neraca perdagangan

Neraca Perdagangan Indonesia Cetak Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026, Defisit Pertama sejak April 2020 by Stockbit Investment Research

  • BPS mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia mencetak defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026 (vs. Mei 2025: surplus US$4,3 miliar, April 2026: surplus US$89,1 juta), di luar ekspektasi konsensus yang memperkirakan surplus US$1,01 miliar, menandai defisit neraca perdagangan yang pertama sejak April 2020.

  • Hasil ini ditekan oleh ekspor yang turun -5,73% YoY (vs. April 2026: +21,98 YoY), sementara impor melonjak +22,16% YoY (vs. April 2026: +22,49% YoY).

  • Selama 5M26, surplus neraca perdagangan Indonesia turun ke level US$4,03 miliar (vs. 5M25: surplus US$15,38 miliar), dengan ekspor +3,02% YoY dan impor +15,24% YoY.

[Sumber: YouTube Badan Pusat Statistik]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.