
Daily Market Performance š
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 7.378,6 -2,16% | -Rp978,7 miliar | 17.295 +0,70% | 4.708 -0,94% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 103,5 +1,51% | 128,5 +3,30% | 4.579 -1,06% | 18.462 +1,30% |
š Stockbitor!
Bank Central Asia ($BBCA) mencatat laba bersih Rp14,7 T pada 1Q26 (+4% YoY, +4% QoQ), sejalan dengan ekspektasi karena setara 24% estimasi 2026F konsensus (vs. 1Q25: 25% realisasi 2025). NonāInterest Income (NonāII) yang tumbuh +16% YoY menjadi pendorong utama pertumbuhan laba bersih pada 1Q26, seiring kenaikan āfees and commissionsā sebesar +14% YoY. Sementara itu, Net Interest Income (NII) flat secara tahunan utamanya akibat penurunan asset yield, sehingga pertumbuhan earnings asset ā obligasi dan kredit ā tidak tercermin pada Interest Income. Beban provisi sendiri naik +23% YoY pada 1Q26, sehingga Cost of Credit (CoC) berada di level 0,6% dan di atas guidance 2026.
Pertahankan Guidance 2026
Dalam earnings call 1Q26, manajemen BBCA mempertahankan seluruh guidance 2026 (lihat tabel). Manajemen menjelaskan bahwa kenaikan beban provisi pada 1Q26 merupakan langkah proaktif atas situasi makroekonomi terkini sekaligus meningkatnya risiko di segmen āconsumerā, ācommercialā, dan āSMEā. Dari sisi margin, manajemen mengakui tren tekanan pada loan yield terus berlanjut, meski mulai kembali naiknya yield obligasi pemerintah dan SRBI diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap keseluruhan Net Interest Margin (NIM) BBCA baik secara langsung maupun tidak langsung.
Stress Test Dampak Perang
Manajemen BBCA mengungkapkan bahwa dalam skenario terburuk perang Iran ā yakni, dengan asumsi harga minyak dunia berada di kisaran US$130ā150/barrel dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di kisaran 18.000ā19.000 ā berikut potensi dampaknya bagi BBCA:
- Loan growth akan melambat menjadi lowāsingle digit atau flat (vs. guidance 2026: +8ā10% YoY)
- NPL Ratio naik ke kisaran 3ā3,2% (vs. realisasi 1Q26: 1,8%)
Detail Pembayaran Dividen Kuartalan
Manajemen BBCA menyebut akan menjalankan rencana pembayaran dividen untuk tahun buku 2026 sebanyak 4x dalam setahun atau 1x per kuartal. Secara rinci, nominal dividen interim yang biasanya dibagikan di akhir tahun buku berjalan akan dipecah menjadi 3, dengan ekspektasi pembayaran dividen interim pada Juni, September, dan Desember. Sementara itu, dividen final seperti biasanya akan dibagikan pada akhir kuartal pertama atau April pada tahun berikutnya. Terkait prospek bertahannya dividend payout ratio di level yang tinggi, manajemen mengatakan bahwa perseroan masih perlu mempertimbangkan kebutuhan kredit dari para customer korporasi yang masih berekspansi, sehingga belum dapat memberikan guidance lebih lanjut.
Key Takeaway
Secara fundamental, di antara Big 4 Banks, kami mempertahankan preferensi pada BBCA dan BMRI, di mana aspek risk management serta portofolio yang kuat pada segmen ācorporateā membuat kedua bank tersebut relatif resilient, terutama dalam kondisi makroekonomi saat ini. Per Kamis (23/4), BBCA diperdagangkan pada valuasi 2,5x 1āYear Forward P/BV, sekitar -3 standar deviasi di bawah rataārata historis 5 tahun, level yang atraktif menurut kami untuk investasi jangka panjang. Meski demikian, dalam jangka pendekāmenengah, pergerakan harga saham perbankan termasuk BBCA berpotensi lebih dipengaruhi oleh sentimen investor asing (foreign flow), termasuk nilai tukar rupiah.
š TINS: Laba Bersih +135% QoQ pada 4Q25; 2025 Lampaui Ekspektasi
- $TINS: Timah mencatat laba bersih Rp711 M pada 4Q25 (+135% QoQ, +109% YoY). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp1,31 T (+5% YoY), melampaui ekspektasi (118% estimasi 2025F konsensus). Laba usaha pada 4Q25 mencapai Rp1,02 T (+138% QoQ, +160% YoY), ditopang oleh kenaikan pendapatan +107% QoQ seiring volume kenaikan penjualan timah +106% QoQ menjadi 7.165 ton dan harga jual rataārata (ASP) timah +7% QoQ menjadi US$37.413/ton. Selain itu, beban usaha turun -20% QoQ sehingga margin laba usaha naik ke level 20,6% (vs. 3Q25: 17,9%; 4Q24: 15%).
- $BDMN: Juru bicara Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) mengatakan kepada Bloomberg bahwa pihaknya mengetahui perubahan aturan minimum free float yang diumumkan oleh BEI, tetapi pihaknya belum mengambil keputusan terkait kepemilikan di Bank Danamon Indonesia. Sebelumnya, IDX Channel melaporkan bahwa kenaikan harga saham BDMN belakangan ini terjadi seiring munculnya rumor MUFG akan mengakuisisi sisa ~7,5% saham BDMN yang dimiliki publik, seiring kenaikan minimum free float menjadi 15%. Direktur BDMN, Reza Iskandar Sardjono, mengatakan kepada IDX Channel bahwa pihaknya tidak dapat berkomentar terhadap rumor atau spekulasi market.
- $TAPG: Manajemen Triputra Agro Persada mengatakan dalam Closed Door Meeting bersama Stockbit bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan produksi sekitar +10% YoY pada 2026 (vs. 2025: +4,2% YoY), didukung oleh kondisi cuaca yang relatif basah dalam 2 tahun terakhir. Mengenai risiko El Nino yang mungkin terjadi pada tahun ini, manajemen TAPG menjelaskan bahwa dampak El Nino terhadap produksi akan bersifat lagging sekitar 1ā2 tahun, yang dapat menyebabkan pertumbuhan produksi cenderung stagnan. TAPG sendiri akan mengalokasikan capex ~Rp920 M pada 2026 (vs. realisasi capex 2025: Rp648 M), yang akan digunakan untuk membangun 1 pabrik kelapa sawit di Kalimantan Timur dengan target dapat beroperasi pada 2027 serta replanting seluas 3.500 ha (vs. 2025: 600ā1.000 ha). Untuk biaya pupuk, manajemen TAPG menjelaskan bahwa kebutuhan pupuk selama 2026 dari sisi harga maupun volume telah diamankan melalui proses tender pada 3Q25. Simak poināpoin penting Closed Door Meeting TAPG di sini.
- $ASII: Bloomberg melaporkan bahwa pemegang saham Astra International pada hari ini, Kamis (23/4), menyetujui pembagian dividen final tahun buku 2025 senilai Rp292/saham, mengindikasikan yield dividen final ~4,6% per hari ini. Cum dividen dan tanggal pembayaran belum diketahui. Sebelumnya, ASII telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp98/saham pada Oktober 2025, sehingga dividend payout ratio tahun buku 2025 mencapai 48% (vs. 2024: 48%). Pemegang saham ASII pada hari ini juga menyetujui pengangkatan Rudy sebagai direktur utama perseroan, menggantikan Djony Bunarto Tjondro.
- $GIAA: Garuda Indonesia mencatat rugi bersih US$46 juta pada 1Q26 (vs. 1Q25: rugi US$76 juta, 4Q25: rugi US$140 juta). Menyusutnya kerugian pada 1Q26 didorong oleh: 1) kenaikan margin laba kotor ke level 18% (vs. 1Q25: 12,9%, 4Q25: 16,1%); 2) efisiensi beban operasional menjadi US$88 juta atau ~11,5% dari pendapatan pada 1Q26 (vs. 1Q25: ~12,2% pendapatan, 4Q25: ~14,9% pendapatan); dan 3) berkurangnya beban keuangan (-11% YoY, -41% QoQ). Dari sisi operasional, laba usaha tumbuh menjadi US$49 juta pada 1Q26 (vs. 1Q25: US$5 juta, 4Q25: US$10 juta), dengan margin laba usaha pada 1Q26 naik ke level 6,5%.
- $DMAS: Puradelta Lestari mencatat marketing sales ~Rp561,4 M selama 1Q26 (+20% YoY, -42% QoQ), setara 27% target 2026 di ~Rp2,08 T. Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, menyebut bahwa pihaknya mencatat ~75 hektare permintaan lahan industri pada awal 2026, dengan lebih dari separuhnya berasal dari sektor data center.
- $PRDA: Kontan melaporkan bahwa pemegang saham Prodia Widyahusada pada hari ini, Kamis (23/4), menyetujui rencana pembagian dividen tahun buku 2025 senilai Rp162,7/saham atau setara 70% dividend payout ratio (vs. 2024: 60%), mengindikasikan dividend yield ~6,4% per hari ini. Cum dividen dan tanggal pembayaran belum diketahui.
- $CINT: Kontan melaporkan bahwa pemegang saham Chitose International pada Rabu (23/4) menyetujui rencana pembagian dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp13,8 M atau Rp13,8/saham, setara 45% dividend payout ratio (vs. 2024: 63%). Jumlah tersebut mengindikasikan dividend yield ~6,2% per Kamis (23/4). Cum dividen belum diketahui, sementara pembayaran pada 25 Mei 2025.
- $LOPI: Logisticsplus International berencana menggelar private placement hingga ~110 juta saham baru dengan efek dilusi hingga 3,43%. Harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk pengembangan usaha dalam bentuk modal kerja, penambahan outlet, serta pembelian saham dan/atau aset pada perusahaan di industri terkait. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 2 Juni 2026.
š Insider Transactions

Top Gainer š„
$ENRG | $ELSA | $ESSA | $MEDC |
| +10,58% | +10,27% | +7,56% | +5,88% |
Top Loser š¤
$DSSA | $KPIG | $BREN | $CUAN |
| -10,36% | -9,30% | -8,70% | -7,28% |
āš„ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahuiā¦

- Rupiah mencetak allātime low setelah melemah hingga 17.315 per dolar AS pada intraday hari ini, Kamis (23/4), menurut data Bloomberg, sebelum ditutup di level 17.295 (-0,7%). Pelemahan rupiah pada hari ini sejalan dengan pelemahan mata uang negara berkembang lain terhadap dolar AS. Adapun pelemahan rupiah terjadi seiring kembali meningkatnya harga minyak global akibat masih berlanjutnya gangguan pasokan via Selat Hormuz, dengan harga minyak Brent naik sekitar +1,5% ke ~US$103,5/barrel pada sore hari ini. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya berkomitmen untuk melakukan intervensi dengan intensitas yang lebih tinggi untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 1Q26 dapat mencapai lebih dari +5,5% YoY, didukung oleh konsumsi, pencairan THR, belanja pemerintah, dan stimulus ekonomi. Data resmi pertumbuhan ekonomi periode 1Q26 baru akan dirilis oleh BPS pada 5 Mei 2026.
- CNN Indonesia dan Kontan melaporkan bahwa Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan berencana mengenakan pajak terhadap orang kaya atau high wealth individual (HWI), meski tidak merincinya lebih lanjut. Selain itu, Kementerian Keuangan juga berencana mengenakan pajak atas transaksi digital lintas negara, pajak karbon, hingga pajak pertambahan nilai (PPN) atas jasa jalan tol. Wacanaāwacana ini tertuang dalam rencana strategis Direktorat Jenderal Pajak periode 2025ā2029, dengan target regulasi terkait dapat rampung pada 2028.
- Bloomberg melaporkan bahwa pejabat Indonesia dan Singapura menunjukkan perbedaan terkait pengenaan tarif di Selat Malaka, isu yang muncul seiring Iran mengenakan tarif di Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mengatakan kepada CNBC pada Rabu (22/4) bahwa jalur transit melalui Selat Malaka harus tetap bebas tarif, sembari menambahkan bahwa Singapura tidak akan mendukung upaya apa pun untuk membatasinya. Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan nada berbeda pada Rabu (22/4), di mana Purbaya mempertanyakan apakah tidak mengenakan tarif di Selat Malaka adalah hal yang benar atau salah, meski tidak merinci apakah pemerintah tengah mewacanakan pengenaan tarif di selat tersebut. Bloomberg mencatat bahwa Selat Malaka menampung 40% perdagangan global, meski 10x lebih sempit dibandingkan Selat Hormuz.
- Ekamas Mora Republik ($MORA) ā dulu dikenal sebagai Mora Telematika Indonesia ā resmi merampungkan penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik per 22 April 2026. Pascaāmerger, PT Innovate Mas Utama menjadi pengendali baru MORA dengan kepemilikan 48,37% saham, sementara kepemilikan PT Candrakarya Multikreasi terdilusi dari 35,99% menjadi 17,81% dan PT Gema Lintas Benua terdilusi dari 30,18% menjadi 14,93%.
- Bank Maybank Indonesia ($BNII) akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp580,1 M atau ~Rp7,6/saham, setara 35% dividend payout ratio (vs. 2024: 40%). Jumlah tersebut mengindikasikan dividend yield ~3,6% per Kamis (23/4). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 27 April 2026, sementara pembayaran pada 13 Mei 2026.
- Kontan melaporkan bahwa pemegang saham Sinar Terang Mandiri ($MINE) pada Rabu (22/4) menyetujui rencana pembagian dividen tahun buku 2025 senilai Rp60,23 M atau Rp14,75/saham, setara 30% dividend payout ratio (vs. 2024: tidak ada). Jumlah tersebut mengindikasikan dividend yield ~4,2% per Kamis (23/4). Cum dividen dan tanggal pembayaran belum diumumkan.
š¤ Perang Iran Belum Selesai. Kenapa Pasar Saham Sudah Naik?
āPerhatian sudah balik ke fundamental.ā ā yanuard
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Di tengah ketidakpastian geopolitik seperti konflik Iran dan AS yang belum benar-benar selesai, pasar saham justru menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Dalam tulisannya, Stockbitor Yanuard menjelaskan bahwa pelaku pasar mulai melihat konflik ini sebagai risiko yang bersifat sementara dan tidak akan berkembang menjadi krisis besar. Akibatnya, perhatian investor beralih kembali ke fundamental seperti pertumbuhan ekonomi dan kinerja perusahaan. Ekspektasi bahwa skenario terburuk tidak terjadi membuat pasar kembali mengambil risiko dan mendorong kenaikan indeks global. Hal ini menunjukkan bahwa pasar sering kali bergerak berdasarkan ekspektasi ke depan, bukan kondisi saat ini, sehingga investor perlu memahami bahwa sentimen bisa berubah lebih cepat daripada realita di lapangan.
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (āStockbitā), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masingāmasing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihakāpihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihakāpihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$ENRG
$ELSA
$ESSA
$MEDC
$DSSA
$KPIG
$BREN
$CUAN