Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Senin (22/6) mengumumkan paket stimulus ekonomi senilai ~Rp26,34 T untuk menjaga daya tahan ekonomi domestik pada periode 2H26 di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
Stimulus tersebut mencakup bantuan pangan beras 10 kg per bulan untuk ~33,2 juta penerima manfaat selama periode Juli–September 2026 dan stabilisasi harga pangan komoditas kedelai sebesar Rp2.000/kg untuk total kuota 250.000 ton, yang keduanya bernilai total ~Rp18 T.
Selain itu, terdapat program magang dan vokasi bernilai ~Rp6,3 T, beserta insentif transportasi senilai ~Rp2 T untuk periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru yang mencakup diskon tarif kereta api, kapal Pelni, jasa kepelabuhan ASDP, dan PPN DTP 100% untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
Di sisi industri, pemerintah menurunkan bea masuk impor LPG, bahan baku plastik, dan suku cadang pesawat menjadi 0%.
Pemerintah juga memberlakukan tarif PPh final royalti khusus 1,5% bagi penulis, turun dari tarif normal di kisaran 5–35%.
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
