🌷 BI Tahan Suku Bunga Sejalan Ekspektasi, Andalkan Insentif untuk Jaga Rupiah / by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.374,9 +1,56%-Rp461,4 miliar17.800 -0,40%4.352 -0,56%
Oil Coal CPO Nickel
99,8 +0,58%144,0 +1,16%4.768 -0,87%16.632 +1,92%

đź‘‹ Stockbitor!

Bank Indonesia pada Rabu (23/9) mempertahankan suku bunga BI Rate di level 5,75%, sejalan dengan ekspektasi konsensus, dengan lending facility dan deposit facility juga masing–masing dipertahankan di level 6,5% dan 4,75%. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Meski The Fed telah menaikkan suku bunga AS sebesar 25 bps pada pekan lalu, Destry menjelaskan bahwa pihaknya menilai tingkat suku bunga BI Rate saat ini sudah memadai untuk menjaga stabilitas, mengingat Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga secara pre–emptive sebesar 100 bps pada periode Mei–Juni 2026. Oleh karena itu, Destry menyebut bahwa langkah yang diambil pihaknya saat ini berfokus pada kebijakan yang lebih terarah (targeted) untuk mendorong inflow, yakni dengan meningkatkan insentif biaya hedging untuk instrumen swap beli lindung nilai dan domestic non–deliverable forward (DNDF) lindung nilai, dalam rangka transaksi underlying pendanaan luar negeri yang mencakup transaksi portfolio inflows, pinjaman luar negeri oleh bank, dan FDI.

Bank Indonesia pun mengumumkan akan memangkas premi swap beli lindung nilai konvensional, dari sebelumnya 12,5% untuk seluruh tenor menjadi 15% untuk tenor 3 bulan, 20% untuk 6 bulan, dan 25% untuk 12 bulan. Selain itu, premi DNDF lindung nilai kepada Bank Indonesia juga akan dipangkas dari sebelumnya 15% untuk seluruh tenor menjadi 25% untuk tenor 6 bulan dan 30% untuk 12 bulan. Destry menjelaskan bahwa desain insentif ini bersifat “higher–for–longer”, di mana investor asing akan mendapatkan insentif yang lebih besar jika menaruh dananya di Indonesia lebih lama.

Terkait suku bunga The Fed ke depan, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida Budiman, mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunganya 1x lagi hingga akhir 2026 sebelum mempertahankannya selama 2027.

Key Takeaway

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat +0,4% ke 17.800 menyusul keputusan Bank Indonesia yang sejalan ekspektasi pada hari ini, meski telah melemah -1,6% dalam 2 pekan terakhir, sehingga sulit untuk mencerna persepsi pasar terhadap keputusan Bank Indonesia ini. Kami menilai situasi masih akan sangat dinamis — setidaknya hingga akhir tahun — di mana pergerakan harga energi yang bergantung kepada perkembangan geopolitik akan memengaruhi probabilitas pengetatan suku bunga The Fed lebih lanjut, yang juga akan mempengaruhi kebijakan Bank Indonesia ke depan. Di luar nilai tukar, risiko inflasi dari perkembangan El Nino terhadap kebijakan suku bunga BI Rate juga perlu dipantau oleh investor.

⚡ POWR Site Visit: Prospek Operasional Solid, Didukung Ekspansi Kapasitas DCII 120 MW

  • $POWR: Manajemen DCI Indonesia ($DCII) mengatakan dalam acara site visit pada Rabu (16/9) bahwa mayoritas tenant DCII ke depan berasal dari klien yang berhubungan dengan AI dan akan menggunakan teknologi GPU tercanggih. Berdasarkan laporan IDX Channel, DCII sedang mengembangkan tambahan kapasitas 120 MW di area H1 Cibitung. Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan DCII per 1H26, progres konstruksi JK6 (36 MW) telah mencapai 80%, sedangkan JK7 dan JK8 masih di tahap fondasi dengan progres masing–masing 2,48% (Rp90 M) dan 2,82% (Rp23 M). Perkembangan ini membuat kami mempertahankan pandangan positif terhadap Cikarang Listrindo, sejalan dengan tesis kami dalam Unboxing POWR. Optimisme kami didasarkan oleh informasi tambahan kapasitas 120 MW dari DCII, yang akan membawa kapasitas kampus H1 Cibitung — area data center DCII yang listriknya dipasok oleh POWR — naik lebih dari 2,5x dari 75 MW menjadi hampir 200 MW. Simak poin–poin penting dari site visit DCII x POWR di sini.
  • $KIJA: Jababeka mengumumkan akan memperkuat kolaborasi dengan Pertamina untuk mendorong transformasi kawasan industri hijau berbasis net zero emission. Pada tahun ini, kerja sama keduanya difokuskan pada penyediaan energi hijau di Kawasan Industri Jababeka melalui pemanfaatan energi bersih di kawasan industri, pengolahan limbah atau sampah menjadi energi, serta penggunaan hidrogen untuk industri dan transportasi. Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan gas pipa, biometana bersertifikat ISCC (gas dari limbah organik yang dapat menggantikan gas bumi), panel surya dan baterai penyimpan listrik (battery energy storage system/BESS), serta kredit karbon. Pertamina dan KIJA juga akan menjajaki penggunaan hidrogen hijau untuk mendukung transportasi rendah karbon dalam konsep kota berbasis transportasi umum (transit oriented development/TOD). Pada 2027, KIJA dan Pertamina akan fokus mengembangkan alternatif energi hijau seperti hidrogen, biometana, hingga potensi panas bumi.
  • $AALI: Direktur Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo, mengatakan bahwa pihaknya akan mengalokasikan capex hingga Rp1,4 T pada 2027, masih berada di kisaran yang sama seperti alokasi capex selama 2026 di kisaran Rp1,2–1,4 T. Capex pada 2027 tersebut masih akan difokuskan untuk replanting. Pada 2026 sendiri, AALI tengah melakukan replanting hingga 8.000 hektare, 2x lipat lebih luas dibandingkan rata–rata replanting tahunan perseroan. Selain replanting, Tingning menyebut bahwa sisa capex ditujukan untuk pembelian mesin dan peralatan guna mempercepat produktivitas.
  • $ASGR: Direktur Astra Graphia, Trivena Nalsalita, mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan segmen bisnis solusi IT akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perseroan. Bisnis solusi IT dari ASGR sendiri terdiri dari 4 portofolio utama, yang mencakup digital strategy, infrastructure foundation, digital platform, serta digital services. Salah satu pengembangan terbaru ASGR di segmen bisnis solusi IT adalah layanan cybersecurity, di mana perseroan menawarkan solusi keamanan data secara end–to–end mulai dari pencegahan, pemantauan ancaman secara real time selama 24 jam, penetration test, proactive defense, hingga comprehensive security assessment. Di tengah perkembangan AI, ASGR juga mulai mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam produk dan proses internal perusahaan, salah satunya lewat peluncuran produk otomatisasi pengaturan warna Fujifilm Revoria Press pada awal 2026.
  • $PBSA: Pemegang saham Paramita Bangun Sarana dalam RUPSLB pada Jumat (18/9) menyetujui rencana stock split dengan rasio 1:2. Sebelumnya, PBSA memperkirakan awal perdagangan saham dengan nominal baru di pasar reguler dan negosiasi pada 14 Oktober 2026.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$INDY $DEWA $MDKA $SSIA
+10,04%+9,20%+8,83%+7,19%

Top Loser 🤕

$KPIG $TAPG $MAPA $CPIN
-14,06%-2,94%-2,16%-1,91%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan kredit perbankan mencapai +13,65% YoY per Agustus 2026 (vs. Juli 2026: +13,58% YoY YoY, Agustus 2025: +7,56% YoY), lebih tinggi dibandingkan target 2026 dari Bank Indonesia di kisaran +8–12% YoY.
  • Harga minyak Brent turun -0,1% ke kisaran US$99,1/barrel pada Rabu (23/9) pagi, melanjutkan penurunan sekitar -1,1% pada Selasa (22/9). Penurunan harga minyak disebabkan oleh laporan Reuters menyebutkan bahwa Iran dapat membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 7 hari jika AS mengurangi tekanan militernya dan membuka blokade laut. Reuters juga melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, telah bertemu dengan Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, pada Selasa (22/9), di mana Iran menyampaikan syarat–syarat untuk pembukaan kembali Selat Hormuz, termasuk penghentian blokade laut oleh AS, pembebasan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian perang di seluruh front. Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan pada Selasa (22/9) bahwa para pejabat AS telah melakukan pertemuan yang “sangat produktif” dengan utusan Iran, meski Trump sempat mengancam akan menghancurkan Iran dalam pidatonya di PBB pada hari yang sama.
  • CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pada Selasa (22/9) bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada pihaknya untuk mendorong himpunan bank milik negara (Himbara) memberikan pembiayaan bagi industri tekstil. Pemerintah pun tengah mempertimbangkan pemberian insentif tax holiday, me–review pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN), dan akan menetapkan suatu kawasan khusus bagi industri tekstil. Terkait rencana pembentukan BUMN tekstil, Rosan menyebut bahwa Danantara terbuka untuk mengembangkan perusahaan tekstil existing, asalkan perusahaan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan return investasi yang baik.
  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Selasa (22/9) bahwa pemerintah akan memangkas proses birokrasi yang dinilai dapat menghambat pelaksanaan proyek pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp, termasuk proses tender pengadaan proyek. Bahlil menyebut bahwa perusahaan yang dinilai kompetitif dan mempunyai kemampuan teknologi yang baik dapat langsung ditunjuk oleh pemerintah. Bahlil juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengubah rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) periode 2025–2034 untuk mengakomodasi program pembangunan PLTS 100 GWp, meski tidak merincinya lebih lanjut.
  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada Selasa (22/9) mengajak investor untuk membangun data center di Indonesia, sembari menekankan bahwa wilayah Indonesia merupakan yang terluas di Asia Tenggara dan memiliki pulau yang banyak. Bahlil menjamin pasokan listrik ke data center akan dipenuhi oleh PLN dan mengeklaim harga pasokan listrik ke data center di Indonesia bisa jauh lebih kompetitif dibanding negara lain, meski tidak merincinya lebih lanjut. Bahlil juga menyebut bahwa pihaknya memproyeksikan kapasitas data center di Indonesia dapat mencapai 1,65 GW pada akhir 2026, naik dari kapasitas existing di level ~637,2 MW.

🆚 IHSG saat ini memang masih berada di fase yang menantang untuk rally.

“IHSG masih menghadapi tekanan dari capital outflow dan ketidakpastian global maupun domestik, sehingga stabilitas rupiah dan arah kebijakan ke depan menjadi kunci.” — klinikporto

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

IHSG masih berada dalam fase yang menantang untuk rally, dengan tekanan utama berasal dari arus keluar dana asing, pelemahan rupiah, serta ketidakpastian global dan domestik. Pada 21 September 2026, IHSG turun 0,88% ke 6.384,73 dengan net sell asing Rp503,12 miliar, sementara secara YTD net foreign sell telah mencapai Rp99,55 triliun. Dari sisi global, kebijakan The Fed yang hawkish, kenaikan suku bunga Bank of Japan, serta tingginya harga minyak akibat konflik Timur Tengah mendorong investor melakukan relokasi dana ke aset berdenominasi dolar dan berpotensi menekan emerging market, termasuk Indonesia. Kenaikan status Vietnam menjadi emerging market juga berpotensi mendorong sebagian alokasi dana asing ke Vietnam. Di dalam negeri, pelemahan rupiah, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan prediktabilitas kebijakan, serta risiko reklasifikasi Indonesia oleh MSCI dari emerging ke frontier market menjadi sentimen tambahan yang perlu diperhatikan. Ke depan, pasar akan mencermati keputusan dan kebijakan BI dalam menjaga stabilitas rupiah, perkembangan harga minyak dan konflik Timur Tengah, arah kebijakan The Fed dan BOJ, serta kemajuan reformasi pasar menjelang MSCI Index Review November 2026. Selama faktor-faktor tersebut belum menunjukkan perbaikan yang meyakinkan, IHSG masih berpotensi berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang relatif tinggi. Selengkapnya, simak pembahasan dari klinikporto disini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.