MSCI

MSCI Global Market Accessibility Review 2026: Indonesia Turun di Satu Kriteria, Masih Salah Satu yang Terbaik di Emerging Market Asia by Stockbit Investment Research

MSCI telah merilis hasil Global Market Accessibility Review 2026 pada Kamis (18/6) waktu setempat. Review ini bersifat kualitatif dan terpisah dari Annual Market Classification Review yang akan dirilis pada 23 Juni 2026 waktu Eropa atau 24 Juni 2026 waktu Indonesia, yang akan menentukan status klasifikasi pasar. Berikut beberapa poin utama untuk Indonesia dalam Global Market Accessibility Review:

  • Turun di 1 kriteria — Hanya kriteria ‘information flow’ yang direvisi turun dari + ke - oleh MSCI dibandingkan hasil review tahun lalu, sehingga distribusi penilaian bagi Indonesia menjadi 10 ++, 6 +, dan 2 −.

  • Kriteria di pasar Indonesia masih salah satu yang terbaik di emerging market Asia — Meski turun pada 1 kriteria, secara umum Indonesia masih menjadi salah satu pasar terbaik di emerging market Asia (lihat tabel). Hanya China dan Malaysia yang secara umum lebih ‘lengkap’ dibandingkan Indonesia. Selain itu, gap antara Indonesia dengan Vietnam — yang merupakan frontier market — juga masih lebar.

  • Belum ada komentar terkait pembekuan (freeze) — Review ini juga hanya menilai kriteria aksesibilitas kualitatif dan tidak membahas freeze (peningkatan FIF/NOS, penambahan IMI, migrasi antar–size segment) maupun status klasifikasi pasar. Komentar lebih lengkap termasuk terkait pembekuan diharapkan tersedia pada Annual Market Classification Review.

  • Yang perlu dicermati ke depan — Apakah pembekuan bagi pasar Indonesia akan dicabut atau dipertahankan, serta penegasan status Indonesia pada emerging market, kemungkinan akan disampaikan pada Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 waktu Indonesia. Jika tidak terdapat informasi pencabutan pembekuan dalam Annual Market Classification Review, dapat diasumsikan bahwa pembekuan masih akan berlanjut hingga update berikutnya dari MSCI.


Alasan penurunan kriteria ‘information flow’
MSCI mengatakan bahwa kekhawatiran investability bagi pasar Indonesia masih berlanjut karena keterbatasan transparansi dalam struktur kepemilikan saham serta perilaku perdagangan terkoordinasi (coordinated trading), yang dinilai mengganggu pembentukan harga yang wajar (price formation). MSCI menyatakan bahwa kondisi ini membatasi kemampuan investor institusional global untuk menilai free float yang sebenarnya. Selain itu, keterbatasan ketersediaan informasi pasar dalam bahasa Inggris turut disebut, meski faktor ini sudah menjadi catatan sejak review sebelumnya dan bukan merupakan pemicu utama penurunan kali ini.


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.