đź’ˇ Puncak Harga Minyak & Bottom IHSG Mungkin Telah Terlewati / by Stockbit Snips

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
7.440,9 +1,41%-Rp2,6 triliun16.888 -0,75%5.196 +1,81%
Oil Coal CPO Nickel
90,2 -8,81%137,5 -4,38%4.427 -3,07%17.469 +0,00%

đź‘‹ Stockbitor!

Harga minyak kembali melonjak dan menembus level US$100/barrel pada perdagangan Senin (9/3), merespons eskalasi perang AS–Iran. Lonjakan harga minyak ini memicu kekhawatiran inflasi, yang pada akhirnya berpotensi berdampak terhadap arah kebijakan suku bunga. Per Senin (9/3) sore, analisis dari CME FedWatch Tool kini mengekspektasikan The Fed akan menahan suku bunga pada Juni 2026, dibandingkan pemangkasan 25 bps sebelum konflik AS–Iran dimulai.

Kami menilai perang Rusia–Ukraina pada 2022 dapat dijadikan salah satu playbook untuk melihat potensi pergerakan IHSG beserta faktor–faktor yang perlu diperhatikan ke depan, mengingat dampaknya pada inflasi dan suku bunga pada saat itu. Pada 2022, perang Rusia–Ukraina mendorong harga minyak dunia naik hingga ke level US$130/barrel pada awal Maret 2022. Meski mengalami volatilitas setelah menyentuh level tersebut, secara umum harga minyak bertahan di level yang relatif tinggi (elevated) hingga pertengahan 2022 atau selama 4 bulan, sebelum akhirnya ternormalisasi pada 2H25.

Beberapa faktor yang menyebabkan harga minyak akhirnya turun dalam kasus perang Rusia–Ukraina, antara lain:

  • Supply Intervention — Pada akhir Maret 2022, Presiden AS saat itu, Joe Biden, mengumumkan pelepasan cadangan minyak strategis (strategic petroleum reserve) sebesar 180 juta barrel.
  • Demand Destruction — The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada Mei 2022 dan akhirnya terus melanjutkan kenaikan suku bunga secara agresif untuk memperlambat ekonomi dan menekan inflasi.

Dari episode 2022, harga minyak mencapai level tertingginya pada 12 hari setelah pengumuman invasi Rusia ke Ukraina. Meski sempat menguat di awal fase kenaikan harga minyak — berkat turut naiknya harga batu bara dan CPO — IHSG akhirnya turun tajam dari puncaknya saat itu ke titik terendah dalam rentang 15 hari kalender atau 5 hari perdagangan bursa (karena tertunda libur Lebaran). Sementara itu, per Selasa (10/3), perang AS–Iran sudah memasuki hari ke–10 dan koreksi IHSG sejak pengumuman perang telah berlangsung selama 6 hari perdagangan.

Key Takeaway

Menggunakan playbook 2022 di atas, investor perlu memerhatikan tanda–tanda normalisasi harga minyak dan potensi pemuihan IHSG ke depan:

  • Normalisasi Harga Minyak — Normalisasi harga minyak dapat terjadi jika terdapat: 1) pernyataan yang memberikan sinyal de–eskalasi konflik; dan 2) intervensi pasokan minyak. Pada Senin (9/3) malam waktu setempat, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa perang dengan Iran akan berakhir “segera”, sementara G7 dilaporkan tengah memulai pembicaraan untuk melepas cadangan minyak mereka secara bersama–sama.
  • Pemulihan IHSG — Meski IHSG sempat pulih pada Juli–September 2022 — bersamaan dengan ternormalisasinya harga minyak — secara umum tidak terdapat korelasi yang begitu jelas di antara keduanya sepanjang 2022. Kami menilai hal tersebut juga disebabkan oleh faktor ekspektasi suku bunga terhadap pergerakan IHSG. Oleh karena itu, kami menilai bahwa jika harga minyak ternormalisasi dalam waktu dekat sehingga tidak sampai berimplikasi terhadap suku bunga, IHSG berpotensi pulih. Sebaliknya, jika tidak ada de–eskalasi konflik dan/atau intervensi yang signifikan sehingga diperlukan suku bunga yang tinggi untuk meredam inflasi, kami menilai IHSG berpotensi berada di level yang tertekan.

Merespons pernyataan Trump, harga minyak Brent turun -7,2% pada Selasa (10/3) sore ke level US$91,8/barrel, diikuti penguatan IHSG sebesar +1,41%.

❌ 4 Smelter HPAL di Morowali Industrial Park Dihentikan Sementara

  • $MBMA: Bloomberg melaporkan bahwa 4 smelter HPAL milik GEM Co. di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) telah dihentikan sementara, menyusul tanah longsor mematikan di area limbah PT QMB New Energy Materials pada bulan lalu. Bloomberg menyebut bahwa keempat fasilitas tersebut secara gabungan menyumbang 30% kapasitas smelter HPAL di Indonesia. Narasumber Bloomberg mengatakan bahwa PT QMB New Energy Materials — yang merupakan smelter terbesar di antara keempat fasilitas tersebut — dapat ditangguhkan hingga 3 bulan. PT QMB New Energy Materials sendiri dimiliki oleh GEM bersama Tsingshan Holding Group Co. Selain perusahaan tersebut, smelter lain milik GEM di IMIP juga ditangguhkan untuk peninjauan dan dapat memulai operasional kembali dalam beberapa pekan, antara lain PT Green Eco Nickel, PT Meiming New Energy Material (Meiming), dan PT ESG New Energy Material (ESG). Merdeka Battery Materials termasuk sebagai pemegang saham minoritas di Meiming (12,5% kepemilikan) dan ESG (27% kepemilikan), berdasarkan laporan tahunan perseroan pada 2024. Baik GEM, Tsingshan, maupun IMIP belum mengomentari kabar ini, sementara MBMA menolak berkomentar. Simak analisis Stockbit terkait dampak penutupan smelter–smelter ini terhadap MBMA melalui Stockbit Commentary di sini.
  • $PGAS: Manajemen Perusahaan Gas Negara dalam earnings call 2025 pada Senin (9/3) mengonfirmasi bahwa Blok Sesulu Selatan (US$99,5 juta) telah di–impair penuh dan bersifat non–cash serta non–recurring, dengan potensi reversal tidak dimungkinkan karena cadangan sudah tidak layak eksplorasi. Untuk 2026, belum terdapat indikasi impairment baru. Impairment berpotensi terjadi jika harga gas dalam jangka panjang turun di bawah US$6,9/MMBTU, yang merupakan asumsi harga yang digunakan dalam perhitungan keekonomian proyek perusahaan. PGAS juga masih mengkaji opsi divestasi Saka Energi, tapi fokus perseroan saat ini adalah pada optimalisasi aset produktif. Manajemen PGAS menegaskan akan berusaha menjaga level dividend payout ratio di atas 80% pada 2026, seperti pada pembagian dividen 2 tahun terakhir. Merespons kekhawatiran analis terkait dampak eskalasi konflik geopolitik antara AS–Iran, manajemen PGAS menjelaskan bahwa risiko tersebut termitigasi karena pasokan LNG dominan domestik dari Donggi Senoro, Tangguh, dan Bontang.
  • $ELSA: Pemegang saham Elnusa, Haiyanto, menjual ~19,1 juta saham ELSA dengan harga rata–rata ~Rp991/lembar atau senilai total ~Rp18,9 M pada 2–6 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Haiyanto di ELSA turun dari 6,23% menjadi 5,97%.
  • $RMKO: Pengendali Royaltama Mulia Kontraktorindo, PT RMK Investama, menjual 36,25 juta saham RMKO dengan harga rata–rata Rp590/lembar atau senilai total ~Rp21,4 M pada 9 Maret 2026. Transaksi ini ditujukan untuk merealisasikan keuntungan atas peningkatan harga saham dan untuk meningkatkan kepemilikan saham oleh publik. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT RMK Investama di RMKO turun dari ~70,4% menjadi ~67,5%.
  • $ASII: Direktur Astra International, Gita Tiffani, membeli 250.000 saham ASII dengan harga rata–rata Rp6.075/lembar atau senilai total ~Rp1,5 M pada 4 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Gita Tiffani di ASII naik dari 0,0076% menjadi 0,0082%.
  • $EXCL: Dua anggota direksi XLSmart Telecom Sejahtera, David Arcelus Oses dan Sanjay Kumar Gordhan A. Vaghasia, masing–masing membeli 466.000 dan 3.000 saham EXCL dengan harga rata–rata Rp2.700/lembar dan Rp2.790/lembar atau senilai total ~Rp1,3 M pada periode 4–6 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung David Arcelus Oses di EXCL naik dari 0,0249% menjadi 0,0274%, sementara kepemilikan Sanjay Kumar Gordhan A. Vaghasia naik tetapi masih di kisaran 0,0016%.
  • $CYBR: ITSEC Asia berencana melaksanakan stock split dengan rasio 1:2, dengan jadwal awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi pada 26 Mei 2026. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 16 April 2026.
  • $NOBU: Bank Nationalnobu berencana melaksanakan buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp50 M pada periode 9 Maret 2026–8 Juni 2026. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.
  • $BRRC: PT Granada Global Industri menjual ~67,1 juta saham Raja Roti Cemerlang dengan harga rata–rata Rp102/lembar atau senilai total Rp6,85 M pada 23–27 Februari 2026. Transaksi ini ditujukan untuk pembayaran kewajiban. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Granada Global Industri di BRRC turun dari 8,31% menjadi 4,94%.
  • $RUNS: Global Sukses Solusi melalui produk Accounting+ resmi ditunjuk sebagai mitra penyedia layanan teknologi untuk mendukung operasional 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi. Nilai transaksi ini belum diumumkan. RUNS menjelaskan bahwa partisipasi perseroan dalam ekosistem teknologi Koperasi Desa Merah Putih sejalan dengan strategi perseroan untuk memperkuat model bisnis berbasis langganan atau recurring revenue, yang menjadi fokus perseroan pada 2026.

Top Gainer 🔥

$MBMA $BRMS $ARTO $TINS
+14,39%+13,25%+12,78%+12,28%

Top Loser 🤕

$DSNG $TLKM $ELSA $TPIA
-5,09%-4,52%-4,17%-4,17%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Bloomberg melaporkan bahwa 4 negara produsen minyak di Timur Tengah — yakni, Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait — telah menurunkan produksi sebanyak total 6,7 ​​juta barrel per hari, setara 6% pasokan global, seiring gangguan di Selat Hormuz yang membuat jalur tersebut tetap hampir lumpuh.
  • Harga minyak Brent sempat turun -11% ke US$88,1/barrel pada perdagangan intraday hari Selasa (10/3), sebelum berada di kisaran US$91,8/barrel (-7,2%) pada sore hari. Penurunan harga minyak disebabkan oleh pernyataan Presiden Donald Trump pada Senin (9/3) yang mengatakan bahwa perang melawan Iran sudah hampir selesai dan berlangsung lebih cepat dari perkiraan awal sekitar 4–5 minggu. Trump juga mengatakan bahwa Selat Hormuz kini sudah dapat dilalui, sembari menambahkan bahwa dirinya mempertimbangkan kemungkinan untuk mengambil alih kendali atas selat tersebut. Penurunan minyak juga dipicu oleh rencana pelonggaran sanksi terhadap Rusia untuk meningkatkan pasokan minyak global. Sementara itu, para menteri keuangan G7 sepakat untuk tidak melepaskan cadangan minyak strategis untuk saat ini, meski para menteri dan para pemimpin G7 masing–masing akan mengadakan pertemuan pada Selasa (10/3) dan akhir pekan ini untuk membahas wacana tersebut.
  • Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah membuka peluang untuk menghidupkan kembali rencana peluncuran mandatori campuran biodiesel B50 pada pertengahan 2026 seiring melonjaknya harga minyak akibat konflik di Timur Tengah. Meski demikian, belum ada keputusan apa pun yang dibuat. Sebelumnya, pemerintah mengumumkan pada Januari 2026 bahwa mandatori pencampuran biodiesel B40 akan dipertahankan hingga akhir 2026, sementara peluncuran mandatori biodiesel B50 akan bergantung pada selisih harga antara minyak mentah dan CPO.
  • Research head di broker minyak nabati Sunvin Group, Anilkumar Bagani, mengatakan kepada Reuters pada Senin (9/3) bahwa kenaikan harga minyak dan tarif pengiriman yang lebih tinggi akibat konflik di Timur Tengah dapat meningkatkan permintaan minyak sawit dari sektor biodiesel. Harga minyak sendiri sempat melonjak +28,9% ke kisaran US$119,5/barrel pada perdagangan intraday hari Senin (9/3), menandai level tertinggi sejak 30 Juni 2022, sebelum melandai ke US$99/barrel (+6,8%) pada penutupan Senin (9/3) dan turun ke kisaran US$92/barrel pada Selasa (10/3) sore.
  • Bank Indonesia memperkirakan penjualan ritel pada Februari 2026 akan tumbuh +6,9% YoY dan +4,4% MoM, didorong oleh permintaan masyarakat saat Ramadan dan persiapan Idulfitri. Pada Januari 2026 sendiri, realisasi penjualan ritel tercatat tumbuh +5,7% YoY, meski terkontraksi -2,7% MoM (vs. Desember 2025: +3,5% YoY, +3,1% MoM), lebih rendah dibandingkan perkiraan Bank Indonesia yang mengestimasikan pertumbuhan +7,9% YoY dan kontraksi -0,6% MoM.
  • Bloomberg Technoz melaporkan bahwa DPR sudah menerima surat dari Presiden Prabowo Subianto terkait daftar 10 calon anggota dewan komisioner OJK, dengan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) serta pengambilan keputusan terkait 5 nama yang terpilih untuk mengisi posisi yang kosong di OJK dijadwalkan berlangsung pada Rabu (11/3). Posisi kosong tersebut antara lain: 1) ketua; 2) wakil ketua; 3) kepala eksekutif pengawas pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon; 4) kepala eksekutif pengawas inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital, dan aset kripto; dan 5) kepala eksekutif pengawas perilaku pelaku usaha jasa keuangan, edukasi dan perlindungan konsumen. Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, serta Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Dicky Kartikoyono, termasuk di antara nama–nama calon anggota yang diusulkan oleh Presiden Prabowo.
  • Kontan melaporkan bahwa Asian Development Bank memberikan pinjaman senilai US$150 juta kepada Link Net ($LINK), di mana pinjaman ini ditujukan untuk meningkatkan infrastruktur digital di Indonesia dan memperbaiki kualitas broadband.
  • Mitra Komunikasi Nusantara ($MKNT) berencana menggelar konversi utang menjadi saham senilai ~Rp822,9 M. Aksi korporasi ini ditujukan untuk memperbaiki posisi keuangan perseroan dan akan menyebabkan efek dilusi sebesar ~99,4%. Rencana ini akan dibahas dalam RUPS pada 16 April 2026. Setelah transaksi ini rampung, PT Headwell Bintang Energi Hijau akan menjadi pengendali baru MKNT dengan kepemilikan ~80,7%, PT Mantra Capital Persadan akan memiliki ~18,7% saham MKNT, sementara porsi kepemilikan masyarakat akan terdilusi dari 66,1% menjadi 0,41%. Sebelum transaksi ini, PT Headwell Bintang Energi Hijau dan PT Mantra Capital Persadan tidak memiliki saham di MKNT.
  • Pemegang saham Lancartama Sejati ($TAMA), Verah Wahyudi S. Wong, membeli ~11,1 juta saham TAMA dengan harga rata–rata ~Rp111/lembar atau senilai total ~Rp1,2 M pada 5 Maret 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Verah Wahyudi S Wong di TAMA naik dari 4,96% menjadi 5,89%. Selain TAMA, Verah Wahyudi S. Wong juga tercatat sebagai pemilik Remala Abadi ($DATA) dengan kepemilikan 40,1% per Januari 2026.

🪖 Dampak Perang terhadap IHSG

“Perang menciptakan ketidakpastian global. Investor asing biasanya menarik dana mereka” — sehzademoza

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Ketika ketegangan geopolitik meningkat, pasar saham sering kali merespons dengan sikap risk-off, di mana investor memindahkan dana dari aset berisiko seperti saham ke aset yang dianggap lebih aman seperti emas atau dolar AS. Dalam tulisannya, Stockbitor Sehzademoza menjelaskan bahwa kondisi ini dapat memicu capital outflow dari pasar negara berkembang seperti Indonesia, sehingga menekan pergerakan IHSG. Selain itu, kenaikan harga minyak akibat konflik juga berpotensi meningkatkan biaya produksi, memicu inflasi, melemahkan nilai tukar rupiah, serta mendorong kebijakan suku bunga yang lebih ketat. Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat memberi tekanan pada kinerja perusahaan dan sentimen pasar, meskipun di sisi lain sektor energi tertentu justru bisa mendapat manfaat dari kenaikan harga komoditas. Simak tulisan lengkapnya di sini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Sekuritas Digital (“Stockbit”), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Semua konten dalam website ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.