Photo by: Stockbit
Stockbit's take:
Bumi Resources ($BUMI) mencatat laba bersih US$35 juta pada 2Q26 (vs. 1Q26: US$24 juta, 2Q25: US$3 juta), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$59 juta (vs. 1H25: US$20 juta).
Kinerja BUMI pada 2Q26 hingga akun ‘profit before minority interest’ (-24% QoQ) tertekan oleh kerugian Bumi Resources Minerals ($BRMS) [https://stockbit.com/post/34415123], seiring konsolidasi yang dilakukan BUMI terhadap BRMS meski kepemilikan efektifnya hanya ~20% per Juni 2026.
Secara underlying, kinerja BUMI di segmen batu bara tetap solid pada 2Q26, tercermin dari kenaikan pendapatan segmen batu bara (+19% QoQ, +52% YoY), serta meningkatnya kontribusi dari joint venture PT Kaltim Prima Coal (+80% QoQ, +410% YoY). Sementara itu, pendapatan dari segmen emas melemah signifikan pada 2Q26 (-56% QoQ, -48% YoY), yang ~90% di antaranya disumbang oleh BRMS.
Kami menyarankan investor untuk lebih memperhatikan akun ‘profit after minority interest’ karena telah menormalisasi dampak kepentingan non–pengendali (minority interest). Setelah memperhitungkan efek tersebut, porsi kerugian BRMS yang menjadi beban BUMI hanya sebesar US$0,9 juta (setara ~3% laba bersih BUMI pada 2Q26).
Selama 1H26, pertumbuhan laba bersih didukung oleh kenaikan pendapatan segmen batu bara (+37% YoY), meningkatnya kontribusi dari PT Kaltim Prima Coal (+205% YoY), serta berkurangnya kerugian dari penjualan dan impairment aset tetap menjadi US$0,01 juta (vs. 1H25: rugi US$14 juta).
Hingga tulisan ini dibuat, BUMI belum merilis data kinerja operasional untuk periode 2Q26.
[Sumber: Laporan Keuangan]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
