right issue

CBRE Update Rencana Rights Issue: Harga Pelaksanaan Rp108/Lembar by Stockbit Investment Research

  • Cakra Buana Resources Energi ($CBRE) mengumumkan update rincian rights issue, di mana perseroan kini berencana menerbitkan hingga ~11,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp108/lembar, rasio 100 saham lama mendapatkan 260 rights, dan efek dilusi hingga 72,22%.

  • Potensi perolehan dana dari aksi korporasi ini mencapai ~Rp1,3 T, dengan ~Rp858,6 M di antaranya sebagai bagian dari konversi utang dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

  • Pengendali CBRE dengan kepemilikan 61,13% saham, PT Omudas Investment Holdco, dan pemegang 9,3% saham CBRE, PT Republik Capital Indonesia, tidak akan melaksanakan haknya dan mengalihkan rights–nya kepada PT Garuda Nusantara Mineral, PT Saga Investama Sedaya, Yafin Tandiono Tan, dan Hilong Shipping Holding Ltd.

  • Para penerima pengalihan tersebut masing–masing berkomitmen akan menyerap saham baru dalam bentuk konversi utang.

  • Cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 2 November 2026, sementara periode perdagangan dan pelaksanaan rights pada 6–12 November 2026.

  • Sebagai perbandingan dengan rencana sebelumnya, CBRE pada Maret 2026 mengumumkan berencana menggelar rights issue hingga ~12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan berkisar Rp100–150/lembar, dengan perolehan dana ditujukan untuk pelunasan kewajiban utang kepada pihak ketiga atau pemengang promissory note, capex pembelian aset kapal jenis anchor handling tug supply (AHTS), dan modal kerja [https://stockbit.com/post/34594944].

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BUVA Update Rincian Rights Issue, Incar Dana Rp1,5 T dengan Harga Pelaksanaan Rp250/Lembar by Stockbit Investment Research

  • Bukit Uluwatu Villa ($BUVA) mengumumkan update rincian rencana rights issue yang telah disetujui pemegang saham dalam RUPSLB pada 26 Februari 2026, di mana perseroan kini berencana menerbitkan ~6,2 miliar saham baru dengan harga Rp250/lembar, rasio 4 saham lama mendapatkan 1 rights, dan efek dilusi hingga 20%.

  • Potensi perolehan dana dari aksi korporasi ini mencapai ~Rp1,5 T, yang ditujukan untuk: 1) penyertaan modal di PT Bukit Bali Permai guna mengakuisisi PT Royal Uluwatu Residence dan proyek pengembangan West Resort di Uluwatu; 2) pembayaran dipercepat atas seluruh pokok utang pinjaman pembiayaan; 3) pembangunan infrastruktur proyek Uluwatu Estate dan renovasi Alila Ubud; dan 4) serta penyertaan modal di PT Bukit Lagoi Villa untuk pengembangan infrastruktur kawasan wisata terpadu di Lagoi, Bintan.

  • Pengendali BUVA, PT Nusantara Utama Investama, berkomitmen untuk melaksanakan 2,4 miliar rights dari total haknya sebesar ~3,8 rights.

  • Aksi korporasi ini memiliki sejumlah pembeli siaga, yakni PT Henan Putihrai Sekuritas sebesar maksimum Rp100 M, PT Tata Tirta Datun maksimum Rp350 M, Hapsoro maksimum Rp100 M, dan Ferry Sudjono maksimum Rp388,6 M.

  • Jadwal cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 24 September 2026, sementara jadwal periode perdagangan dan pelaksanaan rights pada 1–14 Oktober 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.

BCAP Berencana Rights Issue & Private Placement untuk Pengembangan Bisnis & Digital Financial Services by Stockbit Investment Research

  • MNC Kapital Indonesia ($BCAP) berencana menggelar rights issue hingga ~25,6 miliar saham baru dan private placement hingga ~4,3 miliar saham baru, dengan efek dilusi keduanya hingga 41,17%.

  • Rincian mengenai aksi korporasi ini masih terbatas, di mana rasio rights issue, calon investor private placement, maupun harga pelaksanaan kedua aksi korporasi tersebut belum diumumkan.

  • Perolehan dana dari rights issue akan digunakan untuk setoran modal kepada anak usaha guna mengembangkan bisnis usaha dan digital financial services, sementara perolehan dana dari private placement ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan termasuk namun tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan modal kerja.

  • Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 25 Juni 2026.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]


Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.