
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 8.320,6 -7,35% | -Rp6,2 triliun | 16.706 -0,36% | 5.271 +3,71% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 66,3 -0,41% | 108,5 -0,69% | 4.272 +0,28% | 18.169 -1,91% |
đź‘‹ Stockbitor!
IHSG sempat anjlok -8,8% dan memicu trading halt pada perdagangan intraday hari Rabu (28/1), sebelum ditutup di level 8.320,6 (-7,3%). Kejatuhan IHSG hari ini ditekan oleh pengumuman MSCI pada Selasa (27/1), yang menyebut akan menerapkan perlakuan sementara untuk pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan terkait indeks review (termasuk indeks review Februari 2026), yakni:
- Pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
- Pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
- Pembekuan perpindahan naik antar–indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
MSCI menjelaskan bahwa perlakuan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability), sembari memberi waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan perbaikan transparansi.
Sebelumnya, MSCI pada Oktober 2025 mengumumkan tengah meminta masukan kepada para pelaku pasar terkait rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report yang dipublikasikan oleh KSEI sebagai tambahan referensi dalam menghitung free float saham emiten Indonesia. MSCI menyebut bahwa berdasarkan hasil konsultasi dengan para pelaku pasar, para investor menyoroti permasalahan fundamental terkait investability di pasar Indonesia masih dapat berlanjut akibat kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham serta kekhawatiran atas kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang mengganggu proses pembentukan harga yang wajar.
Untuk mengatasi sebagian kekhawatiran tersebut, MSCI menjelaskan bahwa pasar Indonesia memerlukan informasi struktur kepemilikan saham yang lebih rinci dan reliable — termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan yang tinggi — guna mendukung penilaian free float dan investability yang kuat. MSCI menambahkan, jika progres untuk mencapai peningkatan transparansi yang diperlukan tidak tercapai hingga Mei 2026, MSCI akan menilai ulang status aksesibilitas pasar Indonesia. Dengan mempertimbangkan konsultasi pasar, hal ini dapat berujung pada:
- Penurunan bobot dalam MSCI Emerging Markets Indexes untuk Indonesia.
- Potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market menjadi Frontier Market.
Menyusul pengumuman MSCI tersebut, BEI bersama self–regulatory organization (SRO) lain yang terdiri dari KSEI, KPEI, dan OJK pada Rabu (28/1) menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan MSCI. BEI dan SRO juga memandang masukan yang disampaikan MSCI sebagai bagian penting dalam upaya memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.
BEI dan SRO mengatakan bahwa mereka memahami pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor, sehingga mereka berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI. Selanjutnya, BEI bersama SRO akan terus berkoordinasi dengan MSCI guna memastikan keselarasan pemahaman serta implementasi peningkatan transparansi informasi.
Key Takeaway
Tekanan jual terjadi secara keseluruhan dengan 753 dari 910 saham di IHSG mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (28/1), merefleksikan efek domino dari penurunan signifikan harga saham–saham konglomerasi. Mengingat tenggat waktu yang diberikan MSCI hingga Mei 2026, kami menilai bahwa investor — setidaknya dalam waktu dekat — dapat berfokus pada saham–saham yang memiliki fundamental solid, terutama yang tidak termasuk dalam indeks MSCI Indonesia sehingga memiliki risiko yang lebih terbatas. Dalam waktu dekat, kita juga akan memasuki musim pembagian dividen (mulai April 2026), sehingga koreksi harga saham bisa dijadikan peluang dividend play oleh investor.
⛏️ Danantara Akan Alihkan Tambang Martabe ke Perminas
- $UNTR: COO Danantara, Doni Oskaria, mengatakan kepada Kontan pada Rabu (28/1) bahwa pihaknya akan mengalihkan izin tambang emas Martabe milik entitas usaha United Tractors, PT Agincourt Resources, kepada BUMN baru bernama Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) dan bukan kepada anggota MIND ID, Aneka Tambang ($ANTM). Doni belum bisa memastikan apakah Danantara akan memberikan kompensasi kepada PT Agincourt Resources atau UNTR terkait pengambil alihan ini.
- $ANTM: Corporate Secretary Division Head Aneka Tambang, Wisnu Danandi Haryanto, mengatakan pada Selasa (27/1) bahwa pihaknya siap menjalankan penugasan dari pemerintah jika pemerintah mengalihkan izin tambang dari perusahaan–perusahaan yang dicabut izinnya oleh pemerintah kepada perseroan. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pada Senin (26/1) bahwa izin tambang milik perusahaan yang termasuk dalam 28 perusahaan yang izinnya dicabut oleh pemerintah pada pekan lalu akan diserahkan kepada ANTM atau MIND ID.
- $BMRI: Bank Syariah Indonesia ($BRIS) mengumumkan bahwa Bank Mandiri tidak akan lagi mengkonsolidasi laporan keuangan BRIS, seiring penambahan hak istimewa untuk PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham seri A dwiwarna berdasarkan ketentuan UU BUMN. Adapun kepemilikan saham BMRI di BRIS akan dicatat dan diakui sesuai dengan standar akuntansi yang relevan.
- $BNGA: Reuters melaporkan bahwa Bank CIMB Niaga sedang menjajaki rencana IPO unit usaha syariahnya, CIMB Niaga Syariah, paling cepat pada 2028 setelah unit tersebut independen. Narasumber Reuters menyebut bahwa CIMB Niaga Syariah dijadwalkan beroperasi sebagai bisnis mandiri per Mei 2026, dengan potensi IPO hanya akan terjadi setelah entitas tersebut membangun rekam jejak sebagai entitas terpisah. Narasumber Reuters juga menyebut bahwa CIMB Niaga Syariah dapat bernilai sekitar US$1 miliar saat potensi IPO pada 2028, tetapi waktu dan ukuran potensi IPO akan bergantung pada kondisi pasar dan proses regulasi. Perwakilan BNGA menolak mengomentari kabar ini.
- $MEDC: Medco Energi Internasional mencatatkan volume produksi migas sebanyak 176 MBOEPD pada 4Q25 (+8% QoQ, +18,1% YoY), sehingga produksi migas selama 2025 mencapai 156 MBOEPD (+2,7% YoY) dan sejalan dengan guidance 2025. Adapun power sales tercatat di level 1.183 GWh pada 4Q25 (-1% QoQ, +3,2% YoY), sehingga power sales selama 2025 mencapai 4.371 GWh (+6,4% YoY) dan lebih tinggi dibandingkan guidance 2025 di level 4.300 GWh. MEDC juga mengumumkan guidance 2026, di mana perseroan menargetkan produksi migas di kisaran 165–170 MBOEPD (naik sekitar +6–9% dari realisasi 2025) dan power sales sebesar 4.550 GWh (naik +4% dari realisasi 2025).
Top Gainer 🔥
$INDF | $INDY | $MDKA | $MYOR |
| +2,24% | +1,21% | +0,93% | +0,44% |
Top Loser 🤕
$RAJA | $DSSA | $ENRG | $DEWA |
| -15,00% | -15,00% | -14,97% | -14,93% |
 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Harga emas di pasar spot melonjak +3,4% ke kisaran US$5.180,2/oz pada penutupan bursa hari Selasa (27/1), sebelum lanjut menguat ke level all–time high di US$5.311,4/oz (+2,5%) pada perdagangan intraday hari Rabu (28/1). Reuters melaporkan bahwa penguatan harga emas didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe–haven seiring ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang terus–menerus. Kekhawatiran pasar sendiri meningkat seiring pernyataan Presiden Donald Trump yang akan memberlakukan tarif baru pada Korea Selatan, serta risiko kembalinya government shutdown secara parsial di AS menjelang deadline pendanaan pada 30 Januari 2026.
- Indeks dolar AS (DXY) sempat melemah ke level terendahnya dalam 4 tahun terakhir di 95,551 pada Selasa (27/1) sebelum ditutup di level 96,217 (-0,85%). Pada perdagangan intraday hari Rabu (28/1), DXY cenderung flat di level 96,212. Reuters melaporkan bahwa pelemahan dolar AS dipicu oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, ketidakpastian tarif, volatilitas kebijakan termasuk isu independensi bank sentral, serta defisit fiskal yang meningkat. Tekanan terhadap dolar AS juga disebabkan oleh kemungkinan intervensi bersama antara AS dan Jepang untuk menopang yen yang melemah.
- Survei terbaru dari Bloomberg pada Januari 2026 menunjukkan bahwa konsensus ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar +5,03% YoY pada 2026, sementara suku bunga BI Rate baru akan dipangkas sebesar 25 bps ke level 4,5% pada akhir 2Q26.
- Bloomberg melaporkan bahwa Digital Edge, perusahaan infrastruktur digital Asia yang didukung Stonepeak Partners, berencana menginvestasikan US$4,5 miliar untuk membangun fasilitas data center hyperscale yang AI–ready di Bekasi. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas hingga 500 MW dan berpotensi meningkat menjadi 1 GW secara bertahap. Tahap pertama pembangunan akan mencakup 3 gedung, dengan gedung pertama ditargetkan beroperasi pada 4Q26 dan 2 gedung lainnya pada 1H27. Fasilitas data center ini akan didukung oleh aset fiber dan jaringan Indonet ($EDGE).
🤔 MSCI Ngambek Karena Pelaporan Data Investor Tidak Transparan: Masalah Permanen atau Temporer?
“Coba dipikirkan secara logika, kalau sudah sepakat pelaporan KSEI BEI = Keinginan MSCI, apakah mungkin anjlok seperti ini akan berkelanjutan?” — skydrugz27
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Pasti banyak dari kamu sempat panik atau khawatir dengan trading halt yang terjadi akibat IHSG turun -8% pada hari ini. Menurut Stockbitor Skydrugz27, hal seperti masalah kekurangan transparansi dari KSEI dan BEI kepada MSCI hanya berupa masalah sementara. Sebenarnya, menurut beliau MSCI hanya butuh duduk dengan BEI, OJK, dan KSEI untuk membahas langkah-langkah yang dapat diambil ke depannya. Membagikan hasil laporan data investor dengan rutin, lengkap, dan akurat dapat mencegah harga indeks menurun lebih dalam. Jika sudah ada solusi yang rasional, tidak ada alasan untuk trader dan investor mengambil keputusan secara tidak rasional. Penasaran dengan penjelasan Skydrugz27 mengenai topik ini terlebih lanjut? Simak di tulisan ini!
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Sekuritas Digital (“Stockbit”), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Semua konten dalam website ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$INDF
$INDY
$MDKA
$MYOR
$RAJA
$DSSA
$ENRG
$DEWA