ISAT: Zankore Berpotensi Tambah Laba Bersih +18-30%, Forward P/E Turun ke ~11x / by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Pada 6 Agustus 2026, Ooredoo Grup mengumumkan pembentukan Zankore — sebuah platform komputasi AI dan neocloud di Indonesia — bersama Indosat ($ISAT), Nvidia dan Nokia. Ooredoo akan menjadi pemegang saham mayoritas platform tersebut dengan kepemilikan 49%, sementara sisa 51% akan dimiliki oleh ISAT, Nvidia, dan Nokia, secara berurutan berdasarkan kepemilikan.  [https://stockbit.com/post/34614222]

📝Stockbit’s Commentary

Kami menilai pembentukan Zankore sebagai perkembangan yang positif bagi ISAT, di mana kami mengestimasi Zankore — pada tahap awal dengan kapasitas 200 MW — dapat mengkontribusikan laba sekitar Rp1,2–2,0 T bagi ISAT atau setara tambahan +18–30% laba bersih bagi ISAT, bergantung pada seberapa besar kepemilikan ISAT di Zankore, yang hingga saat ini belum diketahui pastinya.

Pada skenario base-case kami, yakni kepemilikan 20%, estimasi kontribusi laba dari Zankore adalah sebesar Rp1,6 T atau setara tambahan +24% laba bersih bagi ISAT. Dengan asumsi laba bersih ISAT dari bisnis existing sebesar Rp6,5 T, laba bersih total ISAT dapat mencapai Rp8,1 T setelah kehadiran Zankore. Secara timeline, kami asumsikan kontribusi Zankore dapat dirasakan ISAT per 1H28 mengingat kapasitas 200 MW ditargetkan pada 1H27. Kapasitas Zankore sendiri ditargetkan untuk ditingkatkan hingga 1 GW pada 2029.

Dengan level laba bersih Rp8,1 T, pada harga Rp2.720 per Jumat (21/8), ISAT diperdagangkan pada forward P/E 10,9x. Level ini lebih rendah dibandingkan Normalized P/E 2026 ISAT serta rata-rata forward P/E ISAT secara historis 5 tahun, masing-masing di level ~13,3x dan ~14,5x.

Perhitungan estimasi laba Zankore dapat dilihat pada tabel namun berikut beberapa asumsi utama kami:

  • Total capex sebesar US$5 miliar untuk tahap awal 200 MW, dengan 33% didanai melalui ekuitas dan 67% melalui utang.

  • Average selling price (ASP) sebesar US$13 juta/MW per tahun, sejalan dengan proyeksi pendapatan dan berada dalam kisaran industri US$10–25 juta/MW.

  • EBITDA margin sebesar 69%, sejalan dengan proyeksi EBITDA sebesar US$9 miliar dari US$13 miliar pendapatan kumulatif dalam 5 tahun.

  • Depresiasi sebesar US$1 miliar per tahun berdasarkan masa manfaat GPU ~5 tahun, serta interest expense sebesar US$236 juta/tahun berdasarkan asumsi 7% bunga pendanaan utang.


Risiko utama dari perhitungan di atas adalah 1) profitabilitas Zankore yang lebih rendah dari ekspektasi apabila persaingan yang ketat menekan ASP atau tidak terpenuhinya kapasitas dan 2) progres pembangunan yang lebih lambat dibandingkan target.


Ditulis oleh Christian William Munaba, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.