🤝 DOOH Berencana Akuisisi 29,88% Saham INET Senilai Rp2 T / by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.036,9 +0,46%-Rp1,3 triliun17.875 -0,42%4.217 +0,35%
Oil Coal CPO Nickel
99,2 -3,03%148,0 -0,94%4.529 -0,55%15.634 -1,85%

đź‘‹ Stockbitor!

Era Media Sejahtera ($DOOH) melalui anak usahanya, PT Cakrawala Nexus Investama, berencana mengakuisisi 29,88% saham Sinergi Inti Andalan Prima ($INET) dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara dengan harga Rp300/saham atau senilai total ~Rp2 T. Transaksi ini merupakan bagian dari rencana transformasi DOOH untuk membangun ekosistem dan infrastruktur AI yang mencakup data center AI, high speed internet, fiber optic, submarine cable, dan green energy berupa PLTS.

Untuk mendanai aksi korporasi tersebut, PT Sinergi Internasional Investama selaku pengendali DOOH memberikan shareholder loan hingga Rp5 T kepada DOOH, dengan bunga 7,5% per tahun dan jangka waktu 10 tahun. Sebagian atau seluruh pokok pinjaman tersebut dapat dikonversi menjadi ekuitas melalui mekanisme rights issue, di mana DOOH berencana menggelar rights issue hingga ~154,8 miliar saham baru dengan efek dilusi hingga 95,24%. Rights issue tersebut juga akan disertai waran, meski harga pelaksanaan dan rasio untuk rights issue dan waran belum diumumkan.

DOOH juga berencana mengubah alokasi sisa dana hasil IPO, di mana perseroan berencana mengalihkan Rp120 M sebagai modal kepada PT Cakrawala Nexus Investama sebagai bagian dari rencana mengakuisisi INET. Seiring transformasi ini, DOOH berencana menambah kegiatan usaha di bidang perusahaan induk (holding company), sedangkan kegiatan operasional periklanan dialihkan kepada anak usahanya, PT Media Sejahtera Selaras. Rencana–rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 9 November 2026.

Dalam keterbukaan informasi terpisah, PT Sinergi Internasional Investama mengumumkan rencana penawaran tender wajib atas 33,91% saham DOOH yang dimiliki publik dengan harga Rp148/saham. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari akuisisi 51% saham DOOH oleh PT Sinergi Internasional Investama dengan harga Rp50/saham atau senilai ~Rp197,3 M pada Juli 2026. Penawaran tender wajib ini akan berlangsung pada periode 5 Oktober–3 November 2026, dengan pembayaran pada 9 November 2026.

Key Takeaway

Dari sisi valuasi, akuisisi ~30% saham INET senilai Rp300/saham atau ~Rp2 T tergolong tinggi jika hanya diukur dari kinerja INET selama 1H26, yakni setara ~98x P/E annualized. Namun, dari kacamata market price, valuasi transaksi ini hanya lebih tinggi +14% dibandingkan harga penutupan INET per Kamis (1/10), yang kami nilai masih tergolong wajar untuk akuisisi kepemilikan signifikan.

Ke depan, ada 2 hal utama yang belum diketahui dan perlu dimonitor investor. Pertama, besaran rights issue DOOH, yang mencakup harga pelaksanaan dan jumlah saham baru yang akan diterbitkan. Meski RUPSLB hanya akan menyetujui pencairan pinjaman hingga Rp2 T untuk akuisisi INET, plafon pinjaman dari pengendali mencapai Rp5 T, sehingga size rights issue DOOH bisa lebih besar dari Rp2 T seiring masih banyaknya rencana ekspansi DOOH ke depan. Kedua, harga konversi shareholder loan menjadi saham, yang akan menentukan efek dilusi bagi pemegang saham minoritas DOOH.

❌ Kemenkeu Batal Ambil Alih PNM dari BBRI

  • $BBRI: Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, mengatakan pada Jumat (2/10) bahwa rencana Kementerian Keuangan untuk mengambil alih anak usaha Bank Rakyat Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan menukarnya dengan PT Geo Dipa Energi ke Danantara batal terwujud karena tidak disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, mantan menteri keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Februari 2026 bahwa pihaknya berencana mengambil alih PNM dari Danantara dan menukarnya dengan PT Geo Dipa Energi. Pada Mei 2026, Purbaya mengeklaim bahwa rencana ini telah disetujui oleh pimpinan Danantara. Purbaya saat itu menjelaskan bahwa pengambilalihan ini ditujukan agar PNM dapat langsung ditugaskan oleh Kementerian Keuangan dalam menyalurkan kredit kepada UMKM, skema yang dinilai lebih efektif dibandingkan penyaluran melalui BBRI maupun pembentukan special mission vehicle baru.
  • $WIFI: Solusi Sinergi Digital mengumumkan telah menerima surat pengunduran diri Hashim S. Djojohadikusumo sebagai komisaris utama dan Henny Santoso sebagai direktur, masing–masing pada 29 September dan 1 Oktober 2026. Pengunduran diri Hashim berlaku efektif sejak surat diterima, sementara pengunduran diri Henny masih menunggu persetujuan pemegang saham. WIFI sendiri akan menggelar RUPSLB pada 21 Oktober 2026, dengan mata acara termasuk perubahan susunan dewan komisaris dan direksi. WIFI tidak merinci alasan pengunduran diri maupun calon pengganti keduanya.
  • $AALI: Astra Agro Lestari berencana melaksanakan buyback saham dengan jumlah nilai hingga Rp400 M pada periode 2 Oktober–28 Desember 2026. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.
  • $BACH: Bach Multi Global mendapatkan fasilitas kredit hingga Rp450 M dari Maybank Indonesia ($BNII), yang terdiri dari: 1) fasilitas pinjaman berjangka hingga Rp300 M untuk capex, dengan jangka waktu 5 tahun; serta 2) fasilitas omnibus modal kerja hingga Rp150 M, dengan jangka waktu 1 tahun.
  • $TLDN: Teladan Prima Agro akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp20/saham, mengindikasikan dividend yield ~3,4% per Jumat (2/10). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 12 Oktober 2026, sementara pembayaran pada 22 Oktober 2026.
  • $WIKA: Direktur Wijaya Karya, Mulyadi, mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan divestasi aset hingga ~Rp5,5 T selama periode 2026–2028, meski tidak merinci lebih lanjut aset yang akan dijual. Direktur Utama WIKA, I Ketut Pasek Senjaya Putra, mengatakan aset yang masuk dalam rencana divestasi mencakup sejumlah ruas jalan tol, bisnis jasa pengelolaan air, serta sektor energi. Rencana ini ditujukan untuk mempercepat pembayaran utang dan memperbaiki struktur keuangan perseroan. Mulyadi menjelaskan bahwa divestasi akan dilakukan secara bertahap, dengan target sekitar Rp1,9 T pada 2026 dan Rp276 M pada 2027. Selain divestasi di tingkat holding, WIKA juga akan mengandalkan pelepasan aset oleh anak usaha untuk mendukung rencana tersebut.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$GOTO $PTBA $SMGR $ADRO
+7,14%+4,26%+3,79%+3,73%

Top Loser 🤕

$WIFI $KPIG $KIJA $PANI
-11,15%-10,42%-4,43%-3,37%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan kepada Bloomberg pada Jumat (2/10) bahwa dividen dari Danantara tidak termasuk dalam APBN 2026 dan 2027. Bloomberg melaporkan bahwa pernyataan Suahasil tersebut mengindikasikan batalnya rencana pembagian dividen senilai Rp120 T dari Danantara ke APBN, yang sebelumnya diumumkan pada akhir Agustus 2026 oleh mantan menteri keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, guna menekan defisit fiskal. Suahasil menambahkan bahwa pemerintah masih memiliki ruang untuk penerbitan obligasi global di sisa tahun ini.
  • Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan kepada Bloomberg pada Jumat (2/10) bahwa dirinya berkomitmen untuk menjaga defisit APBN dalam limit legal existing di 3% terhadap PDB, sebuah metrik yang Suahasil sebut menunjukkan kedisiplinan fiskal pemerintah. Suahasil juga mengisyaratkan akan tetap pada koridor tugasnya di bidang pengelolaan anggaran, serta mendorong Bank Indonesia dan Danantara untuk menjalankan mandatnya masing–masing. Bloomberg melaporkan bahwa kerangka kerja yang disampaikan Suahasil kontras dengan pendahulunya, Purbaya Yudhi Sadewa, yang sempat berupaya menekan Bank Indonesia dan Danantara untuk turut membantu pengelolaan anggaran dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, Suahasil mengatakan bahwa kementeriannya tidak akan ikut serta mengambil bagian kepemilikan BEI pasca–demutualisasi.
  • Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengatakan pada Kamis (1/10) bahwa skema insentif operasional bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan diubah dari Rp6 juta/hari menjadi Rp2.000/porsi per 5 Oktober 2026. Rencana perubahan insentif ini sebelumnya telah disampaikan Sudaryono pada awal September 2026, meski saat itu belum dirinci lebih lanjut. Dari anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp15.000/porsi, BGN mengalokasikan Rp10.000 untuk makanan, Rp3.000 untuk biaya operasional, dan Rp2.000 sebagai insentif ketersediaan dan mutu layanan SPPG. Insentif hanya diberikan ketika SPPG menjalankan pelayanan, sementara dapur yang terkena suspensi atau tidak beroperasi karena hari libur nasional maupun kondisi tertentu — seperti bencana alam — tidak akan menerima insentif. BGN juga menetapkan jumlah porsi sebagai dasar penghitungan biaya operasional dan insentif berdasarkan surat penetapan terakhir untuk masing–masing dapur, yang akan disesuaikan dengan kapasitas dapur serta kelompok penerima manfaat di wilayah layanan untuk mencegah ketimpangan beban pelayanan.
  • Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi, Yustinus Gunawan, mengatakan pada Kamis (1/10) bahwa pembatasan pasokan gas dengan skema harga gas bumi tertentu (HGBT) oleh Perusahaan Gas Negara ($PGAS) semakin dalam, dengan realisasi pada Oktober 2026 mencapai 66% terhadap kontrak minimum perjanjian jual beli gas, dibandingkan level September 2026 di 78%. Yustinus menyebut pemangkasan alokasi gas secara mendadak berdampak langsung pada penurunan kapasitas produksi industri, serta mendesak agar pembatasan pasokan tersebut dibatalkan. Yustinus juga meminta pemerintah menjaga harga liquefied natural gas (LNG) non–HGBT tetap di level US$13/MMBtu hingga 2027. Sebelumnya, pemerintah pada pertengahan tahun ini mengumumkan kebijakan diskon harga LNG non–HGBT untuk wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, sehingga harganya turun dari semula lebih dari US$20/MMBtu menjadi US$13/MMBtu. Sementara itu, Direktur Jenderal di Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan bahwa pemerintah belum membahas kelanjutan kebijakan diskon tersebut dan masih mencermati dinamika global. Laode juga menyebut bahwa pemerintah tidak memiliki rencana menerapkan skema koridor harga khusus bagi LNG industri, serta memilih penyesuaian harga secara dinamis mengikuti kondisi pasar.

🤔 Berita Bagus, Kok Sahamnya Turun?

“Di pasar saham, bukan cuma kabarnya yang penting. Yang penting juga adalah bagaimana kabar tersebut dibandingkan dengan ekspektasi pasar.” — dwiyogapratama8

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Laba perusahaan naik 50%, tapi sahamnya malah turun, pernah lihat? Stockbit dwiyogapratama8 menuliskan alasan dari perilaku ini. Investor mungkin mempertanyakan alasan penurunan saham tersebut. Hal ini dikarenakan pasar tidak hanya melihat apakah kinerja perusahaan bagus, tetapi juga membandingkannya dengan ekspektasi yang sudah ada. Apabila sebuah perusahaan diperkirakan mencetak laba Rp100 miliar dan ternyata membukukan Rp120 miliar, secara angka terlihat positif. Namun, jika sebelumnya investor sudah berekspektasi laba mencapai Rp150 miliar, maka realisasi Rp120 miliar justru dianggap mengecewakan. Pada saat itu, harga dari sahamnya mungkin sudah sesuai dengan ekspektasi pasar yaitu laba 150 miliar. Hal ini disebut priced in yaitu kabar baik yang sudah tercermin dalam harga saham sebelum beritanya resmi keluar. Oleh karena itu, saat tidak memenuhi ekspektasi, bisa berdampak negatif pada harga saham. Stockbitor dwiyogapratama8 juga menjelaskan alasan lain yang dapat menjelaskan perilaku ini disertai contohnya, jangan lewatkan tulisannya disini!

Sekilas tentang dwiyogapratama8

Stockbitor dwiyogapratama8 atau juga dengan nama Insinyur Saham adalah seorang Stockbitor yang sudah aktif posting di Stream sejak 2024. Beliau bekerja sebagai seorang civil engineer, dan sering membagi konten edukatif di Stream mengenai basic-basic analisa fundamental dan teknikal secara mendalam namun ringkas. Selain itu, beliau juga tidak jarang posting commentary pada berita dunia dan juga sering memberikan saran dan kritik pada tips-tips investment yang beredar di market.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.