Bank sentral AS, The Fed, menahan suku bunga di kisaran 3,75–4% pada pertemuan Rabu (28/10) waktu setempat, sejalan dengan ekspektasi.
Dalam konferensi pers, Kepala The Fed, Kevin Warsh, mengatakan bahwa ekonomi AS tidak sedang tumbuh terlalu panas meski ada tekanan permintaan dari lonjakan investasi AI, sembari menambahkan bahwa tujuan The Fed bukan untuk menghambat laju ekonomi dan produktivitas AS dinilai telah membaik.
The Fed menilai aktivitas ekonomi AS tumbuh kuat meski inflasi masih tinggi, serta menyatakan bahwa tambahan data akan membantu untuk menentukan kebijakan yang tepat guna mengembalikan inflasi ke target 2%.
Menyusul keputusan tersebut, analisis dari CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga AS sebesar 25 bps ke kisaran 4–4,25% pada pertemuan Desember 2026 mencapai ~78%.
Berikut reaksi pasar per penutupan Rabu (28/10) menyusul pengumuman The Fed tersebut:
Harga emas naik +0,2% ke US$4.067/oz.
Yield obligasi tenor 10 tahun AS naik sekitar +2 bps dan kembali berada di atas level 5%.
Indeks dolar AS (DXY) turun -0,1%, relatif flat di level 102,2.
Indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones masing–masing menguat +0,28%, +0,27%, dan +0,19%.
[Sumber: Bloomberg, Reuters, Federal Reserve, CME FedWatch]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
