Head of Media Relations PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Dedy Kurniawan, mengatakan kepada Bloomberg Technoz bahwa smelter nikel di kawasan IMIP berpotensi memangkas produksi sekitar 30–40%, seiring terbatasnya pasokan air ke fasilitas smelter akibat kekeringan yang dipicu oleh El Nino.
Dedy menjelaskan bahwa sejumlah perusahaan yang terdampak gangguan tersebut antara lain smelter berbasis HPAL, pabrik produksi kokas, dan daya pendukung PLTU.
Dedy menambahkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan percepatan pendayagunaan sumber–sumber air baru dari lokasi sekitar guna mengurangi dampak El Nino terhadap operasional smelter nikel di kawasan tersebut.
Bloomberg melaporkan bahwa potensi pemangkasan produksi ini dapat membantu menahan penurunan harga nikel global di London Metal Exchange, yang telah turun sekitar -17% dari level tertinggi pada awal Mei 2026.
[Sumber: Bloomberg Technoz, Bloomberg]
Ditulis oleh Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.
Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.
