Order book adalah daftar antrean permintaan beli dan penawaran jual sebuah saham yang tersusun berdasarkan tingkat harga. Bid adalah antrean beli, yaitu harga yang bersedia dibayar calon pembeli. Offer atau ask adalah antrean jual, yaitu harga yang diminta calon penjual. Transaksi terjadi ketika salah satu pihak bersedia bertemu di harga pihak lain.
Membaca order book memberimu informasi yang tidak terlihat dari grafik harga: seberapa besar permintaan dan penawaran di setiap level harga, dan karena itu seberapa mudah kamu masuk atau keluar dari sebuah saham. Bagi investor yang pernah mengalami order jual menggantung berhari hari, order book biasanya sudah memberi peringatan sejak sebelum pembelian dilakukan.
Komponen di Dalam Order Book
Tampilannya berbeda sedikit antar aplikasi, tetapi komponennya sama.
Sisi bid. Antrean beli, umumnya berada di sebelah kiri dan berwarna hijau. Disusun dari harga tertinggi di baris paling atas, menurun ke bawah. Harga tertinggi di sisi ini disebut best bid, yaitu harga terbaik yang tersedia jika kamu ingin menjual saat itu juga.
Sisi offer. Antrean jual, umumnya di sebelah kanan dan berwarna merah. Disusun dari harga terendah di baris paling atas, naik ke bawah. Harga terendah di sisi ini disebut best offer, yaitu harga terbaik yang tersedia jika kamu ingin membeli saat itu juga.
Kolom volume. Jumlah lot yang mengantre di setiap level harga. Inilah kolom yang paling sering diabaikan pemula, padahal justru paling informatif.
Kolom frekuensi atau jumlah order. Berapa banyak order terpisah yang membentuk volume di level harga tersebut. Volume 1.000 lot dari satu order punya arti berbeda dari 1.000 lot yang terbentuk dari 200 order kecil.
Perlu diingat bahwa isi order book bergerak terus sepanjang jam bursa. Angka yang kamu lihat adalah potret sesaat, bukan kondisi yang tetap.
Cara Transaksi Terbentuk
Transaksi di BEI dicocokkan sistem dengan dua prinsip, yaitu prioritas harga lalu prioritas waktu.
Prioritas harga. Order beli dengan harga lebih tinggi didahulukan dari order beli dengan harga lebih rendah. Order jual dengan harga lebih rendah didahulukan dari order jual dengan harga lebih tinggi.
Prioritas waktu. Pada level harga yang sama, order yang masuk lebih dulu berada di antrean depan.
Selama best bid masih di bawah best offer, tidak ada transaksi. Transaksi terjadi ketika ada pihak yang bersedia menyeberang, misalnya pembeli yang memasang order di harga best offer, atau penjual yang memasang order di harga best bid.
Konsekuensi praktisnya: memasang order di harga best bid saat ingin menjual berarti kamu ikut mengantre dan menunggu pembeli datang. Memasang order di harga best offer berarti kamu langsung mengambil penawaran yang ada, sehingga eksekusinya segera tetapi harganya lebih rendah.
Bid Ask Spread dan Artinya
Bid ask spread adalah selisih antara best bid dan best offer. Angka ini adalah indikator likuiditas yang paling cepat dibaca.
Spread sempit menandakan permintaan dan penawaran bertemu rapat, biasanya pada saham yang ramai ditransaksikan. Biaya masuk dan keluar relatif kecil.
Spread lebar menandakan jarak yang jauh antara apa yang bersedia dibayar pembeli dan apa yang diminta penjual. Kamu akan kehilangan sebagian nilai hanya dari selisih ini setiap kali masuk lalu keluar.
Contohnya, saham dengan best bid Rp1.200 dan best offer Rp1.205 punya spread Rp5. Saham lain dengan best bid Rp1.200 dan best offer Rp1.260 punya spread Rp60. Pada saham kedua, membeli di offer lalu langsung menjual di bid sudah membuatmu rugi sekitar 4,8 persen sebelum biaya transaksi dihitung.
Spread yang lebar hampir selalu berjalan bersama volume antrean yang tipis, dan keduanya adalah ciri saham yang sulit dilepas saat kamu membutuhkannya.
Membaca Kedalaman Antrean
Kedalaman atau depth adalah jumlah volume yang tersedia di beberapa level harga teratas, bukan hanya di baris pertama.
Inilah yang membedakan pembacaan yang berguna dari sekadar melihat harga. Dua saham bisa sama sama menampilkan best bid Rp1.000, tetapi yang satu punya 5.000 lot di harga itu sementara yang lain hanya 3 lot. Keduanya terlihat sama di grafik harga, padahal kemampuanmu keluar dari keduanya berbeda jauh.
Cara memakainya secara praktis:
Sebelum membeli, bayangkan menjual. Jumlahkan volume di tiga sampai lima level bid teratas, lalu bandingkan dengan ukuran posisi yang kamu rencanakan. Jika posisimu lebih besar dari total antrean beli yang tersedia, kamu akan menekan harga sendiri saat keluar.
Perhatikan kesenjangan antar level. Antrean yang rapat di Rp1.000, Rp999, Rp998 berbeda dari antrean yang melompat dari Rp1.000 langsung ke Rp950. Lompatan menandakan harga bisa jatuh cepat ketika antrean teratas habis.
Bandingkan total volume bid dengan total volume offer. Perbandingan ini memberi gambaran kasar tekanan di kedua sisi, meski bukan prediksi arah harga.
Keterbatasan Order Book yang Perlu Disadari
Order book menampilkan niat yang dinyatakan saat ini, bukan komitmen yang pasti. Beberapa hal yang perlu disadari:
Order bisa dibatalkan kapan saja. Antrean beli besar yang terlihat kokoh bisa hilang dalam hitungan detik sebelum harga menyentuhnya.
Tidak semua order terlihat. Order yang belum dikirim ke sistem tidak muncul, dan pihak dengan posisi besar umumnya memecah ordernya agar tidak terbaca.
Besar tidak selalu berarti kuat. Antrean besar di satu level harga bisa saja sengaja ditampilkan untuk membentuk kesan tertentu, lalu ditarik.
Order book bukan alat prediksi. Isinya menggambarkan kondisi likuiditas saat ini, bukan arah harga berikutnya.
Karena itu, order book paling berguna untuk menjawab pertanyaan “seberapa mudah saya masuk dan keluar di sini”, bukan “apakah harga akan naik”.
Order Book di Kondisi Khusus
Beberapa situasi mengubah tampilan atau perilaku order book:
Saat saham menyentuh batas auto rejection bawah. Antrean jual menumpuk tebal di level terbawah sementara sisi beli nyaris kosong. Jika kamu ingin menjual, posisi antreanmu menentukan segalanya, dan order yang dipasang lebih awal berada jauh lebih depan.
Saat saham menyentuh batas auto rejection atas. Kondisi sebaliknya, antrean beli menumpuk dan sisi jual kosong, sehingga pembeli baru sulit mendapat eksekusi.
Pada saham di Papan Pemantauan Khusus. Sejak 25 Maret 2024 saham di papan ini diperdagangkan dengan Full Call Auction dan order book-nya tertutup. Kamu hanya melihat Indicative Equilibrium Price dan Indicative Equilibrium Volume, bukan antrean per level harga, sehingga penilaian kedalaman tidak bisa dilakukan seperti biasa.
Saat pra pembukaan dan pra penutupan. Antrean yang terbentuk di fase ini belum tentu mencerminkan kondisi sesi normal, karena mekanisme pembentukan harganya berbeda.
Pada saham yang sangat tipis. Order book bisa menampilkan hanya satu atau dua level dengan volume sangat kecil, atau bahkan kosong di salah satu sisi.
Kesalahan Umum dalam Membaca Order Book
Hanya melihat harga, mengabaikan volume. Harga di baris pertama tidak berarti apa apa jika volumenya hanya beberapa lot.
Menganggap antrean besar sebagai jaminan. Antrean bisa ditarik sebelum harga menyentuhnya.
Menyimpulkan arah harga dari perbandingan bid dan offer. Perbandingan itu menggambarkan kondisi sesaat, bukan prediksi.
Memeriksa order book hanya saat ingin menjual. Saat itu informasinya sudah terlambat berguna. Pemeriksaan yang paling bernilai dilakukan sebelum membeli.
Mengabaikan spread dalam perhitungan. Pada saham dengan spread lebar, selisih masuk dan keluar bisa lebih besar dari biaya transaksi.
Menyamakan order book dengan broker summary. Order book menampilkan antrean yang belum terjadi, sedangkan broker summary menampilkan transaksi yang sudah terjadi beserta sekuritas yang melakukannya.
Cara Memakai Order Book Sebelum Membeli
Lima pemeriksaan singkat yang bisa dijadikan kebiasaan:
Hitung spread antara best bid dan best offer, lalu nilai apakah selisihnya wajar untuk harga saham tersebut
Jumlahkan volume di tiga sampai lima level bid teratas, bandingkan dengan ukuran posisi yang kamu rencanakan
Periksa apakah ada kesenjangan harga yang lebar antar level
Perhatikan apakah volume terbentuk dari banyak order kecil atau segelintir order besar
Cek apakah kondisi yang kamu lihat konsisten, bukan hanya potret satu detik
Pemeriksaan ini memakan waktu kurang dari satu menit, tetapi menjawab pertanyaan yang paling menentukan saat kamu ingin keluar nanti.
Di Stockbit, order book ditampilkan di halaman detail saham lengkap dengan volume dan jumlah order di setiap level harga, sehingga kedalaman antrean bisa dinilai langsung tanpa berpindah tampilan. Data transaksi yang sudah terjadi juga tersedia terpisah, sehingga kamu bisa membandingkan antrean yang terpasang dengan transaksi yang benar benar terealisasi. Untuk tahap penyaringan sebelum sampai ke order book, screener bisa dipakai memfilter emiten berdasarkan nilai transaksi harian dan frekuensi, sehingga saham yang likuiditasnya sangat tipis tersaring lebih awal.
FAQ Seputar Order Book Saham
Apa itu order book saham?
Order book adalah daftar antrean permintaan beli dan penawaran jual sebuah saham yang tersusun per tingkat harga, lengkap dengan volume di setiap level.Apa bedanya bid dan offer?
Bid adalah antrean beli, yaitu harga yang bersedia dibayar calon pembeli. Offer atau ask adalah antrean jual, yaitu harga yang diminta calon penjual.Apa itu best bid dan best offer?
Best bid adalah harga beli tertinggi yang tersedia di antrean, dan best offer adalah harga jual terendah yang tersedia. Keduanya adalah harga terbaik yang bisa kamu dapatkan jika ingin bertransaksi saat itu juga.Apa itu bid ask spread?
Selisih antara best bid dan best offer. Spread yang sempit menandakan likuiditas yang baik, sedangkan spread yang lebar menandakan jarak jauh antara pembeli dan penjual.Kenapa order saya tidak terisi padahal ada di order book?
Karena order kamu mengantre sesuai prioritas harga dan waktu. Selama belum ada pihak yang bersedia bertransaksi di harga tersebut, ordermu tetap menunggu.Apakah order book bisa memprediksi arah harga?
Tidak. Order book menggambarkan kondisi likuiditas saat ini. Antrean bisa dibatalkan kapan saja dan tidak semua order terlihat di dalamnya.Apa bedanya order book dengan broker summary?
Order book menampilkan antrean yang belum menjadi transaksi. Broker summary menampilkan transaksi yang sudah terjadi beserta sekuritas yang melakukannya.Kenapa order book saham tertentu tidak terlihat?
Kemungkinan saham tersebut berada di Papan Pemantauan Khusus, yang diperdagangkan dengan mekanisme lelang berkala dan order book tertutup. Yang ditampilkan hanya Indicative Equilibrium Price dan Indicative Equilibrium Volume.Berapa level harga yang sebaiknya diperiksa?
Tiga sampai lima level teratas di kedua sisi sudah cukup untuk menilai kedalaman. Yang penting bukan jumlah levelnya, melainkan membandingkan total volume yang tersedia dengan ukuran posisimu.Apakah volume besar di satu level harga berarti harga akan bertahan di situ?
Tidak ada jaminan. Order dalam antrean bisa dibatalkan sebelum harga menyentuhnya.
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisis terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
