Bloomberg

Bloomberg: BREN Berencana Akuisisi Aset Geothermal di Filipina Senilai US$5 Miliar by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa Barito Renewables Energy ($BREN) telah mengajukan penawaran tunai yang tidak mengikat (non–binding cash offer) senilai lebih dari US$5 miliar untuk membeli perusahaan geothermal asal Filipina, Energy Development Corp., guna berekspansi di negara tersebut.

  • Jika ditotal dengan utang perusahaan, nilai valuasi Energy Development bisa mencapai hingga US$7 miliar, menurut narasumber anonim Bloomberg.

  • Narasumber Bloomberg juga menyebut bahwa diskusi dan pertimbangan dengan penasihat keuangan masih berjalan, sehingga belum ada kepastian apakah transaksi ini akan benar–benar terjadi.

  • Energy Development sendiri didukung oleh First Gen Corp. — konglomerasi renewable energy di Filipina yang dikendalikan oleh keluarga Lopez — Macquarie Asset Management, dan GIC Pte (Singapura).

  • Perwakilan BREN, Energy Development, First Gen, GIC, dan Macquarie Asset Management belum menanggapi permintaan komentar terkait kabar ini.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

Bloomberg: Pemerintah Kemungkinan Revisi Naik Kuota Produksi Bijih Nikel 2026 ke 360 Juta Ton by Stockbit Investment Research

  • Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah Indonesia kemungkinan akan mengizinkan peningkatan signifikan pada kuota produksi bijih nikel dalam revisi RKAB 2026, dengan narasumber anonim Bloomberg menyebut Kementerian ESDM telah menginformasikan beberapa penambang bahwa revisi pada pertengahan tahun ini akan meningkatkan total kuota menjadi 360 juta ton.

  • Sebagai konteks, Kementerian ESDM pada awal tahun ini memangkas kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 menjadi berkisar 260–270 juta ton, lebih rendah sekitar 29–31% dibandingkan kuota produksi RKAB 2025 di 379 juta ton [https://stockbit.com/post/28325402].

  • Kementerian ESDM belum menanggapi kabar ini.

[Sumber: Bloomberg]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.