brief results

ISSP Brief Result 3Q26: Laba Bersih Naik Signifikan +50% YoY, Cetak Laba Kuartalan Tertinggi /  by Stockbit Investment Research

  • Steel Pipe Industry Of Indonesia ($ISSP) mencatat laba bersih Rp234 M pada 3Q26 (+50% YoY, +44% QoQ), menandai laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perseroan.

  • Laba bersih selama 9M26 mencapai Rp475 M (+29% YoY), melampaui ekspektasi kami (84% estimasi 2026F Stockbit).

  • Pertumbuhan laba bersih pada 3Q26 didorong oleh: 1) kenaikan pendapatan ke level ~Rp1,7 T (+9% YoY, +4% QoQ); serta 2) ekspansi margin laba kotor ke level 23% (vs. 3Q25: 19%, 2Q26: 24%).

  • ISSP akan mengadakan earnings call 9M26 pada Rabu (28/10) pukul 16.00 WIB, di mana Stockbit akan kembali menyampaikan ulasan yang lebih lengkap mengenai kinerja 9M26 setelah earnings call tersebut.

  • Kami memiliki pandangan positif terhadap ISSP yang telah kami tuliskan dalam Unboxing ISSP: Double Profits in The Pipeline [https://stockbit.com/post/36577243].

[Sumber: Laporan Keuangan]


Ditulis oleh Christian William Munaba, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BFIN Brief Results: Laba Bersih Tumbuh Solid +33% YoY/+9% YoY pada 2Q26/1H26, Lampaui Ekspektasi /  by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

  • BFI Finance Indonesia ($BFIN) mencatat laba bersih Rp475 M pada 2Q26 (+33% YoY, +34% QoQ).

  • Hasil ini membuat laba bersih BFIN selama 1H26 mencapai Rp829 M (+9% YoY), melampaui ekspektasi karena setara 51% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 46% realisasi tahunan).

  • Kinerja BFIN didukung oleh penurunan beban provisi secara neto yang signifikan pada 2Q26 (-34% YoY, -45% QoQ), terutama dari segmen roda empat, sehingga beban provisi selama 1H26 tercatat flat secara tahunan (vs. 3M26: +39% YoY).

  • Manajemen BFIN sebelumnya telah menyampaikan potensi penurunan beban provisi secara neto dan cost of credit (CoC) dalam earnings call 1Q26 [https://stockbit.com/post/31158587], setelah CoC sempat melonjak pada 1Q26 yang salah satunya dipengaruhi oleh faktor seasonality.

  • Sementara itu, net interest income (NII) secara tahunan masih tumbuh +5% YoY/+6% YoY pada 2Q26/1H26, didukung oleh kenaikan managed receivables sebesar +4% YoY.

  • Adapun pertumbuhan managed receivables secara tahunan masih di bawah guidance manajemen di low–teens untuk 2026. Namun, sebelumnya manajemen memperkirakan pembiayaan akan tumbuh lebih solid pada 2H26 seiring banyaknya hari libur pada 1H26.

Kami akan menuliskan ulasan yang lebih detail mengenai kinerja BFIN selama 1H26 setelah mendengarkan earnings call manajemen pada Senin (27/7) pukul 09.00 WIB.


Ditulis oleh Everson Sugianto, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.