🤑 BBNI: Laba Bersih Bank Only Tumbuh +6% YoY selama 7M26 / by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.501,7 -0,37%-Rp350,7 miliar17.712 +0,11%4.691 +0,22%
Oil Coal CPO Nickel
93,2 -1,29%142,1 +0,64%4.944 -1,47%17.058 +1,05%

đź‘‹ Stockbitor!

Bank Negara Indonesia ($BBNI) mencatat laba bersih bank only sebesar Rp1,6 T pada Juli 2026 (-6% YoY, -13% MoM). Penurunan laba bersih secara tahunan pada Juli 2026 terutama disebabkan oleh beban pajak yang melonjak +97% YoY. Pada level Pre-Provision Operating Profit (PPOP), laba Juli 2026 masih tumbuh +12% YoY ke level Rp3 T. Secara kumulatif 7M26, laba bersih mencapai Rp12,5 T (+6% YoY), setara dengan 59% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 7M25: 59% realisasi konsolidasi 2025).

NIM Turun namun CoC Membaik — Net Interest Margin (NIM) turun ke level 3,3% pada Juli 2026 (vs. Juni 2026: 3,4%) seiring melonjaknya beban bunga (+30% YoY, +18% MoM). Penurunan NIM yang didorong oleh kenaikan cost of fund (CoF) ini sejalan dengan pengetatan likuiditas perbankan belakangan ini, sesuai guidance yang disampaikan manajemen pada earnings call 2Q26. Perlambatan pertumbuhan Net Interest Income (NII) pada Juli 2026 terkompensasi kenaikan opex yang lebih moderat, sehingga pertumbuhan PPOP tetap terjaga di atas +10% YoY pada Juli 2026 dan membawa PPOP kumulatif 7M26 naik +14% YoY. Sementara itu, beban provisi tercatat mulai melandai, naik +13% YoY pada Juli 2026 (vs. 7M26: +33% YoY) atau setara secara Credit Cost (CoC) sebesar 0,8%, lebih rendah dibandingkan level Juni 2026 maupun 7M26.

Key Takeaway

Kami menilai BBNI on–track untuk mencapai estimasi laba bersih konsolidasi 2026F di level Rp21,1 T. Bahkan, kami melihat potensi BBNI dapat melampaui proyeksi tersebut, didorong oleh 2 faktor: 1) prospek likuiditas perbankan yang tidak seketat yang dikhawatirkan, seiring melandainya balance dan yield SRBI, mulai kembalinya portfolio inflow dari investor asing, serta keputusan pemerintah untuk memperpanjang sebagian penempatan dana SAL; 2) kebutuhan provisioning yang melandai pada 2H26, mengingat BBNI telah membangun provisioning yang konservatif selama 1H26, sementara kondisi makroekonomi tidak seburuk yang dikhawatirkan sebelumnya.

⚡ Bloomberg: Mitratel Kembali Berencana Merger dengan Tower Bersama

  • $MTEL: Bloomberg melaporkan bahwa Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel kembali mengupayakan rencana merger dengan Tower Bersama Infrastructure ($TBIG) menurut sejumlah sumber. Mitratel telah meminta penasihat keuangan untuk mengajukan proposal dan berpotensi memilih bank untuk membantu transaksi tersebut dalam beberapa pekan mendatang. Bloomberg melaporkan pada tahun lalu bahwa MTEL telah melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah calon penasihat terkait rencana merger dengan TBIG. Rencana merger sebelumnya gagal pada 2015. Pembahasan masih berlangsung dan belum ada jaminan bahwa kesepakatan akan tercapai. Direktur Investasi MTEL, Noorhayati Candrasuci, mengatakan penilaian awal sedang dilakukan, namun menolak memberikan komentar lebih lanjut. TBIG tidak menanggapi permintaan komentar.
  • $PGEO: Pertamina Geothermal Energy menandatangani 2 letter of intent dengan PT PLN untuk penjualan listrik panas bumi dari PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW dan PLTP Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 MW, yang akan dikembangkan konsorsium perseroan bersama PT PLN Indonesia Power melalui joint venture. Kedua pembangkit tersebut menggunakan teknologi binary yang mengolah panas sisa dari operasi PLTP eksisting, dengan tarif listrik yang telah disepakati bersama PLN sebagai offtaker pada Desember 2025 untuk Ulubelu Bottoming Unit dan April 2026 untuk Lahendong Bottoming Unit. PGEO menjelaskan bahwa tahap berikutnya meliputi pendirian joint venture, penyusunan power purchase agreement, dan proses EPCC, dengan target operasi komersial kedua pembangkit pada 2028. Secara terpisah, PGEO juga menerima penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi panas bumi dari Kementerian ESDM untuk wilayah Cubadak Panti seluas 29.897 hektare di Sumatra Barat, yang berdasarkan data awal diperkirakan memiliki potensi cadangan 77 MWe.
  • $AVIA: Avia Avian merevisi naik target pertumbuhan penjualan selama 2026 menjadi +10–14% YoY (vs. sebelumnya: +6–10% YoY). Revisi tersebut mempertimbangkan kenaikan harga jual yang dilakukan pada 2Q26, sementara target pertumbuhan volume tidak mengalami perubahan. AVIA melanjutkan ekspansi dengan menargetkan penambahan 3–4 pusat distribusi baru pada 2H26, sehingga total target 2026 mencapai 7–8 pusat distribusi baru. Pabrik baru AVIA di Cirebon telah memasuki tahap commissioning dengan kapasitas terpasang 200 ribu ton per tahun, di mana utilisasi kapasitas awal ditargetkan sebesar 100 ribu ton.
  • $SINI: Singaraja Putra menyalurkan pinjaman modal kerja senilai total ~Rp1,2 T kepada 2 anak usahanya di bidang pertambangan batubara, PT Persada Kapuas Prima dan PT Pasir Bara Prima, dengan kepemilikan efektif masing–masing 60%. Pinjaman disalurkan hingga ~Rp633,2 M kepada PT Persada Kapuas Prima dan hingga ~Rp547 M kepada PT Pasir Bara Prima, dengan bunga 10,95% per tahun serta jangka waktu 3 tahun sejak pencairan pertama yang dapat diperpanjang 3 tahun berikutnya. Dana berasal dari hasil rights issue perseroan, dengan penyaluran yang telah mulai dilakukan pada 21 Agustus 2026.
  • $BMAS: Bank Kasikorn Indonesia — dulu bernama Bank Maspion Indonesia — mendapatkan fasilitas pinjaman bilateral hingga US$341 juta dari Kasikornbank Public Company Ltd., pengendali perseroan, dengan bunga SOFR plus margin. Sebesar US$235 juta dari total limit tersebut telah memiliki underlying berdasarkan perjanjian yang disepakati kedua pihak, sementara penarikan pertama senilai US$55 juta telah dilakukan pada 21 Agustus 2026. BMAS menjelaskan bahwa fasilitas ini ditujukan untuk mendukung likuiditas jangka panjang dan menunjang penyaluran kredit kepada nasabah, dengan penarikan yang dilakukan secara bertahap.
  • $BBLD: Buana Finance mendapatkan tambahan fasilitas kredit berupa fixed loan senilai Rp100 M dari Bank Victoria International ($BVIC). Dengan tambahan tersebut, total fasilitas pinjaman perseroan saat ini mencapai ~Rp554 M atau setara 39,38% dari total ekuitas per 31 Desember 2025. Perseroan akan menggunakan fasilitas ini sebagai modal kerja untuk penyaluran kredit pembiayaan konsumen.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$EMAS $SSIA $TOWR $BRMS
+10,44%+7,04%+5,07%+5,04%

Top Loser 🤕

$ARTO $EXCL $SMGR $ISAT
-5,19%-4,93%-3,83%-3,31%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • FTSE Russell mengumumkan semi–annual index review FTSE Global Equity Index Series kawasan Asia Pacific pada 21 Agustus 2026, dengan semua perubahan akan berlaku setelah penutupan bursa pada 18 September 2026 dan efektif pada 21 September 2026. Berikut rinciannya:
    • Mid Cap
      • Masuk: –
      • Keluar: BSDE
    • Small Cap
      • Masuk:
      • Keluar: BBYB, BJBR, BTPS, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SILO, SMRA, SCMA
    • Micro Cap
      • Masuk: BSDE, BBYB, BJBR, BTPS, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SMRA, SCMA
      • Keluar: ADHI, ASSA, ALII, AGRO, BVIC, CASS, CFIN, BWPT, CARS, WOOD, DILD, JTPE, JKON, OMED, KEEN, MAIN, MAHA, MSTI, MDLA, MLPL, PBID, PANS, PNIN, PTPP, PRDA, RALS, ISSP, TPMA

FTSE mencatat hasil review masih dapat direvisi hingga penutupan perdagangan 4 September 2026, dan akan dianggap final mulai 7 September 2026.

  • Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengatakan pada Sabtu (22/8), bahwa Kanada akan mengenakan tarif terhadap sejumlah barang AS, sebagai langkah pembalasan atas tarif sebesar 50% yang diberlakukan Presiden AS, Donald Trump terhadap produk-produk Kanada. Kedua negara gagal mencapai kesepakatan perdagangan pada Jumat (21/8) malam, dengan masing-masing pihak menyalahkan pihak lainnya atas kegagalan perundingan intensif selama 3 hari. Sebelum Kanada mengumumkan tarif balasan, AS pada Sabtu (22/8) memberlakukan tarif sebesar 50% terhadap sejumlah produk Kanada yang mencakup wine, furnitur, produk susu, semen, pakaian, joran pancing, dan peralatan hoki, dengan nominal sekitar US$20 miliar. Angka tersebut setara dengan ~5% total ekspor Kanada ke AS. Sementara itu, tarif balasan Kanada ke AS ditujukan terhadap impor baja, elektronik, dan produk AS lainnya, yang mulai berlaku pada 8 September 2026.
  • Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah sedang menyelidiki sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kalimantan atas dugaan keterlibatan dalam kebakaran hutan yang menyebar dengan cepat selama musim kemarau. Prabowo mengatakan telah menerima laporan bahwa 4 perusahaan diduga terlibat dalam kebakaran yang disebabkan oleh pembukaan lahan, namun tidak menyebutkan nama perusahaan-perusahaan tersebut.
  • Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Minggu (23/8) membantah rumor yang menyebut bahwa Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam ditunjuk sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Prasetyo mengatakan pemerintah memang membuka ruang bagi seluruh pihak untuk membantu penanganan karhutla, tetapi koordinasi tetap dilakukan oleh sejumlah pejabat pemerintah yang telah ditugaskan. Secara terpisah, Bareskrim Polri dilaporkan telah menetapkan 72 tersangka perorangan terkait kasus karhutla. Mayoritas tersangka disebut melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar untuk menekan biaya operasional perkebunan.
  • Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan pada Jumat (24/8) bahwa Indonesia dan China berencana mengembangkan fasilitas produksi pertahanan di Indonesia untuk memproduksi amunisi dan persenjataan, termasuk rudal dan roket, dengan China menyediakan transfer teknologi. Kerja sama akan mencakup produksi senjata dan peralatan yang saat ini belum diproduksi Indonesia, dengan pengembangan dan produksi dilakukan kedua negara secara bersama. BUMN pertahanan Pindad dan LEN Industri akan terlibat dalam kerja sama tersebut. Fasilitas ditargetkan mulai beroperasi paling lambat pada 2027.
  • Kantor berita Xinhua melaporkan pada Sabtu (22/8) bahwa China bersedia memperdalam kerja sama dengan Indonesia untuk mengubah sumber daya alam menjadi pendorong pembangunan, serta mempercepat industrialisasi dan modernisasi Indonesia. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan China siap mengimplementasikan kesepakatan yang telah dicapai kedua kepala negara dan memperluas kerja sama di berbagai sektor, termasuk politik, ekonomi, pertahanan, dan energi. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (21/8). Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan. mengatakan Indonesia ingin memperluas kerja sama dengan China di luar sektor energi dan mineral tradisional, yakni ke sektor energi hijau, kecerdasan buatan, ekonomi digital, dan bioteknologi.

🤵 Strategi Membongkar GCG Emiten

“Ketika sebuah PSP secara rutin menyisihkan sebagian laba bersih untuk dibagikan kepada pemegang saham, itu adalah sinyal tegas bahwa mereka memandang investor ritel dan institusi sebagai mitra bisnis, bukan sekadar "KORBAN" penawaran saham perdana atau exit strategy.” — husin1030

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Investigasi terhadap Good Corporate Governance (GCG) emiten merupakan langkah krusial bagi investor agar tidak terjebak oleh manipulasi laporan keuangan yang tampak indah di atas kertas. Menurut stockbitor husin1030, untuk membongkar kualitas tata kelola ini, investor harus berfokus pada tiga aspek utama yaitu mengidentifikasi reputasi dan rekam jejak pemilik pengendali akhir (Ultimate Beneficial Owner), melacak aliran kas operasional serta transaksi afiliasi dan investigasi pihak yang menikmati puncak kemakmuran dari laba besar tersebut. Konsistensi pembagian dividen tunai merupakan poin penting yang perlu diperhatikan. Adanya dividen merupakan bukti autentik bahwa laba yang dihasilkan benar–benar riil dan bukan sekadar angka fiktif di laporan. Selain itu, stockbitor husin1030 juga menuliskan pertanyaan–pertanyaan kritis yang patut ditanyakan investor pada setiap aspeknya. Untuk mengetahui strategi membedah GCG pada suatu emiten secara lengkap, baca tulisan stockbitor husin1030 di sini!

Sekilas tentang husin1030

Trader Husin Ali, atau dikenal dengan username husin1030, adalah seorang user di Stockbit Stream yang tulisannya mencakupi edukasi mengenai berbagai macam sisi analisa fundamental, dari teori Warren Buffett hingga penjelasan hubungan komoditas dengan ketahanan sebuah ekonomi. Tulisan husin1030 mengandung banyak insights mengenai komoditas dan emiten yang mendalam.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.