The Fed pada Rabu (29/7) waktu setempat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga AS di kisaran 3,5–3,75%, sejalan dengan ekspektasi, meski terdapat dissenting opinion dari 3 anggota komite yang menginginkan kenaikan 25 bps. Dalam konferensi persnya, Kepala The Fed, Kevin Warsh, menyatakan kembali komitmennya untuk menurunkan level inflasi.
Reaksi Pasar
Harga emas naik +0,9% ke US$4.066/oz
Indeks dolar AS (DXY) turun -0,6% ke 100,8
S&P500 turun -1,5% ke 7.316
Yield obligasi pemerintah AS 10 tahun naik ~8 bps sementara tenor 2 tahun turun tipis ~1 bps
Reuters mengutip ekonom Bank America bahwa respons pasar pasca–pengumuman tersebut mengindikasikan pasar keuangan mempertanyakan kredibilitas The Fed.
[Sumber: Reuters]
📝Stockbit’s Commentary
Meski DXY melemah, kami menilai nilai tukar rupiah belum tentu akan menguat, mengingat: 1) isu kredibilitas The Fed meningkatkan premi risiko secara keseluruhan; 2) harga minyak yg kembali tembus US$90/barrel; serta 3) market masih menunggu siapa calon definitif gubernur Bank Indonesia.
Ditulis oleh Edi Chandren, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
