7 Investasi Syariah nan Berkah yang Menguntungkan / by Guest User

Investasi menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengamankan aset dan mempersiapkan masa depan. Diantara berbagai jenis investasi investasi syariah cukup banyak dipilih sesuai preferensi masing-masing investor. 

Kamu juga disarankan untuk mempelajari beberapa contoh investasi syariah agar bisa menemukan investasi yang tepat.

Mengenal Contoh Investasi Syariah Lebih Dalam

Setiap investasi memiliki beberapa jenis instrumen dengan spesifikasi yang berbeda. Diantara 2 jenis investasi, investasi syariah cukup banyak direkomendasikan karena dinilai lebih pasti kehalalan proses investasi yang ada didalamnya.

 Untuk bisa mengenal investasi syariah lebih dalam, berikut 7 instrumen investasi syariah yang bisa kamu pilih.

Investasi Saham Syariah

Saham menjadi instrumen investasi yang cukup banyak dikenal masyarakat sebagai investasi yang cukup menjanjikan. Investasi saham syariah sendiri serupa dengan investasi saham konvensional, perbedaan paling mencolok adalah seluruh emiten yang sahamnya bisa dibeli dan sudah masuk dalam kategori DES (daftar efek syariah).

Regulasi investasi saham syariah tetap diawasi oleh OJK seperti layaknya investasi konvensional. Namun emiten yang tergabung dalam DES diseleksi dengan cukup teliti merujuk pada aturan yang ada seperti kegiatan usaha emiten yang harus sesuai dengan prinsip syariah.

Investasi Reksadana Syariah

Selain saham, investasi syariah lain yang banyak memiliki penggemar adalah reksadana syariah. Instrumen investasi ini cukup banyak direkomendasikan terutama bagi para investor yang ingin menghindari kerugian yang besar.

Dalam 3 tahun terakhir, peminat reksadana syariah meningkat cukup tajam. Hal ini dikarenakan karakteristik reksadana syariah dinilai mempermudah para investor terutama investor pemula yang tidak ingin mengalokasikan dana investasinya sendiri.

Dana investasi melalui reksadana syariah akan dikelola oleh manajer investasi tertentu dan dialokasikan pada produk investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.

Jenis investasi reksadana syariah juga cukup beragam seperti reksadana pasar uang, reksadana saham, reksadana obligasi, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana campuran. Seluruh jenis reksadana ini memiliki risiko yang berbeda-beda namun cenderung lebih rendah dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.

Investasi SBN (Surat Berharga Negara)

Contoh investasi syariah lain yang dinilai mampu memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan adalah SBN atau surat berharga negara. SBN merupakan surat berharga berupa pengakuan utang yang pengembalian pokok dan imbal hasil dijamin negara.

Surat berharga negara sering juga disebut sukuk negara dan terdiri dari tiga jenis yaitu Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan dan Sukuk Wakaf Ritel.

Rate imbal hasil sukuk ritel juga dibayarkan setiap bulan sehingga investor bisa langsung merasakan keuntungan dari investasi ini. Namun, untuk Sukuk Wakaf Ritel akan disalurkan kepada Nazhir.

Investasi Emas

Berinvestasi di emas sebenarnya telah dilakukan masyarakat sejak beberapa puluh tahun yang lalu. Investasi emas yang masuk sebagai salah satu investasi syariah karena telah masuk dalam kategori mubah menurut Majelis Ulama Indonesia. Hal ini membuat kehalalan investasi emas di Indonesia telah memiliki kekuatan hukum yang sah.

Investasi emas banyak dipilih karena pergerakan harganya yang cenderung stabil sehingga tidak menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi para investor. Di era digital seperti saat ini, investasi emas bisa dilakukan secara online dengan membeli emas dalam jumlah yang kecil secara berkala atau dengan sistem menabung hingga mendapatkan nominal yang cukup untuk membeli minimal 1 gram emas murni.

Investasi Deposito Syariah

Selain emas, deposito juga menjadi investasi syariah yang sebenarnya telah sering dilakukan oleh masyarakat. Perbedaan deposito syariah dengan deposito konvensional terletak pada akad yang digunakan. Deposito syariah menggunakan akad mudharabah dengan nisbah (bagi hasil).

Kesepakatan besaran nisbah akan diketahui secara terbuka saat investor membuka akun atau investasi deposito syariah. Sistem pembagian nisbah ini juga tergantung pada ketentuan bank kustodian apakah diberikan di akhir periode atau diberikan secara berkala setiap bulan.

Investasi P2P Lending Syariah

Investasi syariah lainnya yang cukup sering dibicarakan adalah P2P lending atau peer to peer lending. Secara sederhana, P2P lending merupakan investasi yang mempertemukan investor sebagai pemberi pinjaman uang dengan kreditur secara online

Meski bentuk investasi ini merupakan transaksi pinjam meminjam, namun akad dan prinsip transaksi yang digunakan tetap mengacu pada prinsip syariah.

Landasan hukum yang digunakan dalam investasi peer to peer lending syariah merujuk pada peraturan yang dikeluarkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Fatwa Dewan Syariah MUI. Dengan pengawasan regulasi yang ketat, kehalalan dan legalitas investasi syariah ini cukup terjamin untuk masyarakat.

Investasi Properti Syariah

Instrumen investasi syariah terakhir yang mulai banyak dikenal adalah investasi properti syariah. Pengertian investasi properti ini sendiri sudah banyak dipahami masyarakat sebagai cara yang tepat untuk mendapatkan keuntungan yang stabil dari investasi syariah. 

Investasi syariah ini biasanya berbentuk investasi properti seperti rumah dan tanah dengan proses transaksi mengacu pada hukum syariah yang berlaku.

Nilai properti yang cenderung naik setiap tahunnya dinilai menjadi hal yang akan mendatangkan keuntungan flat bagi investor di bidang properti syariah. Meski menjanjikan keuntungan setiap tahunnya, namun investor dituntut untuk teliti memilih developer syariah yang akan digunakan agar tidak terjebak investasi bodong yang mengatasnamakan investasi properti syariah.

***

Ketujuh instrumen investasi syariah diatas merupakan jenis investasi yang memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Investasi syariah merupakan pilihan paling tepat yang bisa dipilih jika kamu termasuk investor yang ingin terlepas dari risiko riba.

Berbagai contoh investasi syariah kini juga bisa di akses dengan mudah melalui berbagai platform berupa aplikasi dan situs investasi. Dengan memilih investasi syariah, kondisi ekonomi islam di Indonesia akan semakin meningkat dan memberikan berbagai keuntungan bagi para investornya.