🌓 Implementasi B50 Ditunda, Bea Ekspor CPO Naik / by Stockbit Snips

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance šŸš€

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
9.033 +0,94%+Rp1,2 triliun16.860 -0,03%4.645 +0,99%
Oil Coal CPO Nickel
64,8 -1,08%109,8 +2,14%4.057 -0,17%17.681 -1,16%

šŸ‘‹ Stockbitor!

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa pemerintah akan mempertahankan mandatori pencampuran biodiesel B40 hingga akhir 2026. Selain itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit mengumumkan bahwa pemerintah akan menaikkan pungutan ekspor CPO dari 10% menjadi 12,5% per Maret 2026. Pemerintah juga akan menaikkan pungutan pada produk kelapa sawit lainnya sebesar 2,5 percentage point.

Sebelumnya, pemerintah menyebut bahwa mandatori B50 akan diluncurkan pada 2H26. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Selasa (13/1) bahwa peluncuran mandatori biodiesel B50 akan bergantung pada selisih harga antara minyak mentah dan CPO. Airlangga menyebut bahwa dengan kondisi harga saat ini, arahan dari Presiden Prabowo Subianto adalah untuk mempertahankan B40 pada tahun ini, tetapi bersiap untuk B50.

Per Selasa (13/1), Reuters mencatat bahwa kontrak berjangka CPO Malaysia untuk pengiriman Februari 2026 memiliki selisih harga yang lebih tinggi sekitar US$370/ton dibandingkan kontrak berjangka ICE Brent untuk pengiriman Februari 2026, melebar dari selisih sekitar US$300/ton pada Oktober dan November 2025.

Pada Oktober 2025, Kementerian ESDM memperkirakan bahwa mandatori B50 akan membutuhkan 20,1 juta kilo liter biofuel berbasis minyak sawit per tahun, lebih tinggi dibandingkan B40 yang diperkirakan membutuhkan 15,6 juta kio liter. Berdasarkan data Kementerian ESDM, pemanfaatan biodiesel domestik selama 2025 — atau ketika B40 diimplementasikan — tercatat mencapai 14,2 juta kilo liter.

Key Takeaway

Kami menilai keputusan pemerintah untuk mempertahankan tingkat pencampuran sebagai keputusan yang masuk akal, mengingat melebarnya gap antara harga CPO dan harga minyak mentah akan memberikan tekanan pada dana sawit untuk subsidi biodiesel. Pada periode harga minyak yang rendah saat ini — sekitar US$60/barrel — lebih menguntungkan bagi pemerintah untuk mengimpor minyak mentah.

Bagi sektor sawit sendiri, dipertahankannya tingkat pencampuran berpotensi mengurangi prospek pertambahan permintaan, sementara menaikkan pungutan ekspor membuat program biodiesel menjadi lebih berkelanjutan dari sisi pendanaan. Selain dinamika pada sisi permintaan, investor juga perlu mencermati dinamika suplai, baik dari perkembangan stok Malaysia dan potensi bertambahnya lahan sawit sitaan.

šŸ¤‘ BREN: Prajogo Tambah Kepemilikan; Konfirmasi Potensi PLTP 55–60 MW

  • $BREN: Pengendali Barito Renewables Energy, Prajogo Pangestu, membeli 1,33 juta saham BREN dengan harga rata–rata ~Rp8.930/lembar atau senilai ~Rp11,9 M pada 13 Januari 2026, sehingga kepemilikan langsung Prajogo Pangestu di BREN naik dari 0,103% menjadi 0,104%. Dalam kabar terpisah, Kontan melaporkan bahwa BREN melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal Indonesia, telah mengonfirmasi potensi pembangkitan listrik sekitar 55–60 MW dari eksplorasi panas bumi di Gunung Hamiding, Kabupaten Halmahera Utara. Direktur Utama BREN, Hendra Soetjipto Tan, mengatakan bahwa penyelesaian eksplorasi tersebut menjadi dasar bagi pengembangan panas bumi di wilayah Halmahera.
  • $AKRA: Manajemen AKR Corporindo mengatakan dalam analyst meeting pada Rabu (14/1) bahwa perseroan menargetkan laba bersih selama 2026 dapat tumbuh +7–10% YoY, didukung oleh ekspektasi pertumbuhan laba bersih dari segmen perdagangan BBM dan distribusi kimia sebesar +4–6% YoY dan target penjualan lahan JIIPE sekitar 90–100 ha. Untuk mendukung target tersebut AKRA mengalokasikan capex sebesar Rp1,2 T pada 2026 guna pengembangan infrastruktur bisnis inti dan ekspansi armada kapal dan/atau akuisisi. AKRA berencana menambah 3 kapal baru untuk transportasi kimia dan minyak, sehingga total armada menjadi 17 kapal. Manajemen juga tengah melakukan due diligence atas 1 perusahaan berskala signifikan yang telah beroperasi dan memiliki arus kas stabil, meski tidak merinci identitasnya lebih lanjut. Untuk kawasan industri, AKRA mencatatkan penjualan lahan sebesar 62 ha pada 4Q25 (vs. 4Q24: 6 ha, 3Q25: 0 ha), sehingga total penjualan lahan selama 2025 mencapai 84 ha (+121% YoY) dan sejalan dengan target 2025 di kisaran 80–110 ha.
  • $SIDO: Komisaris Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Venancia Sri Indrijati Wijono, mengatakan kepada Bloomberg bahwa pengendali SIDO, PT Hotel Candi Baru, terbuka untuk mendatangkan investor strategis guna membawa bisnis perseroan ā€œke tingkat yang lebih tinggi.ā€ Venancia menambahkan bahwa minat beberapa investor potensial sedang dieksplorasi, tetapi belum ada tindakan lebih lanjut yang diambil. Venancia menolak berkomentar mengenai besaran saham SIDO yang akan dijual, tetapi mengatakan bahwa SIDO tidak terburu–buru dan fokus saat ini adalah meningkatkan kinerja. Narasumber anonim Bloomberg mengatakan bahwa rencana transaksi tersebut dapat memvaluasi SIDO sekitar US$1 miliar.
  • $ASII: Astra International mengumumkan telah merampungkan buyback sebanyak ~305,2 juta (0,75%) saham dengan harga rata–rata Rp6.553/lembar atau senilai total ~Rp2 T pada 3 November 2025–30 Januari 2026. Setelah transaksi ini, tidak ada sisa alokasi dana buyback.
  • $PGEO: Direktur Pertamina Geothermal Energy, Ahmad Yani, mengatakan bahwa pihaknya telah memulai proyek pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW, dengan target commissioning operation date (COD) pada 2030. Saat ini, PGEO mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW. Perseroan juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, antara lain PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, serta beberapa proyek co–generation dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW. PGEO menargetkan kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri dapat mencapai 1 GW dalam 2–3 tahun ke depan dan 1,8 GW pada 2033.
  • $SOTS: Satria Mega Kencana menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan pihak afiliasi, PT Dwimukti Graha Kencana, di mana SOTS akan melakukan penyertaan modal di PT Dwimukti Graha Kencana menggunakan dana yang diperoleh dari rights issue. PT Dwimukti Graha Kencana sendiri bergerak di bidang usaha restoran, cafe, bar, dan perdagangan di Desa Kitsune, Bali. Sebelumnya, SOTS berencana menggelar rights issue dengan menerbitkan hingga ~1,4 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan yang belum diumumkan. Rencana rights issue ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 28 Januari 2026.
  • $HOPE: Pemegang saham Harapan Duta Pertiwi, PT Celebes Mining Resources, menjual ~105,4 juta saham HOPE dengan harga rata–rata Rp45/lembar atau Rp4,7 M pada 9 Januari 2026. Harga transaksi tersebut lebih rendah sekitar -80% dibandingkan harga penutupan saham HOPE pada hari yang sama di level Rp220/lembar. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Celebes Mining Resources di HOPE turun dari 18,82% menjadi 13,87%.
  • $ADHI: Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Rozi Sparta, mengatakan bahwa pihaknya mencatat nilai kontrak baru sebesar Rp18,1 T selama 2025 (-9,5% YoY). Realisasi tersebut setara ~106% target 2025 yang telah direvisi turun dari kisaran Rp25–28 T menjadi Rp17 T. Berdasarkan segmentasinya, perolehan kontrak baru berasal dari segmen engineering & construction (91%), diikuti oleh manufacture (5%), property & hospitality (3%), dan investment & concession (1%). Berdasarkan tipe pekerjaan, sebesar 43% kontrak baru berasal dari pekerjaan gedung, 15% infrastruktur sumber daya air, 14% jalan & jembatan, dan sisanya lainnya. Berdasarkan sumber pendanaan, nilai kontrak baru berasal dari pemerintah sebesar 69%, BUMN sebesar 23%, dan sisanya swasta.

Top Gainer šŸ”„

$TINS $PTRO $BRIS $NCKL
+7,65%+7,59%+6,64%+6,42%

Top Loser šŸ¤•

$JPFA $SRTG $AVIA $HEAL
-4,74%-3,45%-2,83%-2,78%

ā€ŠšŸ”„ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Reuters melaporkan bahwa rancangan peraturan presiden terkait ojek online akan memangkas batas komisi — jumlah yang diambil perusahaan transportasi daring dari pengemudi untuk setiap perjalanan — dari 20% menjadi 10%. Rancangan peraturan tersebut juga akan mewajibkan platform ride–hailing untuk membayar penuh asuransi kecelakaan dan kematian pengemudi, yang dapat menelan biaya sekitar US$1 per bulan untuk setiap pengemudi. Rancangan peraturan tersebut juga akan membagi premi asuransi kesehatan, usia lanjut, dan pensiun untuk pekerja industri, yang berpotensi meningkatkan biaya perekrutan lebih lanjut. Narasumber industri anonim yang telah melihat draft peraturan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa sebagian besar pemain di industri ini tidak dapat menanggung perubahan dalam regulasi tersebut.
  • Reuters melaporkan bahwa harga minyak pada perdagangan Selasa (13/1) naik lebih dari +2%, dengan harga Brent futures naik +2,5% ke US$65,5/barrel dan WTI futures naik +2,8% ke US$61,2/barrel. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik dari kerusuhan di Iran, yang memunculkan kekhawatiran atas gangguan pada ekspor minyak Iran. Selain itu, Presiden AS, Donald Trump, membuka kemungkinan tindakan militer di Iran dan pemberian tarif sebesar 25% bagi negara yang tetap berbisnis dengan Iran.
  • Biro statistik tenaga kerja AS mencatat bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) di AS pada Desember 2025 stabil dibandingkan November 2025, dengan inflasi inti di bawah ekspektasi. Inflasi IHK di AS pada Desember 2025 mencapai 2,7% YoY dan 0,3% MoM, sejalan dengan ekspektasi. Sementara itu, inflasi inti mencapai 2,6% YoY (vs. November 2025: 2,6% YoY) dan 0,2% MoM, lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus di level 2,7% YoY dan 0,3% MoM.
  • Bloomberg melaporkan bahwa Citigroup merevisi naik proyeksi jangka pendek harga emas menjadi US$5.000/oz dan perak menjadi US$100/oz dalam 3 bulan ke depan, dari estimasi sebelumnya masing–masing di US$4.200/oz dan US$62/oz. Revisi ini didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik, keterbatasan pasokan fisik, serta kembali munculnya ketidakpastian terkait independensi The Fed. Untuk jangka waktu 6–12 bulan ke depan, Citigroup menargetkan harga emas di US$4.000/oz dan perak di US$70/oz.
  • Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Erwin Hutapea, mengatakan kepada Bloomberg pada Rabu (14/1) bahwa pihaknya melakukan intervensi di pasar valuta asing karena rupiah bergerak mendekati rekor terendah dalam sejarah. Kurs rupiah terhadap dolar AS sendiri pada penutupan perdagangan hari Rabu (14/1) berada di level 16.860 (-0,03%), mendekati level all–time low di 16.957 yang dicetak pada perdagangan intraday 9 April 2025. Bloomberg melaporkan bahwa pelemahan rupiah belakangan ini didorong oleh kekhawatian fiskal, dengan APBN 2025 mencetak defisit 2,92% terhadap PDB atau hampir menyentuh batas legal di 3% terhadap PDB.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa pihaknya berencana menambah 1 layer tarif cukai rokok pada tahun ini untuk memberi ruang kepada pengusaha rokok ilegal untuk masuk ke dalam sistem legal. Purbaya menyebut bahwa aturan tersebut kemungkinan akan rilis pada pekan depan. Kontan mencatat bahwa peraturan yang berlaku sejak 2022 telah menyederhanakan jumlah layer tarif cukai rokok dari 10 layer menjadi 8 layer, sehingga penambahan layer baru ini akan meningkatkan jumlah layer tarif cukai menjadi 9 layer.
  • Staf Khusus di Kementerian Pertanian, Sam Herodian, mengatakan pada Selasa (13/1) bahwa pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp20 T untuk membangun klaster ayam petelur dan pedaging di 13 provinsi secara bertahap, yang mencakup pengadaan bibit grand parent stock hingga produksi sosis. Sam menambahkan bahwa proyek tersebut akan dimulai dengan 7 klaster pada 2026, di mana proses pembangunan akan dimulai pada Januari 2026. Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada November 2025 mengatakan bahwa pemerintah akan membangun 12 pabrik pakan ayam untuk membantu para peternak kecil mendapatkan harga pakan yang lebih terjangkau. Kontan melaporkan bahwa Danantara akan menjadi pelaksana pembangunan pabrik pakan ayam tersebut dan penugasannya akan diberikan kepada BUMN.
  • Komisaris Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company ($ULTJ), Suhendra Prawira Widjaja, membeli ~1,5 juta saham ULTJ dengan harga rata–rata Rp1.448/lembar atau senilai total ~Rp2,2 M pada 8–9 Januari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan Suhendra Prawira Widjaja di ULTJ naik dari 1,29% menjadi 1,31%.
  • Modern Internasional ($MDRN) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa perseroan sedang menjajaki pembicaraan dengan beberapa kreditur perseroan untuk menawarkan proses konversi utang menjadi saham dalam rangka memperbaiki ekuitas.

šŸ‚ Euforia Bull Market

ā€œBull market memang ramah, tapi tidak adil.ā€ — HendraSetiawan08

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Dalam kondisi bull market, banyak investor yang percaya bahwa saham apapun yang dibeli sudah hampir pasti naik. Padahal, trend bullish tidak serta–merta menjamin keuntungan bagi semua. Dalam tulisannya HendraSetiawan08 membongkar mitos ā€œbeli apa aja naikā€ yang kerap terdengar di puncak kenaikan pasar dan menunjukkan bagaimana euforia serta FOMO justru bisa membuat banyak ritel minus meskipun indeks sedang naik. Beliau menekankan bahwa pasar yang ramah bullish hanya akan ā€œmengangkatā€ siapa pun yang masuk dengan analisa jernih dan trade plan yang disiplin, bukan sekadar ikut arus atau mengikuti sentimen ramai. Beliau juga mengingatkan bahwa bull market ramah, tetapi tidak adil. Yang terpenting adalah keputusan yang direncanakan, bukan keberuntungan instan. Penasaran seperti apa logika lengkapnya? Simak ulasan selengkapnya dalam tulisan berikut ini!

Copyright 2025 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Sekuritas Digital (ā€œStockbitā€), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Semua konten dalam website ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.