Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan akan memprioritaskan persetujuan revisi kuota RKAB 2026 bagi perusahaan tambang yang menyetor tarif royalti lebih besar kepada negara.
Tambahan kuota produksi akan diberikan secara selektif, antara lain untuk memenuhi kebutuhan mendesak smelter nikel serta pasokan batu bara bagi pembangkit listrik PLN.
Sebelumnya, pemerintah mematok kuota produksi batu bara selama 2026 sebesar 600 juta ton, turun dari realisasi selama 2025 di 817,5 juta ton, sebelum kemudian berencana melakukan relaksasi untuk memastikan industri dapat beroperasi dengan lancar [https://stockbit.com/post/32537867].
[Sumber: Kontan]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
