga terendah Rp1 dan auto rejection simetris 10 persen untuk saham di atas Rp10.

  • Papan Pemantauan Khusus: diperdagangkan dengan Full Call Auction, lima sesi lelang per hari, order book tertutup, dan batas harga terendah Rp1.

Satuan lot tetap sama di semua papan, yaitu 100 lembar per lot.

Perpindahan Papan: Evaluasi Setiap Mei dan November

BEI tidak menetapkan papan sekali seumur hidup. Berdasarkan Peraturan Nomor I-A, bursa berwenang menilai pemenuhan persyaratan dan melakukan perpindahan papan setiap enam bulan, yaitu pada Mei dan November.

Arah perpindahan yang dimungkinkan:

  • Dari Papan Pengembangan naik ke Papan Utama

  • Dari Papan Utama atau Papan Ekonomi Baru turun ke Papan Pengembangan

  • Dari Papan Akselerasi naik ke Papan Pengembangan atau Papan Utama

Syarat naik dari Papan Pengembangan ke Papan Utama antara lain telah melakukan kegiatan operasi komersial dalam usaha utama yang sama paling singkat 36 bulan terakhir, membukukan pendapatan usaha selama tiga tahun terakhir, dan memperoleh opini tanpa modifikasian pada dua tahun buku terakhir.

Skala perpindahan ini bisa besar. Pada evaluasi Mei 2024, BEI mengumumkan 10 emiten naik dari Papan Pengembangan ke Papan Utama dan 109 saham turun dari Papan Utama ke Papan Pengembangan.

Syarat Tetap Bertahan di Papan Utama

Berada di Papan Utama tidak permanen. Ada persyaratan terpisah untuk tetap tercatat di sana, yang berlaku bertahap:

Persyaratan yang berlaku sejak Mei 2022:

  • Tidak membukukan ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir

  • Tidak mendapatkan sanksi peringatan tertulis III dari bursa selama satu tahun terakhir

  • Memenuhi ketentuan free float, yaitu jika free float 10 persen atau lebih maka nilai kapitalisasi saham dari free float di atas Rp200 miliar, atau jika free float kurang dari 10 persen maka nilai kapitalisasi saham dari free float di atas Rp1 triliun

  • Memenuhi salah satu kriteria terkait rasio harga terhadap laba per saham, rasio harga terhadap nilai buku, atau nilai kapitalisasi saham

Persyaratan tambahan yang berlaku sejak Mei 2025:

  • Tidak membukukan rugi bersih selama dua tahun berturut turut, atau membukukan CAGR pendapatan usaha minimal 20 persen selama tiga tahun terakhir

Implikasinya bagi investor cukup langsung: penurunan papan dari Utama ke Pengembangan hampir selalu berarti ada satu dari kondisi di atas yang tidak lagi terpenuhi. Pengumuman pindah papan adalah pemicu yang layak untuk membuka laporan keuangan emiten tersebut, bukan sekadar berita administratif yang bisa dilewati.

Apa Artinya Papan Pencatatan bagi Keputusan Investasimu

Cara memperlakukan informasi papan secara praktis:

  1. Jadikan filter awal, bukan keputusan akhir. Papan Utama menyaring ukuran dan rekam jejak, tetapi tidak menjamin kinerja harga ke depan.

  2. Cek papan sebelum, bukan sesudah membeli. Papan Pemantauan Khusus mengubah mekanisme perdagangan yang kamu hadapi, termasuk kemampuan keluar dari posisi.

  3. Perhatikan notasi khusus yang menyertai. Notasi X menandakan Papan Pemantauan Khusus, sedangkan K, I, dan N berkaitan dengan Papan Ekonomi Baru dan penerapan SHSM.

  4. Pantau pengumuman Mei dan November. Perpindahan papan adalah informasi publik yang sering mendahului atau menegaskan perubahan fundamental.

  5. Sesuaikan ukuran posisi dengan papan. Saham di Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus memiliki profil likuiditas yang berbeda, sehingga ukuran posisi yang sama akan terasa jauh lebih berisiko.

  6. Jangan samakan papan dengan valuasi. Emiten Papan Utama bisa diperdagangkan di valuasi mahal, dan emiten Papan Pengembangan bisa diperdagangkan murah karena alasan yang wajar.

Cara Mengecek Papan Pencatatan Sebuah Saham

Informasi papan pencatatan tersedia di pengumuman resmi BEI dan di halaman profil saham pada aplikasi sekuritas.

Di Stockbit, papan pencatatan dan notasi khusus sebuah emiten bisa dilihat langsung di halaman detail saham, sehingga kamu tahu sejak awal apakah saham tersebut diperdagangkan di pasar reguler atau melalui mekanisme Full Call Auction. Screener bisa dipakai untuk menyaring emiten berdasarkan kriteria fundamental seperti ekuitas, laba, likuiditas transaksi, dan kapitalisasi pasar, sehingga kamu bisa menghindari profil emiten yang berpotensi turun papan sejak awal. Untuk emiten yang sudah kamu pegang, AI Reports membantu membaca laporan keuangan dan keterbukaan informasi lebih cepat, terutama saat ada pengumuman perpindahan papan dan kamu perlu menilai apakah penyebabnya bersifat sementara atau struktural. Diskusi di Stockbit Stream bisa melengkapi pemantauan, meski tetap perlu diverifikasi dengan pengumuman resmi bursa.

Kesalahpahaman Umum Seputar Papan Pencatatan

  • “Saham Papan Utama pasti aman.” Papan Utama menyaring ukuran dan pemenuhan syarat administratif, bukan menjamin kinerja. Ratusan emiten pernah turun dari papan ini.

  • “Papan Pengembangan isinya perusahaan kecil semua.” Papan ini juga menampung emiten besar yang turun kelas karena tidak memenuhi syarat bertahan di Papan Utama.

  • “Papan Ekonomi Baru lebih rendah dari Papan Utama.” Kedudukannya setara. Perusahaan di papan ini justru harus memenuhi seluruh syarat Papan Utama, ditambah kriteria karakteristik usaha.

  • “Papan Pemantauan Khusus sama dengan suspensi.” Berbeda. Saham di papan ini tetap diperdagangkan, hanya dengan mekanisme lelang berkala. Suspensi menghentikan perdagangan sepenuhnya.

  • “Papan pencatatan tidak pernah berubah.” Berubah, dan dievaluasi dua kali setahun pada Mei dan November.

  • “Semua papan punya aturan perdagangan yang sama.” Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus memiliki batas harga dan auto rejection tersendiri.

Perubahan Aturan yang Perlu Diikuti

Dua hal yang sedang berjalan dan memengaruhi perbedaan antar papan:

Penghapusan batas harga minimum Rp50. BEI memastikan kebijakan penghapusan batas harga minimum Rp50 berlaku mulai 28 September 2026, sehingga seluruh saham yang tercatat dapat diperdagangkan hingga Rp1 per lembar. Dengan perubahan ini, batas harga terendah tidak lagi menjadi pembeda antara pasar reguler dengan Papan Akselerasi maupun Papan Pemantauan Khusus.

Revisi Peraturan Nomor II-X. BEI mengusulkan penghapusan sebagian kriteria penempatan di Papan Pemantauan Khusus, penyesuaian batas auto rejection menjadi berjenjang, dan penambahan Non-Cancellation Period dalam tahapan perdagangan. Sebagian usulan masih berada pada tahap Rule Making Rule, sehingga ketentuan finalnya perlu dicek langsung ke pengumuman resmi BEI.

FAQ Seputar Papan Pencatatan BEI

  • Ada berapa papan pencatatan di BEI?
    Ada lima, yaitu Papan Utama, Papan Ekonomi Baru, Papan Pengembangan, Papan Akselerasi, dan Papan Pemantauan Khusus.

  • Apa beda Papan Utama dan Papan Pengembangan?
    Papan Utama mensyaratkan masa operasional minimal 36 bulan, laba usaha pada tahun buku terakhir, aktiva berwujud bersih minimal Rp100 miliar, free float minimal 300 juta saham, dan minimal 1.000 pemegang saham. Papan Pengembangan hanya mensyaratkan 12 bulan operasional, boleh merugi dengan proyeksi laba, aktiva berwujud bersih minimal Rp5 miliar, free float minimal 150 juta saham, dan minimal 500 pemegang saham.

  • Apa itu Papan Ekonomi Baru?
    Papan pencatatan yang setara Papan Utama untuk perusahaan berbasis teknologi dengan pertumbuhan pendapatan tinggi. Perusahaan harus memenuhi seluruh syarat Papan Utama ditambah kriteria karakteristik usaha yang ditetapkan bursa. Papan ini diluncurkan pada 5 Desember 2022.

  • Apa arti notasi K, I, dan N pada saham?
    Notasi K berarti perusahaan menerapkan Saham Hak Suara Multipel dan tercatat di Papan Ekonomi Baru. Notasi I berarti tercatat di Papan Ekonomi Baru tanpa menerapkan SHSM. Notasi N berarti menerapkan SHSM tetapi tercatat di Papan Utama atau Papan Pengembangan.

  • Apa itu Papan Akselerasi?
    Papan pencatatan untuk emiten dengan aset skala kecil, yaitu total aset tidak lebih dari Rp50 miliar, atau aset skala menengah, yaitu Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, sesuai POJK 53/POJK.04/2017, yang belum memenuhi syarat Papan Pengembangan.

  • Apakah saham Papan Akselerasi lebih berisiko?
    Secara struktural profil risikonya lebih tinggi karena ukuran perusahaan kecil, emiten boleh belum membukukan laba, jumlah pemegang saham minimum hanya 300 pihak, dan batas harga terendahnya Rp1. Likuiditas dan volatilitasnya perlu dicermati lebih hati hati.

  • Bisakah saham pindah papan pencatatan?
    Bisa. BEI melakukan penilaian dan perpindahan papan setiap enam bulan, yaitu pada Mei dan November.

  • Kenapa saham saya pindah dari Papan Utama ke Papan Pengembangan?
    Karena emiten tidak lagi memenuhi salah satu syarat untuk tetap tercatat di Papan Utama, misalnya ekuitas negatif, ketentuan free float dan kapitalisasi free float tidak terpenuhi, mendapat sanksi peringatan tertulis III, atau membukukan rugi bersih dua tahun berturut turut tanpa memenuhi kriteria pertumbuhan pendapatan.

  • Apakah Papan Pemantauan Khusus sama dengan delisting?
    Tidak. Papan Pemantauan Khusus adalah papan pengawasan dengan mekanisme perdagangan lelang berkala. Saham tetap tercatat dan tetap bisa ditransaksikan. Delisting adalah penghapusan pencatatan saham dari bursa.

  • Apakah batas ARA dan ARB sama di semua papan?
    Tidak. Papan Utama, Ekonomi Baru, dan Pengembangan mengikuti ketentuan auto rejection pasar reguler. Papan Akselerasi menerapkan batas Rp1 untuk saham Rp1 sampai Rp10 dan 10 persen simetris di atas Rp10. Papan Pemantauan Khusus memiliki ketentuan tersendiri dengan mekanisme Full Call Auction.

  • Di mana bisa melihat papan pencatatan sebuah saham?
    Di pengumuman resmi BEI melalui idx.co.id, dan pada halaman detail saham di aplikasi sekuritas seperti Stockbit.

  • Apakah satuan lot berbeda antar papan?
    Tidak. Satu lot tetap berisi 100 lembar saham di seluruh papan pencatatan.


Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisis terbaru langsung di aplikasi Stockbit.