.png)
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 7.129,4 -3,38% | -Rp2,0 triliun | 17.205 -0,52% | 4.699 -0,53% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 104,3 -0,82% | 131,2 +2,14% | 4.595 +0,35% | 18.737 +1,49% |
👋 Stockbitor!
IHSG ditutup turun -3,38% ke level 7.129 pada hari ini, Jumat (24/4), sehingga membuat IHSG telah turun -6,6% WoW. Penurunan IHSG pada hari ini utamanya tertekan oleh penurunan harga saham $BBCA (-5,48%), $DSSA (-10,22%), $BBRI (-2,85%), $BREN (-6,29%), dan $BMRI (-2,81%). Dalam 2 hari terakhir, IHSG mencatatkan net foreign outflow sebesar Rp979 M pada Kamis (23/4) dan Rp2 T pada Jumat (24/4).
Pelemahan IHSG — terutama dalam 2 hari terakhir — terjadi seiring sentimen negatif dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang sempat mencetak rekor all–time low di 17.315 per dolar AS pada perdagangan intraday Kamis (23/4) sebelum menguat +0,52% pada hari ini ke level 17.205. Menyusul rekor pelemahan tersebut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan bahwa Bank Indonesia berkomitmen meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Sejak awal tahun, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah melemah -3,1% YTD, sejalan dengan pelemahan nilai tukar negara berkembang lainnya seperti baht Thailand (-2,9% YTD), peso Filipina (-3,2% YTD), won Korea Selatan (-3% YTD), dan rupee India (-4,9% YTD).
Nilai tukar rupiah sendiri kembali tertekan seiring kembali meningkatnya harga minyak global menembus level psikologis US$100/barrel akibat berlanjutnya gangguan pasokan via Selat Hormuz. Pada sore hari ini, harga minyak Brent turun tipis -0,8% ke ~US$104,3/barrel. Sebelumnya, harga minyak Brent sempat turun hingga ~US$90,4/barrel pada penutupan bursa Jumat (17/4) pekan lalu seiring ekspektasi berlanjutnya negosiasi antara AS–Iran, sebelum kemudian kembali naik akibat terhambatnya negosiasi antara kedua negara tersebut.
Menanggapi prospek sovereign credit rating dan defisit fiskal Indonesia ke depan, Direktur Fitch Ratings, George Xu, mengatakan pada Kamis (23/4) bahwa Indonesia memiliki ruang untuk melanggar batas defisit fiskal legalnya tanpa memicu penurunan rating, selama hal tersebut ditujukan sebagai respons sementara terhadap gangguan ekonomi akibat perang di Timur Tengah. Namun, Xu menambahkan, jika pemerintah terus–menerus menjalankan defisit APBN yang lebih tinggi dalam jangka panjang, hal tersebut dapat menyebabkan memburuknya fundamental kredit dan memicu penurunan rating.
Sebelumnya, Fitch pada Maret 2026 menurunkan outlook sovereign credit Indonesia dari ‘stable’ menjadi ‘negative’, dengan alasan meningkatnya ketidakpastian dan melemahnya kredibilitas pembuatan kebijakan. Reuters mencatat bahwa downgrade outlook dari Fitch tersebut tidak memperhitungkan dampak perang Iran. Xu menambahkan bahwa pihaknya akan memantau cara Indonesia dalam menghindari batas defisit APBN, serta memperingatkan bahwa wacana perluasan mandat Bank Indonesia dapat memperumit mandat kebijakan dan meningkatkan risiko kesalahan kebijakan.
Key Takeaway
Seperti yang terlihat pada tabel di atas, foreign outflow terkonsentrasi pada saham–saham big banks, menandai memburuknya sentimen investor asing dari pelemahan nilai tukar rupiah. Kami menilai bahwa meski harga minyak dunia tidak setinggi level pada puncak ketidakpastian perang (pertengahan Maret 2026) di level ~US$120/barrel, tekanan pada fiskal berpotensi semakin membesar jika harga minyak tetap bertahan di level yang relatif tinggi, mengingat keputusan pemerintah yang hanya menaikkan harga BBM secara selektif. Oleh karena itu, investor perlu memantau respons pemerintah dalam menghadapi skenario harga minyak yang bertahan di level tinggi lebih lama (higher–for–longer), termasuk realokasi anggaran dan/atau penyesuaian program/belanja.
🗣️ Danantara Dikabarkan Berencana Akuisisi PT Weda Bay Nickel dari Eramet
- $ANTM: Bloomberg melaporkan bahwa Danantara sedang dalam pembicaraan untuk membeli seluruh atau sebagian dari 38,7% saham Eramet SA (EPA: ERA) di perusahaan tambang nikel, PT Weda Bay Nickel. Narasumber Bloomberg menyebut bahwa diskusi tersebut masih dalam tahap awal. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Danantara juga dapat berpartisipasi dalam peningkatan modal sebesar €500 juta yang direncanakan oleh Eramet pada tahun ini. Danantara dan Eramet belum memberikan komentar terkait kabar ini. Eramet pada Kamis (23/4) juga mengumumkan bahwa produksi PT Weda Bay Nickel akan dihentikan sementara mulai Mei 2026 seiring kuota produksi yang akan habis pada bulan depan akibat pemangkasan kuota produksi tambang tersebut sebesar 71% dalam RKAB 2026. Pemegang saham PT Weda Bay Nickel sendiri terdiri atas Eramet selaku pengendali, Tsingshan Holding Group Co., dan Aneka Tambang dengan kepemilikan 10%.
- $BBTN: CNBC Indonesia melaporkan bahwa pemegang saham Bank Tabungan Negara pada Kamis (23/4) menyetujui rencana perseroan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025 (vs. payout 2024: 25%). Keputusan untuk menahan laba bersih diambil seiring rencana BBTN untuk membeli portofolio kredit senilai Rp15,4 T, setara ~39% modal (core dan supplemental) dan ~4% kredit BBTN per Maret 2026. Manajemen BBTN mengatakan bahwa portofolio kredit tersebut memiliki loan yield yang lebih tinggi dibandingkan blended loan yield BBTN saat ini di 7,3% per 1Q26, dengan rasio NPL di bawah 3% (vs. BBTN 1Q26: 3,1%). Perjanjian akuisisi kredit dijadwalkan akan ditandatangani pada 13 Mei 2026.
- $INCO: Vale Indonesia mengumumkan telah mengeksekusi opsi greenshoe senilai US$250 juta atas fasilitas kredit bergulir yang sebelumnya diperoleh dari DBS Bank Ltd., Mizuho Bank Ltd., PT Bank Mizuho Indonesia, dan UOB Ltd. Dengan eksekusi tersebut, total fasilitas kredit INCO dari bank–bank tersebut menjadi US$750 juta, yang ditujukan untuk keperluan umum korporasi termasuk capex dan modal kerja. Keseluruhan fasilitas ini memiliki bunga sebesar term SOFR plus margin yang berlaku, dengan jangka waktu 24 bulan sejak 25 Maret 2026 yang memiliki opsi perpanjangan hingga 6–12 bulan. Transaksi ini material karena setara ~27% dari ekuitas INCO.
- $NAYZ: Hassana Boga Sejahtera mengumumkan bahwa Saiko Consultancy Pte. Ltd. berencana mengakuisisi 41,18% saham perseroan dari PT Asia Intrainvesta. Rincian mengenai nilai transaksi dan jadwal penyelesaian belum diumumkan. Setelah rencana transaksi ini rampung, Saiko Consultancy akan menjadi pengendali baru NAYZ dan akan melaksanakan penawaran tender wajib.
- $TRIS: Kontan melaporkan bahwa pemegang saham Trisula International pada Kamis (23/4) menyetujui rencana pembagian total dividen tahun buku 2025 sebesar Rp31 M atau setara 28% dividend payout ratio (vs. 2024: 47%), mengindikasikan dividen final ~Rp7,7/saham dengan yield dividen final ~4,2% per Jumat (24/4). Sebelumnya, TRIS telah membagikan dividen interim sebesar Rp2,3/saham pada September 2025.
🔎 Insider Transactions

Top Gainer 🔥
$ESSA | $ADMR | $HEAL | $ISAT |
| +2,16% | +1,90% | +0,84% | +0,77% |
Top Loser 🤕
$BUVA | $DSSA | $FILM | $PTRO |
| -11,81% | -10,22% | -10,04% | -9,31% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- BEI pada Jumat (24/4) mengumumkan evaluasi indeks LQ45, IDX30, dan IDX80, dengan periode efektif pada 4 Mei–31 Juli 2026. Berikut rinciannya:
- Presiden Donald Trump mengatakan pada Kamis (23/4) bahwa Lebanon dan Israel telah memperpanjang gencatan senjata selama 3 pekan, melanjutkan gencatan senjata sementara selama 10 hari yang diumumkan sejak 16 April 2026. Trump menyebut bahwa dirinya berharap dapat kembali menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun dalam waktu dekat guna mendiskusikan perjanjian perdamaian. Menyusul kabar ini, harga minyak global masih bertahan di atas level psikologis US$100/barrel pada Jumat (24/4) sore, dengan minyak Brent mencapai US$104,3/barrel (-0,8%), seiring masih berlangsungnya blokade AS dan Iran di Selat Hormuz akibat terhambatnya negosiasi kedua negara tersebut.
- Adik Presiden Prabowo Subianto sekaligus Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan bahwa Indonesia mengamankan pasokan minyak hingga 150 juta barrel dengan harga khusus. Sebelumnya, pemerintah tidak merinci volume impor minyak Rusia, di mana Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada pekan lalu hanya mengatakan bahwa kesepakatan impor minyak dari Rusia akan mengamankan pasokan minyak Indonesia hingga akhir 2026. Hashim merinci bahwa pasokan hingga 150 juta barrel tersebut terdiri dari komitmen impor 100 juta barrel dan opsi tambahan 50 juta barrel. Meski demikian, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan bahwa pasokan dari Rusia tersebut masih kurang untuk memenuhi kebutuhan impor minyak Indonesia yang mencapai ~1 juta barrel per hari, sehingga pemerintah sedang mencari pasokan tambahan dari negara lain.
- International Copper Study Group pada Kamis (23/4) memperkirakan pasar tembaga olahan global selama 2026 akan surplus sebesar 96.000 ton, berbalik dibandingkan perkiraan sebelumnya yang memproyeksikan defisit 150.000 ton. Proyeksi baru tersebut didasarkan pada ekspektasi peningkatan produksi sekunder (tembaga olahan scrap) dan pertumbuhan permintaan yang lebih lambat dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Untuk 2027, International Copper Study Group memproyeksikan surplus pasar tembaga olahan akan mencapai 377.000 ton, seiring peningkatan produksi konsentrat dan penambahan kapasitas produksi baru. Dari sisi pertambangan, produksi tambang tembaga diperkirakan hanya akan tumbuh +1,6% YoY pada 2026 — turun dari perkiraan sebelumnya di +2,3% YoY — seiring pertumbuhan produksi yang lebih lambat di negara produsen utama termasuk Indonesia, sebelum diproyeksikan meningkat +2,3% YoY pada 2027.
- Freeport–McMoRan (NYSE: FCX) mengatakan pada Kamis (23/4) bahwa perusahaan memperkirakan pemulihan tambang Grasberg yang lebih lambat dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Freeport kini memperkirakan pemulihan tambang Grasberg pada 2H26 hanya akan mencapai sekitar 65% produksi, lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya di level 85%. Freeport kini memperkirakan tambang Grasberg hanya akan menghasilkan 800 juta lb tembaga dan 700.000 oz emas pada tahun ini, turun dari perkiraan sebelumnya di level 1,1 miliar lb tembaga dan ~800.000 oz emas.
- Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengatakan pada Kamis (23/4) bahwa Indonesia tidak akan mengenakan tarif pada kapal yang melewati Selat Malaka. Bloomberg melaporkan bahwa pernyataan Sugiono tersebut ditujukan untuk menenangkan kekhawatiran, setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada Rabu (22/4) mempertanyakan apakah kebijakan Indonesia untuk tidak mengenakan tarif di Selat Malaka adalah hal yang benar atau salah.
🤺 Survive Dalam Situasi Buruk, Jangan Nuntut Saja
“Ingat, itulah mode 'survival', bukan lagi 'nuntut' gimana tetap bagus dan makin bagus, halu namanya. Dampak buruk gak bisa lagi dihindarkan, jadi survival adalah gimana bertahan menghadapi dan meminimalisir dampak negatif itu.” — YansenDoang
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Pada krisis moneter 2008, IHSG sempat turun hingga -60%, dan Rupiah melemah sebesar -30%. Nasib serupa juga dialami oleh banyak negara lain pada masa itu. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap mampu bertahan di atas +5%, sementara negara lain mengalami kesulitan dalam pemulihan ekonomi pasca-2008. Stockbitor YansenDoang menyamakan kondisi IHSG saat ini serta inflasi dan nilai tukar Rupiah yang mencapai 17.300 dengan permasalahan ekonomi pada 2008. Apa yang memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berjalan meskipun dunia sedang mengalami kesulitan? Ia mengatakan bahwa pemulihan berhasil karena adanya aksi dan daya tahan investor untuk bertahan, selain tuntutan terhadap kebijakan baru dari pemerintah. Faktanya, hingga saat ini Indonesia tetap menerima investasi asing langsung (direct investment), dalam bentuk pembangunan aset, infrastruktur, dan operasional, di tengah kondisi ekonomi domestik yang sering dikritik sebagai “yang terburuk saat ini.” Penasaran bagaimana kita harus menanggapi situasi ini menurut YansenDoang? Baca selengkapnya pada tulisan berikut!
Sekilas tentang YansenDoang
Stockbitor YansenDoang adalah seorang investor yang sering posting tentang berita politik dan menganalisa dampaknya pada market. Selain itu, beliau juga terlihat memiliki ketertarikan pada pergerakan makro, dengan tulisannya yang sering merupakan update mengenai pergerakan makroekonomi.
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$ESSA
$ADMR
$HEAL
$ISAT
$BUVA
$DSSA
$FILM
$PTRO