
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 5.096,8 +0,79% | -Rp112,5 miliar | 18.150 +0,13% | 3.909 +0,27% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 108,4 -4,42% | 150,8 -1,12% | 4.649 -0,68% | 15.271 -1,71% |
👋 Stockbitor!
Pada Senin (2/11), BPS dan S&P Global mengumumkan sejumlah data makroekonomi Indonesia, di mana inflasi Oktober 2026 melandai ke 3,23% YoY dan di bawah ekspektasi konsensus, sementara neraca perdagangan September 2026 mencetak surplus US$3,36 miliar dan melampaui ekspektasi. Adapun Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur pada Oktober 2026 naik ke 54 (vs. September 2026: 52,4), menandai ekspansi aktivitas pabrik yang terkuat sejak Maret 2024. Berikut rinciannya:
- Inflasi Oktober 2026 Melandai ke 3,23% YoY, di Bawah Ekspektasi Konsensus — Inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Oktober 2026 melandai ke level 3,23% YoY (vs. September 2026: inflasi 3,28% YoY), lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi 3,30% YoY dan masih sejalan dengan target inflasi Bank Indonesia pada 2026 di kisaran 2,5±1%. Secara bulanan, inflasi IHK mencapai 0,22% MoM (vs. September 2026: inflasi 0,3% MoM), utamanya didorong oleh kenaikan harga kelompok ‘makanan, minuman, dan tembakau’ seiring kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, beras, daging sapi, dan daging ayam ras. Inflasi inti melandai ke 2,56% YoY (vs. September 2026: inflasi 2,84% YoY) lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi inti 2,7% YoY, salah satunya disebabkan oleh efek high–base dari harga emas perhiasan pada Oktober 2025, tercermin dari turunnya andil emas perhiasan menjadi 0,22 percentage point (vs. September 2026: 0,44 percentage point). Sementara itu, andil komponen harga bergejolak terhadap inflasi IHK justru naik menjadi 0,96 percentage point (vs. September 2026: 0,83 percentage point). Di sisi lain, harga beras perlu dicermati karena rata–rata harga beras pada Oktober 2026 mencapai level tertinggi sejak awal tahun, yakni Rp15.765/kg di tingkat eceran (vs. Januari 2026: Rp15.013/kg).
- Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$3,36 Miliar pada September 2026, Lampaui Ekspektasi — BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia mencetak surplus US$3,36 miliar pada September 2026 (vs. Agustus 2026: surplus US$3,55 miliar), melampaui ekspektasi konsensus yang memperkirakan surplus US$1,79 miliar. Hasil ini ditopang oleh surplus sektor non–migas sebesar US$5,67 miliar, utamanya dari ekspor industri pengolahan yang tumbuh +17% YoY didorong minyak kelapa sawit, sementara ekspor pertambangan justru turun -9% YoY seiring melemahnya ekspor bijih tembaga. Sementara itu, sektor migas mencetak defisit US$2,32 miliar seiring masih tingginya impor migas +24% YoY, terutama dari hasil minyak (+37% YoY). Secara kumulatif selama 9M26, kenaikan nilai ekspor komoditas utama masih didominasi faktor harga: nilai ekspor batu bara (+5% YoY) dan besi baja (+4% YoY) naik meski volumenya turun masing–masing -11% dan -6% YoY. Pengecualian ada pada CPO dan turunannya, yang nilainya naik +16% YoY ditopang oleh kenaikan harga sekaligus volume (+8% YoY).
- PMI Manufaktur Naik ke 54 pada Oktober 2026 — S&P Global mencatat PMI manufaktur Indonesia naik ke 54 pada Oktober 2026 (vs. September 2026: 52,4), menandai ekspansi aktivitas pabrik yang terkuat sejak Maret 2024. Kenaikan tersebut didorong oleh pesanan baru yang tumbuh paling cepat sejak Oktober 2021, seiring membaiknya keyakinan pelanggan dan peluncuran produk baru, sehingga output produksi naik paling cepat sejak Maret 2024. Pesanan ekspor baru bahkan mencatat kenaikan tercepat sejak survei dimulai pada April 2011. Untuk memenuhi permintaan, perusahaan menambah pembelian dan persediaan bahan baku, serta menggunakan stok barang jadi yang turun paling tajam sejak Agustus 2020. Meski demikian, penyerapan tenaga kerja hanya naik tipis dan melambat dibandingkan September 2026. Di sisi harga, inflasi biaya input meningkat seiring kenaikan harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar, yang mendorong produsen menaikkan harga jual produk dengan laju yang lebih cepat pada Oktober 2026.
Key Takeaway
Meski inflasi Oktober 2026 melandai dan berada di bawah ekspektasi, risiko inflasi masih perlu diwaspadai ke depannya. BPS memperkirakan penurunan produksi beras pada 4Q26 akan berkisar -16% YoY, sementara survei PMI manufaktur Indonesia dari S&P Global menunjukkan bahwa produsen sedang dalam siklus menaikkan harga jual produk. Ditambah dengan tren pelemahan rupiah dari sentimen negatif terkait MSCI, Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan BI Rate sebanyak 1x sebesar 25 bps pada akhir 2026 untuk mendukung nilai tukar. Harga minyak sendiri turun cukup dalam ke US$108,4/barrel (-4,4%) pada hari ini dan berpotensi memberikan relief bagi rupiah jika penurunannya berlanjut.
Dari aspek pertumbuhan, angka neraca dagang yang positif serta tren PMI manufaktur yang relatif solid dalam 2 bulan terakhir berpotensi mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga hingga akhir tahun.
⛏️ AADI 3Q26: Laba Bersih -37% QoQ, Operasional Sejalan Ekspektasi, Bottomline Terdampak Beban Pajak
- $AADI: Adaro Andalan Indonesia mencatat penurunan laba bersih pada 3Q26 menjadi US$209 juta (-37% QoQ, +32% YoY), sehingga laba bersih selama 9M26 mencapai US$683 juta (+16% YoY). Penurunan laba bersih pada 3Q26 utamanya didorong oleh: 1) penurunan pendapatan (-6% QoQ) dari melemahnya pendapatan penambangan batu bara dan logistik; 2) kontraksi margin laba kotor ke level 29,7% (vs. 2Q26: 34,9%) akibat kenaikan biaya royalti; dan 3) kenaikan beban pajak akibat penjualan Kestrel yang bersifat one–off. AADI mencatat penurunan volume penjualan pada 3Q26 menjadi 17,9 juta ton (-3% QoQ), yang kami perkirakan disebabkan oleh gangguan logistik pengangkutan batu bara dari tambang ke pelabuhan seiring berkurangnya debit air sungai Barito akibat El Nino. Sementara itu, harga jual batu bara AADI pada 3Q26 sedikit turun ke level US$75,2/ton (-1% QoQ), berlawanan dengan tren kenaikan harga acuan batu bara ICI–3 ke level US$86,7/ton (+6% QoQ) pada periode yang sama. Secara operasional, laba usaha pada 3Q26 turun -21% QoQ menjadi US$359 juta dengan margin laba usaha menyusut ke 25,4% (vs 2Q26: 30,3%), sehingga laba usaha selama 9M26 mencapai US$1 miliar (+32% YoY) dan sejalan dengan ekspektasi karena setara 76% estimasi 2026F konsensus. Selain itu, AADI telah membukukan keuntungan sebesar US$21,5 juta dan penerimaan cash sebesar ~US$735 dari penjualan Kestrel.
- $TLKM: Telkom Indonesia mencatat penurunan laba bersih pada 3Q26 menjadi Rp3,8 T (-39% QoQ, -16% YoY), sehingga laba bersih selama 9M26 menjadi Rp14,4 T (-4% YoY). Penurunan laba bersih pada 3Q26 utamanya disebabkan oleh: 1) penurunan pendapatan (-3% QoQ, +3% YoY) seiring menurunnya jumlah pelanggan dan ARPU; 2) kontraksi margin laba usaha ke level 25,1% (vs. 2Q26: 28,4%, 3Q25: 24,9%) akibat kenaikan beban pokok pendapatan dan opex; dan 3) kerugian atas investasi yang belum terealisasi setelah pajak sebesar ~Rp1,3 T. Penurunan pendapatan pada 3Q26 disebabkan oleh menurunnya jumlah pelanggan menjadi 151,1 juta (-1,6% QoQ, -4,1% YoY) serta ARPU ke Rp44,9 ribu (-2,4% QoQ, +3,5% YoY). Perbandingan realisasi laba bersih TLKM selama 9M26 dengan konsensus sulit dilakukan, mengingat sebagian besar dari penurunan laba bersih disebabkan oleh kerugian atas investasi yang belum terealisasi yang dicatat menggunakan metode mark–to–market, utamanya berasal dari: 1) penurunan signifikan harga saham GoTo Gojek Tokopedia ($GOTO) sebesar ~Rp760 M; serta b) kerugian dari investasi MDI Ventures dan lainnya sebesar ~Rp900 M. Secara operasional, laba usaha pada 3Q26 turun menjadi ~Rp9,5 T (-14% QoQ, +4% YoY) dengan margin laba usaha menyusut ke 25,1% (vs 2Q26: 28,4%), sehingga laba usaha selama 9M26 mencapai ~Rp29,7 T (+5% YoY).
- $INDF: Indofood Sukses Makmur mencatat pemulihan laba bersih yang solid ke level Rp3,1 T pada 3Q26 (+54% YoY, +78% QoQ). Laba bersih selama 9M26 mencapai Rp7,9 T, flat secara tahunan dan masih berada di bawah ekspektasi konsensus akibat kerugian kurs. Pemulihan laba bersih pada 3Q26 ditopang kinerja operasional, utamanya dari segmen Indofood CBP Sukses Makmur ($ICBP) dan ‘agribisnis’ serta ‘other income’. Secara operasional, laba usaha INDF pada 3Q26 mencapai Rp6,9 T (+17% YoY), sehingga laba usaha selama 9M26 naik +9% YoY dan melampaui ekspektasi karena setara 76% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 3 tahun terakhir: 72%). Segmen ‘consumer branded products’ di bawah ICBP dan segmen ‘agribisnis’ menjadi pendorong pertumbuhan laba usaha 3Q26, dengan masing–masing tumbuh +11% YoY dan +38% YoY. Kinerja ICBP lebih didorong oleh solidnya penjualan (+20% YoY), sementara ‘agribisnis’ lebih didorong oleh kenaikan margin — dengan margin laba usaha +12 pct. points — seiring harga CPO yang lebih tinggi. Selain kinerja operasional, laba bersih INDF pada 3Q26 turut terdorong oleh kenaikan signifikan pada pos ‘other income’, utamanya dari keuntungan penjualan aset, penjualan hak ekspor, serta kenaikan nilai aset biologis. Meski demikian, secara kumulatif, laba bersih INDF selama 9M26 terdampak signifikan oleh kerugian kurs yang mencapai Rp2,4 T (vs. 9M25: rugi Rp738 M), sehingga laba bersih selama 9M26 hanya mencapai 69% estimasi 2026F konsensus.
- $ADRO: Alamtri Resources Indonesia mencatat laba bersih US$207 juta pada 3Q26 (+14% QoQ, +64% YoY), sehingga laba bersih selama 9M26 mencapai US$517 juta (+71% YoY) dan melampaui ekspektasi karena setara 83% estimasi 2026F konsensus. Secara kuartalan, laba setelah pajak segmen ‘aluminium’ berbalik menjadi US$139 juta (vs. 2Q26: rugi US$45 juta) dari penjualan perdana sebanyak 146 ribu ton, lebih dari cukup untuk menutup penurunan laba segmen ‘mining’ menjadi US$52 juta (-54% QoQ). Penurunan laba segmen ‘mining’ pada 3Q26 sendiri ditekan oleh volume penjualan coking coal yang turun -57% QoQ menjadi 0,72 juta ton akibat gangguan logistik seiring rendahnya debit air sungai di tengah El Nino. Produksi aluminium selama 9M26 mencapai 249 ribu ton, menyisakan stok ~103 ribu ton, sehingga target penjualan sebesar 320 ribu ton pada 2026 berpotensi tercapai dengan penjualan ~174 ribu ton pada 4Q26. Di sisi lain, laba setelah pajak segmen ‘mining services’ naik menjadi US$73 juta (+16% QoQ, +22% YoY), seiring volume overburden yang naik +4% QoQ dan biaya consumables yang bertahan di US$19 juta (vs. 2Q26: US$18 juta).
- $ADMR: Alamtri Minerals Indonesia mencatat laba bersih US$143 juta pada 3Q26 (+66% QoQ, +125% YoY), sehingga laba bersih selama 9M26 mencapai US$318 juta (+56% YoY) dan sedikit di bawah ekspektasi karena baru setara 67% estimasi 2026F konsensus. Secara kuartalan, lonjakan laba berasal dari penjualan perdana aluminium, yang lebih dari cukup untuk menutup penurunan laba coking coal. Laba setelah pajak segmen ‘aluminium’ berbalik menjadi US$139 juta (vs. 2Q26: rugi US$37 juta) dengan volume penjualan perdana sebanyak 146 ribu ton. Di sisi lain, laba setelah pajak segmen ‘coking coal’ turun -54% QoQ menjadi US$52 juta seiring volume penjualan yang turun -57% QoQ menjadi 0,72 juta ton akibat gangguan logistik berupa penyusutan debit air sungai seiring El Nino. Produksi aluminium selama 9M26 mencapai 249 ribu ton, menyisakan stok ~103 ribu ton yang belum terjual, sehingga target penjualan sebesar 320 ribu ton pada 2026 berpotensi tercapai dengan penjualan ~174 ribu ton pada 4Q26 (vs. 3Q26: 146 ribu ton). Selain itu, beban pajak justru turun -57% QoQ menjadi US$14 juta di saat laba sebelum pajak naik +90% QoQ, seiring segmen aluminium yang tidak mencatat beban pajak akibat insentif tax holiday.
- $NCKL: Trimegah Bangun Persada mencatat laba bersih Rp2,9 T pada 3Q26 (-7% QoQ, +23% YoY), sehingga laba bersih selama 9M26 mencapai Rp8,7 T (+35% YoY) dan sesuai ekspektasi karena setara 76% estimasi 2026F konsensus. Secara kuartalan, penurunan laba bersih utamanya berasal dari laba kotor segmen ‘processing (smelter)’ yang turun -53% QoQ menjadi Rp558 M, sehingga margin laba kotor segmen tersebut turun ke level 9,8% (vs. 2Q26: 20,3%). Di sisi lain, laba kotor segmen ‘mining’ naik +15% QoQ menjadi Rp2,6 T, sementara selisih kurs berbalik menjadi rugi Rp22 M (vs. 2Q26: laba Rp298 M). Secara kumulatif, kenaikan laba bersih selama 9M26 ditopang oleh laba entitas asosiasi yang naik +62% YoY menjadi Rp4,4 T, di saat laba usaha justru turun -12% YoY. Kenaikan laba entitas asosiasi sebesar Rp1,7 T utamanya berasal dari PT Karunia Permai Sentosa yang menyumbang Rp1,3 T (vs. 9M25: Rp288 M). NCKL belum menyampaikan materi presentasi 9M26, termasuk volume penjualan dan harga jual.
- $TAPG: Triputra Agro Persada akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp70/saham, mengindikasikan dividend yield ~3,6% per penutupan Senin (2/11). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 10 November 2026, sementara pembayaran pada 27 November 2026. Ini merupakan dividen interim tahun buku 2026 yang ke–2 dari TAPG, setelah membagikan dividen interim Rp60/saham pada Agustus 2026.
- $BBCA: Bank Central Asia dalam klarifikasi kepada BEI membantah rumor merger antara perseroan dengan PT Bank DBS Indonesia. BBCA mengimbau masyarakat untuk selalu mengacu pada sumber–sumber informasi resmi, baik melalui situs resmi perseroan maupun media yang kredibel.
- $SMDR: Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Maulana Mulia, mengatakan pada Jumat (30/10) bahwa pihaknya berencana menambah 9 unit kapal baru seiring kebutuhan pasar yang dinilai telah melampaui kapasitas armada yang ada. Dari rencana penambahan 9 unit kapal baru tersebut, 5 unit kapal telah berkontrak, terdiri dari 3 kapal kontainer dan 2 kapal chemical tanker yang dibangun di galangan kapal China, dengan jadwal pengiriman bertahap mulai 2027 hingga 2028. Sementara itu, penambahan 4 unit kapal masih dalam tahap finalisasi, di mana 2 unit sedang dinegosiasikan dengan galangan kapal di China dan 2 unit lainnya direncanakan dibangun di Jepang. Bani juga menyebut bahwa capex perseroan akan difokuskan pada pengadaan fasilitas pelabuhan, khususnya peralatan kerja untuk Terminal Peti Kemas Patimban Global Gateway Terminal di Jawa Barat, dengan unit container crane dan rubber tyred gantry (RTG) crane asal China dijadwalkan segera tiba untuk mendongkrak produktivitas terminal. Selain itu, Bani menyebut bahwa SMDR telah melakukan penyesuaian rute di Timur Tengah dengan memanfaatkan pelabuhan di sisi timur Uni Emirat Arab guna menghindari perlintasan di Selat Hormuz. SMDR juga membuka rute baru yang menghubungkan Pelabuhan Sokhna di Mesir dengan sejumlah pelabuhan di India.
- $BIKE: Bhineka Inovasi Ketahanan Energi melalui anak usahanya, PT Karya Bersinar Indonesia, mendapatkan kontrak pekerjaan senilai Rp3,8 T dari PT PLN Indonesia Power. Kontrak tersebut mencakup pekerjaan engineering, procurement, and construction (EPC) untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) berkapasitas 2x100 MW.
- $EMAS: Merdeka Gold Resources menurunkan guidance produksi emas 2026 dari sekitar 100.000–115.000 oz menjadi ke kisaran 85.000–100.000 oz. Manajemen EMAS juga menyebut sebagian produksi 2026 berpotensi bergeser ke awal 2027 seiring profil produksi yang menumpuk di akhir tahun. EMAS mencatat produksi 26.331 oz emas pada 3Q26 (+69% QoQ), sehingga realisasi produksi emas selama 9M26 mencapai 43.743 oz atau setara 44–51% guidance baru. Dari sisi penjualan, EMAS mencatatkan volume penjualan 8.680 oz emas pada 3Q26 (+35% QoQ) dan 15.635 oz emas selama 9M26, dengan cash margin sebesar US$3.307/oz pada 3Q26 (+3% QoQ) dan US$3.296/oz selama 9M26. Selain itu, perseroan juga mencatat volume penjualan 46.853 oz perak pada 3Q26, menandai penjualan perak perdana. Ke depan, manajemen memperkirakan produksi emas 2027 jauh di atas estimasi sebelumnya di level 150.000 oz, tergantung persetujuan RKAB. Secara kumulatif, produksi emas heap leach selama 2026–2027 diperkirakan melampaui level 250.000 oz.
- $MBMA: Merdeka Battery Materials mengumumkan kinerja volume penjualan dan rincian cash margin pada 3Q26/9M26 sebagai berikut: 1) saprolite: volume penjualan 2,9 juta wmt pada 3Q26 (+26% QoQ) dan 7,1 juta wmt selama 9M26 (+48% YoY), dengan cash margin US$35,8/wmt pada 3Q26 (+34% QoQ) dan US$24,3/wmt selama 9M26 (+1.769% YoY); 2) limonite: volume penjualan: 7,6 juta wmt pada 3Q26 (+126% QoQ) dan 15,7 juta wmt selama 9M26 (+76% YoY), dengan cash margin US$12/wmt pada 3Q26 (+15% QoQ) dan US$10,9/wmt selama 9M26 (+105% YoY); 3) NPI: volume penjualan 20.513 ton pada 3Q26 (+5% QoQ) dan 60.009 ton selama 9M26 (+14% YoY), dengan cash margin US$842/ton pada 3Q26 (-58% QoQ) dan US$2.257/ton selama 9M26 (+21% YoY); 4) nickel matte: volume penjualan 10.684 ton pada 3Q26 (+2% QoQ) dan 29.197 ton selama 9M26 (+171% YoY), dengan cash margin negatif US$1.048/ton pada 3Q26 (-93% QoQ) dan negatif US$8/ton selama 9M26 (vs. 9M25: US$183/ton); dan 5) HPAL: volume produksi 9.742 ton MHP pada 3Q26 (+102% QoQ) dan 19.767 ton selama 9M26 (+11% YoY).
🔎 Insider Transactions

Top Gainer 🔥
$INET | $DEWA | $PTRO | $BULL |
| +16,00% | +11,21% | +10,78% | +8,77% |
Top Loser 🤕
$DSNG | $AADI | $BUVA | $CTRA |
| -6,77% | -6,75% | -6,37% | -6,14% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Harga minyak Brent turun -4,4% ke level US$108,4/barrel pada Senin (2/11) sore, seiring langkah Presiden Donald Trump yang ingin memberikan lebih banyak waktu bagi upaya diplomasi, sebelum memutuskan apakah akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilu sela (midterm elections). Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan pada Sabtu (31/10) bahwa belum ada keputusan terkait serangan baru terhadap Iran dan Trump lebih memilih penyelesaian melalui jalur diplomasi. Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memerintahkan para komandan militer tertinggi untuk bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi kembali dengan AS dan Israel. Pernyataan tersebut muncul di tengah sinyal kemajuan dalam pembicaraan diplomatik yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran. Delegasi Iran juga berada di Qatar pada Sabtu (31/10) untuk melakukan pembicaraan dengan para mediator.
- Direktur Jenderal di Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengisyaratkan bahwa pemerintah akan menetapkan kuota produksi bijih nikel yang lebih ketat dalam RKAB 2027, seiring kondisi kelebihan pasokan nikel global yang mencapai ~750.000 ton di bursa London Metal Exchange dan Shanghai Futures Exchange. Tri mengatakan bahwa pemerintah telah menyetujui kuota produksi bijih nikel dalam revisi RKAB 2026 sebesar 290–300 juta ton, lebih tinggi dari estimasi awal tahun di 260–270 juta ton, meski lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 di ~320,4 juta ton. Sementara itu, Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, Meidy Katrin Lengkey, mengatakan bahwa pengurangan produksi perusahaan smelter asal China telah menekan penyerapan bijih nikel dari penambang, dengan rata–rata penyerapan dalam 2 bulan terakhir turun dari ~25 juta ton menjadi ~20 juta ton.
- OJK pada Sabtu (31/10) mengumumkan daftar kasus, pelanggaran, dan jenis sanksi yang telah dikenakan kepada pelaku pelanggaran perdagangan sepanjang tahun 2026 dalam perkara yang berkaitan dengan penerapan prinsip una via. Pengumuman tersebut juga mencakup nama lengkap pihak pelanggar dalam kasus perdagangan saham Dian Swastatika Sentosa ($DSSA), Barito Renewables Energy ($BREN) dan Petrindo Jaya Kreasi ($CUAN). OJK menyebut bahwa perilisan informasi ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pelaksanaan penegakan hukum di bidang pasar modal, sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap konsistensi penegakan hukum yang telah dilakukan oleh OJK. OJK juga berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum secara transparan, konsisten, dan akuntabel guna mendorong perilaku pasar yang berintegritas, memberikan perlindungan kepada investor, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada Senin (2/11) bahwa Indonesia belum bisa mengekspor listrik dalam waktu dekat karena harus memprioritaskan kebutuhan domestik. Bahlil juga memperingatkan Danantara untuk tidak menerima lobi–lobi yang dilakukan oleh negara yang akan menjadi penerima ekspor listrik Indonesia, sembari menekankan bahwa izin ekspor listrik ada di Kementerian ESDM dan bukan di Danantara. Pernyataan Bahlil muncul setelah sejumlah wilayah Indonesia mengalami pemadaman listrik pada tahun ini, serta di tengah meningkatnya tensi antara Indonesia dan Singapura seiring langkah Singapura untuk menyelidiki perusahaan yang diduga terlibat kebakaran hutan dan lahan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2026 mengatakan bahwa pemerintah telah menugaskan Danantara untuk mengimplementasikan transmisi listrik lintas batas ke Singapura, di mana Bahlil menyebut bahwa pemerintah masih menegosiasikan harga ekspor listrik tersebut.
- Cipta Perdana Lancar ($PART) berencana rights issue hingga 8 miliar saham baru, dengan perolehan dana ditujukan untuk modal kerja operasional dan pengembangan usaha, terutama guna pembelian bahan baku, pembayaran ke pemasok, biaya tenaga kerja, produksi, serta distribusi. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 9 Desember 2026. Sebelumnya, Direktur PART, Tjoeng Rino Saputra, mengatakan kepada Bisnis pada akhir September 2026 bahwa pihaknya tengah menyiapkan rencana rights issue hingga Rp200 M dengan target pelaksanaan pada 1Q27.
- Estika Tata Tiara ($BEEF) mengumumkan telah mengakuisisi lahan seluas ~30,1 hektare di Sukabumi, Jawa Barat dengan nilai yang tidak disebutkan, di mana lahan tersebut telah dilengkapi fasilitas peternakan sapi perah serta infrastruktur produksi susu kemasan. Lahan ini rencananya akan dikembangkan oleh perseroan menjadi bisnis pemerahan sapi berbasis agrowisata dan wisata edukasi peternakan, sekaligus memperluas produk ke segmen susu kemasan bernilai tambah. Aksi korporasi ini melanjutkan ekspansi lini bisnis sapi perah yang dimulai oleh BEEF pada awal 2026 melalui pembelian 250 ekor sapi perah impor yang telah sukses menghasilkan produksi susu segar pada laktasi pertamanya. Berdasarkan data Kementerian Pertanian RI pada 2025, Indonesia mengimpor susu hingga ~3,9 juta ton dari total kebutuhan nasional sebesar 4,7 juta ton, sementara kebutuhan susu di dalam negeri diproyeksikan meningkat pesat seiring dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan momentum bonus demografi. Ekspansi ini melengkapi portofolio usaha terintegrasi BEEF yang mencakup penggemukan sapi potong dan kerbau, rumah potong hewan, importasi daging, produk olahan (melalui merek Kibif, BOSS, dan Adel), sewa cold storage, hingga produksi susu sapi.
- Pemerintah resmi menerbitkan UU No. 6/2026 tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), sebagai landasan hukum pembentukan kawasan finansial khusus guna menarik investasi global dan meningkatkan daya saing Indonesia. Melalui regulasi ini, pemerintah membuka peluang pembentukan lebih dari 1 lokasi PFII di Indonesia, dengan penetapan lokasi dilakukan melalui peraturan pemerintah atas usulan menteri keuangan, tetapi lokasi PFII tidak boleh berada di dalam kawasan ekonomi khusus (KEK). Peraturan ini juga mengatur fasilitas & insentif perpajakan, di mana pemerintah akan memberikan pengurangan PPh Badan hingga 100% bagi pelaku usaha sektor keuangan, penunjang, dan sektor terkait lainnya di PFII, serta lembaga pengelola/pengawas, serta fasilitas PPh final 0% untuk jangka waktu tertentu bagi tenaga ahli dan hakim ad hoc di Pengadilan PFII. Selain itu, terdapat pengecualian subjek pajak dalam negeri bagi WNA pada family office yang memenuhi syarat tertentu (termasuk pemegang golden visa dan tidak menerima penghasilan dari kegiatan aktif baik di luar maupun di dalam PFII di wilayah Indonesia), pembebasan pemotongan/pemungutan PPh atas penghasilan investasi tertentu bagi subjek pajak luar negeri, serta atas pembelian hunian sangat mewah di kawasan PFII oleh pihak yang beraktivitas di sana. Di bidang hukum, pemerintah akan membentuk Lembaga Arbitrase PFII serta Pengadilan PFII, yang akan menjadi lembaga penyelesaian sengketa di wilayah PFII. Pemerintah juga akan menyediakan kemudahan keimigrasian, ketenagakerjaan, perizinan, residensi, golden visa, dan izin tinggal, serta Bahasa Inggris ditetapkan secara resmi sebagai bahasa yang digunakan di kawasan PFII.
- BPS mencatat bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai ~1,4 juta orang pada September 2026 (+2,3% YoY, -10,8% MoM). Hasil ini membuat kunjungan wisman selama 9M26 mencapai ~12 juta orang (+5% YoY), setara 68–75% target 2026 dari pemerintah di kisaran 16–17,6 juta orang.
💎 Cara mencari saham "Hidden Gem" ditengah gejolak MSCI?
“Hidden gem lahir saat pasar panik, bukan saat semua orang optimistis.” — agasmhndr
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Strategi mencari saham hidden gem di tengah gejolak MSCI adalah dengan memburu saham blue chip yang fundamental dan bisnisnya yang sangat sehat, tetapi harganya terdiskon ekstrem akibat tekanan forced selling. Saham yang dipilih idealnya memiliki margin of safety minimal 30%, estimasi dividend yield di atas 7% pada 2027, serta likuiditas transaksi harian lebih dari Rp5 miliar. Dengan valuasi yang menarik, potensi dividen yang besar, dan fundamental yang kuat, investor dapat mulai mengakumulasi saham secara bertahap saat harga terkoreksi. Menurut Stockbitor agasmhndr, gejolak pasar bisa menjadi peluang bagi investor lokal untuk mendapatkan saham berkualitas dengan harga diskon, selama tetap mengutamakan analisis fundamental dan tidak mengasumsikan pasar pasti segera pulih. Baca selengkapnya di sini.
Sekilas tentang agasmhndr
Agastya Prastita Mahendradhany, atau yang dikenal sebagai agasmhndr, merupakan seorang momentum investor yang fokus pada kombinasi fundamental + teknikal dalam memilih saham berkualitas yang punya potensi tren kuat di pasar modal. Beliau sering membagikan framework investasi seperti SQQM (story, quantitative, qualitative, momentum) serta insight mengenai cara menyaring saham dengan rasio dan momentum yang seimbang untuk jangka menengah-panjang.
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$INET
$DEWA
$PTRO
$BULL
$DSNG
$AADI
$BUVA
$CTRA