
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 6.462,4 +0,40% | +Rp160,2 miliar | 17.747 +0,31% | 4.350 -0,85% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 99,3 -1,45% | 146,0 -0,07% | 4.837 -0,96% | 16.167 +1,19% |
đź‘‹ Stockbitor!
Bank sentral AS, The Fed, menaikkan suku bunga acuannya sebesar +25 bps ke kisaran 3,75–4% pada Rabu (16/9) waktu setempat, sejalan dengan ekspektasi konsensus dan menandai kenaikan suku bunga AS yang pertama sejak 2023. Keputusan tersebut diambil secara bulat oleh seluruh anggota gubernur, seiring tekanan inflasi yang masih tinggi dan ekonomi AS yang dinilai masih kuat. Dalam konferensi pers pasca–pertemuan, Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengatakan bahwa kenaikan suku bunga diperlukan untuk mempercepat penurunan inflasi menuju target 2%, seiring penguatan aktivitas ekonomi dan tekanan inflasi yang semakin meluas.
Selain itu, The Fed juga meng–update proyeksi suku bunga pada akhir 2026 ke kisaran 4–4,25%, yang mengindikasikan kenaikan suku bunga lanjutan sebesar +25 bps lagi, dibandingkan proyeksi Juni 2026 yang memperkirakan suku bunga AS pada akhir 2026 akan berada di level 3,75–4%. Per Kamis (17/9), ekspektasi pasar pun memproyeksikan probabilitas ~88% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebesar +25 bps ke kisaran 4–4,25% hingga akhir 2026, menurut analisis dari CME FedWatch Tool, dibandingkan probabilitas ~65% pada sepekan sebelumnya.
Menyusul pengumuman The Fed tersebut, berikut respons pasar pada penutupan Rabu (16/9):
- Pasar saham AS cenderung melemah pada penutupan Rabu (16/9) menyusul keputusan The Fed, di mana S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones masing–masing turun -0,45%, -0,01%, dan -1,2%. Namun, pasar mulai menunjukkan rebound pada Kamis (17/9) pagi, dengan Nasdaq dan S&P 500 futures masing–masing menguat +0,7% dan +0,6%.
- Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun relatif flat di ~5% pada Rabu (16/9).
- Indeks dolar AS (DXY) naik +0,6% ke level 100,3, tertinggi sejak akhir Juli 2026.
- Harga emas ditutup turun -0,7% ke US$4.263/oz, setelah sempat menguat sekitar +1,7% secara intraday.
Sementara itu, IHSG menguat +0,4% pada Kamis (17/9), dengan yield obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun relatif flat di kisaran 7,16% dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah -0,3% ke level 17.747.
Key Takeaway
Kami menilai reaksi market yang cenderung terbatas, baik di pasar obligasi maupun saham, menandakan bahwa multiple rate hikes sudah diekspektasikan oleh market (priced–in).
Dengan ekspektasi 1x kenaikan lagi Fed rate hingga akhir tahun 2026, kami memperkirakan Bank Indonesia berpotensi turut menaikkan BI Rate. Apakah Bank Indonesia akan mengikuti kenaikan 2x25 bps atau hanya sekali, kami menilai hal tersebut bergantung pada kondisi stabilitas nilai tukar rupiah nantinya. Konsensus Bloomberg sendiri per Kamis (17/9) memproyeksikan BI Rate akan naik +25 bps ke level 6% hingga akhir 2026.
Investor selanjutnya dapat mencermati keputusan suku bunga bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) pada Jumat (18/9), rilis data inflasi AS, serta pergerakan harga minyak yang akan memengaruhi perubahan ekspektasi arah kebijakan The Fed.
đź’° MBMA Berencana Buyback Saham hingga Rp1,4 T
- $MBMA: Merdeka Battery Materials berencana melaksanakan buyback hingga ~1,5 miliar saham dengan alokasi dana hingga ~Rp1,4 T pada periode 17 September–16 Desember 2026. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.
- $INET: Sinergi Inti Andalan Prima mengumumkan telah mengakuisisi 60% saham perusahaan kontraktor sistem kabel bawah laut, PT Sarana Global Indonesia, melalui penyertaan saham baru senilai ~Rp280,4 M. Sebelumnya, INET tidak memiliki porsi kepemilikan di PT Sarana Global Indonesia. Akuisisi ini akan memperluas cakupan kegiatan usaha INET ke bidang engineering, procurement, and construction (EPC) dan pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik. Rencana aksi korporasi ini telah diumumkan sejak April 2026.
- $BRMS: Bumi Resources Minerals melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals, mengumumkan telah menyelesaikan konstruksi pintu masuk tambang emas bawah tanah Poboya di Palu, Sulawesi Tengah. Direktur Utama BRMS, Agus Projosasmito, menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyelesaikan pembangunan shaft ventilasi udara pertama, sementara fasilitas ventilasi kedua ditargetkan rampung pada 1H27. Infrastruktur fisik tambang bawah tanah tersebut disiapkan untuk mendukung penambangan bijih emas berkadar tinggi di atas 3,2 gram/ton, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2027. Secara bersamaan, BMRS menargetkan peningkatan kapasitas pabrik pengolahan emas dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari dapat rampung pada awal 2027.
- $TINS: Bloomberg Technoz melaporkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah merilis Peraturan Presiden No. 79/2026 yang mengizinkan Timah untuk melakukan produksi penambangan, pengolahan, pemurnian, dan penjualan komoditas timah di atas kuota RKAB selama 1 tahun per 31 Agustus 2026. Ketentuan tersebut berlaku khusus untuk izin usaha pertambangan (IUP) TINS di Pulau Belitung, di mana TINS juga tetap harus melakukan proses verifikasi. Peraturan tersebut juga mengatur pembelian komoditas timah yang berasal dari pertambangan rakyat, di mana TINS dapat membeli timah dari pertambangan rakyat dengan mempertimbangkan kualitas, kuantitas, harga pasar yang wajar, dan iuran pertambangan rakyat. Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan bahwa peraturan tersebut diterbitkan menyusul insiden pembakaran kantor TINS di Belitung pada Agustus 2026, yang dipicu oleh keresahan sosial akibat tidak terlaksananya pembayaran jasa pertambangan dari TINS kepada masyarakat.
- $BBTN: Bank Tabungan Negara berencana menerbitkan obligasi berwawasan sosial tahap II senilai Rp2 T. Obligasi ini terdiri dari Seri A senilai Rp950 M dengan bunga 7,05% dan tenor 370 hari, serta Seri B senilai Rp1,05 T dengan bunga 7,25% dan tenor 3 tahun. Seluruh dana hasil penerbitan akan digunakan untuk pembiayaan dan/atau refinancing proyek sosial, meliputi infrastruktur dasar dan perumahan yang terjangkau serta penciptaan lapangan kerja termasuk pembiayaan UKM dan mikro, dengan porsi pembiayaan baru berkisar 80–100% dari total dana. Penerbitan ini merupakan bagian dari program penawaran umum berkelanjutan hingga Rp10 T, yang tahap pertamanya telah diterbitkan senilai Rp300 M pada 2025. Obligasi dengan rating idAAA dari Pefindo ini akan ditawarkan pada periode 29 September–1 Oktober 2026, dengan pencatatan di BEI pada 7 Oktober 2026.
- $MGLV: Sekretaris Perusahaan NexAI Digital Infrastruktur, Putra Harianto Batee, mengatakan bahwa pihaknya tengah mengembangkan data center berstandar minimum tier III dengan total kapasitas hingga 102 MW melalui 2 anak usaha perseroan, PT Nextier GenAi Center dan PT Nextier Askara Center. PT Nextier Askara Center telah mengoperasikan data center 6 MW di Jababeka ($KIJA) dan dalam waktu dekat akan menambah kapasitas sebesar 36 MW, sehingga total kapasitas di lokasi tersebut menjadi 42 MW. Sementara itu, PT Nextier GenAi Center sedang mengembangkan data center berbasis AI berkapasitas 60 MW di Kawasan Industri Terpadu Batang.
- $SMRA: Summarecon Agung mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan belum dapat memberikan tanggapan lebih lanjut atas pemberitaan di media terkait proses pengurusan hak guna bangunan (HGB), dengan alasan menghormati proses pemeriksaan yang sedang berlangsung di KPK. Merujuk keterangan resmi KPK dalam konferensi pers pada 15 September 2026, SMRA menyebut bahwa pihak yang diperiksa atau dimintai keterangan antara lain Direktur Utama Adrianto Pitojo Adi dan Direktur Lydia Tjio, sementara permintaan keterangan awal dari KPK masih berlangsung. HGB yang dimaksud merupakan milik entitas anak perseroan, masih dalam proses pemecahan tanpa perubahan status hukum, dan belum berdampak terhadap aset, proyek, maupun kegiatan operasional perseroan.
- $GEMS: Golden Energy Mines melalui entitas usahanya, PT Borneo Indobara, mendapatkan fasilitas term loan hingga US$42 juta dari Bank Mandiri ($BMRI). Fasilitas berjangka waktu 5 tahun tersebut akan digunakan untuk membiayai capex proyek pembangunan elektrifikasi di area operasional tambang PT Borneo Indobara.
- $PPGL: Prima Globalindo Logistik berencana menggelar private placement hingga ~77,1 juta saham baru dengan efek dilusi hingga 9,09%. Harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk modal kerja perseroan. Selain itu, PPGL juga berencana membagikan saham bonus dari kapitalisasi agio saham sebanyak ~514,1 juta saham, dengan rasio 6 saham lama mendapatkan 4 saham bonus. Cum date saham bonus di pasar reguler dan negosiasi pada 2 November 2026, sementara distribusi saham bonus pada 25 November 2026. Rencana–rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 23 Oktober 2026.
🔎 Insider Transactions

Top Gainer 🔥
$INET | $MAPI | $CUAN | $PTRO |
| +6,96% | +5,43% | +5,00% | +4,93% |
Top Loser 🤕
$AMMN | $ENRG | $BULL | $MINA |
| -4,85% | -4,03% | -3,94% | -3,85% |
 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Bisnis melaporkan bahwa Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, pada Kamis (17/9) mendorong pembahasan ulang batas defisit APBN di level 3% terhadap PDB dalam revisi UU Keuangan Negara, hanya berselang kurang dari 4 bulan setelah dirinya mengatakan bahwa RUU tersebut belum akan membahas perubahan limit defisit APBN. Misbakhun menilai pembatasan defisit fiskal di level 3% terhadap PDB menghambat ruang ekspansi pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Menurut Misbakhun, Indonesia membutuhkan ekspansi fiskal untuk bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dan memaksimalkan bonus demografi saat ini.
- Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pada Rabu (16/9) bahwa pihaknya akan membahas isu pembagian dividen Rp120 T dari Danantara ke APBN bersama Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. Sementara itu, Suahasil belum memberikan penjelasan mengenai kelanjutan setoran dividen Rp120 T dari Danantara kepada APBN. Sebelumnya, wacana pembayaran dividen tersebut muncul saat menteri keuangan sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada akhir Agustus 2026 bahwa Danantara akan membayar dividen sebesar Rp120 T kepada pemerintah untuk tahun anggaran 2026. Pada awal September 2026, Rosan mengatakan belum ada pembahasan terkait pembayaran dividen tersebut.
- Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pada Rabu (16/9) bahwa pemerintah menargetkan untuk mulai memproduksi dan mengimplementasikan mandatori bensin dengan campuran 20% bioetanol atau E20 dalam kurun waktu 2 tahun. Zulkifli menyebut bahwa pemerintah sedang menyiapkan lahan seluas ~2 juta hektare untuk menghasilkan pasokan bioetanol yang dibutuhkan. Pemerintah menilai tebu merupakan bahan baku yang paling layak untuk program tersebut dan telah mengidentifikasi lahan potensial untuk perkebunan tebu di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Zulkifli menjelaskan bahwa Danantara akan mengembangkan industri pengolahan etanol, sementara Kementerian Pertanian akan menyusun rencana produksi dan mengamankan lahan. Zulkifli juga mengatakan bahwa pemerintah menargetkan untuk menaikkan mandatori campuran bioetanol di bensin menjadi 50% atau E50 secara bertahap, serupa dengan pendekatan yang diterapkan pada biodiesel.
- Direktur Jenderal Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pada Kamis (17/9) bahwa pemerintah belum akan meningkatkan campuran minyak sawit 60% atau B60 dalam mandatori biodiesel dan masih akan mempertahankan tingkat B50 pada 2027. Eniya menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena peningkatan ke level B60 memerlukan persiapan lebih lanjut, di mana pihaknya memperkirakan membutuhkan waktu persiapan setidaknya 1 tahun guna mengatasi tantangan terkait kualitas solar. Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan pada awal September 2026 bahwa pemerintah menargetkan dapat menerapkan mandatori biodiesel B60 pada 2027.
- Reuters melaporkan bahwa pemerintah India sedang mempertimbangkan untuk menurunkan tarif bea impor komoditas minyak nabati guna meredam inflasi pangan seiring potensi lonjakan permintaan menjelang festive season. Juru bicara pemerintah India belum mengomentari kabar ini. Reuters melaporkan bahwa peningkatan permintaan minyak nabati dari India dapat menopang harga acuan CPO di bursa Malaysia dan kontrak berjangka minyak kedelai AS. India sendiri memenuhi hampir dua pertiga kebutuhan minyak nabatinya melalui impor, terutama minyak sawit, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari dari Malaysia, Indonesia, Argentina, Rusia, dan Ukraina. Sebelumnya, India pada Mei 2025 telah memangkas separuh tarif bea impor dasar untuk minyak nabati menjadi 10%, yang secara efektif menurunkan total bea masuk untuk CPO menjadi 16,5%.
- Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, mengatakan bahwa pihaknya akan memungut pajak penghasilan dari para seller di e–commerce mulai 1 Oktober 2026. Jadwal ini lebih cepat dibandingkan jadwal terakhir yang diumumkan oleh Kementerian Keuangan, yang menargetkan pemungutan pajak penghasilan seller di e–commerce dimulai per 1 November 2026. Bimo menjelaskan bahwa platform e–commerce sudah siap mengimplementasikan kebijakan ini, sembari menambahkan bahwa kebijakan ini sebelumnya ditunda oleh mantan menteri keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, karena ingin memastikan kesiapan teknis dari seluruh pihak. Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah merilis Peraturan Menteri Keuangan No. 37/2025 yang mewajibkan platform e–commerce untuk memungut dan membebankan pajak penghasilan atas penjualan yang dilakukan oleh seller berskala kecil dan menengah, meski kemudian implementasinya ditunda beberapa kali. Kebijakan ini mewajibkan platform yang memenuhi kriteria tertentu untuk memotong dan membebankan pajak sebesar 0,5% atas penjualan yang dilakukan oleh seller dengan omzet tahunan antara Rp500 juta–Rp4,8 M.
- Presiden Prabowo Subianto mengatakan pada Rabu (16/9) bahwa pembangunan tanggul laut giant sea wall di sepanjang pantai utara Pulau Jawa ditargetkan dapat dimulai pada awal 2027, dengan perkiraan waktu pembangunan berkisar 10–20 tahun. Proyek ini direncanakan membentang sepanjang ~575 km dari Banten hingga Jawa Timur. Presiden Prabowo menyebut proyek tersebut akan melindungi 50 juta penduduk sekaligus mengamankan 38% PDB Indonesia, mengingat kawasan pantai utara Pulau Jawa menampung 70 kawasan industri dan 5 kawasan ekonomi serta menjadi bagian dari poros logistik nasional. Presiden Prabowo juga mengeklaim sudah terdapat pihak yang berminat mendanai proyek tersebut, meski tidak merinci lebih lanjut. Sebelumnya, pemerintah memasukkan proyek pembangunan giant sea wall sebagai salah satu program prioritas nasional, dengan kebutuhan investasi diperkirakan mencapai ~US$100 miliar atau setara ~Rp1.784 T.
- Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan pada Rabu (16/7) bahwa terdapat 7 perusahaan dalam pipeline IPO hingga 6 September 2026, dengan total perkiraan maksimum target dana yang akan dihimpun sebesar Rp4 T. Sebagai konteks, sejak awal tahun hingga 30 Agustus 2026, baru terdapat 7 emiten yang menggelar IPO di BEI, dengan total dana terhimpun ~Rp2,3 T. Hasan menyebut penurunan jumlah IPO dipengaruhi dinamika pasar global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi waktu pelaksanaan penawaran umum. Selain itu, sejumlah calon emiten juga belum memperoleh persetujuan OJK dan perlu meningkatkan kualitas keterbukaan informasi sebelum melanjutkan proses.
đź‘“ Cara Membaca Market Dari The Fed
“Tugas kita adalah membaca kemana ekspektasi berubah, melihat bagaimana uang merespons, lalu memahami dampaknya ke market Indonesia.” — buildportosaham
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
The Fed dan FOMC memiliki peran penting dalam pergerakan market global karena perubahan kebijakan suku bunga AS dapat mempengaruhi ekspektasi investor, US Treasury yield, dollar, likuiditas global, hingga aliran dana ke emerging market seperti Indonesia. Dalam membaca market, investor tidak cukup hanya melihat apakah The Fed menaikkan, mempertahankan, atau menurunkan suku bunga, tetapi perlu melihat apakah keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi yang sudah priced in, bagaimana komunikasi The Fed, serta bagaimana bond market meresponsnya. Secara sederhana, alurnya adalah data ekonomi AS → ekspektasi The Fed → FOMC & komunikasi → Treasury yield → dollar & global liquidity → Rupiah & SBN Indonesia → foreign flow → IHSG → sektor dan saham. Ketika yield Treasury naik dan dollar menguat, aset emerging market dapat menjadi relatif kurang menarik sehingga tekanan terhadap Rupiah, SBN, dan IHSG dapat meningkat; sebaliknya, ketika yield dan dollar melemah, ruang bagi investor untuk mencari return di aset berisiko dapat lebih besar. Namun, kondisi Indonesia juga tidak hanya ditentukan faktor global karena BI Rate, stabilitas Rupiah, SBN, kondisi fiskal, dan harga komoditas turut mempengaruhi pergerakan market domestik. Karena itu, tujuan membaca makro bukan untuk menebak keputusan FOMC, melainkan memahami apa yang sudah diantisipasi market, apa yang berubah setelah data atau keputusan keluar, dan bagaimana uang merespons perubahan tersebut. Kalau ingin tahu lebih detail terkait strategi dan apa saja yang perlu diperhatikan, cek tulisan stockbitor buildportosaham di sini!
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$INET
$MAPI
$CUAN
$PTRO
$AMMN
$ENRG
$BULL
$MINA