Perlambatan Tenaga Kerja AS Buka Peluang The Fed Jadi Kurang Hawkish / by Stockbit Investment Research

Biro tenaga kerja AS melaporkan data tenaga kerja periode Juni 2026 sebagai berikut:

  • Non–farm payroll: naik +57.000, di bawah ekspektasi konsensus di level +110.000 dan lebih rendah dari angka Mei 2026 yang direvisi ke +129.000.

  • Tingkat pengangguran: 4,2%, di bawah ekspektasi konsensus dan angka Mei 2026 yang masing–masing di level 4,3%.

Menyusul rilis data tersebut, ekspektasi market terhadap kenaikan suku bunga AS menjadi berkurang:

  • Market menurunkan ekspektasi peningkatan suku bunga AS, di mana analisis dari CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa probabilitas kenaikan suku bunga AS hingga Desember 2026 berada di level 77%, turun dari 83% sebelum data dirilis.

  • Indeks dolar AS (DXY) turun -0,6% ke level 100,8.

  • Harga emas naik +2% ke level US$4.125/oz

[Sumber: U.S. Bureau of Labor Statistics]

📝Stockbit Commentary

Perlambatan tenaga kerja AS membuat ekspektasi market terhadap kenaikan suku bunga AS menjadi berkurang (less hawkish), yang dapat memberikan dukungan bagi nilai tukar rupiah dan IHSG.

Setelah data tenaga kerja Juni 2026, investor perlu memonitor data inflasi AS yang dijadwalkan akan dirilis pada 14 Juli 2026 waktu setempat. Dari dalam negeri, review sovereign credit rating Indonesia oleh S&P juga kemungkinan akan dirilis pada periode Juli 2026, sehingga turut perlu dicermati oleh investor.


Ditulis oleh Edi Chandren, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.