Presiden Prabowo Subianto mengatakan pada Kamis (8/10) bahwa Indonesia berkomitmen untuk menghormati dan melindungi seluruh investasi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Presiden Prabowo meluncurkan 11 proyek hilirisasi dengan total nilai investasi ~US$10,2 miliar atau ~Rp180 T di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), kawasan industri yang sebagian dikuasai oleh perusahaan baja asal China, Tsingshan Holding Group.
Sebelumnya, perusahaan–perusahaan China yang beroperasi di Indonesia telah menyerukan kebijakan yang lebih ramah bisnis, serta memperingatkan Presiden Prabowo melalui surat pada Mei 2026 bahwa kuota pertambangan yang lebih ketat, pajak yang lebih tinggi, dan formula harga patokan mineral baru telah meningkatkan biaya dan mengancam investasi [https://stockbit.com/post/31754285].
Adapun peluncuran pada Kamis (8/10) tersebut mencakup komersialisasi 4 proyek industri yang telah rampung serta dimulainya pembangunan 7 proyek industri baru.
Secara rinci, 4 proyek yang telah memasuki tahap komersialisasi mencakup PT REPT Batero Indonesia, PT Blue Sparking Energy, PT Pioneer Aluminium Industries, dan PT XCMG Indonesia Manufacturing. Sementara itu, 7 proyek yang baru dimulai adalah PT Guang Ching Nickel Cobalt, PT Inno Prima Material, PT Tinci Materials Indonesia, PT Weda Bay Aluminium, PT Bintang Karya Aluminium, PT Flat Solar Energy Indonesia, dan PT Foton Guangqing Motor Indonesia.
[Sumber: Reuters, Kontan]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
