.png)
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 8.265,3 -0,31% | -Rp1,5 triliun | 16.818 +0,21% | 5.096 -0,05% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 69,3 -0,04% | 116,5 +0,22% | 4.038 -0,57% | 17.880 +2,23% |
👋 Stockbitor!
Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pada Rabu (11/2) bahwa pihaknya berencana menerbitkan daftar konsentrasi pemegang saham (shareholder concentration list) seperti yang diterapkan oleh bursa Hong Kong, sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal. Jeffrey menyebut bahwa rencana penerbitan daftar konsentrasi pemegang saham merupakan salah satu update yang disampaikan BEI dalam pertemuan dengan MSCI pada hari yang sama.
Selain rencana rilis shareholder concentration list, OJK, BEI, dan KSEI sebelumnya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan transparansi sebagai respons terhadap concern MSCI terkait investability, seperti penambahan jumlah klasifikasi investor dari 9 sub–kategori menjadi 28 sub–kategori dan pengungkapan kepemilikan saham dengan porsi 1% ke atas. KSEI telah menetapkan target pengumpulan data investor yang lebih detail pada Maret 2026, sementara target perilisan shareholder concentration list belum diumumkan.
Shareholder concentration list sendiri mengungkap tingkat konsentrasi pemegang saham pada suatu emiten. Dalam praktik di Hong Kong, otoritas pasar (Securities and Futures Commission/SFC) secara berkala menyoroti emiten dengan tingkat konsentrasi pemegang saham yang tinggi, sehingga mengakibatkan porsi saham beredar di publik menjadi terbatas.
Sebagai contoh, informasi di bawah ini diambil dari suatu pengumuman saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi (high concentration of shareholding), di mana SFC menyoroti beberapa hal:
- Struktur Kepemilikan Saham (per 27 Januari 2026): Perusahaan pengendali beserta 20 pemegang saham memiliki 90,83% saham yang diterbitkan emiten terkait, sehingga pemegang saham lain (others) hanya memiliki 9,17% saham yang diterbitkan emiten terkait.
- Pergerakan Harga Saham Signifikan: Emiten terkait mengalami lonjakan harga saham +275% pada periode 9 Oktober 2025–27 Januari 2026.
Emiten terkait kemudian merespons pengumuman SFC tersebut dengan mengatakan bahwa 20 pemegang saham yang terkonsentrasi tersebut merupakan pihak independen dan bukan pihak terafiliasi perseroan, sehingga perseroan tetap memenuhi ketentuan minimum free float 25% yang disyaratkan bursa Hong Kong. Adapun dalam merespons pengumuman SFC terkait high concentration shareholding, perusahaan tetap diwajibkan menyertakan disclaimer bahwa tingkat konsentrasi kepemilikan yang tinggi dapat menyebabkan fluktuasi harga yang tajam meski volume transaksi relatif rendah dan/atau pergerakan saham tersebut kemungkinan tidak mencerminkan pasar yang riil (genuine), sehingga investor diharapkan berhati–hati dalam memperdagangkan saham.
Key Takeaway
Kami menilai bahwa penerbitan daftar shareholder concentration list berpotensi meningkatkan transparansi atas kepemilikan saham suatu emiten. Sebagai catatan, pengumuman saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tidak serta merta menandakan suatu pelanggaran, melainkan peringatan bahwa kepemilikan saham yang terkonsentrasi tersebut berpotensi menyebabkan risiko yang lebih tinggi bagi investor dalam memperdagangkan saham tersebut.
📈 UNVR 2025: Laba Bersih +127% YoY, Didorong Keuntungan Spin–off Bisnis Es Krim
- $UNVR: Unilever Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,64 T selama 2025 (+127% YoY), yang sudah termasuk keuntungan spin–off bisnis es krim sebesar Rp3,8 T. Mengesampingkan bisnis es krim beserta keuntungan penjualannya (discontinued), laba bersih dari operasi yang dilanjutkan (continued operation) mencapai Rp3,54 T selama 2025 (+22% YoY). Laba bersih dari operasi yang dilanjutkan (continued operation) tercatat sebesar Rp538 M pada 4Q25 (+75% YoY, -51% QoQ). Penurunan laba bersih yang signifikan secara kuartalan disebabkan oleh biaya transformasi sebesar Rp460 M yang dibukukan pada 4Q25. Mengesampingkan biaya tersebut, laba bersih UNVR pada 4Q25 mencapai Rp998 M, hanya lebih rendah -10% QoQ. Sementara itu, kenaikan laba bersih yang signifikan secara tahunan pada 4Q25 disebabkan oleh efek low–base, di mana UNVR masih dalam tahap awal pembenahan pada 4Q24.
- $UNTR: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Rabu (11/2) bahwa pemerintah membuka peluang pemulihan izin tambang emas Martabe garapan entitas United Tractors, PT Agincourt Resources, selama perusahaan tersebut terbukti tidak melakukan pelanggaran. Bahlil menambahkan, jika memang PT Agincourt Resources terbukti melakukan pelanggaran, pemerintah akan memberikan sanksi “secara proporsional.” Pernyataan Bahlil tersebut memberikan sinyal bahwa pemerintah telah melunak dari wacana yang dikemukakan sebelumnya oleh Danantara, yang berencana mengalihkan izin tambang emas Martabe kepada Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Bahlil juga menyebut bahwa pihaknya belum mencabut perizinan tambang emas Martabe, berbeda dari pengumuman pemerintah pada Januari 2026 yang menyebut izin milik PT Agincourt Resources termasuk dalam 28 perusahaan yang dicabut izinnya oleh pemerintah karena dinilai melanggar peraturan lingkungan yang memperburuk dampak banjir di Sumatra pada akhir tahun lalu.
- $MEDC: Direktur Utama Medco Energi Internasional, Hilmi Panigoro, mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya berencana melakukan ekspansi secara “agresif” di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Hilmi menjelaskan bahwa rencana tersebut didasarkan pada ekspektasi meningkatnya permintaan energi, khususnya dari sektor data center, meski Hilmi tidak merinci berapa banyak dana yang akan MEDC alokasikan untuk akuisisi. Hilmi juga menambahkan bahwa MEDC berencana mempercepat pengembangan blok gas Sakakemang, dengan target dapat mengirimkan pasokan pertama pada akhir 2027 guna memenuhi permintaan yang terus meningkat di Sumatra dan Jawa.
- $MAPI: DealStreetAsia melaporkan bahwa CVC Capital Partners sedang melakukan pembicaraan tahap awal untuk berinvestasi di Mitra Adiperkasa. Narasumber DealStreetAsia mengatakan bahwa diskusi tersebut berfokus pada potensi akuisisi saham minoritas di tingkat induk perusahaan, dengan kemungkinan peningkatan porsi kepemilikan seiring berjalannya waktu. Namun, keluarga pendiri MAPI dikabarkan masih mempertimbangkan apakah akan menerima tawaran tersebut atau mempertahankan struktur kepemilikan seperti saat ini. MAPI belum mengomentari kabar ini, sementara CVC menolak untuk berkomentar.
- $DEWA: Darma Henwa mengumumkan telah melaksanakan buyback saham sebanyak ~230,4 juta (0,57%) lembar dengan harga rata–rata Rp625/lembar pada 11 Februari 2026. Realisasi ini membuat DEWA telah melaksanakan buyback sebanyak ~1,4 miliar (3,51%) saham dengan harga rata–rata ~Rp573/lembar atau senilai total ~Rp819 M sejak 10 Desember 2025. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari rencana buyback dengan alokasi dana hingga Rp950 M pada periode 19 November 2025–19 Februari 2026, yang diumumkan perseroan pada 10 Desember 2025.
- $INET: Pengendali Sinergi inti Andalan Prima, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, membeli ~158,1 juta saham INET dengan harga rata–rata ~Rp364/lembar atau senilai total ~Rp57,6 M pada 11 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara di INET naik dari 57,28% menjadi 57,99%.
- $SMDR: Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Mulia, mengatakan bahwa pihaknya mengalokasikan capex ~US$200 juta pada 2026 (vs. alokasi 2025: US$230–250 juta), yang ditujukan untuk menambah armada kapal, mengembangkan fasilitas kepelabuhanan termasuk terminal peti kemas di Patimban, dan membangun galangan kapal di Madura. Bani menyebut bahwa pihaknya sedang memesan sekitar 3–5 unit kapal peti kemas dan 2 unit kapal chemical tanker, serta 1 unit kapal LNG yang sedang dikaji. Bani menambahkan bahwa permintaan pengiriman masih kuat, bahkan perseroan terpaksa menolak sebagian kargo karena keterbatasan.
- $GIAA: COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan konsolidasi Pelita Air ke dalam Garuda Indonesia dapat rampung pada 1Q26. Setelah rencana ini rampung, GIAA akan menjadi holding BUMN bidang maskapai. Bisnis melaporkan bahwa rencana aksi korporasi ini menegaskan bahwa GIAA tidak akan bergabung ke dalam PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), yang merupakan holding BUMN spesialis aviasi dan pariwisata.
- $SGER: Direktur Utama Sumber Global Energy, Welly Thomas, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan kontrak pengiriman batu bara ke Bangladesh sebanyak 1 juta ton yang akan dikirim dalam jangka waktu 6 bulan. Nilai kontrak yang diperoleh SGER mencapai US$71,5 juta atau ~Rp1,2 T.
- $MYOH: Samindo Resources menyuntikkan modal senilai Rp270 M kepada anak usahanya di bidang properti, PT Sentra Terra Indonesia, guna modal kerja operasional. PT Sentra Terra Indonesia sendiri baru didirikan pada Januari 2026.
Top Gainer 🔥
$ENRG | $SMGR | $TINS | $BKSL |
| +13,36% | +13,07% | +9,97% | +7,09% |
Top Loser 🤕
$KPIG | $CUAN | $FILM | $BRPT |
| -7,43% | -5,19% | -3,93% | -3,51% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Adik Presiden Prabowo Subianto sekaligus Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan pada Rabu (11/2) bahwa para pejabat OJK dan BEI memang diminta mengundurkan diri menyusul kejatuhan IHSG akibat concern dari MSCI pada 2 pekan lalu. Hashim menyebut bahwa isu transparansi dan kredibilitas pasar menjadi sorotan pemerintah, sembari menambahkan bahwa pemerintah akan meningkatkan pengawasan terhadap otoritas dan pelaku pasar modal.
- COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pada Rabu (11/2) bahwa pihaknya berencana memangkas jumlah BUMN di bidang asuransi dari 15 entitas menjadi 3 entitas melalui merger dan akuisisi. Nantinya, 3 perusahaan yang menjadi surviving entity akan memiliki spesialisasi masing–masing di bidang life insurance, general insurance, dan credit insurance. Meski demikian, Dony tidak merinci lebih lanjut terkait perusahaan yang akan menjadi surviving entity.
- Biro statistik tenaga kerja AS mencatat bahwa non–farm payroll pada Januari 2026 bertambah 130.000 (vs. Desember 2025: +48.000), melampaui ekspektasi konsensus yang memperkirakan penambahan sebanyak 70.000 sekaligus menandai penambahan tertinggi sejak Desember 2024. Sementara itu, tingkat pengangguran di AS pada Januari 2026 sedikit menurun menjadi 4,3% (vs. Desember 2025: 4,4%), lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus di level 4,4%.
- Reuters melaporkan bahwa para analis memperkirakan harga minyak sawit akan tertekan dalam beberapa bulan ke depan seiring penundaan mandatori B50 di Indonesia dan ekspektasi peningkatan produksi, meski permintaan yang kuat dan perlambatan pertumbuhan produksi secara keseluruhan dalam jangka menengah–panjang dapat membatasi penurunan tersebut. Direktur Godrej International Ltd., Dorab Mistry, memperkirakan harga minyak sawit Malaysia akan berkisar RM3.800–4.300/ton hingga Juli 2026, dengan asumsi produksi dari Asia Tenggara meningkat secara moderat seiring cuaca yang membaik di Indonesia. Sebagai konteks, harga CPO di pasar berjangka pada Rabu (11/2) ditutup melemah -0,85% ke level RM4.060/ton. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) sendiri memperkirakan bahwa produksi CPO Indonesia akan tumbuh sekitar +2–3% YoY selama 2026, setelah naik +8% YoY menjadi ~52 juta ton selama 2025.
- Satu Visi Putra ($VISI) mengumumkan bahwa Nagita Slavina tengah dalam tahap negosiasi untuk mengambil alih saham perseroan dan menjadi pengendali baru. VISI tidak merinci rencana porsi kepemilikan yang akan diakuisisi oleh Nagita, tetapi IDN Financials melaporkan bahwa Nagita berencana mengakuisisi minimum 51% saham VISI.
- J Resources Asia Pasifik ($PSAB) melalui PT J Resources Nusantara telah merampungkan divestasi kepemilikan PT Arafura Surya Alam — pengelola dan pemilik izin usaha pertambangan emas Doup di Sulawesi Utara — kepada United Tractors ($UNTR) dengan nilai seperti yang disepakati sebelumnya. Sebelumnya, UNTR melalui anak usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara, telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi PT Arafura Surya Alam dari anak usaha PSAB, PT J Resources Nusantara, dengan total nilai perusahaan (enterprise value) atas PT Arafura Surya Alam yang disepakati mencapai US$540 juta.
- Komisaris Ancara Logistics Indonesia ($ALII), Aninditha Anestya Bakrie, menjual ~29,8 juta saham ALII dengan harga rata–rata Rp600/lembar atau senilai total Rp17,9 M pada 6 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Aninditha Anestya Bakrie di ALII turun dari 2,2% menjadi 2,01%.
- Argo Pantes ($ARGO) mendapatkan kontrak sewa berdurasi 10 tahun senilai ~Rp220,7 M dari PT Global Yimi Cargo (J&T Cargo).
- Panca Anugrah Wisesa ($MGLV) mengumumkan bahwa PT Nextier Datamate Center, yang bergerak di bidang penyediaan fasilitas data center, telah mengakuisisi 78,74% saham perseroan dari PT Trijaya Wisesa Makmur dengan nilai yang tidak disebutkan. Setelah transaksi ini, PT Nextier Datamate Center menjadi pengendali baru MGLV.
📖 1 Lot 100 Lembar: Peraturan Kuno Atau Keunikan BEI?
“Pasar modal seharusnya menjadi ruang inklusif, tempat siapa pun, tanpa memandang besar kecilnya modal, bisa ikut memiliki masa depan perusahaan-perusahaan terbaik di negeri ini.” — husin1030
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Salah satu keunikan pasar modal Indonesia adalah penerapan regulasi jual-beli saham yang berbasis lot, bukan lembar saham. Karena regulasi tersebut, muncul berbagai kritik yang menilai hal ini sebagai bentuk diskriminasi terhadap investor ritel, terutama di tengah gencarnya ajakan pemerintah Indonesia agar masyarakat meningkatkan literasi keuangan dan mulai berinvestasi. Dalam tulisannya, Stockbitor husin1030 menegaskan bahwa karakter ekonomi Indonesia yang masih bertumbuh memiliki potensi untuk menjadi lebih kuat apabila proses jual-beli saham dipermudah dengan menghapus atau mengubah regulasi ini. Harapannya, regulasi baru dapat mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia untuk masuk ke pasar modal, meningkatkan inklusi keuangan, serta mengurangi ketertarikan pada aktivitas ilegal seperti judi online, penipuan (scam), dan sejenisnya. Penasaran dengan argumen husin1030 selengkapnya? Simak pembahasannya dalam tulisan berikut!
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Sekuritas Digital (“Stockbit”), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Semua konten dalam website ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$ENRG
$SMGR
$TINS
$BKSL
$KPIG
$CUAN
$FILM
$BRPT