FCA

Apa Itu FCA? Cara Kerja Full Call Auction Saham di BEI by Stockbit

FCA adalah singkatan dari Full Call Auction, yaitu mekanisme perdagangan saham di Papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mempertemukan seluruh order beli dan jual pada waktu tertentu melalui lelang berkala, bukan secara terus menerus seperti di pasar reguler.

Mekanisme ini berlaku sejak 25 Maret 2024 dan hanya diterapkan pada saham yang memenuhi kriteria tertentu, umumnya terkait kondisi fundamental emiten atau aktivitas perdagangannya. Saham yang masuk ke dalamnya diberi notasi khusus X di aplikasi sekuritas.

Apa Itu FCA dalam Saham?

Full Call Auction adalah metode perdagangan berbasis lelang. Sepanjang satu sesi, sistem mengumpulkan seluruh antrean order beli dan jual tanpa langsung mempertemukannya. Pada akhir sesi, sistem baru mencocokkan order dan menentukan satu harga tunggal yang menghasilkan volume transaksi terbesar.

Perbedaan mendasarnya dengan pasar reguler ada di cara pembentukan harga. Di pasar reguler, mekanismenya continuous auction: order dicocokkan seketika begitu ada kecocokan harga bid dan offer, sehingga harga bergerak sepanjang jam bursa. Di FCA, harga hanya terbentuk pada titik matching di setiap sesi.

Metode call auction sebenarnya bukan hal baru di BEI. Sesi pra pembukaan dan pra penutupan di pasar reguler sudah menggunakan mekanisme yang sama. Yang membedakan FCA adalah seluruh perdagangan saham tersebut dilakukan dengan cara ini, dari pembukaan hingga penutupan.

Bagaimana Cara Kerja FCA?

Setiap sesi FCA berjalan melalui tiga tahap:

  • Order collection: investor memasukkan order beli dan jual ke sistem. Pada tahap ini order masih bisa diubah atau dibatalkan.

  • Random closing: sistem menutup penerimaan order pada waktu acak dalam rentang tertentu. Tujuannya mencegah investor mengirim order di detik terakhir untuk memengaruhi harga.

  • Order matching: sistem mencocokkan seluruh order dan menetapkan satu harga keseimbangan untuk sesi tersebut.

Selama sesi berlangsung, investor tidak melihat antrean bid dan offer secara lengkap seperti di pasar reguler. Yang ditampilkan adalah Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV), yakni perkiraan harga dan volume yang akan terbentuk jika matching dilakukan saat itu juga. Angka ini bersifat indikatif dan bisa berubah sampai sesi ditutup.

Karena order book bersifat tertutup, FCA sering disebut memiliki blind order book. Inilah karakteristik yang paling sering dikeluhkan pelaku pasar karena mengurangi visibilitas terhadap kedalaman permintaan dan penawaran.

Sesi Perdagangan FCA

Perdagangan FCA dibagi menjadi lima sesi lelang pada hari Senin sampai Kamis. Setiap sesi memiliki periode order collection, random closing, dan order matching sendiri.

Berikut jadwal sesi FCA pada hari Senin sampai Kamis (WIB):

  • Sesi 1: order collection 09.00.00 sampai 09.55.00, random closing 09.53.00 sampai 09.55.00, order matching 09.55.01 sampai 09.59.59

  • Sesi 2: order collection 10.00.00 sampai 10.55.00, random closing 10.53.00 sampai 10.55.00, order matching 10.55.01 sampai 10.59.59

  • Sesi 3: order collection 11.00.00 sampai 11.55.00, random closing 11.53.00 sampai 11.55.00, order matching 11.55.01 sampai 11.59.59

  • Istirahat: 12.00.00 sampai 13.59.59

  • Sesi 4: order collection 14.00.00 sampai 14.55.00, random closing 14.53.00 sampai 14.55.00, order matching 14.55.01 sampai 14.59.59

  • Sesi 5: order collection 15.00.00 sampai 15.55.00, random closing 15.53.00 sampai 15.55.00, order matching 15.55.01 sampai 16.00.00

Pada hari Jumat hanya ada empat sesi. Sesi 3 ditiadakan dan Sesi 2 diperpanjang sampai pukul 11.30 WIB.

Kapan Order Bisa Dipasang, Diubah, dan Dibatalkan

Waktu memasang order di FCA sangat menentukan, karena tidak semua tahap memperbolehkan tindakan yang sama:

  • Order collection: kamu bisa memasukkan order baru, mengubah harga atau volume (amend), dan membatalkan order.

  • Random closing: kamu tidak bisa memasukkan order baru, tidak bisa mengubah order, dan tidak bisa membatalkannya. Sistem mengunci seluruh antrean pada periode ini.

  • Order matching: kamu tidak bisa memasukkan order baru maupun mengubahnya. Pembatalan order masih dimungkinkan pada tahap ini.

Artinya, seluruh keputusan beli dan jual harus sudah final sebelum masuk periode random closing. Jika kamu baru mengirim order pada pukul 09.54, order tersebut tidak akan diterima karena Sesi 1 sudah memasuki tahap penguncian.

Random closing sendiri berlangsung acak di dalam rentang dua menit tersebut. Sistem tidak mengumumkan detik pastinya, sehingga tidak ada investor yang bisa memperhitungkan momen ideal untuk mengirim order di detik terakhir. Ini adalah salah satu mekanisme antimanipulasi utama di FCA.

Konsekuensi praktisnya, order kamu tidak dieksekusi seketika. Jika tidak match pada sesi berjalan, order mengantre untuk sesi berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku. Investor yang terbiasa dengan eksekusi cepat di pasar reguler perlu menyesuaikan ekspektasi ini.

Perbedaan FCA dan Pasar Reguler

Ringkasan perbedaan utamanya:

  • Metode perdagangan: FCA menggunakan lelang berkala, pasar reguler menggunakan continuous auction.

  • Waktu transaksi terjadi: FCA hanya pada titik matching di setiap sesi, pasar reguler sepanjang jam perdagangan.

  • Transparansi order book: FCA menampilkan IEP dan IEV, pasar reguler menampilkan antrean bid dan offer.

  • Batas harga terendah: FCA mengizinkan harga hingga Rp1 per lembar, sementara pasar reguler selama ini membatasi di Rp50 (ketentuan ini berubah, lihat bagian perubahan aturan di bawah).

  • Frekuensi pembentukan harga: FCA lima kali sehari, pasar reguler terus menerus.

  • Fleksibilitas order: di FCA ada periode di mana order terkunci, di pasar reguler order bisa diubah dan dibatalkan sepanjang jam perdagangan.

  • Notasi saham: saham FCA membawa notasi khusus X.

Satuan lot tetap sama. Baik di FCA maupun pasar reguler, 1 lot berisi 100 lembar saham.

Batas Harga dan Auto Rejection di FCA

Ketentuan harga di FCA berbeda dari pasar reguler:

  • Batas harga terendah: Rp1 per lembar saham

  • Batas auto rejection untuk saham di rentang Rp1 sampai Rp10: perubahan maksimal Rp1

  • Batas auto rejection untuk saham di atas Rp10: 10 persen

Kombinasi harga minimum Rp1 dan auto rejection yang lebih ketat inilah yang membuat saham FCA bisa jatuh jauh lebih dalam dibanding saham di pasar reguler, meski penurunannya terjadi secara bertahap per sesi.

Kriteria Saham Masuk Papan Pemantauan Khusus

FCA bukan status yang diberikan secara acak. BEI menetapkan sebelas kriteria yang membuat saham ditempatkan di Papan Pemantauan Khusus, di antaranya:

  • Harga rata rata saham selama enam bulan terakhir di Pasar Reguler kurang dari Rp51

  • Laporan keuangan auditan terakhir mendapat opini tidak menyatakan pendapat atau disclaimer

  • Emiten tidak membukukan pendapatan atau tidak ada perubahan pendapatan yang signifikan

  • Perusahaan tambang minerba atau induknya yang belum memperoleh pendapatan dari core business hingga tahun buku keempat sejak tercatat

  • Emiten memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir

  • Belum memenuhi persyaratan untuk tetap tercatat sebagaimana diatur Peraturan I-A dan I-V, termasuk ketentuan free float

  • Likuiditas rendah dengan nilai transaksi rata rata harian kurang dari Rp5 juta dan volume rata rata harian kurang dari 10.000 saham selama enam bulan terakhir

  • Emiten dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian

  • Anak perusahaan dengan kontribusi pendapatan material berada dalam kondisi PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian

  • Dikenakan penghentian sementara perdagangan lebih dari satu hari bursa akibat aktivitas perdagangan

  • Kondisi lain yang ditetapkan bursa setelah memperoleh persetujuan atau perintah OJK

Sebagian kriteria bersifat fundamental, sebagian lagi bersifat teknis. Pembedaan ini penting karena saham yang masuk FCA karena ekuitas negatif memiliki profil risiko yang jauh berbeda dibanding saham yang masuk karena free float belum terpenuhi.

Kenapa BEI Menerapkan FCA?

Tujuan utama penerapan FCA adalah perlindungan investor. Sebelum ada Papan Pemantauan Khusus, saham dengan masalah fundamental atau likuiditas sangat rendah tetap diperdagangkan di pasar reguler tanpa penanda yang jelas, dan pilihan terakhir bursa hanyalah suspensi.

Beberapa alasan yang mendasari:

  • Memberi penanda risiko: notasi X menjadi sinyal bagi investor bahwa emiten sedang dalam kondisi tertentu.

  • Menjaga likuiditas sebelum suspensi: saham tetap bisa ditransaksikan, tidak langsung dibekukan.

  • Meredam volatilitas ekstrem: satu harga per sesi menyulitkan pergerakan harga yang liar dalam hitungan menit.

  • Menekan potensi manipulasi: random closing dan penggabungan order dalam satu titik matching mempersempit ruang untuk praktik seperti spoofing dan layering.

  • Memperbaiki price discovery: untuk saham dengan transaksi sangat jarang, mengumpulkan order dalam satu waktu dinilai menghasilkan harga yang lebih representatif dibanding transaksi sporadis.

Kritik dan Risiko FCA bagi Investor

Sejak diterapkan, FCA menuai sorotan dari pelaku pasar. Poin utama yang dipersoalkan adalah berkurangnya transparansi karena order book tidak terbuka. Lembaga penyedia indeks global FTSE Russell pada 2024 juga menyoroti bahwa mekanisme blind order book berpotensi mengurangi transparansi dan memengaruhi proses pembentukan harga.

Risiko yang perlu kamu pahami sebagai investor:

  • Harga bisa turun sangat dalam. Batas bawah Rp1 memberi ruang penurunan yang jauh lebih besar dibanding pasar reguler.

  • Eksekusi tidak instan. Kamu tidak bisa keluar kapan saja, hanya pada titik matching setiap sesi.

  • Order terkunci menjelang matching. Jika kondisi berubah setelah random closing dimulai, kamu tidak bisa lagi menyesuaikan order.

  • Visibilitas terbatas. Tanpa antrean bid dan offer lengkap, sulit mengukur seberapa besar tekanan jual atau beli sesungguhnya.

  • Likuiditas bisa mengering. Jika tidak ada lawan transaksi pada suatu sesi, order kamu tidak tereksekusi.

  • Sentimen negatif. Status FCA sering ditafsirkan pasar sebagai sinyal bermasalah, yang bisa memperbesar tekanan jual.

Apa yang Harus Dilakukan jika Sahammu Masuk FCA?

Masuknya saham ke Papan Pemantauan Khusus bukan alasan untuk mengambil keputusan terburu buru. Langkah yang lebih terukur:

  1. Cari tahu kriteria mana yang membuatnya masuk. BEI mengumumkan dasar penempatan setiap saham. Alasan free float berbeda bobot risikonya dengan alasan ekuitas negatif atau opini disclaimer.

  2. Periksa laporan keuangan terakhir. Fokus pada ekuitas, arus kas operasi, beban utang, dan opini auditor.

  3. Pantau keterbukaan informasi emiten. Rencana restrukturisasi, penambahan modal, atau aksi korporasi bisa mengubah prospek.

  4. Hitung ulang porsi saham tersebut di portofoliomu. Jika bobotnya besar, risiko konsentrasi menjadi masalah tersendiri.

  5. Gunakan IEP sebagai acuan harga. Karena order book tertutup, IEP adalah indikator terbaik yang tersedia untuk memperkirakan level transaksi.

  6. Kirim order jauh sebelum random closing. Menunggu menit menit terakhir berisiko membuat order kamu tidak terhitung di sesi tersebut.

  7. Hindari rata rata bawah tanpa dasar fundamental. Menambah posisi hanya karena harga turun jauh adalah kesalahan yang mahal pada saham dengan masalah fundamental.

Perubahan Aturan FCA Terbaru

Aturan seputar FCA sedang dalam proses penyempurnaan. Beberapa hal yang perlu diketahui:

Penghapusan batas harga minimum Rp50. BEI memastikan kebijakan penghapusan batas harga minimum Rp50 berlaku mulai 28 September 2026, sehingga seluruh saham yang tercatat di bursa dapat diperdagangkan hingga harga Rp1 per lembar. Dengan perubahan ini, salah satu pembeda utama antara FCA dan pasar reguler, yaitu batas harga terendah, tidak lagi berlaku.

Revisi Peraturan Nomor II-X. Berdasarkan evaluasi implementasi FCA sejak Maret 2024, BEI mengusulkan penghapusan tiga dari sebelas kriteria Papan Pemantauan Khusus, yakni kriteria terkait free float, likuiditas rendah, serta suspensi lebih dari satu hari bursa akibat aktivitas perdagangan, ditambah penyesuaian pada kriteria kondisi lain yang ditetapkan bursa. Kriteria yang bersifat fundamental seperti opini disclaimer, ekuitas negatif, dan status PKPU atau pailit tetap dipertahankan.

Auto rejection berjenjang. BEI mengusulkan agar batas auto rejection saham FCA tidak lagi seragam 10 persen untuk saham di atas Rp10, melainkan dibagi menjadi beberapa kelompok harga: 35 persen untuk rentang di atas Rp10 sampai Rp200, 25 persen untuk di atas Rp200 sampai Rp5.000, dan 20 persen untuk di atas Rp5.000. Untuk rentang Rp1 sampai Rp10, batas perubahan tetap Rp1.

Non-Cancellation Period. BEI mengusulkan penambahan periode di mana investor tidak dapat mengubah atau membatalkan order menjelang pembentukan harga. Mekanisme serupa sudah diterapkan pada sesi pra pembukaan dan pra penutupan sejak Desember 2025. Dengan tambahan tahap ini, urutan perdagangan menjadi order collection, non-cancellation period, random closing, lalu order matching. Jika diterapkan, batas waktu efektif untuk memasang dan mengubah order akan lebih awal dari jadwal yang berlaku saat ini.

Sebagian penyesuaian tersebut masih berada pada tahap Rule Making Rule, yaitu proses konsultasi dengan pelaku pasar, sehingga ketentuan finalnya perlu dicek langsung ke pengumuman resmi BEI sebelum digunakan sebagai dasar keputusan.

FCA dalam Konteks Lain

Di luar pasar modal Indonesia, singkatan FCA juga digunakan untuk Financial Conduct Authority, otoritas jasa keuangan di Inggris, dan untuk Free Carrier dalam istilah perdagangan internasional Incoterms. Dalam konteks saham Indonesia, FCA selalu merujuk pada Full Call Auction.

Cara Memantau Status FCA Saham

Saham yang masuk Papan Pemantauan Khusus diberi notasi khusus X, dan notasi ini tampil di halaman detail saham pada aplikasi sekuritas. Sebelum membeli saham apa pun, biasakan mengecek notasi khusus yang menempel padanya.

Di Stockbit, notasi khusus dapat dilihat langsung pada halaman saham, sehingga kamu tahu sejak awal apakah saham tersebut diperdagangkan di pasar reguler atau melalui mekanisme FCA. Screener membantu menyaring saham berdasarkan kriteria fundamental seperti ekuitas, laba, dan likuiditas transaksi, sehingga kamu bisa menghindari profil emiten yang berpotensi masuk Papan Pemantauan Khusus sejak awal. Untuk emiten yang sudah kamu pegang, AI Reports membantu membaca laporan keuangan dan keterbukaan informasi dengan lebih cepat, terutama saat kamu perlu menilai apakah masalah yang membuat saham masuk FCA bersifat sementara atau struktural. Diskusi di Stockbit Stream juga bisa menjadi pelengkap untuk memantau perkembangan terbaru dari investor lain, meski tetap perlu diverifikasi dengan sumber resmi.

FAQ Seputar FCA Saham

  • Apa itu FCA dalam saham?
    FCA adalah Full Call Auction, mekanisme perdagangan lelang berkala yang diterapkan pada saham di Papan Pemantauan Khusus BEI sejak 25 Maret 2024.

  • Apa bedanya FCA dan pasar reguler?
    Di pasar reguler, order dicocokkan terus menerus sepanjang jam bursa. Di FCA, order dikumpulkan lebih dulu dan baru dicocokkan pada titik tertentu di setiap sesi, menghasilkan satu harga per sesi.

  • Berapa sesi perdagangan FCA dalam sehari?
    Lima sesi pada hari Senin sampai Kamis dan empat sesi pada hari Jumat.

  • Jam berapa saja sesi FCA berlangsung?
    Sesi 1 dimulai pukul 09.00, Sesi 2 pukul 10.00, Sesi 3 pukul 11.00, lalu istirahat, dilanjutkan Sesi 4 pukul 14.00 dan Sesi 5 pukul 15.00 WIB. Setiap sesi berlangsung sekitar satu jam dengan pencocokan order di akhir sesi.

  • Sampai jam berapa order FCA bisa dipasang?
    Order hanya bisa dipasang selama tahap order collection, yaitu sampai pukul 09.55, 10.55, 11.55, 14.55, dan 15.55 WIB di masing masing sesi. Setelah itu order tidak bisa dimasukkan atau diubah.

  • Apa itu random closing di FCA?
    Random closing adalah periode penutupan penerimaan order yang waktunya ditentukan secara acak dalam rentang dua menit sebelum matching. Tujuannya mencegah investor mengirim order di detik terakhir untuk memengaruhi harga.

  • Apakah saham FCA masih bisa dibeli dan dijual?
    Bisa. Saham FCA tetap diperdagangkan, hanya saja melalui mekanisme lelang berkala, bukan continuous auction. Ini berbeda dengan suspensi yang menghentikan perdagangan sepenuhnya.

  • Berapa harga terendah saham di FCA?
    Rp1 per lembar saham, dengan batas perubahan harga Rp1 untuk saham di rentang Rp1 sampai Rp10.

  • Apa itu IEP dan IEV?
    Indicative Equilibrium Price adalah perkiraan harga yang akan terbentuk pada sesi berjalan, sedangkan Indicative Equilibrium Volume adalah perkiraan volume yang akan tereksekusi pada harga tersebut. Keduanya bersifat indikatif dan bisa berubah hingga sesi ditutup.

  • Apakah saham FCA bisa kembali ke pasar reguler?
    Bisa, jika emiten tidak lagi memenuhi kriteria Papan Pemantauan Khusus dan BEI mengeluarkannya dari papan tersebut.

  • Apakah semua saham murah masuk FCA?
    Tidak. Harga rendah hanya salah satu dari sebelas kriteria. Banyak saham berharga rendah tetap diperdagangkan di pasar reguler karena tidak memenuhi kriteria lainnya.

  • Apakah FCA akan dihapus?
    Sampai saat ini FCA masih berlaku. Yang sedang berjalan adalah proses revisi aturan, mencakup pengurangan kriteria masuk dan penyesuaian mekanisme perdagangan, bukan penghapusan mekanismenya.


Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisis terbaru langsung di aplikasi Stockbit.