📈 Bank Dunia Upgrade Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI / by Stockbit Snips

Photo by: Bank Dunia

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
9.075 +0,47%+Rp958,2 miliar16.890 +0,11%4.616 -0,44%
Oil Coal CPO Nickel
63,7 -4,22%112,0 +1,63%3.981 -1,44%18.694 +5,73%

👋 Stockbitor!

Bank Dunia merevisi naik prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2025–2027 sekitar +0,2–0,3 percentage point dibandingkan proyeksi sebelumnya pada Juni 2025. Berikut rinciannya:

  • 2025F: 5% (vs. Juni 2025: 4,7%)
  • 2026F: 5% (vs. Juni 2025: 4,8%)
  • 2027F: 5,2% (vs. Juni 2025: 5%)

Sebagai perbandingan, pemerintah dalam APBN 2026 menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2026F mencapai +5,4%, sementara proyeksi Bank Indonesia berada di level +5,3% YoY. Dibandingkan 2025F, Bank Dunia mengekspektasikan aktivitas ekonomi pada 2026F di wilayah East Asia and Pacific (EAP) akan melambat. Meski demikian, pertumbuhan Indonesia diekspektasikan terjaga di level +5%, didukung oleh stimulus fiskal dan peningkatan investasi yang didorong oleh pemerintah. Selama 2025 sendiri, Bank Dunia memperkirakan bahwa investasi swasta pada EAP cenderung lemah, kecuali Indonesia dan Malaysia yang didorong oleh inisiatif pemerintah dan penanaman modal.

Sejalan dengan komentar Bank Dunia, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengekspektasikan baik penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri akan lanjut bertumbuh pada 2026 karena investor bisa melakukan kerja sama dengan Danantara.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi sendiri merilis data realisasi investasi pada Kamis (15/1), di mana realisasi investasi pada 4Q25 mencapai Rp496,9 T (+9,7% YoY, +1,1% QoQ). Hasil ini membuat realisasi investasi selama 2025 mencapai Rp1.931,2 T (+12,7% YoY), setara 101,3% target 2025 di level Rp1.905,6 T. Pertumbuhan realisasi investasi selama 2025 lebih didorong oleh penanaman modal dalam negeri yang tumbuh +27% YoY, sementara penanaman modal asing flat. Adapun target investasi pada 2026 di level Rp2.175 T atau naik sekitar +13% YoY dari realisasi 2025.

Key Takeaway

Dibandingkan beberapa negara di Asia Tenggara (lihat tabel), upgrade proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Thailand, dan Filipina, meski tidak setinggi Vietnam. Kami menilai bahwa perbaikan makroekonomi yang meyakinkan berpotensi menarik kembali foreign inflow ke IHSG, khususnya pada saham–saham blue chip seperti sektor perbankan dan sektor consumer.

💰 IRSX Berencana Rights Issue Rp3,7 T

  • $IRSX: Folago Global Nusantara berencana menggelar rights issue sebanyak ~12,4 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp300/lembar, rasio 1:2, dan efek dilusi hingga 66,7%. Potensi raihan dana dari aksi korporasi ini mencapai ~Rp3,7 T, yang akan digunakan untuk menyetorkan modal ke beberapa anak usaha guna modal kerja, seperti: 1) akuisisi hak komersial jangka panjang atas kerja sama dengan artis, influencer, dan affiliator; 2) modal kerja event; dan 3) modal kerja untuk biaya produksi dan distribusi konten. PT Matra Tri Abadi selaku pengendali perseroan menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya serta menjadi pembeli siaga. Rights issue ini juga akan disertai dengan penerbitan waran hingga ~1,24 miliar lembar dengan rasio 10:1 dan harga pelaksanaan sebesar Rp350/lembar. Periode pelaksanaan rights dijadwalkan pada 11–17 Maret 2026, sementara masa pelaksanaan waran pada 25 Agustus 2026–24 Agustus 2028.
  • $TINS: Managing Director Danantara, Febriany Eddy, mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa pihaknya belum akan melakukan injeksi modal ke Timah karena perseroan dinilai masih mampu melakukan pembenahan tanpa memerlukan tambahan modal. Febriany menjelaskan bahwa TINS memiliki opsi untuk melakukan restrukturisasi secara mandiri atau memperoleh dukungan pendanaan dari MIND ID selaku holding BUMN pertambangan. Danantara akan memposisikan diri sebagai opsi pendanaan terakhir, meski tetap membuka peluang investasi jika terdapat prospek komersial di TINS. Sebelumnya, Direktur TINS, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, mengatakan pada November 2025 bahwa pihaknya kemungkinan akan menyiapkan proposal untuk memperoleh suntikan dana dari Danantara, dengan potensi dana yang didapat akan disalurkan ke PT Timah Industri selaku anak usaha guna mendukung hilirisasi.
  • $INCO: Vale Indonesia mengumumkan bahwa rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perseroan untuk 2026 telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian ESDM pada Kamis (15/1), meski tidak merincinya lebih lanjut. Dengan persetujuan tersebut, perseroan dapat kembali melakukan seluruh kegiatan operasional dan konstruksi di Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi.
  • $UNTR: United Tractors mengumumkan telah merampungkan buyback sebanyak ~68,5 juta (1,84%) saham dengan harga rata–rata Rp29.189/lembar atau senilai total ~Rp2 T pada 30 Oktober 2025–14 Januari 2026. Setelah transaksi ini, tidak ada sisa alokasi dana buyback.
  • $HUMI: Pemegang saham Humpuss Maritim Internasional pada Rabu (14/1) menyetujui perombakan susunan pengurus, dengan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra diangkat menjadi direktur utama perseroan menggantikan Tirta Hidayat dan Indra Yurana Sugiarto diangkat menjadi direktur menggantikan Dedi Hudayana. I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra — yang dikenal sebagai Ari Askhara — merupakan mantan direktur utama Garuda Indonesia ($GIAA) pada periode 2018–2019 sekaligus direktur utama GTS Internasional ($GTSI) selaku anak usaha HUMI. Pemegang saham HUMI juga menyetujui Mahdan sebagai komisaris utama menggantikan A. R. Sofyan, serta Dedi Hudayana sebagai komisaris perseroan menggantikan Daryono. Selain posisi komisaris utama, Mahdan juga menjabat sebagai komisaris independen perseroan.
  • $INTP: Indocement Tunggal Prakarsa mencatat penurunan volume penjualan semen sebesar -4% YoY pada 4Q25, sehingga volume penjualan semen INTP selama 2025 turun -4% YoY (vs. 9M25: -4% YoY, 2024: +8% YoY). Market share INTP tetap stabil di level 29,1% pada periode 10M25–12M25, tetapi cenderung rendah dibandingkan kinerja awal tahun. Hal ini sejalan dengan strategi perseroan untuk menaikan harga jual pada 4Q25, khususnya pada segmen semen kantong (bag). Dari segi segmentasi, penjualan semen kantong turun -1% YoY selama 2025 (vs. 9M25: -1% YoY), sementara penjualan semen curah (bulk) turun -11% YoY (vs. 9M25: -12% YoY).
  • $AYLS: Agro Yasa Lestari mengumumkan bahwa PT Bintang Cahaya Investment telah mengakuisisi ~594,7 juta (69,69%) saham perseroan dari PT Anugrah Cakrawala Dunia senilai ~Rp39,8 M. Setelah transaksi ini, PT Bintang Cahaya Investment akan menjadi pengendali baru AYLS dan akan melaksanakan penawaran tender wajib.
  • $JRPT: Jaya Real Property kembali berencana melaksanakan buyback saham hingga 47,6 juta (~0,37%) lembar pada periode 14 Januari–13 April 2026 dengan alokasi dana hingga Rp50 M. Sebelumnya, JRPT telah melaporkan hasil buyback periode 13 Oktober 2025–12 Januari 2026, di mana perseroan membeli ~22,4 juta saham dengan harga rata–rata Rp958/lembar atau senilai total Rp21,4 M.

Top Gainer 🔥

$BBYB $INDY $BBNI $PTRO
+5,49%+5,18%+4,13%+4,03%

Top Loser 🤕

$ENRG $UNVR $ESSA $HRUM
-5,26%-5,04%-5,04%-4,28%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengeklaim pada Rabu (14/1) bahwa pemerintah tidak akan menaikkan batas legal defisit anggaran dari level saat ini di 3% terhadap PDB. Pernyataan Airlangga muncul di tengah pergerakan rupiah yang mendekati rekor terendah dalam sejarah, dengan kurs rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan hari Kamis (15/1) berada di level 16.890 (-0,18%) dan mendekati level all–time low di 16.957 yang dicetak pada perdagangan intraday 9 April 2025. Bloomberg melaporkan bahwa pelemahan rupiah belakangan ini didorong oleh kekhawatiran fiskal, dengan APBN 2025 mencetak defisit 2,92% terhadap PDB.
  • Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 kemungkinan akan berkisar 250–260 juta ton, lebih rendah 31–34% dibandingkan RKAB 2025 di level 379 juta ton. Tri menyebut bahwa kuota tersebut akan disesuaikan dengan kapasitas smelter.
  • Harga emas di pasar berjangka untuk kontrak Februari 2026 sempat turun ke level US$4.585/troy ounce (-1,1%) pada Kamis (15/1), sementara harga minyak Brent di pasar berjangka untuk kontrak Maret 2026 melemah ke level US$64,2/barrel (-3,5%). Penurunan harga tersebut menyusul pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang meredakan kekhawatiran pasar atas potensi aksi militer AS terhadap Iran. Trump pada Rabu (14/1) mengatakan bahwa pembunuhan di tengah penanganan demonstrasi Iran mulai mereda.
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa pemerintah berencana membentuk BUMN baru di sektor tekstil, dengan dukungan pendanaan sebesar US$6 miliar dari Danantara. Dana tersebut akan digunakan sebagai insentif dan pembiayaan bagi sektor tekstil, di tengah tekanan tarif global dan persaingan yang ketat. Melalui pembentukan BUMN baru ini, Airlangga menargetkan nilai ekspor tekstil dapat meningkat dari US$4 miliar menjadi US$40 miliar dalam 10 tahun ke depan.
  • Bisnis melaporkan pada Kamis (15/1) bahwa Kementerian Keuangan tengah mempertimbangkan 3 opsi untuk mengatasi peredaran rokok ilegal, antara lain: 1) membatasi penjualan mesin produksi rokok hanya kepada produsen yang terdaftar di kantor bea dan cukai; 2) penambahan kategori baru rokok dalam kerangka regulasi cukai; dan 3) menunda kenaikan tarif cukai rokok. Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa pemerintah berencana menambahkan kategori baru dalam kerangka cukai untuk mengakomodasi rokok ilegal, dengan regulasi kemungkinan akan dirilis pada pekan depan.
  • Administrasi kepabeanan China mencatat bahwa impor batu bara pada Desember 2025 naik +12% YoY menjadi ~58,6 juta ton seiring pengisian stok menjelang Tahun Baru Imlek, sehingga realisasi impor batu bara China selama 2025 mencapai 490 juta ton (-9,6% YoY). Ini menandai kontraksi impor batu bara China secara tahun kalender yang pertama sejak 2022. Menyusul data ini, China Coal Transportation and Distribution Association (CCTD) mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa importir utama batu bara di China kemungkinan akan mengurangi pembelian karena harga batu bara di pasar domestik diperkirakan akan turun seiring produksi domestik yang tetap kuat dan meningkatnya produksi energi baru terbarukan.
  • Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia, Harwendro Adityo Dewanto, mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa pihaknya memperkirakan kuota produksi timah dalam RKAB 2026 akan berada di kisaran 60.000 ton, naik +13,2% dari RKAB 2025 di level 53.000 ton. Harwendro menambahkan bahwa proses persetujuan kuota saat ini masih berlangsung.
  • Managing Director Danantara, Febriany Eddy, mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa pihaknya akan membatasi porsi injeksi modal untuk penyelamatan BUMN pada 2026. Febriany menyebut bahwa fokus Danantara pada tahun ini adalah mengalihkan strategi investasinya pada penciptaan nilai tambah bagi perusahaan pelat merah dan perekonomian nasional, berbeda dari pendekatan pada 2025 yang diarahkan pada penyelamatan dan penyehatan BUMN. Selain peralihan strategi investasi, Danantara juga menyiapkan langkah restrukturisasi besar–besaran terhadap BUMN, di mana jumlah perusahaan BUMN yang mencapai lebih dari 1.000 entitas ditargetkan dipangkas menjadi sekitar 200 perusahaan.
  • Volume penjualan semen seindustri tercatat relatif flat secara tahunan pada 4Q25 meski meningkat +2% QoQ, menurut catatan manajemen Indocement Tunggal Prakarsa ($INTP). Hasil ini sedikit di atas ekspektasi manajemen INTP dan Semen Indonesia ($SMGR) pada earnings call 9M25, yang memperkirakan volume penjualan seindustri pada 4Q25 akan lebih rendah dibandingkan 3Q25. Selama 2025, penurunan volume penjualan semen seindustri sedikit melandai menjadi -2% YoY (vs. 9M25: -3% YoY, 2024: -0,4% YoY), yang sebagian dipengaruhi oleh low base–effect pada tahun sebelumnya. Hasil ini sedikit lebih baik dibandingkan proyeksi dari INTP dan SMGR bahwa volume penjualan seindustri akan terkoreksi sekitar -2,5% hingga -3% YoY pada 2025. Berdasarkan segmentasinya, volume penjualan semen kantong (bag) seindustri naik +1% YoY selama 2025 (vs. 9M25: -0,1% YoY), sementara penjualan semen curah (bulk) turun -8% YoY (vs. 9M25: -10% YoY). Manajemen INTP memperkirakan bahwa penjualan semen akan tetap lunak pada 1Q26, seiring tingginya curah hujan dan periode libur Lebaran yang dimulai lebih awal. Penjualan semen diperkirakan mulai rebound pada 2Q26, didukung oleh meningkatnya aktivitas konstruksi dan harapan terhadap efektivitas transmisi stimulus ekonomi pemerintah.

Waspada Saham Valuasi “Tidak Masuk Akal” dan Rayuan Story yang Terlalu Indah

“Sering kali, yang terlihat seperti peluang besar ternyata hanya panggung yang sudah disiapkan agar ada yang bisa keluar dengan mulus. Dan jangan sampai kita yang dijadikan jalan keluarnya.” — husin1030

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Di komunitas trading, sering kali kita menemui rekomendasi saham yang hanya bermodal “percaya saja, emiten ini lagi bagus.” Padahal, tanpa dasar yang jelas seperti laporan keuangan, pertumbuhan laba, atau prospek industri, rekomendasi semacam ini bisa jadi hanya rayuan belaka. Tak jarang, saham yang sama terus diangkat dan dibicarakan hingga memunculkan confirmation bias di dalam komunitas investor. Dalam tulisannya, @Husin1030 membahas bagaimana seharusnya investor mengulas emiten secara rasional dan menyusun strategi entry exit berbasis data dan bukan emosi. Mulai dari membaca laporan keuangan, menganalisis PER & PBV, hingga menimbang plus–minus right issue bukan sekedar ikut cerita bahwa emiten “sedang bagus.” Penasaran faktor apa saja yang dianggap penting oleh @Husin1030 dalam menilai saham di tengah kondisi ekonomi sekarang? Simak tulisan berikut ini!

Copyright 2025 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Sekuritas Digital (“Stockbit”), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Semua konten dalam website ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.