dividen

Cara Dapat Passive Income dari Dividen Saham: Mulai dari Nol by Stockbit

Banyak orang pikir investasi saham itu cuma soal jual-beli buat ngejar capital gain. Padahal ada cara lain yang lebih tenang — cukup pegang saham perusahaan yang rutin bagi dividen, dan kamu bisa terima pembagian keuntungan secara berkala tanpa harus aktif trading.

Strategi ini sering disebut dividend investing — dan menjadi favorit investor jangka panjang karena memberi passive income tanpa perlu menjual aset.

Di artikel ini, kamu bakal pahami apa itu dividen, kenapa strategi ini cocok buat passive income, cara mulainya dari nol, dan tips milih saham dividen yang konsisten.

Apa Itu Dividen Saham?

Dividen saham adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham, biasanya dibayarkan dalam bentuk tunai (cash dividend) dan dijadwalkan 1–2 kali setahun.

Saat membeli saham sebuah perusahaan, secara teknis kamu menjadi pemilik sebagian kecil bisnis tersebut. Jika perusahaan untung dan manajemen memutuskan membagi sebagian laba ke pemegang saham, kamu berhak mendapatkan dividen sesuai jumlah saham yang dimiliki.

Jadi ada dua sumber keuntungan dari saham:

  • Capital gain — keuntungan dari kenaikan harga saham

  • Dividen — pembagian laba perusahaan secara rutin

Untuk strategi passive income, fokusnya pada dividen.

Mengapa Dividen Cocok Jadi Passive Income?

Tiga alasan utama:

  1. Tidak perlu menjual saham — Kamu tetap memegang sahamnya, dividen tetap mengalir setiap periode pembagian.

  2. Bertambah seiring portfolio bertumbuh — Semakin banyak saham yang dipegang, semakin besar dividen yang diterima.

  3. Bisa di-reinvest — Dividen yang diterima bisa dipakai membeli saham lagi, menciptakan efek compounding yang nilainya terus tumbuh setiap tahun

Berbeda dengan trading aktif yang butuh waktu dan emosi, dividend investing cenderung lebih pasif dan cocok untuk yang punya pekerjaan utama.

Sektor Saham yang Dikenal Rutin Bagi Dividen

Tidak semua perusahaan rutin membagi dividen. Berikut sektor-sektor yang historisnya dikenal sebagai dividend payer di pasar saham Indonesia:

  • Perbankan — Bank-bank besar seperti BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI umumnya konsisten membagi dividen setiap tahun, dengan yield bervariasi tergantung kinerja tahunan.

  • Komoditas (batu bara & migas) — Emiten seperti PTBA, ITMG, dan ADRO sering memberikan dividend yield tinggi saat harga komoditas global menguat. Catatan penting: yield sektor ini sangat fluktuatif — bisa sangat tinggi saat siklus harga komoditas naik, tapi juga bisa minim saat siklus turun.

  • Telekomunikasi — TLKM dikenal sebagai salah satu emiten BUMN yang rutin membagi dividen.

  • Consumer goods — UNVR, HMSP, dan beberapa emiten consumer juga punya track record dividen yang stabil.

Anda bisa mengecek dividend yield dan riwayat pembagian dividen masing-masing saham langsung di aplikasi Stockbit — yang menyediakan data fundamental lengkap termasuk dividend history untuk setiap emiten.

Disclaimer: Penyebutan nama saham di atas hanya bersifat ilustratif berdasarkan track record historis publik, bukan rekomendasi investasi. Dividend yield bersifat dinamis dan tergantung kinerja perusahaan setiap tahun.

5 Langkah Mulai Dividend Investing dari Nol

Langkah 1 — Buka rekening saham di sekuritas terdaftar OJK

Pastikan sekuritas yang Anda pilih terdaftar dan diawasi OJK, memiliki tools riset memadai, dan biaya transaksi yang kompetitif seperti Stockbit.

Langkah 2 — Pelajari IDX High Dividend 20

IDX High Dividend 20 (IDX HIDIV20) adalah indeks resmi Bursa Efek Indonesia yang berisi 20 saham dengan dividend yield tinggi dan konsisten. Ini titik awal yang baik untuk pemula yang masih bingung memilih saham dividen.

Langkah 3 — Cek riwayat pembagian dividen minimal 3–5 tahun

Konsistensi lebih penting daripada angka yield besar di satu tahun saja. Saham yang rutin membagi dividen selama 5 tahun terakhir lebih bisa diandalkan untuk strategi passive income jangka panjang.

Langkah 4 — Pahami cum date & ex date

Untuk berhak menerima dividen, Anda harus memegang saham sebelum tanggal cum date. Jika Anda baru membeli saham di hari ex date, Anda tidak berhak atas dividen periode tersebut.

Langkah 5 — Reinvestasikan dividen yang diterima

Daripada langsung dipakai, gunakan dividen yang masuk untuk beli saham yang sama lagi. Mekanisme ini dikenal sebagai Dividend Reinvestment — dan inilah kunci dari efek compounding yang terus membesar seiring waktu."

Mengapa Stockbit Cocok untuk Dividend Investor?

Untuk strategi dividend investing yang baik, Anda butuh akses data fundamental yang lengkap dan komunitas yang membantu menjaga konsistensi. Inilah keunggulan Stockbit sebagai sekuritas dengan AI di Indonesia:

  • 🤖 Stockbit AI — Analisis fundamental instan: ringkasan laporan keuangan, sentimen pasar, dan key metrics perusahaan dalam hitungan detik.

  • 📊 Dividend History Lengkap — Cek riwayat pembagian dividen, dividend yield, dan payout ratio setiap saham dengan mudah.

  • 📈 Screener Saham — Filter saham berdasarkan dividend yield, payout ratio, dan kriteria fundamental lainnya untuk menemukan kandidat dividend stock terbaik.

  • 💬 Stockbit Stream — Komunitas investor terbesar di Indonesia tempat berdiskusi soal strategi dividen dan emiten favorit.

  • 🔒 Aman & Diawasi OJK — Dana nasabah disimpan di RDN (Rekening Dana Nasabah) terpisah.

  • 💰 Modal mulai Rp 100.000 — Beli saham dividen mulai dari 1 lot.

Istilah Penting dalam Dividend Investing

  • Dividend yield — Persentase dividen dibandingkan harga saham. Yield 5% artinya jika Anda investasi Rp 10 juta, Anda menerima Rp 500.000 dividen per tahun.

  • Cum date — Batas terakhir Anda harus memiliki saham agar berhak atas dividen periode itu.

  • Ex date — Tanggal di mana saham mulai diperdagangkan tanpa hak dividen. Beli saham setelah tanggal ini = tidak dapat dividen periode tersebut.

  • Payout ratio — Persentase laba bersih perusahaan yang dibagikan sebagai dividen. Payout ratio 40% artinya 40% laba dibagi, 60% ditahan untuk reinvestasi perusahaan.

  • Dividend Reinvestment — Strategi menggunakan dividen yang diterima untuk membeli saham lagi.

FAQ Dividend Investing

  • Berapa modal minimum untuk mulai dividend investing?
    Anda bisa mulai dari Rp 100.000–500.000 untuk membeli 1 lot saham. Yang penting konsisten menambah portfolio setiap bulan.

  • Apakah semua saham membagi dividen?
    Tidak. Perusahaan growth (terutama startup teknologi) cenderung menahan laba untuk ekspansi, sehingga tidak membagi dividen. Fokuslah pada perusahaan mature di sektor perbankan, komoditas, telekomunikasi, dan consumer goods.

  • Kapan dividen dibagikan?
    Umumnya 1–2 kali setahun, tergantung kebijakan perusahaan. Dividen tahunan biasanya dibagikan setelah RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), sementara dividen interim bisa dibagikan di tengah tahun buku.

  • Apa risiko dividend investing?
    Dividen bersifat tidak pasti — perusahaan bisa memutuskan tidak membagi dividen jika kinerja menurun. Harga saham juga tetap fluktuatif. Diversifikasi ke beberapa sektor adalah kuncinya.

  • Apakah dividen dikenakan pajak?
    Ya. Di Indonesia, dividen yang diterima investor individu dikenakan pajak final 10%, kecuali dividen tersebut direinvestasikan di Indonesia sesuai ketentuan PP 9/2021.


Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisis terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Kapan Terakhir Beli Saham agar Dapat Dividen? by Guest User

Selain potensi keuntungan dari capital gain, investor juga dapat menikmati pembagian keuntungan perusahaan melalui dividen. Namun, untuk bisa menikmati dividen, investor perlu memahami timing yang tepat dalam membeli saham. Salah satunya harus memahami kapan terakhir beli saham agar tetap dapat dividen.

Read More

IDX High Dividend 20 : Daftar Saham Dengan Dividen Yield Tertinggi 2022 by Guest User

IDX High Dividend 20 ini adalah indeks saham yang menjadi incaran para investor dan tentunya ada beberapa proses yang ditinjau ulang ketika saham-saham masuk ke dalam deretan IDX High Dividend 20 tersebut.

IDX High Dividend 20 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividen yield yang tertinggi.

Sebagian besar saham yang masuk ke dalam indeks IDX High Dividend 20 ini merupakan saham dengan kapitalisasi pasar (big caps) dengan laporan keuangan yang baik dan sebagian masuk dalam saham blue chip.

Read More