
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 5.936,2 -2,59% | +Rp128,3 miliar | 17.903 +0,11% | 4.199 -0,40% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 105,5 +0,74% | 148,9 +0,03% | 4.638 +1,00% | 15.622 +0,44% |
đź‘‹ Stockbitor!
IHSG sempat turun hingga -2,89% pada intraday hari ini, Senin (12/10), sebelum ditutup melemah -2,59% ke level 5,936. Koreksi tersebut menyusul laporan dari Kontan bahwa OJK akan mengumumkan hasil investigasi terkait manipulasi harga saham yang melibatkan sejumlah saham di sektor energi terbarukan dan tambang batu bara, di mana investigasi ini berpotensi berujung pada denda ratusan miliar rupiah. Penurunan IHSG pada hari ini sendiri ditekan oleh saham–saham konglomerasi, tercermin dari penurunan IHSG yang jauh lebih dalam dibandingkan IDX30 yang hanya turun -1,41%.
Rumor investigasi ini muncul bersamaan dengan sejumlah langkah penguatan transparansi pasar modal yang diumumkan BEI pada akhir pekan lalu, menyusul serangkaian pengetatan yang telah kami bahas sebelumnya. Berikut rinciannya:
Perluasan Informasi Kepemilikan & Cakupan Review HSC
BEI dan KSEI mengumumkan telah melakukan pengayaan (enrichment) data kepemilikan saham dengan melengkapi 39 klasifikasi dan tipe investor dengan pemilahan lokal dan asing, yang akan didistribusikan setiap bulan melalui situs web BEI. Selain itu, cakupan review saham high shareholding concentration (HSC) juga diperluas menggunakan price impact ratio untuk saham dengan market cap di atas Rp5 T, dibandingkan ambang batas sebelumnya di Rp10 T, sehingga dapat menjaring lebih banyak saham dalam pengawasan.
Pengetatan Standar Pencatatan Saham
BEI juga mengumumkan telah memperkuat persyaratan pencatatan melalui penyempurnaan Peraturan Bursa Nomor I–A, efektif per 9 Oktober 2026. Perubahan utama dari ketentuan sebelumnya mencakup:
- Kenaikan jumlah minimum pemegang saham saat IPO dari 1.000 SID menjadi 10.000 SID untuk Papan Utama dan dari 500 SID menjadi 5.000 SID untuk Papan Pengembangan.
- Kewajiban baru bagi penjamin emisi untuk menyusun laporan riset ekuitas pada saat permohonan, bulan ke–6, dan bulan ke–12 pasca–pencatatan.
- Emiten yang masih merugi kini wajib membukukan laba paling lambat pada akhir tahun buku kedua.
- Persyaratan untuk tetap berada di Papan Utama diperketat menjadi saldo laba positif dengan minimum pemegang saham di atas 1.000 SID, dibandingkan syarat sebelumnya yakni minimum pemegang saham di atas 750 SID dan tidak berekuitas negatif.
- Tidak lagi mengatur batas minimum harga IPO guna meningkatkan keterjangkauan bagi investor, serta memungkinkan pemegang saham di atas 5% dikategorikan sebagai free float sepanjang beneficial owner–nya adalah investor publik yang memenuhi kriteria BEI.
Key Takeaway
Langkah–langkah lanjutan penguatan pasar modal — termasuk potensi penindakan terhadap praktik manipulasi harga saham — sejatinya merupakan hal yang positif dan dapat mendukung normalisasi perlakuan terhadap IHSG oleh para index provider seperti MSCI. Namun, kami melihat rumor investigasi di atas berpotensi menjadi overhang dan sentimen negatif bagi IHSG dalam jangka pendek, terutama bagi saham–saham konglomerasi, setidaknya hingga terdapat kejelasan lebih lanjut. Selain kejelasan lebih lanjut terkait rumor tersebut, dalam waktu dekat investor juga perlu memonitor update MSCI terkait market Indonesia yang bisa saja diumumkan pada Oktober 2026, menjelang index review November 2026.
🤝 MEDC Akuisisi 10% Hak Partisipasi di 4 Blok PSC Kutei Basin dari Eni
- $MEDC: Medco Energi Internasional mengumumkan telah menyepakati perjanjian untuk mengakuisisi 10% non–operating participating interest di 4 blok production sharing contracts (PSC) di Kutei Basin dari Eni S.p.A. dengan nilai yang tidak disebutkan. Empat blok PSC tersebut adalah Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal, dengan portofolio yang akan diakuisisi mencakup aset produksi, pengembangan, dan eksplorasi, termasuk penemuan gas raksasa Geliga. Keempat blok PSC tersebut kini dioperasikan oleh Searah, perusahaan joint venture antara Eni dan Petronas. CEO MEDC, Ronald Gunawan, mengatakan bahwa transaksi ini ditujukan untuk memperkuat basis produksi jangka panjang, memperluas kehadiran perseroan dalam rantai nilai LNG, serta memberikan potensi eksplorasi di wilayah Kutei Basin. Penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan persyaratan penutupan, termasuk persetujuan regulator.
- $ASII: Astra International mencatat penjualan wholesales mobil sebanyak 36.723 unit pada September 2026 (+10% YoY, -0,3% MoM). Hasil ini membuat penjualan wholesales mobil ASII selama 9M26 mencapai 334.987 unit (+13% YoY). Sementara itu, market share ASII selama 9M26 turun ke level 49,3% (vs. 9M25: 53%) seiring pertumbuhan penjualan wholesales se–industri yang lebih tinggi di +21% YoY.
- $VIVA: Visi Media Asia berencana menggelar private placement hingga ~43,1 miliar saham baru dengan efek dilusi hingga 72,35%, yang ditujukan untuk mengkonversi utang senilai total ~Rp1,7 T kepada pihak afiliasi, PT Harta Abadi Jaya dan PT Jayakarta Sugih Makmur. Setelah rencana aksi korporasi ini rampung, debt–to–equity ratio (DER) perseroan diproyeksikan berkurang dari 11,78x menjadi 1,86x. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 17 November 2026.
- $BRIS: Bank Syariah Indonesia mengumumkan bahwa laporan keuangan perseroan untuk periode 9M26 sedang dalam proses audit oleh akuntan publik dalam rangka rencana aksi korporasi, meski tidak merincinya lebih lanjut. Sebelumnya, BRIS pada akhir September 2026 mengumumkan berencana menggelar rights issue untuk penyaluran pembiayaan, di mana aksi korporasi ini diperkirakan berlangsung pada 1Q27.
- $MAHA: Mandiri Herindo Adiperkasa mendapatkan kontrak jasa transportasi batu bara senilai Rp2,2 T dari anak usaha PT Kutai Bara Nusantara, PT Ade Putra Tanrajeng. Kontrak ini berlangsung selama 4 tahun hingga 2030.
- $MIDI: Midi Utama Indonesia mencatat same store sales growth (SSSG) +5,2% YoY pada 3Q26 (vs. 3Q25: -1,4% YoY, 2Q26: +3,4% YoY), sehingga SSSG selama 9M26 mencapai +4,2% YoY. Pada 2026, MIDI mereklasifikasi pengakuan pendapatan dari top–up pulsa dan paket data menjadi fee–based income. Jika pendapatan tersebut turut diperhitungkan sebagai perbandingan yang apple–to–apple, SSSG MIDI mencapai +6,1% YoY pada 3Q26 dan +4,9% YoY selama 9M26.
🔎 Insider Transactions

Top Gainer 🔥
$INKP | $SMGR | $SMRA | $CPIN |
| +4,83% | +3,80% | +2,52% | +2,03% |
Top Loser 🤕
$PTRO | $CUAN | $BUVA | $RAJA |
| -14,95% | -14,94% | -13,53% | -12,03% |
 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Sekretaris Jenderal Gapki, Hadi Sugeng, mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan ekspor CPO Indonesia akan turun menjadi 26,5 juta ton pada 2027, lebih rendah -14,5% YoY dibandingkan perkiraan ekspor CPO selama 2026 di level 31 juta ton. Hadi menyebut bahwa proyeksi penurunan ekspor tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan domestik untuk mendukung program mandatori biodiesel B50, sementara produksi CPO diperkirakan turun dari 58,8 juta ton pada 2026 menjadi 56,6 juta ton pada 2027. Gapki memperkirakan konsumsi CPO domestik akan meningkat dari ~27,1 juta ton pada 2026 menjadi 30 juta ton pada 2027, utamanya didorong oleh proyeksi kenaikan konsumsi untuk biodiesel dari 14,7 juta ton pada 2026 menjadi 17,4 juta ton pada 2027. Terkait stok, Gapki memperkirakan stok akhir CPO pada 2027 hanya akan mencapai ~2,7 juta ton, di bawah kisaran stok ideal di kisaran 3,5–4 juta ton.
- Bhineka Inovasi Ketahanan Energi ($BIKE) melalui anak usahanya, PT Prambanan Nusantara Energi, mengumumkan telah mengakuisisi 45% saham perusahaan tambang batu bara, PT Sumber Bara Abadi, dengan nilai transaksi yang tidak disebutkan. PT Sumber Bara Abadi memiliki konsesi lahan seluas 4.909 hektare di Kalimantan Timur dengan potensi kandungan batu bara mencapai ~86 juta ton. BIKE memproyeksikan pendapatan dari PT Sumber Bara Abadi mencapai US$84 juta dengan rata–rata produksi awal 2 juta metrik ton per tahun. BIKE juga menargetkan dapat meningkatkan volume produksi PT Sumber Bara Abadi hingga 4 juta metrik ton per tahun mulai 2029.
- Cisadane Sawit Raya ($CSRA) akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp15/saham, mengindikasikan dividend yield ~2,2% per Senin (12/10). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 22 Oktober 2026, sementara pembayaran pada 13 November 2026.
- MNC Sky Vision ($MSKY) mengatakan telah menerima permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan oleh Ascot Group Holdings Ltd. ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Sidang pertama dengan agenda pemeriksaan legal standing para pihak telah digelar pada 1 Oktober 2026, diikuti sidang kedua pada 8 Oktober 2026 dengan agenda penyerahan jawaban MSKY selaku termohon dan pemeriksaan alat bukti. Hingga 9 Oktober 2026, belum ada putusan dari pengadilan dan MSKY menyatakan permohonan tersebut belum berdampak material terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. MSKY tidak merinci nilai maupun dasar tagihan yang menjadi landasan permohonan PKPU tersebut.
🤔 Kenapa IHSG Masih Sulit Bangkit?
“Dalam kondisi pasar yang kekurangan sentimen positif, menurut saya jauh lebih menarik mencari perusahaan yang memiliki cerita pertumbuhannya sendiri daripada terus menebak kapan IHSG akan berbalik arah.” — Mirzal
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Tekanan terhadap IHSG sudah terjadi sejak awal tahun, dipicu ancaman MSCI, perang, ketidakpastian kebijakan domestik, hingga kekhawatiran terhadap arah fiskal pemerintah. Kondisi ini mendorong arus keluar dana asing, terutama dari sektor finansial, dan menekan rupiah. Meski sebagian sentimen negatif dinilai sudah priced in dan IHSG sempat rebound ke 6.600 dengan ekspektasi bullish pada September–Oktober 2026, indeks justru kembali melemah ke kisaran 6.000 karena belum ada katalis positif yang cukup kuat untuk memulihkan optimisme. Di sisi lain, yield obligasi AS tenor 10 tahun juga perlu diperhatikan. Yield obligasi yang mencapai 5,24%, ditambah potensi depresiasi rupiah sekitar 7% per tahun, membuat aset berbasis dolar semakin menarik karena berpotensi menghasilkan imbal hasil sekitar 12% dalam rupiah sebelum biaya dan pajak. Namun, stockbitor Mirzal meyakini persoalan utamanya adalah pasar mulai memperkirakan bahwa pembekuan MSCI belum akan dicabut pada November, sehingga tekanan terhadap IHSG berpotensi berlanjut. Apakah IHSG akan lanjut turun sampai level tertentu? Simak tulisan stockbitor Mirzal disini!
Sekilas tentang Mirzal
Mirzal merupakan Stockbitor sejak 2016 yang rutin membagikan analisis serta pandangannya mengenai pasar saham Indonesia. Ia banyak membahas strategi value investing, valuasi emiten, kinerja fundamental, hingga aksi korporasi seperti right issue dan akuisisi. Tulisannya juga menyoroti pergerakan pemegang saham, aliran transaksi, serta peluang investasi dengan mempertimbangkan risiko dan potensi keuntungan.
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$INKP
$SMGR
$SMRA
$CPIN
$PTRO
$CUAN
$BUVA
$RAJA