BFIN

BFIN Brief Results: Laba Bersih Tumbuh Solid +33% YoY/+9% YoY pada 2Q26/1H26, Lampaui Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

  • BFI Finance Indonesia ($BFIN) mencatat laba bersih Rp475 M pada 2Q26 (+33% YoY, +34% QoQ).

  • Hasil ini membuat laba bersih BFIN selama 1H26 mencapai Rp829 M (+9% YoY), melampaui ekspektasi karena setara 51% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 46% realisasi tahunan).

  • Kinerja BFIN didukung oleh penurunan beban provisi secara neto yang signifikan pada 2Q26 (-34% YoY, -45% QoQ), terutama dari segmen roda empat, sehingga beban provisi selama 1H26 tercatat flat secara tahunan (vs. 3M26: +39% YoY).

  • Manajemen BFIN sebelumnya telah menyampaikan potensi penurunan beban provisi secara neto dan cost of credit (CoC) dalam earnings call 1Q26 [https://stockbit.com/post/31158587], setelah CoC sempat melonjak pada 1Q26 yang salah satunya dipengaruhi oleh faktor seasonality.

  • Sementara itu, net interest income (NII) secara tahunan masih tumbuh +5% YoY/+6% YoY pada 2Q26/1H26, didukung oleh kenaikan managed receivables sebesar +4% YoY.

  • Adapun pertumbuhan managed receivables secara tahunan masih di bawah guidance manajemen di low–teens untuk 2026. Namun, sebelumnya manajemen memperkirakan pembiayaan akan tumbuh lebih solid pada 2H26 seiring banyaknya hari libur pada 1H26.

Kami akan menuliskan ulasan yang lebih detail mengenai kinerja BFIN selama 1H26 setelah mendengarkan earnings call manajemen pada Senin (27/7) pukul 09.00 WIB.


Ditulis oleh Everson Sugianto, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BFIN Klarifikasi Rumor Merger dengan ARTO by Stockbit Investment Research

  • BFI Finance Indonesia ($BFIN) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan belum memiliki informasi terkait isu penggabungan usaha dan tidak dapat memberikan tanggapan terkait aktivitas atau keputusan para pemegang saham.

  • Pernyataan BFIN muncul setelah Bloomberg pada pekan lalu melaporkan bahwa sekelompok investor yang dipimpin oleh Jerry Ng tengah mempertimbangkan opsi kepemilikannya di Bank Jago ($ARTO) dan BFIN, termasuk opsi penggabungan kedua perusahaan tersebut.

  • Dalam laporan tersebut, Bloomberg juga menyebut adanya potensi minat dari sejumlah lembaga keuangan asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia, meski pembahasan disebut masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan keputusan final.

  • Selain BFIN, ARTO mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai rumor merger antara ARTO dan BFIN maupun mengenai rumor pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu [https://stockbit.com/post/33689514].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

ARTO Klarifikasi Rumor Merger dengan BFIN by Stockbit Investment Research

  • Bank Jago ($ARTO) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai rumor merger antara ARTO dan BFI Finance Indonesia ($BFIN), maupun mengenai rumor pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu.

  • ARTO menambahkan bahwa informasi yang berkaitan dengan aktivitas atau keputusan pemegang saham merupakan ranah masing–masing pemegang saham dan berada di luar kewenangan perseroan untuk memberikan tanggapan lebih lanjut.

  • Sebelumnya, Bloomberg pada pekan lalu melaporkan bahwa sekelompok investor yang dipimpin oleh Jerry Ng tengah mempertimbangkan opsi kepemilikannya di ARTO dan BFIN, termasuk opsi penggabungan kedua perusahaan tersebut.

  • Dalam laporan tersebut, Bloomberg juga menyebut adanya potensi minat dari sejumlah lembaga keuangan asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia, meski pembahasan disebut masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan keputusan final.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: Investor BFIN & ARTO Pertimbangkan Merger by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa sekelompok investor yang dipimpin oleh Jerry Ng tengah mempertimbangkan opsi kepemilikannya di BFI Finance Indonesia ($BFIN) dan Bank Jago ($ARTO), termasuk opsi penggabungan kedua perusahaan tersebut.

  • Narasumber anonim Bloomberg mengatakan bahwa Goldman Sachs Group Inc. sedang bekerja sama dengan para investor tersebut dalam strategic review, sembari menambahkan bahwa pembahasan masih berlangsung.

  • ARTO, BFIN, dan Goldman Sachs menolak mengomentari kabar ini.

  • Jerry Ng sendiri merupakan salah satu ultimate beneficial owner di BFIN dan ARTO.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.