💰 BMRI: Pertumbuhan Laba Bersih 3Q26 Melandai, tapi 9M26 Masih Lampaui Ekspektasi / by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
5.439,3 +0,95%-Rp1,29 triliun18.057 +0,04%4.039 -0,53%
Oil Coal CPO Nickel
114,6 +1,26%154,5 +1,28%4.817 +0,52%16.120 -0,70%

👋 Stockbitor!

Bank Mandiri ($BMRI) mencatat laba bersih Rp15,1 T pada 3Q26 (+14% YoY, +1% QoQ), sehingga laba bersih selama 9M26 mencapai Rp45,5 T (+21% YoY) dan melampaui ekspektasi karena setara 80% estimasi 2026F konsensus. BMRI hanya membutuhkan laba bersih Rp11,6 T pada 4Q26 untuk mencapai estimasi 2026F konsensus.

Laju Pertumbuhan Laba Bersih Melandai pada 3Q26, tetapi Masih Kuat — Laba bersih tumbuh +14% YoY pada 3Q26, lebih lambat dibandingkan 1H26 di level +24% YoY. Meski melandai, kami menilai level pertumbuhan pada 3Q26 tersebut masih relatif tinggi dan ditopang oleh masih kuatnya fee income (+13% YoY) serta opex yang terus menunjukkan efisiensi yang baik (-2% YoY). Pada earnings call 3Q26, manajemen BMRI merevisi guidance Cost–to–Income (CIR) Ratio dari kisaran 39–41% menjadi 37–39%, merefleksikan optimisme manajemen atas sustainability tren fee income dan opex ini.

NIM Kembali Turun & Diekspektasikan Bottom pada 3Q26 — Sesuai guidance pada earnings call sebelumnya, NIM turun pada 3Q26 ke level 4,2% berdasarkan estimasi kami (vs. 2Q26: 4,4%). Meski BMRI berhasil melakukan loan re–pricing pada 3Q26, dampaknya tidak berhasil mengkompensasi kenaikan Cost of Funds (CoF) akibat ketatnya likuiditas pada 3Q26. Meski demikian, manajemen melihat bahwa prospek likuiditas berpotensi sedikit melonggar pada 4Q26 seiring langkah Bank Indonesia untuk menurunkan outstanding SRBI serta pemangkasan giro wajib minimum (GWM). Oleh karena itu, BMRI berharap bahwa NIM pada 4Q26 bisa lebih baik dibandingkan 3Q26 atau setidaknya flat secara kuartalan, sehingga NIM selama 2026 masih sesuai dengan guidance di kisaran 4,3–4,5%.

Key Takeaway

Fee income dan efisiensi opex menjadi pendorong bottomline BMRI dalam 2 kuartal terakhir, di tengah tekanan NIM. Oleh karena itu, perbaikan kondisi likuiditas berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja BMRI ke depan, meski kami cenderung cautious dengan asumsi tersebut di tengah kondisi makro saat ini. Di sisi lain, dengan laba bersih hingga akhir tahun yang berpotensi melampaui ekspektasi, terdapat juga potensi dividen yang lebih besar dibandingkan ekspektasi, seiring guidance dividend payout ratio sekitar 75–80% dari tahun buku 2026F (vs. 2025: 79%). Kualitas aset juga menjadi sorotan yang perlu dimonitor oleh investor, di mana Loan–at–Risk (LAR) meningkat ke 6,8% pada 3Q26 (vs. 5,8%), terkait dengan restrukturisasi kredit BUMN Karya (PTPP dan ADHI). Manajemen BMRI melihat bahwa pencadangan sebesar 10–15% dari total kredit yang terekspos — selain dari proses restrukturisasi — sudah mencukupi, serta risiko ini juga sudah termasuk dalam guidance credit costs sebesar 0,6–0,8%.

💰 PACK Berencana Rights Issue hingga Rp8,2 T untuk Akuisisi Tambang & Holding Nikel

  • $PACK: Abadi Nusantara Hijau Investama berencana mengakuisisi 100% saham PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama senilai US$79 juta atau ~Rp1,4 T dari pihak non–afiliasi serta 100% saham Denway Development Ltd. senilai US$324 juta atau ~Rp5,7 T dari pihak afiliasi. PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama sendiri merupakan perusahaan tambang nikel yang memiliki wilayah konsesi seluas 4.778 hektare di Kabupaten Morowali, sementara Denway Development Ltd. merupakan holding company asal Hong Kong yang memiliki sejumlah tambang dan smelter nikel di Indonesia, termasuk PT Karayatama Konawe Utara, PT Konutara Sejati, dan PT Hanking Makmur Nickelsment. Untuk mendanai akuisisi tersebut, PACK berencana menggelar rights issue hingga 100 miliar saham baru, dengan perkiraan perolehan dana mencapai US$463 juta atau Rp8,2 T. Selain untuk akuisisi, perolehan dana dari rights issue juga ditujukan untuk pelunasan pinjaman dan modal kerja. Pengendali PACK, PT Eco Energi Perkasa, akan bertindak sebagai pembeli siaga hingga US$418 juta atau ~Rp7,4 T. Sehubungan dengan ekspansi ini, PACK berencana memperluas kegiatan usaha penunjang ke bidang perdagangan besar bijih dan konsentrat logam serta aktivitas konsultasi manajemen. Seluruh rencana aksi korporasi ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 30 November 2026.
  • $AKRA: AKR Corporindo mencatat laba bersih Rp780 M pada 3Q26 (+1% QoQ, +66% YoY), sehingga laba bersih selama 9M26 mencapai Rp2,2 T (+34% YoY) dan melampaui ekspektasi karena setara 79% estimasi 2026F konsensus. Secara kuartalan, margin laba kotor segmen ‘perdagangan dan distribusi’ naik menjadi 6,9% (vs. 2Q26: 4,6%), sehingga laba kotor segmen ini tumbuh +30% QoQ menjadi Rp961 M meski pendapatannya turun -13% QoQ. Perbaikan margin ini bersamaan dengan menyusutnya kerugian bersih joint venture SPBU bersama BP, PT Aneka Petroindo Raya, yang kami perkirakan menyempit menjadi sekitar Rp47 M (vs. 2Q26: rugi Rp256 M). Penurunan pendapatan BBM sebesar -14% QoQ terjadi seiring implementasi B50 sejak 1 Juli 2026 dan harga minyak yang melandai. Meski demikian, laba bersih relatif stabil secara kuartalan seiring laba sebelum pajak segmen ‘kawasan industri’ yang turun -24% QoQ menjadi Rp263 M. Berdasarkan informasi dari investment relations AKRA, penjualan lahan JIIPE tercatat 35 ha pada 3Q26, sehingga total penjualan lahan selama 9M26 mencapai 93 ha (target 2026: 90–100 ha). Pendapatan listrik dan utilitas JIIPE naik +47% QoQ menjadi Rp305 M, sehingga AKRA hanya perlu membukukan Rp268 M pada 4Q26 untuk mencapai target ~Rp1 T yang disampaikan manajemen pada earnings call 1H26.
  • $DOOH: Bisnis melaporkan bahwa Era Media Sejahtera menandatangani 3 nota kesepahaman dengan 3 perusahaan asal China terkait pasokan energi terbarukan serta pembangunan dan penyewaan AI data center. Ketiga nota kesepahaman tersebut mencakup: 1) pengadaan peralatan dan fasilitas interkoneksi PLTS berkapasitas 2 GW dari Jiangxi Jiusheng International Electric Power Engineering Co., Ltd., dengan kapasitas tahap awal sebesar 390 MWp; 2) pembangunan fisik kampus AI data center berkapasitas hingga 1,6 GW secara bertahap di Jawa Barat yang akan dikerjakan oleh China Construction Third Engineering Bureau Group Co. Ltd., dengan kapasitas tahap awal sebesar 50 MW; dan 3) rencana penyewaan kapasitas IT AI data center sebesar 50 MW secara bertahap hingga 2027 kepada GOME FinTech Asset Management Holdings Ltd. Kerja sama ini dirancang untuk menghubungkan pasokan energi terbarukan, fasilitas fisik pusat data, dan pengguna akhir dalam satu ekosistem terintegrasi. Ketiga kesepakatan tersebut masih berupa nota kesepahaman awal dan perlu ditindaklanjuti dengan perjanjian definitif serta perizinan terkait, termasuk dari PT PLN.
  • $STRK: PT Beruntung Berkat Sejahtera berencana mengakuisisi 61,87% saham Lovina Beach Brewery dari PT Barito Mas Sukses. Nilai transaksi belum diumumkan, sementara kesepakatan awal berupa indikasi syarat dan ketentuan jual beli telah ditandatangani pada 21 Oktober 2026. Rencana transaksi ini masih bersifat bersyarat dan bergantung pada pemenuhan syarat tangguh, termasuk penyelesaian due diligence. Setelah transaksi ini rampung, PT Beruntung Berkat Sejahtera akan menjadi pengendali baru STRK. PT Beruntung Berkat Sejahtera sendiri merupakan pemegang 15,09% saham di Era Media Sejahtera ($DOOH) per 12 Oktober 2026.
  • $PWON: Pakuwon Jati mencatat marketing sales ~Rp245,8 M pada 3Q26 (-18% YoY, -1% QoQ). Hasil ini membuat marketing sales selama 9M26 mencapai ~Rp810,8 M (-10% YoY), setara ~54% target 2026 dari manajemen di ~Rp1,5 T. Kontribusi marketing sales terbesar selama 9M26 berasal dari segmen ‘condominium’ (66%), diikuti oleh ‘residensial’ (31%), dan ‘perkantoran’ (3%). Sebanyak ~49% marketing sales selama 9M26 berasal dari produk yang memenuhi syarat PPN DTP.
  • $TSPC: Tempo Scan Pacific akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp75/saham, mengindikasikan dividend yield ~2,99% per penutupan Jumat (23/10). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 30 Oktober 2026, sementara pembayaran pada 20 November 2026.
  • $SIDO: Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp10/saham, mengindikasikan dividend yield ~2,9% per penutupan Jumat (23/10). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 2 November 2026, sementara pembayaran pada 20 November 2026.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$TOBA $BUVA $MINA $ENRG
+25,00%+20,38%+17,57%+7,98%

Top Loser 🤕

$SMIL $AMRT $BBCA $BBTN
-6,58%-3,24%-2,90%-2,56%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Hutapea, mengatakan pada Jumat (23/10) bahwa pihaknya telah menyesuaikan total outstanding SRBI dari level Rp1.096 T pada Juli 2026 menjadi di bawah Rp950 T guna memastikan likuiditas yang memadai di pasar uang. Sejak awal tahun, Bank Indonesia telah melakukan pembelian SBN di pasar sekunder dengan nilai ~Rp135 T, di mana pembelian pada Oktober 2026 mencapai ~Rp13 T. Sementara itu, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia, Firman Mochtar, mengatakan bahwa keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps ke level 5% dalam pengumuman Rapat Dewan Gubernur pada pekan ini ditujukan untuk mengembalikan selisih suku bunga deposit facility dan lending facility menjadi simetris 75 bps dari suku bunga acuan BI Rate. Firman menyebut langkah ini diharapkan membuat transmisi kebijakan moneter ke pasar uang dan perbankan berjalan lebih efektif, sembari menambahkan bahwa selisih 100 bps antara deposit facility dan BI Rate sebelumnya dikarenakan adanya penempatan dana pemerintah di himpunan bank milik negara (Himbara). Selain itu, Firman menjelaskan bahwa rencana Bank Indonesia untuk memangkas giro wajib minimum (GWM) di bank konvensional dan syariah hingga 2 percentage point didasarkan pada keperluan untuk menyeimbangkan likuiditas perbankan dengan kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat. Reuters melaporkan bahwa pernyataan Firman muncul setelah ekonom Bank of America sempat menggambarkan bauran kebijakan terbaru Bank Indonesia sebagai kombinasi “hold, hike and cut all at once” yang terkesan membingungkan, meski kemudian mengonfirmasi bahwa langkah–langkah Bank Indonesia tersebut tidak saling bertentangan secara nyata.
  • Harga minyak Brent naik sekitar +4% pada Kamis (22/10) dan lanjut menguat sekitar +1% ke kisaran US$115/barrel pada Jumat (23/10) sore. Reuters melaporkan bahwa kenaikan harga minyak didorong oleh serangan baru kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap infrastruktur Arab Saudi, di tengah rumor mengenai kemungkinan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran setelah midterm elections di AS. Saudi Aramco pun telah menginstruksikan stafnya untuk mengevakuasi kantor pusat mereka di Dhahran, yang terletak di kawasan Teluk dekat Bahrain, seiring meningkatnya eskalasi konflik antara Arab Saudi dengan kelompok Houthi.
  • Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, mengatakan kepada Reuters pada Kamis (22/10) bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan untuk kembali menerbitkan obligasi berdenominasi yuan di pasar domestik China — yang biasa dikenal sebagai panda bond — pada 4Q26, dengan target dana berkisar CN¥7–10 miliar. Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan panda bond perdananya senilai CN¥7 miliar pada Juli 2026, sebagai bagian dari diversifikasi sumber pembiayaan. Suminto menjelaskan bahwa rencana ini didasarkan pada cost of funds dari panda bond yang relatif lebih rendah, serta pasar keuangan China yang tergolong stabil.
  • Bank Indonesia mencatat bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh +8,3% YoY menjadi Rp10.587,9 T pada September 2026 (vs. Agustus 2026: +8,2% YoY). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar +9% YoY dan uang kuasi sebesar +7,3% YoY.
  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Jumat (23/10) bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan untuk meminta tambahan kuota BBM bersubsidi tahun fiskal 2026, seiring peralihan konsumen dari BBM non–subsidi ke BBM subsidi. Bahlil menjelaskan bahwa volume tambahan dan anggarannya masih dalam tahap perhitungan. Pemerintah sendiri berkomitmen menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga akhir tahun untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah. Data BPH Migas menunjukkan bahwa sejak harga bahan bakar non–subsidi naik pada awal Juni 2026, rata–rata konsumsi harian Pertalite meningkat sekitar +10%, dengan total Pertalite yang telah didistribusikan sejak awal tahun hingga 20 Agustus 2026 mencapai 18,23 juta kiloliter atau setara ~62,3% alokasi Pertalite selama 2026.
  • Darma Henwa ($DEWA) mengumumkan telah mendirikan anak usaha baru bernama PT DH Logistik, dengan kepemilikan perseroan mencapai 99,9% saham, sementara 0,1% sisanya dimiliki oleh PT Cipta Multi Prima. PT DH Logistik akan bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi untuk pengorganisasian pengiriman serta pengepakan barang dalam volume besar via darat, laut, udara, maupun kereta api. Pembentukan anak usaha ini merupakan bagian dari strategi ekspansi DEWA ke sektor logistik guna memperkuat struktur usaha dan menciptakan sumber pendapatan baru.
  • Pemegang saham Solusi Sinergi Digital ($WIFI) dalam RUPSLB pada Rabu (21/10) menyetujui pengangkatan Shannedy Ong dan Fadel Muhammad masing–masing sebagai direktur utama dan komisaris utama WIFI. Sebelumnya, Shannedy Ong dan Fadel Muhammad masing–masing menjabat sebagai direktur dan komisaris. Perubahan pengurus ini dilakukan sehubungan dengan pengunduran diri Hashim Djojohadikusumo dari jabatan komisaris utama, Hendrik Tee dari posisi direktur utama, dan Henny Santoso dari posisi direktur. Selain itu, pemegang saham WIFI juga menyetujui rencana penambahan kegiatan usaha penunjang di bidang konstruksi sentral telekomunikasi, yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan, diversifikasi sumber penghasilan, serta meningkatkan efisiensi operasional.
  • BEI bersama KSEI kembali memasukkan saham MD Entertainment ($FILM) ke dalam daftar high shareholding concentration (HSC) pada 22 Oktober 2026. FILM pada awalnya masuk daftar HSC pada 14 Juli 2026, sebelum kemudian dikeluarkan dari daftar tersebut pada 12 Oktober 2026. Namun, penelaahan lanjutan BEI menemukan bahwa penurunan kepemilikan saham terkonsentrasi di FILM terjadi melalui transaksi repo saham yang tidak mengubah konsentrasi kepemilikan sebenarnya.

🧮 BEI menyesuaikan kriteria evaluasi IHSG

“IHSG yang berkualitas bukan sekadar mencerminkan besarnya kapitalisasi pasar, tetapi juga seberapa besar saham benar-benar tersedia dan dapat diakses oleh publik.” — buildportosaham

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Mulai 2 November 2026, BEI menyesuaikan perhitungan IHSG dengan mengeluarkan saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC), yaitu saham dengan kepemilikan terkonsentrasi pada sedikit pihak, dari perhitungan indeks, meskipun sahamnya tetap tercatat dan dapat diperdagangkan di bursa. Menurut Stockbitor buildportosaham, kebijakan ini bertujuan agar IHSG lebih mencerminkan kondisi pasar dan saham yang benar-benar tersedia bagi publik dan dapat memperbaiki kualitas IHSG. Pengeluaran saham HSC tidak otomatis membuat IHSG turun karena dasar perhitungan indeks akan disesuaikan, sementara bobot saham yang tersisa dihitung ulang berdasarkan kapitalisasi pasar yang disesuaikan free float, dengan batas bobot maksimal 9% per saham. Evaluasi rutin dilakukan setiap Januari, April, Juli, dan Oktober, dengan penyesuaian efektif pada hari bursa pertama Februari, Mei, Agustus, dan November, serta evaluasi insidental jika status HSC berubah di luar jadwal. Bagi investor, penting untuk memantau daftar saham HSC, likuiditas, konsentrasi kepemilikan, serta perubahan bobot indeks dan arus dana, karena kenaikan bobot tidak menjamin harga saham naik atau seluruh fund wajib membeli saham tersebut. Baca selengkapnya di artikel ini.

Sekilas tentang buildportosaham

Stockbitor buildportosaham memiliki gaya investasi swing dengan pendekatan yang mengutamakan analisis fundamental dan aksi korporasi. Latar belakang pendidikan di bidang Finance turut mendukung pendekatannya dalam membedah bisnis dan fundamental perusahaan secara lebih mendalam.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.