🚀 Ekonomi RI Tumbuh +5,47% YoY pada 3Q26, Lampaui Ekspektasi / by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
5.030,3 +2,25%-Rp65,5 miliar18.082 -0,46%4.137 +1,56%
Oil Coal CPO Nickel
96,1 +1,54%145,4 +0,14%4.375 -2,69%15.779 +2,81%

👋 Stockbitor!

BPS mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai +5,47% YoY pada 3Q26 (vs. 2Q26: +5,29% YoY, 3Q25: +5,04% YoY), melampaui ekspektasi konsensus di kisaran +5,2% YoY. Hasil ini membuat pertumbuhan ekonomi selama 9M26 mencapai +5,45% YoY (vs. 9M25: +5,01% YoY). Sebagai konteks, outlook APBN 2026 pada Juli 2026 menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar +5,6–6% YoY. Secara kuartalan, ekonomi Indonesia tumbuh +1,59% QoQ pada 3Q26.

Dari sisi pengeluaran, akselerasi pertumbuhan ekonomi pada 3Q26 dibanding 2Q26 utamanya ditopang oleh menyempitnya kontribusi negatif net ekspor serta meningkatnya kontribusi komponen lainnya, terutama perubahan inventori. Hal ini mengimbangi melambatnya kontribusi konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto/investasi (PMTB), dan konsumsi rumah tangga. Berikut rinciannya:

  • Pertumbuhan konsumsi rumah tangga (+5,04% YoY) cenderung stagnan di kisaran +5% YoY selama 2 kuartal terakhir dan melandai dari puncaknya di +5,52% YoY pada 1Q26. Hal ini tercermin dari rata–rata Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia yang turun ke 117,8 pada 3Q26 (vs. 2Q26: 120,6). Secara kuartalan, konsumsi rumah tangga terkontraksi -0,57% QoQ.
  • Net ekspor masih memberikan kontribusi negatif, meski menyempit ke -0,3 percentage point (vs. 2Q26: -0,9 percentage point), seiring impor yang tumbuh +7,31% YoY dan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekspor +4,59% YoY. Menyempitnya kontribusi negatif tersebut sejalan dengan neraca perdagangan yang berbalik surplus ~US$7 miliar pada 3Q26 (vs. 2Q26: defisit ~US$2 miliar), didorong oleh kenaikan ekspor non–migas sebesar +9,4% QoQ serta penurunan nilai impor migas sebesar -22,7% QoQ.
  • Konsumsi pemerintah (+8,9% YoY) masih menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, didorong oleh belanja pegawai dan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, pertumbuhannya melambat dari +16% YoY pada 2Q26, sehingga kontribusinya terhadap PDB menyusut menjadi 0,62 percentage point (vs. 2Q26: 1,07 percentage point), sejalan dengan memudarnya efek low–base yang telah kami soroti dalam rilis PDB 2Q26.
  • PMTB/investasi tumbuh +6,06% YoY (vs. 2Q26: +6,87% YoY) dan menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar ke–2 setelah konsumsi rumah tangga. Meski melambat, laju PMTB masih ditopang oleh realisasi investasi pada 3Q26 yang tumbuh +7,6% YoY menjadi Rp528,7 T (vs. 2Q26: +7,1% YoY).

Key Takeaway

Mengingat kontribusi komponen lain yang cukup material pada 3Q26, kami tidak terlalu berfokus pada angka pertumbuhan headline dan lebih memperhatikan tren komponen–komponen utama. Di tengah deselerasi konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah — yang secara umum sudah diekspektasikan — kinerja net ekspor yang membaik memberikan bantalan terhadap keseluruhan pertumbuhan ekonomi pada 3Q26.

Kami melihat, potensi pertumbuhan 4Q26 berpotensi lebih menantang, mengingat: 1) basis perbandingan (base) yang lebih tinggi pada 4Q25 di +5,39% YoY (vs. 3Q25: +5,04% YoY); serta 2) tekanan daya beli seiring siklus kenaikan harga jual dari produsen dan kenaikan harga pangan.

💰 ITMG Berencana Buyback Saham hingga Rp2,3 T

  • $ITMG: Indo Tambangraya Megah berencana buyback saham dengan alokasi dana hingga ~Rp2,3 T pada periode 5 November 2026–4 Februari 2027. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.
  • $ULTJ: Ultrajaya Milk Industry & Trading Company mengumumkan update rencana rights issue hingga ~Rp16,9 T untuk mengakuisisi PT Frisian Flag Indonesia, yang mencakup informasi mengenai perlakuan akuntansi, asumsi jumlah tambahan dividen sebesar ~Rp1 T, dan perubahan jadwal RUPSLB dari 27 Oktober 2026 menjadi 6 November 2026. Keterbukaan informasi terbaru menyebutkan bahwa transaksi ini dicatat sebagai akuisisi terbalik (reverse acquisition) sesuai PSAK 103, di mana PT Frisian Flag Indonesia akan bertindak sebagai pihak pengakuisisi secara akuntansi. Selain itu, ULTJ juga mengasumsikan jumlah tambahan dividen senilai ~Rp1 T, mengimplikasikan pembagian dividen Rp100/saham dan yield ~4,8% per penutupan Kamis (5/11). Adapun rencana rights issue tidak berubah, di mana ULTJ akan menerbitkan hingga ~7,9 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.150/saham, sehingga potensi perolehan dana mencapai ~Rp16,9 T. Pengendali ULTJ akan mengalihkan haknya kepada pemegang saham PT Frisian Flag Indonesia, yang terdiri dari FrieslandCampina International Holding B.V., Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd., dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa. Para pemegang saham PT Frisian Flag Indonesia akan mengeksekusi haknya melalui inbreng senilai ~Rp14,6 T. Setelah transaksi, FrieslandCampina International Holding akan menjadi pengendali baru ULTJ dan akan melaksanakan penawaran tender wajib.
  • $SMAR: Sinar Mas Agro Resources and Technology akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp490/saham, mengindikasikan dividend yield ~7,2% per penutupan Kamis (5/11). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 12 November 2026, sementara pembayaran pada 26 November 2026.
  • $PGAS: Manajemen Perusahaan Gas Negara mengatakan dalam earnings call pada Rabu (4/11) bahwa spread gas trading pada 2026F masih sesuai guidance di kisaran US$1,65–1,85/mmbtu, seiring realisasi 9M26 yang telah berada di atas rentang tersebut di US$1,94/mmbtu, meski tren pada 3Q26 menunjukkan penurunan ke US$1,72/mmbtu (vs. 2Q26: US$2,09/mmbtu) setelah harga LNG industri dipangkas ke US$13/mmbtu. Untuk 2027, level spread masih bergantung pada keputusan pemerintah terkait apakah akan memperpanjang kebijakan harga LNG di US$13/mmbtu. Terkait sengketa dengan Gunvor, manajemen masih menelaah putusan parsial arbitrase tanpa merinci kapan selisih provisi akan diakui, maupun potensi tambahan provisi atas sisa kargo hingga 2027. Per 9M26, PGAS baru membukukan provisi US$72 juta dari total putusan US$128,6 juta, sehingga masih tersisa selisih US$56,5 juta. Selain itu, manajemen juga belum memberikan guidance terkait dividend payout ratio tahun buku 2026 dan hanya menyebut level historis di kisaran 70–80%. Manajemen menjelaskan bahwa pinjaman bank yang jatuh tempo dalam 12 bulan mendatang, sebesar US$175 juta dari total US$626 juta, turut menjadi pertimbangan dalam menentukan besaran payout dividen. Simak poin–poin penting earnings call PGAS di sini.
  • $ISSP: Steel Pipe Industry of Indonesia berencana melaksanakan buyback hingga ~250 juta (~3,48%) saham dengan alokasi dana hingga Rp150 M pada periode 5 November 2026–5 Februari 2027. Perseroan akan melaksanakan buyback ini melalui PT MNC Sekuritas, dengan harga maksimum buyback Rp600/saham. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.
  • $PGEO: Bisnis melaporkan bahwa Pertamina Geothermal Energy mengalokasikan kapasitas pembangkit sebesar 5 MW di PLTP Kamojang, Jawa Barat untuk pilot project suplai listrik bagi data center, dengan durasi pilot project sekitar 1–2 tahun. Dari sisi teknologi, Direktur Utama PGEO, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa kesiapan PGEO sudah terpenuhi dan kini tinggal melangkah ke tahap komersialisasi. Sementara itu, Direktur PGEO, Edwil Suzandi, menyebut bahwa eksekusi proyek masih menunggu penyesuaian regulasi serta revisi izin analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) khusus untuk elektrifikasi data center, di mana proses revisi AMDAL dan penyesuaian regulasi diharapkan tuntas pada akhir 2026 atau 1Q27. PGEO pun sedang berdiskusi intensif dengan calon off–taker industri data center, sekaligus melakukan kajian paralel untuk memastikan penyaluran langsung ini tidak mengganggu komitmen pasokan ke PT PLN.
  • $MIDI: Manajemen Midi Utama Indonesia dalam earnings call pada Selasa (3/11) mengatakan bahwa guidance untuk 2027 serupa dengan 2026, di mana SSSG ditargetkan berada di mid–single digit, pertumbuhan topline high–single digit, dan target pembukaan 200 gerai baru. Dari sisi ekspansi, manajemen telah menambah 121 gerai baru selama 9M26, serta mengekspektasikan pembukaan gerai baru selama 2026 akan mencapai 190+ gerai baru, sedikit lebih rendah dibandingkan target 2026, karena konstruksi terhambat akibat kabut asap. MIDI sendiri untuk pertama kalinya telah membagikan dividen interim sebesar Rp127 M atau Rp3,8/saham, dengan potensi kenaikan dividend payout ratio ke level 60–70%, meski timing dari kenaikan payout ratio tersebut belum dirinci. Simak poin–poin penting earnings call MIDI di sini.
  • $GIAA: Garuda Indonesia mengupdate rencana rights issue, dengan maksimum jumlah saham baru yang akan diterbitkan naik dari ~124,4 miliar saham menjadi ~248,7 miliar saham, dengan efek dilusi maksimum 37,92%. Harga pelaksanaan kini ditetapkan berkisar Rp58–68/saham, sehingga potensi perolehan dana dari aksi korporasi ini berkisar Rp14,4–16,9 T. PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham utama GIAA akan melaksanakan hanya melalui inbreng 65,77% saham Garuda Maintenance Facility ($GMFI) senilai ~Rp5,7 T, sementara perolehan dana secara tunai dari publik ditujukan untuk modal kerja dalam rangka mendukung program transformasi perseroan. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 6 November 2026.
  • $MUTU: Bisnis melaporkan bahwa Mutuagung Lestari telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Pertamina Maintenance and Construction (PertaMC) terkait peluang kolaborasi di sektor energi. Komisaris Utama MUTU, Sandiaga Uno, menjelaskan bahwa lingkup kerja sama ini mencakup peluang kerja sama di bidang inspeksi teknis, non–destructive testing (NDT), quality assurance/quality control (QA/QC), sertifikasi dan kalibrasi, pemantauan lingkungan, serta verifikasi dan validasi karbon. Kerja sama tersebut juga mencakup layanan environmental, social, and governance (ESG), pengelolaan wastewater treatment plant (WWTP), pembersihan tangki (tank cleaning), serta pengolahan lumpur minyak (oil sludge treatment).

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$RATU $MDKA $WIRG $ARCI
+16,80%+15,76%+14,29%+12,07%

Top Loser 🤕

$BRPT $PTRO $BUVA $AADI
-6,67%-4,00%-3,73%-3,53%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Reuters melaporkan bahwa 3 partai koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan 1 partai di luar koalisi sedang mempertimbangkan 3 jalur konstitusional parlemen terkait keabsahan ijazah Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka. Ketiga opsi tersebut mencakup meminta penjelasan dari pemerintah, meluncurkan penyelidikan, atau menyatakan sikap resmi atas dugaan pelanggaran hukum atau konstitusi. Setiap opsi tersebut dapat menjadi langkah awal menuju proses pemakzulan, kendati belum ada partai yang secara eksplisit menyebut prospek pemakzulan. Kantor wakil presiden belum memberikan tanggapan atas kabar ini. Sebelumnya, Mahkamah Agung pada Jumat (30/10) memutuskan bahwa surat keterangan penyetaraan ijazah SMA Wakil Presiden Gibran tidak sah dan batal demi hukum.
  • Harga minyak Brent turun -8,7% ke US$94,6/barrel pada penutupan Rabu (4/11) sebelum menguat sekitar +1,5% ke US$96,1/barrel pada Kamis (5/11) sore, seiring munculnya harapan bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu midterm AS dapat mempercepat upaya mengakhiri perang di Timur Tengah. Pemimpin Minoritas Senat Partai Demokrat, Chuck Schumer, berjanji untuk mengakhiri konflik tersebut, yang kini telah memasuki bulan ke–9. Kemenangan di pemilu midterm AS memberikan Partai Demokrat pengaruh lebih besar dalam menentukan anggaran pemerintah, yang berpotensi membatasi kemampuan pemerintahan Trump untuk melanjutkan perang dengan Iran.
  • BEI dan KSEI dalam pernyataan bersamanya pada Rabu (4/11) mengumumkan telah melengkapi data kepemilikan saham di atas 1% dengan informasi status pemegang saham, baik sebagai pengendali maupun afiliasi pengendali. Langkah ini, yang sebelumnya sudah diumumkan sejak pertengahan Oktober 2026, ditujukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai struktur dan konsentrasi kepemilikan saham emiten — termasuk hubungan antara pihak pengendali dan afiliasinya — guna membantu keputusan investasi pemodal serta menunjang pengawasan pasar. Data ini akan dipublikasikan secara bulanan di situs resmi BEI, dimulai dari data kepemilikan per 30 Oktober 2026, melalui halaman Data Kepemilikan Saham di website BEI dengan keyword ‘Pemegang Saham di Atas 1%’.
  • Leyand International ($LAPD) mengupdate rencana rights issue, di mana perseroan berencana menerbitkan hingga ~2 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp30/saham, rasio 2 saham lama berhak atas 1 rights, dan efek dilusi hingga 33,33%. Potensi perolehan dana mencapai ~Rp59,5 M. Pengendali LAPD, PT JSI Sinergi Mas, akan mengeksekusi haknya senilai ~Rp30,3 M melalui inbreng 87,5% saham PT Bersaudara Sinergi Sejahtera. Adapun perolehan dana tunai dari publik akan disalurkan kepada PT Bersaudara Sinergi Sejahtera sebagai setoran modal kerja operasional penunjang jasa pertambangan batu bara. PT JSI Sinergi Mas akan bertindak sebagai pembeli siaga atas sisa nilai saham inbreng hingga ~283,6 juta saham baru atau senilai maksimum ~Rp8,5 M. Cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 8 Januari 2027, sementara periode perdagangan dan pelaksanaan rights pada 13–20 Januari 2027.
  • Bank Ina Perdana ($BINA) berencana menggelar private placement hingga 350 juta saham baru dengan efek dilusi hingga 5,39%. Harga pelaksanaan belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk modal kerja guna penyaluran kredit sekaligus memperkuat permodalan, termasuk pemenuhan modal inti minimum bank. Seluruh saham baru akan diambil bagian oleh entitas terafiliasi ultimate beneficial owner perseroan, Anthoni Salim, yakni PT Bakti Nusa Bangsa dan PT Bakti Nusa Jayasentosa, masing–masing sebanyak 175 juta saham. Rencana ini akan dibahas dalam RUPS Independen pada 11 Desember 2026. Sebelumnya, BINA pada 3 November 2026 telah menerbitkan saham baru terkait private placement senilai Rp50 M yang diambil oleh PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi, guna mendukung pemenuhan modal inti bank.
  • Nusa Konstruksi Enjiniring ($DGIK) mengumumkan bahwa pengendalinya, PT Global Dinamika Kencana, telah menandatangani perjanjian bersyarat untuk menjual 25% saham DGIK kepada Tokyu Construction Co. Ltd. (TSE: 1720). Dalam keterbukaan informasi terpisah, DGIK juga berencana menjual seluruh ~400,2 juta (7,22%) saham treasuri hasil buyback periode 7 Maret 2022–19 September 2023 kepada PT Global Dinamika Kencana melalui pasar negosiasi pada periode 11 November–31 Desember 2026. DGIK belum merinci terkait nilai dan harga dari kedua transaksi ini.
  • Bank KB Indonesia ($BBKP) resmi mendivestasikan 85% anak usahanya, PT KB Bukopin Finance, senilai ~Rp340 M kepada pihak non–afiliasi, JB Woori Capital Co.. Setelah transaksi ini, kepemilikan saham BBKP di PT KB Bukopin Finance turun dari 99,24% menjadi 14,24%. Divestasi ini ditujukan untuk mempertajam fokus perseroan pada bisnis perbankan inti (core banking business), mengoptimalkan alokasi permodalan, serta menambah likuiditas tanpa mengganggu kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha.

🏅 Demokrat Menang, Minyak Turun. Apakah Katalis Positif di Tengah Tekanan?

“Kadang pasar tidak bereaksi pada siapa yang menang, tapi pada apa yang kemungkinan akan terjadi.” — klinikporto

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Kemenangan Partai Demokrat di midterm AS dibaca pasar bukan sebagai kemenangan ideologi, melainkan turunnya probabilitas eskalasi konflik AS-Iran yang selama ini menempelkan premi risiko pada harga minyak. Brent yang sebelumnya bertahan di atas US$100 kini berada di kisaran US$94,5-94,6 per barel, terpangkas sekitar 16% dalam sepekan, dan angka ini disebut sebagai snapshot, bukan patokan permanen. Penurunan karena de-eskalasi, bukan runtuhnya permintaan global, cenderung sehat: inflasi lebih terkendali, ruang suku bunga lebih longgar, dan beban APBN serta defisit transaksi berjalan Indonesia sebagai net importir minyak ikut berkurang. Bagi IHSG, efeknya lebih tepat disebut mengurangi beban, bukan menyembuhkan, karena indeks masih tertekan sentimen domestik seperti transparansi pasar modal, isu politik dalam negeri, dan bayang-bayang reklasifikasi MSCI. Sektor konsumen, transportasi, dan industri yang sensitif energi terbantu, sementara sektor energi justru bisa tertekan karena harga komoditasnya melemah. Dampaknya positif secara arah, tetapi belum cukup membuat IHSG stabil sendiri, karena minyak murah memberi lantai yang tetap bisa goyah jika faktor domestik memburuk. Stockbitor klinikporto mengulas dampak turunnya harga minyak ini bagi IHSG secara lengkap, termasuk sektor yang terbantu dan yang tertekan. Baca selengkapnya di sini.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.