
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 6.007,7 +2,07% | +Rp287,8 miliar | 17.870 -0,68% | 4.245 +3,17% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 86,7 -4,07% | 143,0 -3,74% | 4.470 -1,78% | 17.693 +0,08% |
đź‘‹ Stockbitor!
IHSG naik +2,1% dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat +0,7% ke level Rp17.870 pada Jumat (12/6), didorong oleh turunnya harga minyak seiring optimisme tercapainya kesepakatan AS–Iran dan klaim Danantara bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia hanya akan bertindak sebagai pengawas ekspor dan bukan sebagai broker/trader.
- Harga Minyak Brent <US$90/Barrel seiring Optimisme Kesepakatan Damai AS–Iran — Harga minyak mentah Brent turun -4,1% ke kisaran ~US$86,7/barrel pada Jumat (12/6), didorong oleh kabar bahwa AS dan Iran semakin dekat untuk menandatangani perjanjian guna membuka kembali Selat Hormuz menjelang pertemuan Group of Seven (G7) pada 15–17 Juni 2026. Para pejabat anonim G7 mengatakan kepada Bloomberg bahwa Iran telah mengindikasikan bahwa kesepakatan kemungkinan akan tercapai, meski kemungkinan akan berbentuk nota kesepahaman dan bukan kesepakatan akhir.
- Danantara Klaim Hanya Bertindak sebagai Pengawas Ekspor — COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pada Kamis (11/6) bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan mengawasi transaksi ekspor untuk mencegah under–invoicing, tetapi tidak akan mengambil alih ekspor itu sendiri. Donny menyebut bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia “tidak mengambil barang (produsen) dan menjadi broker yang kemudian menjualnya.” Dalam pernyataan terpisah, PT Danantara Sumberdaya Indonesia mengonfirmasi kabar yang menyebut bahwa mulai 1 Januari 2027, perusahaan akan bertindak sebagai perantara tunggal untuk ekspor, tetapi tidak akan mengambil posisi sebagai trader. Sebelumnya, Peraturan Pemerintah No. 24/2026 terkait sentralisasi ekspor komoditas strategis menyatakan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan menentukan harga jual ekspor serta dapat menentukan margin.
Di sisi lain, Fitch Ratings mengatakan bahwa eksportir komoditas Indonesia menghadapi peningkatan risiko kredit, menyusul kewenangan yang diberikan Peraturan Pemerintah No. 24/2026 kepada PT Danantara Sumberdaya Indonesia untuk menentukan harga jual ekspor serta dapat menentukan margin per 1 Januari 2027. Fitch menilai bahwa aturan ini berpotensi mengikis fleksibilitas penetapan harga, mengurangi kendali atas hasil ekspor, memperpanjang hari piutang, serta memicu hambatan logistik dan administrasi selama masa transisi. Fitch menambahkan bahwa dampak risiko–risiko tersebut kemungkinan akan lebih mudah dikelola untuk perusahaan dengan neraca keuangan yang kuat atau operasi yang terdiversifikasi. Mengingat detail kebijakan masih belum pasti, Fitch menyebut bahwa profil kredit sektor pertambangan dan perkebunan Indonesia akan bergantung pada pendekatan implementasi dan desain kebijakan.
Key Takeaway
Potensi meredanya konflik AS–Iran — yang mendorong harapan harga energi yang lebih rendah dan meredanya risiko geopolitik — mengangkat sentimen risk–on global dengan bursa saham AS dan Eropa kompak menguat, sementara IHSG naik hingga menembus level psikologis 6.000. Tren penurunan harga minyak, ditambah kenaikan harga Pertamax sebesar +32%, berpotensi meringankan beban impor energi Indonesia sekaligus meredakan kekhawatiran pelebaran defisit fiskal yang sempat menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke atas 18.000.
Sementara itu, penegasan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai pengawas ekspor (bukan pengambil alih) memicu rebound saham komoditas yang sempat terkoreksi, seperti $AADI (+7,45%), $ITMG (+5,03%), $MBMA (+7,59%), dan $NCKL (+13,38%). Meski demikian, bagaimana implementasi riil di lapangan — termasuk terkait kewenangan menentukan harga dan margin yang dimiliki PT Danantara Sumberdaya Indonesia (berdasarkan peraturan) — menyiratkan bahwa overhang belum sepenuhnya hilang.
🏦 BBRI Berencana Buyback Saham hingga Rp500 M
- $BBRI: Bank Rakyat Indonesia berencana melaksanakan buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp500 M pada periode 12 Juni–11 September 2026. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan RUPS, seiring relaksasi yang diberikan oleh OJK untuk stabilisasi pasar modal. Sebelumnya, Bloomberg Technoz melaporkan pada Selasa (9/6) bahwa Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menggelar pertemuan dengan perwakilan dari Danantara, himpunan bank milik negara (Himbara), BPJS, dan asuransi BUMN untuk membahas buyback saham Himbara.
- $PYFA: Pyridam Farma mengumumkan menunda pelaksanaan rencana rights issue. Keputusan ini diambil setelah perseroan mempertimbangkan kondisi pasar modal dan makroekonomi terkini yang dinilai belum kondusif untuk mendukung pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Perseroan akan terus memantau perkembangan kondisi pasar dan akan mempertimbangkan kembali pelaksanaan rights issue pada waktu yang dinilai lebih tepat, setelah kondisi pasar menjadi lebih stabil dan kondusif. Sebelumnya, rencana pelaksanaan rights issue ini telah disetujui dalam RUPSLB pada 22 April 2026.
- $PTBA: Pemegang saham Bukit Asam pada Kamis (11/6) menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan. Bambang Ismawan diangkat sebagai direktur utama, menggantikan Arsal Ismail. Bambang merupakan purnawirawan TNI dan sebelumnya menjabat sebagai komisaris utama PTBA. Sementara itu, posisi komisaris utama kini diisi oleh Ida Bagus Putu Dunia yang merupakan seorang purnawirawan TNI.
- $MLBI: Multi Bintang Indonesia akan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai ~Rp781,7 M atau Rp371/saham. Jumlah ini mengindikasikan yield dividen final ~6,2% per Jumat (12/6). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 19 Juni 2026, sementara pembayaran pada 10 Juli 2026. Sebelumnya, MLBI telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp190/saham pada Desember 2025, sehingga dividend payout ratio tahun buku 2025 mencapai ~100% (vs. 2024: ~100%).
- $TBIG: Tower Bersama Infrastructure akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp1,1 T atau Rp47/saham, setara ~74% dividend payout ratio (vs. 2024: ~80%). Jumlah ini mengindikasikan dividend yield ~3,3% per Jumat (12/6). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 18 Juni 2026, sementara pembayaran pada 9 Juli 2026.
- $MDIY: Katadata melaporkan bahwa pemegang saham Daya Intiguna Yasa pada Kamis (11/6) menyetujui rencana pembagian dividen tahun buku 2025 senilai Rp17,62/saham, setara 40% dividend payout ratio, menandai pembagian dividen perdana perseroan sejak melantai di BEI pada Desember 2024. Jumlah tersebut mengindikasikan dividend yield ~2,1% per Jumat (12/6). Cum dividen dan tanggal pembayaran belum diketahui.
- $GSMF: Equity Development Investment berencana menggelar private placement hingga ~1,4 miliar (10%) saham baru dengan efek dilusi hingga 9,09%. Seluruh saham akan diambil oleh pengendali, Equity Global International Ltd., yang berkomitmen menyetor dana Rp150 M. Perolehan dana ditujukan untuk penyertaan modal ke anak usaha perseroan, PT Equity Finance Indonesia, guna perbaikan kinerja keuangan, sementara sisanya untuk pengembangan usaha perseroan. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 15 Juni 2026.
🔎 Insider Transactions

Top Gainer 🔥
$INDY | $NCKL | $CBDK | $DSSA |
| +18,32% | +13,38% | +13,25% | +13,01% |
Top Loser 🤕
$PSAB | $TCPI | $ISAT | $HEAL |
| -14,91% | -3,12% | -2,11% | -1,74% |
 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengatakan pada Kamis (11/6) bahwa pemerintah memutuskan untuk memangkas target pembangunan dari 80.000 koperasi menjadi 40.000 koperasi. Langkah ini diambil seiring perubahan fokus dari sekadar mengejar jumlah pembangunan fisik menjadi fokus pada penguatan operasional dan keberlanjutan usaha. Dari ~83.000 titik koperasi yang telah terbentuk secara kelembagaan, baru 12.533 lokasi yang selesai dibangun, sementara 22.737 lokasi masih dalam proses konstruksi dan lahan yang telah terverifikasi mencapai ~35.000 titik.
- Reuters melaporkan bahwa Danantara melalui Danantara Investment Management pada Jumat (12/6) berhasil menghimpun dana sebesar US$1,5 miliar melalui penerbitan obligasi dolar AS perdananya. Dana tersebut didapatkan dalam bentuk penerbitan obligasi senilai US$750 juta dengan tenor 5 lima tahun dan yield 5,35%, serta obligasi senilai US$750 juta dengan tenor 10 tahun dan yield 5,95%. Reuters melaporkan bahwa permintaan investor mencapai lebih dari US$4,6 miliar, jauh di atas nilai penerbitan yang ditawarkan, sehingga membuat Danantara dapat memangkas yield final sebesar 35 bps dan meningkatkan ukuran penerbitan obligasi dari rencana awal. Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk kebutuhan korporasi secara umum, termasuk pembiayaan investasi dan refinancing utang. Obligasi tersebut dijadwalkan diterbitkan pada 18 Juni 2026, sebagai bagian dari program global medium–term note (GMTN) senilai US$5 miliar. Citigroup, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered bertindak sebagai joint bookrunner dan joint lead manager dalam transaksi tersebut.
- Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan pada Jumat (12/6) bahwa pihaknya melihat inflow telah meningkat setelah lelang SRBI pada 10 Juni 2026 serta ke obligasi pemerintah tenor jangka pendek dan menengah, menandakan bahwa investor asing “merespons positif” keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga secara mendadak sebesar 25 bps pada Selasa (9/6). Bank Indonesia akan terus mempertahankan daya tarik instrumen keuangan domestik untuk mendukung arus masuk modal asing, mengoptimalkan langkah–langkah untuk menstabilkan rupiah secara konsisten dan terukur, serta melanjutkan intervensi melalui NDF di pasar luar negeri, transaksi spot, dan DNDF di pasar domestik.
- Bloomberg melaporkan bahwa Bank Indonesia telah memperketat pengawasan terhadap bank internasional dan domestik untuk membendung penurunan rupiah. Narasumber Bloomberg mengatakan bahwa Bank Indonesia memantau transaksi valuta asing bank untuk memastikan transaksi dilakukan untuk tujuan komersial dan bukan spekulatif, serta telah meningkatkan pengawasan terhadap 7 bank dengan volume perdagangan valuta asing yang tinggi. Narasumber Bloomberg juga menyebut bahwa Bank Indonesia telah mengirimkan petugas ke ruang transaksi untuk memantau transaksi valuta asing dan memastikan setiap pembelian dolar AS dilakukan dengan dokumentasi yang sesuai. Bank juga disebut dilarang memegang posisi beli (long position) dalam dolar AS dan melakukan taruhan spekulatif. Bloomberg menyebut bahwa peningkatan pengawasan dari Bank Indonesia ini menunjukkan kekhawatiran yang semakin besar di kalangan pejabat Indonesia terkait penurunan nilai tukar rupiah, yang dipicu oleh kekhawatiran atas kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto dan diperburuk oleh kenaikan harga minyak akibat perang Iran.
- Reuters melaporkan bahwa Bank Indonesia dan bank sentral China sepakat untuk menjajaki kemungkinan peningkatan nilai kerja sama bilateral currency swap antara kedua negara. Kesepakatan tersebut diumumkan setelah Bank Indonesia, Perry Warjiyo, bertemu dengan Gubernur People's Bank ​of China, Pan Gongsheng, di Shanghai pada Kamis (11/6). Dalam pertemuan tersebut, kedua bank sentral tersebut juga berkomitmen untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral dan pembayaran lintas negara. Selain itu, kedua pihak juga menandatangani nota kesepahaman untuk pembentukan renminbi clearing bank di Indonesia. Perry menyatakan bahwa kerja sama keuangan antara Indonesia dan China ke depan diharapkan dapat memperkuat transaksi menggunakan mata uang lokal, mengembangkan infrastruktur keuangan, serta memperluas kerja sama antar–bank sentral.
- Kontan melaporkan bahwa gelombang pemadaman listrik bergilir di wilayah Jawa, Madura, dan Bali sejak Senin (8/6) menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha. Kontan melaporkan bahwa defisit pasokan listrik mencapai 2.000 MW, dengan stok batu bara di PLTU milik grup PLN hanya tersisa 12 hari operasi dan PLTU independen tersisa 11 hari, jauh di bawah standar minimum 26 hari. Berdasarkan data per 9 Juni 2026, PLTU besar di sistem Jawa, Madura, dan Bali dilaporkan sudah memasuki status kritis. CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, memperkirakan bahwa pemadaman dipicu oleh keterlambatan pengiriman batu bara ke PLTU, salah satunya akibat tertundanya pengesahan RKAB oleh Kementerian ESDM. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, membantah kaitan dengan pasokan batu bara dan menyebut pemadaman murni dipicu kendala teknis, sementara PLN belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab defisit.
🤨 Big Banks Menarik, Tetapi Saham Commodities Jauh Lebih Menarik
“Ingat, PE itu harus dihitung ke depan. Price is what you pay but value is what you get. Kalo cuma liat harga turun beli, harga naik jual, itu namanya akuntan bukan value investor.” — Hauw2x
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Dalam memilih saham untuk investasi, kita dihadapkan pada berbagai pilihan sektor: perbankan, ritel, otomotif, hingga komoditas. Stockbitor Hauw2x berargumen dalam tulisannya bahwa dengan kondisi ekonomi saat ini, sektor komoditas lebih menarik dari big banks, meskipun sektor perbankan menawarkan stabilitas harga dan return yang konsisten. Alasan utamanya adalah karena big banks merupakan proksi ekonomi domestik; jika daya beli melemah dan kebijakan tidak kondusif, seperti pemangkasan bunga kredit mikro dari 24% menjadi 9%, margin bank akan tertekan dan NPL tentunya naik. Komoditas justru bersifat resilient: eksportir yang berpendapatan dolar namun berbiaya rupiah justru diuntungkan saat rupiah melemah, dengan forward PER yang bahkan lebih murah dari big banks dan dividen recurring yang menarik. Oleh karena itu, investor perlu jeli menimbang kondisi makroekonomi yang terus berkembang dan berubah bukan sekadar mengejar harga murah. Baca selengkapnya di sini!
Sekilas tentang Haux2x
Hauw2x dikenal sebagai Investor yang cukup aktif menuliskan pemikirannya terkait pasar saham disertai sudut pandang Makro Ekonomi dan mengulas emiten dengan analisa yang mendalam. Tak jarang dia memberikan tips & trik investasi untuk pemula.
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$INDY
$NCKL
$CBDK
$DSSA
$PSAB
$TCPI
$ISAT
$HEAL