BTPS

BTPS 1H26: Laba Bersih +2% YoY, Sedikit di Bawah Ekspektasi by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Stockbit’s take:

  • Bank BTPN Syariah ($BTPS) mencatat laba bersih Rp336 M pada 2Q26 (+1% YoY, +5% QoQ).

  • Realisasi ini membuat laba bersih BTPS selama 1H26 mencapai Rp655 M (+2% YoY), sedikit di bawah ekspektasi karena setara 49% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 53% realisasi tahunan).

  • Hasil yang sedikit di bawah ekspektasi ini utamanya disebabkan oleh pertumbuhan pembiayaan yang didorong oleh segmen dengan yield rendah, sehingga Net Margin Income (NMI) turun -2% YoY selama 1H26 dan baru mencapai 46% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 50% realisasi tahunan).

  • Di sisi lain, kenaikan laba bersih pada 2Q26/1H26 ditopang oleh penurunan beban provisi (-31% YoY/-34% YoY), sejalan dengan tren kinerja BTPS selama setahun terakhir.

  • Untuk 2026F, manajemen BTPS memperkirakan pertumbuhan laba bersih dapat mencapai double–digit, meningkat dari proyeksi sebelumnya pada earnings call 1Q26 yang berada di kisaran high–single digit [https://stockbit.com/post/30914429], salah satunya didukung oleh potensi pertumbuhan group financing yang lebih tinggi selama 2H26.

Kualitas Aset Terus Membaik, tapi Ruang Penurunan CoC Terbatas

  • NPF turun menjadi 2,4% per Juni 2026 (vs. Maret 2026: 2,6%, Juni 2025: 3,1%), terendah setidaknya sejak 2023.

  • Sementara itu, pembiayaan restrukturisasi akibat banjir di Sumatra menunjukan perbaikan yang cepat, dengan sisa saldo sebesar Rp155 M per Juni 2026 (vs. saldo awal: Rp302 M). Dari jumlah tersebut, dua pertiga nasabah telah kembali melakukan pembayaran secara tepat waktu.

  • Perbaikan kualitas aset membuat Cost of Credit (CoC) turun menjadi 5,2% selama 1H26 (vs. 1H25: 8,2%), terendah setidaknya sejak 2023. Namun, karena CoC telah berada di level yang relatif rendah, ruang penurunan lebih lanjut diperkirakan akan semakin terbatas.

  • Sementara itu, manajemen memperkirakan NPF Coverage Ratio — termasuk pembiayaan restrukturisasi — akan bertahan di sekitar level saat ini, yakni 202% hingga akhir tahun (vs. Maret 2026: 157%, Juni 2025: 248%).

Pertumbuhan Group Lending Masih Lemah, NMI Tertekan

  • BTPS mencatat pertumbuhan pembiayaan +9% YoY per Juni 2026, didorong oleh segmen ‘Non–Banking Financial Institutions’ (+157% YoY) dengan yield di kisaran single–digit. Di sisi lain, pembiayaan pada segmen group lending — yang memiliki double digit yield — justru flat secara tahunan.

  • Kondisi tersebut, ditambah macetnya sejumlah pembayaran nasabah terdampak banjir di Sumatra, menyebabkan performa NMI untuk melemah secara tahunan.

Stockbit’s View: Outlook 2H26 Bergantung pada Pertumbuhan Pembiayaan

  • Dengan ruang penurunan CoC yang semakin terbatas, kami menilai outlook kinerja BTPS ke depan akan lebih bergantung pada pertumbuhan segmen group financing.

  • Manajemen BTPS sendiri masih memperkirakan pertumbuhan group financing akan lebih kuat pada 2H26.

  • Manajemen memutuskan untuk menaikkan guidance pertumbuhan laba bersih 2026F menjadi double–digit, dari sebelumnya di kisaran high–single digit.

  • Terkait wacana penurunan suku bunga PNM dari 24% menjadi ~8%, manajemen menilai dampaknya tidak mengkhawatirkan karena 1) setiap kompetitor memiliki karakteristik yang berbeda; 2) penurunan bunga relatif kecil secara nominal mengingat ticket size pembiayaan yang rendah; 3) dan nasabah mikro pada umumnya memiliki ~2 pembiayaan dari 2 institusi yang berbeda.

Dividen & Aksi Korporasi

  • Di tengah Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tinggi per Juni 2026 (59%), manajemen BTPS membuka peluang untuk secara bertahap meningkatkan dividend payout ratio.

  • Manajemen juga mengatakan sedang mengajukan program buyback kepada regulator dan memperkirakan persetujuannya akan diperoleh pada 3Q26. Nilai buyback tersebut diperkirakan lebih besar dibandingkan rencana tahun lalu yang dibatalkan dengan alokasi dana sebesar Rp927 M.


Ditulis oleh Everson Sugianto, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.