UNTR 3Q26: Laba Bersih Pulih ke Rp3,5 T, Naik 11x Lipat QoQ Stockbit’s take: / by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

  • United Tractors ($UNTR) mencatat laba bersih Rp3,5 T pada 3Q26 (vs. 3Q25: Rp3,3T, 2Q26: Rp314 M), sehingga laba bersih selama 9M26 mencapai Rp4,5 T (-61% YoY).

  • Penurunan kinerja selama 9M26 utamanya disebabkan oleh: 1) beban non–recurring yang dibukukan oleh UNTR selama 1Q26 dan 2Q26, yang nilainya masing–masing sebesar ~Rp1,2 T dan ~Rp2,2 T; 2) penghentian sementara operasional tambang emas Martabe milik PT Agincourt Resources pada 1Q26.

  • Mengesampingkan beban non–recurring tersebut, core profit UNTR selama 9M26 mencapai ~Rp7,9 T (-31% YoY).

  • Perbandingan realisasi laba bersih UNTR selama 9M26 dengan ekspektasi konsensus sulit dilakukan, mengingat tidak diketahui seberapa banyak analis yang memasukan faktor non–recurring tersebut tersebut ke dalam definisi laba bersih.

  • Hasil pada 3Q26 menunjukkan pemulihan kinerja UNTR, tercermin dari penurunan beban non–recurring menjadi hanya Rp154 M (vs. 2Q26: Rp2,2 T, 1Q26: Rp1,2 T) dan berlanjutnya pemulihan volume penjualan emas menjadi 31 ribu oz (vs. 2Q26: 19 ribu oz, 1Q26: 4 ribu oz) seiring kembali beroperasinya tambang Martabe pada pertengahan Mei 2026.

  • Secara operasional, laba usaha UNTR pada 3Q26 naik secara kuartalan menjadi Rp4,8 T (-9% YoY, +37% QoQ), dengan margin laba usaha di level 15% (vs. 3Q25: 16,7%, 2Q26: 11,8%), didorong oleh ekspansi margin laba kotor.

Mayoritas Segmen Mencatat Penurunan Kinerja selama 9M26, kecuali Mining Contractor

  • Segmen ‘heavy equipment’ mencatatkan kenaikan pendapatan +13% QoQ dan laba bersih +117% QoQ pada 3Q26, meski laba bersihnya selama 9M26 masih turun -50% YoY seiring pemangkasan kuota produksi RKAB batu bara 2026 yang turut menekan penjualan unit Komatsu sebesar -17% YoY.

  • Segmen ‘mining contractor’ melanjutkan pertumbuhan pada 3Q26, didorong oleh penguatan kurs dolar AS terhadap rupiah, dengan pendapatan dan laba bersih masing–masing meningkat +9% QoQ dan +62% QoQ. Ini membuat laba bersih segmen ‘mining contractor’ selama 9M26 naik +4% YoY, meski volume overburden turun -7% YoY.

  • Segmen ‘gold and other minerals’ mencatatkan kenaikan pendapatan +51% QoQ pada 3Q26, menunjukan pemulihan seiring kembali beroperasinya tambang Martabe pada pertengahan Mei 2026. Sebagai tambahan informasi, volume penjualan emas pada September 2026 tercatat sebesar 12 ribu oz, menandai level bulanan tertinggi selama 9M26 atau sekitar ~60% dari level produksi normal bulanan sekitar 18–20 ribu oz. Meski demikian, segmen ‘gold and other minerals’ masih mencatatkan kerugian selama 9M26 sebesar Rp747 M (vs. 9M25: laba bersih Rp1,7 T).

Stockbit’s View

  • Secara keseluruhan, kami menilai kinerja UNTR pada 3Q26 menunjukkan hasil yang positif, tercermin dari pemulihan kinerja secara kuartalan yang didukung oleh mulai hilangnya beban non–recurring dan berlanjutnya pemulihan penjualan emas seiring kembali beroperasinya tambang Martabe.

  • Ke depan, rampungnya penerbitan seluruh revisi RKAB batu bara 2026 memberikan kepastian yang lebih baik bagi industri, meski proyeksi produksi nasional di ~720 juta ton masih lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 sebesar ~818 juta ton, sehingga dampak pembatasan produksi terhadap kinerja segmen ‘heavy equipment’, ‘mining contractor’, dan ‘coal mining’ tetap perlu dicermati.

  • UNTR akan mengadakan earnings call 9M26 pada Rabu (28/10) pukul 16.30 WIB, di mana Stockbit akan kembali menyampaikan ulasan yang lebih lengkap mengenai kinerja 9M26 setelah earnings call tersebut.


Ditulis oleh Christian William Munaba, Stockbit Investment Research, tim riset dari Stockbit yang menyediakan analisis pasar saham Indonesia secara akurat, independen, dan real time.

Dapatkan informasi saham lengkap, data real time, dan analisa saham terbaru langsung di aplikasi Stockbit.