šŸ“ˆ ASII: Laba Bersih 3Q26 Membaik seiring Pemulihan UNTR, 9M26 Lampaui Ekspektasi / by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance šŸš€

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
5.282,3 +0,31%+Rp664,2 miliar18.183 +0,17%4.059 -0,38%
Oil Coal CPO Nickel
115,3 +1,28%152,0 +0,96%4.685 -0,34%15.629 +0,44%

šŸ‘‹ Stockbitor!

Laba bersih Astra International ($ASII) mengalami perbaikan signifikan pada 3Q26 dengan mencapai Rp9,1 T (+36% QoQ, +1% YoY), dibandingkan laba bersih 1H26 yang turun -19% YoY. Hasil ini membuat laba bersih selama 9M26 mencapai Rp21,6 T (-12% YoY), setara 74% estimasi 2026F konsensus di Rp29,1 T, sehingga ASII hanya membutuhkan laba bersih Rp7,4 T pada 4Q26 yang kami nilai bisa dilampaui oleh perseroan.

Pemulihan Kinerja UNTR Jadi Pendorong Laba Bersih ASII pada 3Q26 — Laba bersih dari segmen ā€˜mining solutions & heavy equipment’ di bawah United Tractors ($UNTR) pulih ke level Rp2,3 T pada 3Q26, dibandingkan hanya ~Rp200 M pada 2Q26 dan ~Rp400 M pada 1Q26. Pemulihan kinerja ini utamanya didorong oleh perbaikan bisnis mining contracting di bawah anak usaha Pamapersada serta mulai pulihnya operasional tambang emas Martabe. Secara kumulatif selama 9M26, laba bersih segmen ini masih turun -59% YoY akibat: 1) pemberhentian produksi Martabe pada awal tahun; 2) pemangkasan RKAB batu bara yang melemahkan permintaan jasa pertambangan dan alat berat; serta 3) beban non–recurring sebesar Rp2,2 T. Mengesampingkan beban non–recurring tersebut, penurunan laba bersih segmen ini berada di level -28% YoY selama 9M26.

Otomotif & Jasa Keuangan Masih Cetak Momentum Positif — Laba bersih segmen ā€˜otomotif’ tumbuh +9% YoY pada 3Q26, membawa laba bersih segmen ini selama 9M26 tumbuh +8% YoY. Pertumbuhan laba bersih segmen tersebut selama 9M26 utamanya didorong oleh: 1) kenaikan volume wholesale sebesar +13% YoY pada segmen mobil dan +3% YoY pada segmen motor; dan 2) bisnis komponen di bawah Astra Otoparts ($AUTO) yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih +15% YoY. Sementara itu, bisnis jasa keuangan mencatat pertumbuhan laba bersih +9% YoY/+6% YoY pada 3Q26/9M26, seiring pembiayaan konsumen yang tumbuh +6% YoY.

Key Takeaway

Seperti yang telah kami tuliskan pada review kinerja 1H26, laba bersih ASII pada 2H26 berpotensi pulih signifikan, yang mulai terlihat pada 3Q26. Dengan level laba bersih tahunan di kisaran ~Rp30 T dan setelah harga sahamnya naik +8% pada hari ini, Rabu (28/10), ASII diperdagangkan pada valuasi ~6,7x P/E. Valuasi tersebut berada di level rata–rata historis 3 tahun di 6,6x P/E, yang kami nilai belum mahal meski dengan upside yang tidak terlalu besar. Selain kinerja operasional, kami nilai katalis positif bagi ASII ke depan adalah pengelolaan permodalan yang baik, seperti langkah meningkatkan kepemilikan di AUTO yang menunjukkan tren pertumbuhan kinerja yang solid.

ā›ļø ANTM: Laba Bersih 3Q26 Melandai -18% QoQ, 9M26 Tetap Lampaui Ekspektasi

  • $ANTM: Aneka Tambang mencatat laba bersih Rp2,4 T pada 3Q26 (-18% QoQ, +92% YoY), sehingga laba bersih selama 9M26 mencapai Rp8,8 T (+48% YoY) dan melampaui ekspektasi karena setara 83% estimasi 2026F konsensus. Secara kuartalan, penurunan laba bersih berasal dari 2 sumber, yakni: 1) penurunan laba setelah pajak segmen ā€˜precious metal refinery’ sebesar -32% QoQ menjadi Rp791 M, seiring penurunan volume penjualan emas -26% QoQ menjadi 7,1 ton dan penurunan harga jual implisit -8% QoQ ke ~US$4.463/oz, sementara margin laba segmen ini masih tertahan di 4,3% (vs. 2Q26: 4,4%) dan di bawah kisaran 6–7% yang disampaikan manajemen; dan 2) bagian laba entitas asosiasi berbalik menjadi rugi Rp95 M (vs. 2Q26: laba Rp190 M), terutama dari Weda Bay Nickel yang mencatat kerugian Rp126 M. Di sisi lain, laba setelah pajak segmen ā€˜nikel’ relatif stabil di Rp3,2 T pada 3Q26 (-1% QoQ). Volume penjualan bijih nikel naik +18% QoQ menjadi 4 juta wmt, meski harga jual implisitnya turun -15% QoQ ke ~US$68,8/wmt. Volume tersebut setara ~1,3 juta wmt per bulan, di bawah guidance 1,5–1,6 juta wmt per bulan pada earnings call 1H26, sehingga penjualan bijih 4Q26 perlu mencapai ~5–5,6 juta wmt untuk mencapai guidance tersebut.
  • $ISAT: Indosat mencatat penurunan laba bersih pada 3Q26 menjadi Rp612 M (-51% YoY, -78% QoQ), utamanya akibat: 1) penurunan pendapatan seiring penurunan pelanggan ke 91,5 juta (-3,3% YoY, -2% QoQ) di tengah ARPU yang stagnan secara kuartalan di level Rp46 ribu (+15% YoY, 0% QoQ); 2) kontraksi margin laba usaha ke level 13,7% (vs. 3Q25: 18,4%, 2Q26: 20,5%) akibat kenaikan beban pokok pendapatan (+13% YoY, +5% QoQ) dan opex (+20% YoY, +13% QoQ). Laba bersih selama 9M26 masih tumbuh menjadi Rp4,9 T (+37% YoY), utamanya akibat high–base effect pada 2Q26 yang memiliki pendapatan one–off dari divestasi aset fiber senilai ~Rp1 T. Mengesampingkan faktor one–off tersebut, core profit ISAT selama 9M26 mencapai ~Rp3,9 T (+11% YoY). Secara operasional, EBITDA selama 9M26 mencapai Rp21 T (+9% YoY), dengan margin EBITDA sedikit turun ke level 46%.
  • $MYOR: Mayora Indah mencatat laba bersih Rp718 M pada 3Q26 (+5% YoY, -6% QoQ). Laba bersih selama 9M26 mencapai Rp2,4 T (+31% YoY), setara 74% estimasi 2026F konsensus di level Rp3,3 T, di mana kami menilai MYOR masih bisa mencapai ekspektasi konsensus tersebut. Laba kotor 3Q26 tercatat solid sebesar Rp2,4 T (+23% YoY, +16% QoQ), didorong pendapatan yang kuat (+9% YoY, +20% QoQ) meski margin laba kotor kembali melemah secara kuartalan ke 24% (vs. 2Q26: 24,8%, 1Q26: 26,6%). Di tengah laba kotor yang solid, MYOR memutuskan untuk berinvestasi dengan meningkatkan belanja iklan dan promosi pada 3Q26 (+40% YoY, +48% QoQ), sehingga laba usaha tumbuh lebih moderat (+6% YoY, +14% QoQ).
  • $PBID: Panca Budi Idaman mencatat laba bersih Rp285 M pada 3Q26 (+167% YoY, +0,3% QoQ) dengan pendapatan Rp1,8 T (+37% YoY, +0,6% QoQ), relatif flat secara kuartalan setelah lonjakan pada 2Q26. Laba bersih selama 9M26 mencapai Rp696 M (+132% YoY), setara 174% realisasi laba bersih 2025, dengan margin laba bersih mencapai 14% dan jauh di atas target 8–10% dari manajemen yang disampaikan dalam public expose pada Mei 2026. Pertumbuhan laba bersih selama 9M26 didorong oleh ekspansi margin laba kotor ke level 24,9% (vs. 9M25: 17,6%), ditopang oleh kedua segmen, dengan margin segmen kemasan plastik naik ke 28,5% (vs. 9M25: 21,6%) dan segmen biji plastik ke 16,7% (vs. 9M25: 5,6%). Keberlanjutan margin tersebut perlu dicermati, mengingat manajemen mengatakan dalam public expose pada Mei 2026 bahwa margin mengikuti arah harga biji plastik, yang sempat naik 70–80% sebelum mulai terkoreksi. Selama 9M26, persediaan akhir biji plastik turun ke Rp84,5 M (vs. 9M25: Rp166,1 M). PBID membagikan ~99% laba bersih 2025 sebagai dividen senilai Rp53/saham. Jika payout ratio tersebut dipertahankan, potensi dividen dari laba bersih 9M26 saja sudah setara ~Rp92/saham (~15% yield).
  • $JPFA: Japfa Comfeed Indonesia akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp90/saham, mengindikasikan dividend yield ~5% per penutupan Rabu (28/10). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 5 November 2026, sementara pembayaran pada 12 November 2026.
  • $MIDI: Midi Utama Indonesia mencatat laba bersih Rp220 M pada 3Q26 (+10% YoY, 0% QoQ), sehingga laba bersih selama 9M26 mencapai Rp706 M (+19% YoY) dan relatif sejalan dengan ekspektasi karena setara ~77% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 3 tahun terakhir: ~79% laba bersih tahunan). Pertumbuhan laba bersih selama 9M26 terbantu oleh low–base seiring kerugian Lawson pada 1H25, yang baru didivestasikan pada Mei 2025. Secara underlying (mengecualikan Lawson), laba bersih selama 9M26 tumbuh +11% YoY. Laba usaha pada 3Q26 tumbuh +10% YoY, utamanya ditopang oleh pendapatan, sementara margin usaha relatif flat. Sebagai catatan, 3Q26 merupakan kuartal pertama dengan perbandingan tahunan yang bersih pasca–divestasi Lawson, sehingga margin laba usaha yang relatif flat pada 3Q26 mengonfirmasi bahwa perbaikan margin laba usaha +40 bps YoY selama 9M26 ke level 5,4% lebih mencerminkan efek hilangnya kerugian Lawson ketimbang operating leverage.
  • $DRMA: Dharma Polimetal mencatat laba bersih sebesar Rp196 M pada 3Q26 (+9% YoY, +42% QoQ), sehingga laba bersih selama 9M26 mencapai Rp479 M (+14% YoY). Pendapatan pada 3Q26 tumbuh menjadi Rp1,9 T (+20% YoY, +21% QoQ), utamanya didorong oleh pertumbuhan penjualan di segmen motor sebesar +17% YoY ke level Rp1,2 T, sementara pendapatan segmen mobil tumbuh +23% YoY menjadi Rp449 M. Meski demikian, secara tahunan, pertumbuhan laba bersih masih tertahan oleh penurunan margin laba kotor ke 17,3% (vs. 3Q25: 19,3%) seiring kenaikan biaya pemakaian bahan baku sebesar +25% YoY, yang kami nilai turut dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Meski demikian, margin laba kotor membaik secara kuartalan dari level 16,4% pada 2Q26, terutama ditopang oleh pemulihan margin segmen motor menjadi 21,2% (vs. 2Q26: 18,8%), sementara margin segmen mobil turun menjadi 13,4% (vs. 2Q26: 15,8%).
  • $UNTR: United Tractors mengumumkan jadwal baru pembagian dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp430/saham, dengan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 5 November 2026 serta pembayaran pada 23 November 2026. Rencana pembagian dividen ini sebelumnya telah diumumkan sejak akhir September 2026, tetapi kemudian UNTR mengubah jadwalnya karena perseroan bermaksud untuk melakukan pembagian dividen interim dengan mengacu kepada laporan keuangan per 30 September 2026. Dividen interim tersebut mengindikasikan yield ~1,7% per penutupan Rabu (28/10).

šŸ”Ž Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer šŸ”„

$HEAL $ASII $BBCA $HRUM
+11,68%+7,99%+7,65%+4,32%

Top Loser šŸ¤•

$PTRO $ISAT $BRPT $COIN
-6,97%-6,82%-6,79%-6,70%

ā€ŠšŸ”„ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Direktur Jenderal di Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan bahwa pihaknya berencana mengecualikan PLTU captive, khususnya yang memasok smelter, dari perhitungan domestic market obligation (DMO) bagi perusahaan tambang batu bara. Melalui wacana perubahan kebijakan ini, penugasan DMO hanya akan mencakup PLTU yang terhubung ke jaringan listrik PLN, sementara PLTU captive tidak berhak atas harga batu bara DMO yang diatur sebesar US$70/ton dan harus membeli batu bara dengan harga pasar. Tri menyebut bahwa kebijakan ini akan berlaku dalam waktu dekat, meski tidak merincinya lebih lanjut.
  • Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Nurul Ichwan, mengatakan kepada Kontan bahwa terdapat 9 calon investor berskala besar yang berminat membangun data center di Indonesia, dengan total kebutuhan kapasitas listrik mencapai 2,7 GW. Nurul menyebut bahwa sebagian calon investor tersebut saat ini tengah mendapatkan pendampingan dari pemerintah, meski tidak merincinya lebih lanjut. Sebelumnya, Danantara mengumumkan akan menandatangani sejumlah investasi proyek data center berskala besar dalam acara New Asia Forum di Bali pada 3–4 Desember 2026, serta meminta investor data center berskala besar dengan kebutuhan daya di atas 500 MW untuk menyiapkan pasokan energi sendiri agar tidak mengganggu pasokan listrik bagi industri dan masyarakat.
  • Harga minyak Brent turun sekitar -1,7% ke kisaran US$113,9/barrel pada penutupan perdagangan Selasa (27/10), sebelum naik +1,3% ke level US$115,3/barrel pada Rabu (28/10) sore. Perkembangan pemilu Israel menjadi perhatian market karena hasilnya berpotensi memengaruhi arah perang AS dan Israel dengan Iran. Blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot bersaing ketat dengan blok petahana Benjamin Netanyahu, tetapi keduanya belum memperoleh mayoritas yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan dan penghitungan suara masih berlangsung. Secara keseluruhan, 3 hasil exit poll menunjukkan Netanyahu tertinggal dari Eisenkot. Sementara itu, pejabat dari Arab Saudi, Pakistan, dan Turki dilaporkan telah berkunjung ke Iran untuk melakukan pembicaraan pada Senin (26/10), tetapi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali menegaskan bahwa Iran tetap mempertahankan persyaratan yang telah ditetapkan untuk mengakhiri perang.
  • Kementerian ESDM mengumumkan bahwa pemerintah telah merilis Peraturan Presiden No. 107/2026 yang mengubah skema pengadaan impor energi menjadi skema langsung antar–pemerintah (G–to–G) dengan negara pemasok, tidak lagi bertumpu pada tender antar–badan usaha. Melalui perubahan skema ini, pengadaan impor energi seperti minyak mentah, BBM, dan LPG dilaksanakan oleh badan layanan umum (BLU) yang ditugaskan pemerintah, di mana nantinya Pertamina membeli dari BLU. Perubahan skema ini ditujukan untuk memangkas waktu pengadaan serta memastikan pasokan minyak mentah, BBM, dan LPG di tengah ketidakpastian geopolitik global. Ke depan, Pertamina tetap diizinkan mengimpor langsung hanya jika cadangan nasional sangat tipis atau terjadi gangguan geopolitik di negara sumber minyak, dengan tetap berkoordinasi bersama BLU. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bersama pimpinan Pertamina dan PT Pertamina Patra Niaga dijadwalkan mengunjungi beberapa negara, termasuk India dan China, guna memperoleh kontrak pasokan jangka panjang.
  • Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, pada Selasa (27/10) mengeklaim bahwa Uni Emirat Arab akan memasok minyak hingga 30 juta barrel ke Indonesia. Djoko menambahkan bahwa Indonesia dapat mengambil pasokan tersebut kapan saja, meski tidak merinci lebih lanjut mengenai jadwal pengiriman. Sebagai konteks, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Agustus 2026 bahwa kebutuhan minyak harian nasional berkisar 1,5–1,6 juta barrel, dengan sekitar 700.000 barrel di antaranya masih bergantung pada impor.
  • Indonesia dan Singapura pada Selasa (27/10) sepakat untuk membentuk satuan tugas bersama (joint task force) guna memperkuat penegakan hukum terhadap perusahaan yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kesepakatan ini muncul setelah menteri luar negeri kedua negara bertemu pada Selasa (27/10), di tengah meningkatnya tensi kedua negara seiring pemangkasan ekspor gas pipa dari Indonesia ke Singapura serta langkah Singapura untuk menyelidiki perusahaan yang diduga terlibat karhutla sehingga menyebabkan kabut di negara tersebut. Kerja sama ini akan mencakup pertukaran informasi, intelijen keuangan, hingga pengumpulan bukti lintas negara untuk menindak perusahaan yang terbukti terlibat. Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen membawa pihak–pihak yang bertanggung jawab atas karhutla ke proses hukum, termasuk dengan menelusuri aliran dana perusahaan terkait. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, menegaskan komitmen Singapura untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan yang terkait dengan karhutla, termasuk perusahaan yang terdaftar di Singapura.
  • Pemegang saham BEI dalam RUPSLB pada Rabu (28/10) menyetujui pembagian dividen tunai khusus senilai ~Rp1,6 T atau Rp17 M per saham, menandai pembagian dividen BEI yang pertama sepanjang sejarah. RUPSLB juga menyetujui perubahan anggaran dasar BEI dalam rangka demutualisasi, yang akan efektif setelah memperoleh persetujuan OJK dan Kementerian Hukum.
  • Habco Trans Maritima ($HATM) mengakuisisi 1 unit kapal bulk carrier senilai US$25,6 juta atau ~Rp457,1 M dari pihak non–afiliasi. Kapal tersebut nantinya akan disewakan secara time–charter dengan kontrak jangka panjang kepada pihak ketiga dari luar negeri.

āœļø Kontrak Gas dan Listrik Ekspor Dievaluasi, Apa Dampaknya bagi Emiten Energi?

ā€œWaspadai dampak transisi kontrak. Jika kontrak ekspor gas benar-benar tidak diperpanjang, emiten migas yang memiliki porsi penjualan ekspor besar ke negara-negara Asia Timur dan Singapura harus segera memitigasi risiko dengan mencari pembeli substitusi domestik.ā€ — owennath

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Menteri Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia tidak ragu menghentikan suplai ekspor energi ke negara yang dinilai tidak menghormati kedaulatan dan posisi tawar Indonesia sebagai mitra setara. Sikap ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang mengibaratkan sumber daya alam sebagai ā€œdarahā€ negara, sehingga kebutuhan energi domestik menjadi prioritas mutlak di atas ekspor. Pemerintah juga mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas alam ke negara tetangga, sementara negosiasi ekspor listrik rendah karbon ke Singapura belum menemui titik temu karena perbedaan pandangan soal harga. Pada 2025, ekspor gas alam RI terbesar mengalir ke Jepang (3,8 juta ton), China (3,79 juta ton), Singapura (3,22 juta ton), dan Korea Selatan (2,27 juta ton). Kebijakan proteksionisme energi ini dapat menjadi sentimen positif bagi emiten distribusi gas domestik seperti PGAS, tetapi emiten migas berporsi ekspor besar perlu memitigasi risiko dengan mencari pembeli substitusi domestik. Proyek EBT berorientasi ekspor juga berpotensi menghadapi proses persetujuan dan evaluasi harga yang lebih panjang. Stockbitor owennath mengulas arah kebijakan ekspor energi ini lengkap dengan data volume ekspor dan hal-hal yang perlu dicermati investor. Baca selengkapnya di sini.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (ā€œStockbitā€), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.