
Daily Market Performance š
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 5.873,4 -1,89% | -Rp689,3 miliar | 17.999 +0,09% | 4.068 -2,15% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 78,5 +5,85% | 128,0 -0,31% | 4.608 +1,34% | 16.348 -0,45% |
š Stockbitor!
Harga minyak Brent naik +6% ke kisaran ~US$78,6/barrel pada Rabu (8/7), melanjutkan kenaikan +3% pada penutupan perdagangan hari Selasa (7/7), seiring eskalasi konflik antara ASāIran.
Presiden Donald Trump mengatakan pada Rabu (8/7) bahwa dirinya berpikir gencatan senjata sementara antara AS dan Iran telah āberakhir.ā Pernyataan Trump muncul tak lama setelah AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran serta mencabut izin penjualan minyak Iran. Langkah AS tersebut diambil sebagai respons atas kabar bahwa Iran telah menyerang 3 kapal komersial yang tengah melintasi Selat Hormuz pada Selasa (7/7). Masih belum diketahui secara persis penyebab Iran menyerang kapalākapal tersebut, tetapi kantor berita semiāresmi Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa sebuah kapal tanker Qatar diserang setelah āmengabaikan peringatan berulang kali.ā
Menyusul serangan AS ke Iran, Press TV Iran melaporkan bahwa sejumlah ledakan terdengar di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran yang menangani sekitar 90% dari total pengiriman minyak Iran. Pulau Kharg sebelumnya juga menjadi sasaran serangan AS pada April 2026.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Bloomberg bahwa para negosiator akan tetap melanjutkan pembahasan untuk mencapai kesepakatan final antara AS dan Iran, meski peluang tercapainya kesepakatan yang lebih luas dinilai tidak pasti ā bahkan sebelum eskalasi terbaru terjadi. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa negosiasi untuk kesepakatan final ātidak akan dimulai jika ancaman terus berlanjut.ā
Key Takeaway
Kembali memanasnya tensi geopolitik meningkatkan kembali volatilitas harga minyak, yang dapat berimplikasi terhadap inflasi dan arah pergerakan suku bunga secara global. Bagi Indonesia sendiri, volatilitas harga minyak juga memengaruhi kondisi fiskal ā mengingat besarnya belanja subsidi energi ā serta neraca perdagangan, yang berdampak pada nilai tukar rupiah. Merespons perkembangan eskalasi konflik ASāIran, harga emas turun -2,15% ke level US$4.068/oz dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah -0,09% ke level 17.999 pada Rabu (8/7). Pada hari yang sama, IHSG turut terimbas negatif dan turun -1,89%, dengan pelemahan utama terjadi pada sahamāsaham komoditas logam, yang tercermin dari anjloknya indeks basic industrials sebesar -4,35%.
š„ SAME Dapat Fasilitas Kredit Rp4 T untuk Refinancing, Capex & Modal Kerja
- $SAME: Sarana Meditama Metropolitan bersama 7 anak usahanya, termasuk Kedoya Adyaraya ($RSGK), memperoleh fasilitas kredit senilai Rp4 T dari Bank CIMB Niaga ($BNGA) dan Bank OCBC NISP ($NISP). Fasilitas tersebut ditujukan untuk keperluan refinancing, investasi/capex, dan/atau modal kerja.
- $SOFA: Danantara telah memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah pertamanya di Denpasar Raya, Bali pada Rabu (8/7), dengan target dapat beroperasi secara komersial pada 1H28. CIO Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp3 T, dengan kapasitas pengolahan sebesar 1.500 ton sampah per hari dan diperkiraan dapat menciptakan hingga 1.200 lapangan kerja baru. Danantara juga menyebut bahwa proyek tersebut telah menandatangani power purchase agreement dengan PLN. Fasilitas wasteātoāenergy di Denpasar Raya sendiri dioperasikan oleh konsorsium yang dipimpin Zhejiang Weiming Environment Protection Co. Ltd., di mana Solusi Environment Asia melalui anak usahanya memiliki 10% saham di konsorsium tersebut.
- $BACH: Direktur Utama Bach Multi Global, Budi Kurniawan, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan dapat mencapai laba bersih Rp401 M dan pendapatan Rp3 T pada 2030, melonjak dibandingkan laba bersih Rp155,5 M dan pendapatan ~Rp1,7 T pada 2025. Kontan melaporkan bahwa strategi pertumbuhan emiten penjualan genset dan jasa infrastruktur telekomunikasi yang didukung grup Djarum ini akan difokuskan pada penambahan kapasitas penyewaan pembangkit listrik hingga 50 MW per tahun, pengembangan lini bisnis energi baru, peningkatan proyek pembangunan jaringan telekomunikasi, hingga penguatan pendapatan berbasis kontrak jangka panjang.
- $EMMI: Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pendapatan dan laba bersih dapat naik masingāmasing setidaknya +10% YoY selama 2026. Selama 2025, emiten perdagangan alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran ini mencatat laba bersih Rp34,1 M dan pendapatan Rp454,6 M. Florian menjelaskan bahwa pabrik baru perseroan di Cikupa ā yang dibiayai dari sebagian perolehan dana hasil IPO ā ditargetkan dapat mulai berproduksi per 3Q27 atau 4Q27, di mana pabrik baru tersebut akan melengkapi pabrik existing di Cikupa yang memproduksi benang operasi dengan kapasitas ~4 juta piece per tahun.
š Insider Transactions

Top Gainer š„
$MEDC | $PGEO | $ELSA | $ENRG |
| +4,00% | +3,87% | +3,36% | +3,07% |
Top Loser š¤
$BKSL | $BULL | $KPIG | $BRMS |
| -8,96% | -7,83% | -7,23% | -6,67% |
āš„ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahuiā¦

- S&P Dow Jones Indices (DJI) pada Selasa (7/7) waktu setempat mengumumkan telah mencantumkan Indonesia sebagai negara yang berpotensi mengalami penurunan peringkat dari emerging market menjadi frontier market. S&P DJI menyebut akan terus memantau perkembangan terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia dan guidance dari BEI untuk mengatasi kekhawatiran terkait pengungkapan kepemilikan dan potensi dampak likuiditas. Jika keadaan memburuk, S&P DJI mempertimbangkan untuk menerapkan perlakuan khusus untuk pasar Indonesia. S&P DJI menambahkan bahwa jika masalah ini tetap tidak terselesaikan dalam kurun 1 tahun kalender sejak tanggal diberlakukannya langkahālangkah khusus, klasifikasi pasar Indonesia akan dinilai pada review tahunan berikutnya. Perlu dicatat, S&P DJI adalah perusahaan penyedia indeks pasar saham, serta merupakan entitas berbeda dari S&P Global Ratings yang merupakan lembaga pemeringkat kredit.
- Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pada Rabu (8/7) bahwa pihaknya bersama OJK dan stakeholders lainnya akan terus menerapkan berbagai langkah untuk mengatasi kekhawatiran penyedia indeks, serta menegaskan kembali komitmen untuk meningkatkan transparansi pasar saham Indonesia. Pernyataan Jeffrey muncul setelah S&P Dow Jones Indices (DJI) pada Selasa (7/7) waktu setempat mengumumkan telah mencantumkan Indonesia sebagai negara yang berpotensi mengalami penurunan peringkat dari emerging market menjadi frontier market.
- Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, mengatakan bahwa pihaknya menilai ruang efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini masih dapat dipangkas sekitar Rp68ā80 T, lebih tinggi dibandingkan proyeksi efisiensi sebelumnya di kisaran Rp40 T. Said menegaskan bahwa perhitungan tersebut masih berupa pandangan Banggar DPR dan belum menjadi keputusan final pemerintah, serta menambahkan bahwa proyeksi pemangkasan kembali anggaran MBG belum dimasukkan dalam outlook belanja negara dalam APBN 2026. Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada akhir Juni 2026 bahwa Badan Gizi Nasional kemungkinan akan kembali memangkas anggaran program MBG tahun ini sebesar Rp40 T, meski keputusan tersebut belum final dan akan diumumkan secara langsung oleh Badan Gizi Nasional.
- Kementerian Keuangan mencatat bahwa total nilai surat utang negara (SUN) yang dimenangkan dalam lelang pada Selasa (7/7) mencapai Rp32 T, sesuai target, dengan penawaran yang masuk mencapai ~Rp55,1 T atau meningkat +18,3% dibandingkan lelang sebelumnya pada 23 Juni 2026. Dengan demikian, bidātoātarget ratio pada lelang 7 Juli 2026 mencapai 1,72x, menandai level tertinggi sejak lelang 28 April 2026.
- Bank Indonesia mencatat bahwa indeks keyakinan konsumen Indonesia turun secara bulanan ke level 117,8 pada Juni 2026 (vs. Mei 2026: 120,9, Juni 2025: 117,8), menandai level terendah sejak September 2025 meski masih berada pada level optimis (indeks >100). Hasil ini ditekan oleh penurunan secara bulanan di seluruh subāindeks, dengan indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja mencatat penurunan terbesar hingga -3,7 poin.
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Selasa (7/7) bahwa Bank Indonesia akan mengisi likuiditas secara bertahap kepada himpunan bank milik negara (Himbara) jika pemerintah menarik penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) dari Himbara. Pernyataan Purbaya muncul setelah Wakil Ketua Komisi XI DPR, Fauzi Amro, mengatakan bahwa Himbara meminta agar penempatan dana (SAL) tidak bersifat on call atau ditarik kembali sewaktuāwaktu. Fauzi mengatakan bahwa Himbara meminta jangka waktu sekitar 3ā6 bulan bahkan 1 tahun terkait dengan penempatan tersebut. Sementara itu, Purbaya menjelaskan bahwa tenor penempatan dana SAL telah dipetakan sedemikian rupa sehingga sewaktuāwaktu dibutuhkan bisa ditarik, sembari menambahkan bahwa opsi on call merupakan antisipasi jika pemerintah memerlukan dana tersebut.
- COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan pada Rabu (8/7) bahwa PT Mandiri Manajemen Investasi akan menjadi surviving entity dari konsolidasi 4 perusahaan manajemen investasi milik himpunan bank milik negara (Himbara). Konsolidasi ini mencakup PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT PNM Investment Management, dan PT BNI Asset Management. Pada April 2026, PT Danantara Asset Management telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi keempat perusahaan tersebut senilai total ~Rp2,7 T. Melalui merger ini, Danantara akan memiliki perusahaan asset management terbesar di Indonesia, yang diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset negara.
š¦ Ramai Berita S&P Dow Jones: Apa Dampaknya Untuk Indonesia?
āKarena sering kali, berita negatif adalah pemicu volatilitas. Tetapi volatilitas juga merupakan tempat lahirnya peluang bagi investor yang mampu mengendalikan emosi dan disiplin terhadap rencana investasinyaā ā FeryCitraF
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Stockbitor FeryCitraF menulis bahwa belakangan ini, banyak yang mendiskusikan berita terbaru mengenai peringatan S&P Dow Jones Indices untuk pasar Indonesia: lembaga tersebut telah menyatakan bahwa IHSG terancam diturunkan klasifikasinya dari Emerging ke Frontier Market. Seperti MSCI, S&P DJI merupakan credit rating agency yang menjadi acuan bagi investor asing dalam menentukan di mana sebaiknya mereka menaruh dananya. Memang banyak investor yang merasa khawatir atas berita tersebut, namun FeryCitraF mengingatkan bahwa yang harus diperhatikan bukan hanya penilaian dari lembaga-lembaga seperti S&P, melainkan juga bagaimana pasar bereaksi terhadap informasi tersebut dan kembali menyesuaikan harga yang wajar. Walaupun berita downgrade ini membawa sentimen negatif bagi pasar, kita harus ingat bahwa selalu akan ada peluang bagi mereka yang pintar mengendalikan risiko dan disiplin mengamati fundamental perusahaan. Kamu bisa baca selengkapnya di sini.
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (āStockbitā), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masingāmasing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihakāpihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihakāpihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$MEDC
$PGEO
$ELSA
$ENRG
$BKSL
$BULL
$KPIG
$BRMS