Direktur Utama PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat Makassau, mengatakan kepada DPR pada Selasa (14/7) bahwa pihaknya menargetkan dapat menggandakan produksi katoda tembaga dari 79.848 ton pada 2025 menjadi 162.662 ton pada 2026.
Rachmat menambahkan bahwa PT Amman Mineral Nusa Tenggara — yang merupakan anak usaha Amman Mineral Internasional ($AMMN) — menargetkan dapat memproduksi 16.119 kg emas, 45.439 kg perak, dan 572.036 ton asam sulfat pada 2026.
Rachmat menambahkan bahwa pihaknya telah memproses seluruh hasil tambang di smelter sejak Juni 2026, sembari menambahkan bahwa pihaknya berencana melakukan shutdown
smeltersementara pada Desember 2026 atau Januari 2027 untuk melakukan perbaikan lebih lanjut pasca–force majeure tahun lalu.
[Sumber: Reuters]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
