🤝 TPIA Akan Akuisisi Bisnis Dealer Mobil Cycle & Carriage di Singapura & Malaysia / by Stockbit Investment Research

Photo by: Earnings Call TPIA

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.525,7 +0,37%+Rp974,6 miliar17.693 -0,30%4.637 +1,44%
Oil Coal CPO Nickel
94,1 +0,34%142,0 +0,60%5.020 +1,19%16.880 -1,36%

đź‘‹ Stockbitor!

Chandra Asri Pacific ($TPIA) melalui anak usahanya, CCHPL Holdings, menandatangani perjanjian bersyarat untuk mengakuisisi bisnis Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia dari Jardine Cycle & Carriage (SGX: C07) dengan estimasi nilai transaksi US$207 juta, ditambah pembayaran bersyarat (earn–out) sebesar maksimum US$23 juta. Sebagai informasi, Jardine Cycle & Carriage juga merupakan pengendali Astra International ($ASII) dengan kepemilikan 50,1%. Dalam keterangan resminya, TPIA menjelaskan bahwa penyelesaian transaksi ini masih bergantung pada persetujuan OEM dan ketentuan umum lainnya.

Profil Cycle & Carriage

  • Cycle & Carriage merupakan dealer mobil multi–brand serta layanan purnajual di Singapura dan Malaysia yang menaungi lebih dari 13 merek, mencakup Mercedes–Benz, Mitsubishi, hingga bus listrik Zhongtong.
  • Selama 2025, Cycle & Carriage mencatat penjualan mobil penumpang baru di Singapura sebesar ~6.500 unit, dengan market share 12%.
  • Cycle & Carriage memberikan kontribusi laba bersih US$48 juta kepada Jardine selama 2025, tetapi kontribusinya menurun -25% YoY menjadi US$12 juta selama 1H26 (vs. 1H25: US$16 juta) seiring penurunan penjualan mobil baru (-20% YoY) dan mobil bekas (-16% YoY).

Struktur Transaksi

  • Di luar transaksi tunai senilai US$207 juta, TPIA juga akan menanggung pembayaran tambahan bersyarat sebesar maksimum US$23 juta dan mengambil alih utang Jardine sebesar US$260 juta kepada anak usaha Cycle & Carriage.
  • Transaksi ini ditargetkan rampung paling lambat pada 28 Februari 2027.
  • TPIA menyebut bahwa transaksi ini akan didukung oleh pembiayaan dari Mizuho Bank, meski perseroan belum merinci besaran fasilitas pinjaman tersebut.

Rasionalisasi Akuisisi Cycle & Carriage

  • TPIA memproyeksikan segmen bisnis mobilitas — yang mencakup jaringan SPBU Esso serta Cycle & Carriage — berpotensi memberikan tambahan laba sekitar US$150–200 juta per tahun.
  • TPIA menyebut rencana akuisisi Cycle & Carriage ditujukan untuk diversifikasi guna menurunkan volatilitas laba yang selama ini bergantung pada siklus petrokimia.
  • Cycle & Carriage memiliki nilai aset bersih berwujud ~US$292 juta, lebih besar dibandingkan rencana nilai akuisisi TPIA, sehingga selisihnya akan diakui sebagai keuntungan pada laporan laba rugi TPIA. Sebagai catatan, ~90% dari nilai buku Cycle & Carriage merupakan tagihan dari anak usaha Cycle & Carriage kepada Jardine yang dialihkan kepada TPIA saat transaksi rampung, sehingga besaran keuntungan tersebut masih bergantung pada penyesuaian akuntansi final kepada laporan keuangan TPIA.
  • Manajemen TPIA menyebut akan mempertahankan manajemen Cycle & Carriage saat ini sekaligus melakukan efisiensi operasional melalui pemusatan layanan pendukung. Ke depan, TPIA juga berencana memanfaatkan ekosistem energi perseroan di Singapura, seperti jaringan SPBU Esso, untuk menjangkau pelanggan dan melakukan cross–selling.

Menyusul pengumuman rencana transaksi ini, harga saham TPIA ditutup menguat +3,31% pada Jumat (21/8).

Key Takeaway

Sebagai konteks, akuisisi ini sejalan dengan rencana ekspansi yang disampaikan manajemen TPIA pada earnings call 1H26, di mana perseroan mengidentifikasi investasi strategis lebih dari US$1 miliar untuk 5 tahun ke depan, ditopang oleh likuiditas perseroan sebesar ~US$3,9 miliar pada 1H26. Kami menilai bahwa transaksi ini tergolong value accretive dan memberikan dampak positif terhadap TPIA karena langsung memberikan laba bersih tambahan dari bisnis yang telah beroperasi dengan valuasi tergolong murah. Mengasumsikan laba bersih Cycle & Carriage di level US$24 juta (2026 annualized) hingga US$48 juta (realisasi 2025), nilai transaksi US$207 juta tersebut mengimplikasikan valuasi ~8,6x P/E 2026 annualized atau ~4,3x P/E 2025.

🌏 Pemegang Saham Loyal Metals Setujui Rencana Akuisisi oleh BUMI Senilai AU$79,1 Juta

  • $BUMI: Pemegang saham perusahaan tambang emas dan tembaga, Loyal Metals Ltd. (ASX: LLM), pada Kamis (20/8) menyetujui rencana akuisisi oleh Bumi Resources. Sebelumnya, BUMI berencana mengakuisisi 100% saham Loyal Metals dengan harga AU$0,45/saham atau senilai total AU$79,1 juta, menurut keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Loyal Metals di bursa Australia pada April 2026.
  • $BWPT: Eagle High Plantations berencana mengalihkan seluruh saham treasuri hingga ~402,9 juta (1,28%) saham melalui mekanisme penjualan saham di BEI mulai dari 31 Agustus 2026 hingga selesai. Saham treasuri yang akan dijual merupakan hasil buyback saham pada 2023. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan RUPS, dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai anggota bursa pelaksana penjualan.
  • $FUTR: Direktur Utama Futura Energi Global, Anggara Suryawan, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan proses reaktivasi PLTP Baturaden di Purwokerto, Jawa Tengah dapat dimulai pada kuartal 4Q26, dengan pengembangan tahap pertama ditargetkan memiliki kapasitas 30 MW dari total potensi pengembangan sebesar 220 MW. Untuk merealisasikan reaktivasi dan pengembangan tahap awal tersebut, FUTR memperkirakan kebutuhan investasi akan mencapai ~US$120 juta. Selain mengandalkan pertumbuhan organik melalui proyek PLTP Baturaden, FUTR juga membidik ekspansi secara anorganik dengan mengincar sejumlah proyek energi baru terbarukan lainnya — termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) — meski Anggara mengatakan sejumlah proyek tersebut masih berada dalam tahap due diligence.
  • $SINI: Singaraja Putra mencatat ekuitas ~Rp3,6 T berdasarkan laporan keuangan per 31 Juli 2026, berbalik dari posisi negatif ~Rp687,4 M per 31 Desember 2025. Pembalikan posisi ekuitas ini berpotensi membuat SINI dihapus dari Papan Pemantauan Khusus — yang menggunakan mekanisme perdagangan full call auction (FCA) — di mana saham perseroan masuk ke dalam papan tersebut sejak 12 Februari 2026 karena memiliki ekuitas negatif.
  • $SMGR: Semen Indonesia mencatat pertumbuhan volume penjualan semen +2% YoY pada Juli 2026, sehingga volume penjualan semen SMGR selama 7M26 tumbuh +5% YoY (vs. 7M25: -4% YoY). Volume penjualan domestik naik +8% YoY selama 7M26 (vs. 7M25: -7% YoY), sejalan dengan pertumbuhan volume seindustri, sehingga market share SMGR relatif stabil di level ~47% (vs. 7M25: ~48%). Sementara itu, volume penjualan non–domestik SMGR turun -4% YoY (vs. 7M25: +12% YoY), utamanya ditekan oleh lemahnya ekspor dari fasilitas Indonesia (-11% YoY). Dari segi segmentasi, volume penjualan segmen kantong (bag) naik +9% YoY selama 7M26, sementara volume penjualan semen curah (bulk) tumbuh +5% YoY.
  • $TBIG: Tower Bersama Infrastructure berencana menambah bidang usaha layanan gerbang akses internet (network access point) melalui anak usahanya, PT Tower Bersama, sebagai bagian perluasan bisnis ke layanan konektivitas. Bisnis baru ini dirancang menjadi platform penyedia transit internet tingkat grosir (wholesale IP transit) untuk internet service provider tier 2–3 dan korporasi, dengan nilai investasi awal ~Rp47,4 M dari kas internal. Rencana ini akan dibahas dalam RUPS pada 24 Agustus 2026.
  • $YUPI: Yupi Indo Jelly Gum akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai ~145,4 M atau ~Rp17/saham, mengindikasikan dividend yield ~1,3% per Jumat (21/8). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 31 Agustus 2026, sementara pembayaran pada 10 September 2026. Ini merupakan dividen interim tahun buku 2026 yang ke–2 dari YUPI, di mana perseroan sebelumnya telah membagikan dividen interim sebesar ~Rp16,6/saham pada Mei 2026.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$TOBA $INET $AMRT $MINA
+7,55%+5,10%+4,73%+4,41%

Top Loser 🤕

$COIN $KPIG $HEAL $KIJA
-5,11%-4,29%-3,62%-2,91%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Bank Indonesia mencatat bahwa defisit transaksi berjalan (current account) Indonesia melebar dari US$3,6 miliar pada 1Q26 menjadi US$12,5 miliar pada 2Q26, lebih buruk dibandingkan ekspektasi konsensus Bloomberg yang memperkirakan defisit ~US$11,7 miliar, seiring kenaikan impor minyak akibat tingginya harga minyak dunia. Hasil ini membuat rasio defisit current account terhadap PDB pada 2Q26 melebar ke level 3,3%, dibandingkan defisit 1% terhadap PDB pada 1Q26. Sebelumnya, Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur April 2026 telah merevisi outlook defisit current account selama 2026 ke kisaran 0,5–1,3% terhadap PDB, dibandingkan proyeksi sebelumnya di kisaran defisit 0,1–0,9% terhadap PDB. Sementara itu, neraca pembayaran (balance of payments) kembali tercatat defisit US$0,9 miliar pada 2Q26, dibandingkan defisit US$9,1 miliar pada 1Q26.
  • Harga CPO berjangka Malaysia untuk kontrak November 2026 menguat sekitar +1,2% ke level MYR5.020/ton pada Jumat (21/8). Bloomberg melaporkan bahwa kenaikan harga CPO didorong oleh kekhawatiran pengetatan pasokan seiring ancaman El Nino yang dapat membatasi produksi di negara produsen utama, Indonesia dan Malaysia. Analis di firma analisis komoditas Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, mengatakan kepada Bloomberg bahwa kenaikan harga CPO didorong oleh prospek pasokan yang lebih rendah dan perkiraan kenaikan permintaan jangka pendek dari India, serta didukung oleh faktor eksternal berupa harga minyak global yang masih tinggi.
  • Harga minyak Brent naik sekitar +2,4% ke level US$93,8/barrel pada penutupan perdagangan Kamis (20/8) dan lanjut naik sekitar +0,3% ke kisaran US$94,1/barrel per Jumat (21/8) sore. Kenaikan harga minyak didorong oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang mengancam akan menerapkan sanksi ekonomi yang lebih keras terhadap Iran serta sekutu maupun mitra bisnisnya. Trump menyebut bahwa dirinya sedang meluncurkan “operasi ekonomi paling melumpuhkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun,” meski tidak merincinya lebih lanjut. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan bahwa pemerintah AS akan memaparkan rincian sanksi ekonomi tersebut pada Senin (24/8) pekan depan. Meski Trump tidak merinci negara mana saja yang akan menjadi sasaran, Bloomberg melaporkan bahwa ancaman Trump tersebut mengarah kepada China selaku importir utama minyak Iran.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Kamis (20/8) bahwa subsidi pembelian motor listrik kemungkinan akan diturunkan dari rencana awal sebesar Rp5 juta/unit menjadi Rp3 juta/unit, tetapi dengan kuota penerima naik menjadi 1 juta unit. Sebelumnya, Purbaya pada Mei 2026 mengatakan bahwa pemerintah berencana memberikan subsidi sekitar Rp5 juta per motor listrik dengan kuota sebanyak 100.000 unit, tetapi subsidi tersebut kemudian ditunda. Kuota tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pernyataan Purbaya pada awal Agustus 2026, yang menyebut kuota subsidi pembelian motor listrik sebanyak 500.000 unit. Purbaya menambahkan bahwa subsidi ini hanya diperuntukan untuk pembelian motor listrik yang diproduksi di dalam negeri, sembari memperkirakan serapan subsidi tersebut hanya akan mencapai 100.000 unit hingga akhir 2026 seiring produksi motor listrik nasional yang masih di bawah level 1 juta unit. Purbaya belum merinci kapan subsidi pembelian motor listrik akan diluncurkan karena Kementerian Keuangan masih perlu berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian sebelum kebijakan tersebut dijalankan.
  • Bank Indonesia mencatat bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh +8,3% menjadi Rp10.371,1 T pada Juli 2026 (vs. Juni 2026: +8,7% YoY). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar +10% YoY dan uang kuasi sebesar +5,6% YoY.
  • Menteri Luar Negeri, Sugiono, bersama dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan pada Jumat (21/8) bahwa Indonesia dan China sepakat untuk menjajaki akses pasar yang lebih luas untuk komoditas utama Indonesia. Sugiono menyebut bahwa kedua negara juga akan bekerja sama dalam teknologi canggih dan kecerdasan buatan, termasuk pengembangan bersama satelit komunikasi. Selain itu, Indonesia dan China juga sepakat untuk memperkuat penggunaan transaksi mata uang lokal serta memperdalam kerja sama di bidang energi, kesehatan, dan teknologi pertanian. Indonesia juga berkomitmen untuk memastikan kelanjutan kereta cepat Jakarta–Bandung, termasuk melalui pembiayaan berkelanjutan dan opsi untuk memperluas rute penumpang, serta berkomitmen untuk menyediakan lingkungan bisnis yang adil bagi perusahaan–perusahaan China. Dalam pertemuan terpisah, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Pertahanan China, Dong Jun, mengatakan bahwa kedua negara sepakat untuk memperluas latihan militer, pertukaran personel, dan kerja sama di industri pertahanan.

🪙 Gold Naik Karena Yield Obligasi AS Turun?

“Kalau AS pede bahwa obligasi mereka masih menarik, biar aja Jepang jualan. Nanti juga akan ada yang tampung di bawah. Kalo yang keluarkan obligasinya aja nggak pede, gimana pasar mau percaya sama obligasi AS?” — yanuard

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Kenaikan harga emas global ke level $4.475 baru-baru ini telah memberikan sentimen positif yang kuat bagi saham-saham pertambangan emas di pasar domestik. Kenaikan harga emas ini dipicu oleh rencana Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk meningkatkan volume pembelian obligasi pemerintah. Langkah tersebut mengartikan yield obligasi akan mengalami penurunan dan mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) seperti emas. Dalam tulisan stockbitor yanuard, ia menyoroti pergerakan harga emas yang tidak biasa. Saat yield obligasi Amerika Serikat kembali naik ke 5,25%, harga emas tetap menguat hingga mendekati $4.500. Hal ini menandakan adanya narasi lain yang saat ini sedang memengaruhi pasar emas. Menurutnya, hal ini berhubungan dengan mulai terkikisnya kepercayaan investor global terhadap USD sejak bantuan intervensi Yen yang dilakukan oleh Amerika Serikat bulan lalu. Kemudian, apakah keputusan Departemen Keuangan Amerika Serikat ini memperburuk sentimen pelaku pasar?

Sekilas tentang yanuard

Yanuar Dananjaya adalah seorang dosen fakultas bisnis di salah satu universitas swasta ternama di Indonesia. Beliau menggunakan pendekatan metode analisis fundamental dan value investing dalam investasi. Pak Yanuar kerap kali membagikan tulisan yang memuat seputar ulasan hingga opini terkait fenomena ekonomi makro yang terjadi.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.