
Daily Market Performance š
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 6.351,1 +0,50% | -Rp182,8 miliar | 17.930 -0,52% | 4.239 +2,09% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 80,5 +1,37% | 129,0 -1,41% | 4.702 +0,13% | 17.193 +0,78% |
š Stockbitor!
BPS mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai +5,29% YoY pada 2Q26 (vs. 1Q26: +5,61%, 2Q25: +5,12% YoY), melampaui ekspektasi konsensus ekonom yang disurvei Reuters dan Bloomberg yang masingāmasing memperkirakan pertumbuhan +5,1% YoY dan +5,14% YoY. Secara kuartalan, ekonomi Indonesia tumbuh +3,73% QoQ pada 2Q26 (vs. 2Q25: +4,04% QoQ).
Hasil ini membuat pertumbuhan ekonomi selama 1H26 mencapai +5,45% YoY (vs. 1H25: +4,99% YoY). Sebagai konteks, outlook APBN 2026 terbaru yang dirilis Kementerian Keuangan pada Juli 2026 menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar +5,6ā6% YoY, lebih tinggi dibandingkan target awal di +5,4% YoY.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi yang lebih landai pada 2Q26 dibanding 1Q26 ditekan oleh melambatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga, sementara konsumsi pemerintah dan pertumbuhan modal tetap bruto tetap solid sehingga perlambatan pertumbuhan ekonomi tidak selemah yang diekspektasikan konsensus. Berikut rinciannya:
- Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ā yang menjadi kontributor terbesar hingga 53,3% terhadap ekonomi Indonesia pada 2Q26 ā melandai ke +5,06% YoY (vs. 1Q26: +5,52% YoY), sejalan dengan normalisasi lowābase effect yang kami perkirakan.
- Net ekspor memberikan andil kontribusi pertumbuhan negatif sebesar -0,78 percentage point seiring impor yang melonjak +8,66% YoY, sementara ekspor hanya tumbuh +4,17% YoY. Hal ini sejalan dengan total defisit neraca perdagangan pada 2Q26 yang mencapai US$1,97 miliar seiring defisit bulanan beruntun pada Mei dan Juni 2026, utamanya akibat lonjakan harga impor minyak.
- Konsumsi pemerintah tumbuh +16,01% YoY, dipengaruhi lowābase effect pada 2Q25 di mana konsumsi pemerintah terkontraksi -0,33% YoY. Pertumbuhan konsumsi pemerintah pada 2Q26 sendiri didorong oleh pembayaran gaji keā13 ASN/TNI/Polri, akselerasi pembayaran tunjangan tenaga pendidik nonāPNS, serta belanja barang dan jasa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Pembentukan modal tetap bruto/investasi (PMTB) tumbuh +6,88% YoY (vs. 1Q26: +5,96% YoY), sejalan dengan realisasi investasi sebesar +7,1% YoY pada 2Q26. Berdasarkan komponennya, pertumbuhan terbesar dikontribusi oleh kelompok ākendaraanā (+26,03% YoY) dan āperalatan lainnyaā (+16,18% YoY). Hal ini di luar ekspektasi kami sebelumnya yang memperkirakan tingginya ketidakpastian akan menekan permintaan investasi.
Key Takeaway
Secara umum, perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga terkompensasi sebagian oleh andil negatif net ekspor yang membaik (ekspor +4,2% YoY pada 2Q26 vs. +0,9% YoY pada 1Q26). Sementara itu, pertumbuhan belanja pemerintah masih tinggi akibat efek lowābase yang masih ada pada 2Q25.
Untuk 2H26, kami menilai prospek pertumbuhan ekonomi berpotensi lebih menantang, mengingat: 1) tidak adanya lagi efek lowābase pada konsumsi pemerintah; 2) potensi kenaikan inflasi harga pangan akibat El Nino, yang dapat menekan konsumsi rumah tangga. Di sisi lain, mulai pulihnya ekspor menjadi faktor positif pendukung pertumbuhan.
š¦ BBNI 1H26: Laba Bersih +7% YoY, Sejalan dengan Ekspektasi
- $BBNI: Bank Negara Indonesia mencatat laba bersih Rp5,1 T pada 2Q26 (+8% YoY, -10% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp10,8 T (+7% YoY) dan sejalan dengan ekspektasi karena setara 51% estimasi 2026F konsensus. Pertumbuhan laba bersih tahunan pada 2Q26/1H26 didorong oleh: 1) kenaikan Net Interest Income +16%/+14% YoY seiring pertumbuhan kredit +24% YoY per Juni 2026; dan 2) pertumbuhan NonāInterest Income (+12% YoY). Kualitas aset terjaga, dengan tidak adanya pemburukan NonāPerforming Loans dan Loan at Risk secara kuartalan pada 2Q26. Manajemen BBNI merevisi turun guidance Net Interest Margin untuk 2026F dari 3,5ā3,8% menjadi 3,3ā3,5% seiring ekspektasi pengetatan likuiditas pada 2H26. Guidance 2026F untuk pertumbuhan kredit (+8ā10% YoY) dan Cost of Credit (1ā1,2%) dipertahankan.
- $ISAT: Bloomberg melaporkan bahwa Indosat sedang mencari pinjaman sekitar US$2 miliar guna membeli chip canggih untuk operasionalnya. Narasumber anonim Bloomberg mengatakan bahwa Citigroup Inc. bertindak sebagai arranger pinjaman tersebut dan telah mendekati bank lain untuk mengukur minat mereka dalam berpartisipasi. ISAT belum mengomentari kabar ini, sementara juru bicara Citigroup menolak berkomentar.
- $BUMI: Bumi Resources mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa rencana untuk mengakuisisi perusahaan tambang emas dan tembaga, Loyal Metals Ltd. (ASX: LLM), masih berada pada tahaŃ pemenuhan persyaratan, sehingga belum terjadi pengalihan dana maupun saham. BUMI menyebut telah menandatangani scheme implementation deed (SID) dengan Loyal Metals Ltd., yang merupakan perjanjian awal sebagai kerangka dasar untuk memulai proses akuisisi. Rencana akuisisi ini masih bersifat kondisional dan tunduk pada pemenuhan seluruh persyaratan yang berlaku, serta belum terdapat transaksi yang mengikat secara final terkait pengalihan kepemilikan saham Loyal Metals Ltd. kepada BUMI. Sebelumnya, BUMI berencana mengakuisisi 100% saham Loyal Metals Ltd. dengan harga A$0,45/saham atau senilai total A$79,1 juta (setara ~Rp977 M), menurut keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Loyal Metals Ltd. di bursa Australia pada April 2026. Dalam keterbukaan informasi tersebut, Loyal Metals Ltd. memperkirakan bahwa transaksi ini dapat rampung pada Agustus 2026, bergantung pada persetujuan pemegang saham Loyal Metals Ltd.
- $TPIA: Manajemen Chandra Asri Pacific mengatakan dalam earnings call pada Selasa (4/8) bahwa gross refining margin masih akan berada di level yang tinggi hingga 2027, meski levelnya menurun dari kisaran US$30ā40/barrel pada 1H26 menjadi US$20ā30/barrel pada 2H26. Sebagai konteks, rentang margin sekitar US$20ā30/barrel masih jauh di atas level normal sebelum eskalasi geopolitik Timur Tengah, yakni di level singleādigit. Pada segmen kimia, manajemen TPIA menyebut bahwa pabrik klorāalkali dan etilen diklorida (CAāEDC) senilai US$800 juta akan beroperasi pada 2027, dengan soda kaustik untuk permintaan domestik (terutama sektor pertambangan) dan etilen diklorida untuk ekspor. Manajemen TPIA juga telah mengambil final investment decision (FID) senilai US$80 juta untuk menaikkan kapasitas ekspor etilena dari kilang Bukom sebesar ~75% menjadi ~35 ribu ton per bulan, guna menambah fleksibilitas produksi. Terkait capex, manajemen menyebut telah mengidentifikasi lebih dari US$1 miliar peluang investasi strategis untuk 5 tahun ke depan dan akan melanjutkan aksi merger dan akuisisi (M&A) secara terprogram, ditopang oleh likuiditas perseroan senilai US$3,87 miliar pada 1H26. Simak poināpoin penting earnings call TPIA di sini.
- $PGEO: Manajemen Pertamina Geothermal Energy mengatakan dalam earnings call pada Senin (3/8) bahwa perseroan mempertahankan target produksi 2026 di 5.255 GWh (+3% YoY) yang telah tercapai 52% selama 1H26, dengan produksi Lahendong diperkirakan akan turun -7% YoY selama 2026 seiring jadwal maintenance. Manajemen PGEO juga menargetkan untuk menandatangani perjanjian penjualan listrik 45 MW kepada PLN Indonesia Power untuk proyek Ulubelu dan Lahendong serta mempercepat negosiasi perjanjian penjualan listrik untuk Lahendong Unit 7 & 8 pada 2H26, sementara proyek terdekat yang dijadwalkan beroperasi secara komersial adalah Ulubelu pada 2027. Simak poināpoin penting earnings call PGEO di sini.
- $MAPI: Mitra Adiperkasa resmi membuka 2 gerai perdana Ace Hardware di Indonesia pada awal Agustus 2026, yang masingāmasing berlokasi di Sunter Mall Jakarta Utara dan AEON BSD Serpong. Katadata melaporkan bahwa pada tahap awal, MAPI menargetkan pembukaan sekitar 5ā7 gerai Ace Hardware, sebelum mengevaluasi kinerja keuangan dan profitabilitas masingāmasing gerai untuk menentukan langkah ekspansi selanjutnya. Sebelumnya, lisensi Ace Hardware di Indonesia dipegang oleh Aspirasi Hidup Indonesia ($ACES), yang kini mengoperasikan gerai ritel home improvement dengan merek āAZKOā dan merek baru āNEKAā setelah kerja sama perseroan dengan Ace Hardware berakhir pada 2024.
- $IKBI: Sumi Indo Kabel akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai Rp44,31/saham, mengindikasikan dividend yield ~7,4% per Rabu (5/8). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 10 Agustus 2026, sementara pembayaran pada 28 Agustus 2026.
- $BNII: Bank Maybank Indonesia mengumumkan telah mengakuisisi 41,32% saham PT Maybank Sekuritas Indonesia senilai ~Rp583,7 M via penyertaan saham baru dan pembelian saham dari Maybank IBG Holding Ltd., sehingga porsi kepemilikan BNII di PT Maybank Sekuritas Indonesia naik dari 9,68% menjadi 51%. Dalam keterbukaan informasi terpisah, BNII juga mengumumkan telah mengakuisisi 51% saham PT Maybank Asset Management senilai ~Rp5,4 M dari Maybank Asset Management Sdn. Bhd. dan Koperasi Jasa Mitra Anugerah Makmur. Transaksi ini dilakukan dalam rangka pembentukan konglomerasi keuangan Maybank Group. Sumber dana untuk kedua transaksi tersebut berasal dari realokasi dari aset likuid (high quality liquid assets/HQLA) ke dalam instrumen investasi dalam bentuk saham.
š Insider Transactions

Top Gainer š„
$COIN | $TOBA | $KLBF | $EMAS |
| +10,77% | +9,63% | +8,84% | +8,03% |
Top Loser š¤
$MAPI | $ISAT | $MEDC | $TLKM |
| -6,18% | -4,52% | -4,01% | -2,87% |
āš„ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahuiā¦

- Harga minyak Brent turun sekitar -5,3% ke kisaran US$79,4/barrel pada penutupan perdagangan Selasa (4/8) dan stabil di kisaran $80,5/barrel pada Rabu (5/8). Penurunan harga minyak tersebut didorong oleh optimisme segera tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Qatar mengatakan pada Selasa (4/8) bahwa rancangan proposal sementara telah disusun, sementara AS dan Iran memberi sinyal adanya kemajuan dalam perundingan untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Menurut penjelasan sejumlah diplomat anonim kepada Bloomberg, Iran tengah mempertimbangkan untuk mengizinkan negaraānegara Eropa membersihkan ranjau di Selat Hormuz. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut bahwa diskusi dengan Oman berlangsung positif dan berfokus pada pembahasan jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz.
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (5/8) bahwa pemerintah akan memperpanjang penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) sebesar Rp200 T di himpunan bank milik negara (Himbara) hingga Juli 2027. Pernyataan Purbaya tersebut muncul sehari setelah dirinya mengatakan bahwa pemerintah kemungkinan akan mempertahankan penempatan dana SAL di Himbara hingga 2027. Purbaya juga menambahkan bahwa special mission vehicles di bawah kementeriannya ā seperti PT Sarana Multi Infrastruktur dan PT Sarana Multigriya Finansial ā yang menempatkan deposito di Himbara akan mendapatkan suku bunga yang sama dengan deposito pemerintah mulai pekan depan di 80% dari BI Rate guna mengurangi biaya pendanaan Himbara dan membantu menurunkan suku bunga pinjaman. Sebelumnya, Purbaya pada Juni 2026 mengatakan bahwa pemerintah akan kembali menginjeksi dana SAL ke Himbara dengan potensi mencapai Rp400 T.
- Harga CPO berjangka Malaysia untuk kontrak Oktober 2026 naik hingga +0,6% ke level RM4.723/ton pada hari ini, Rabu (5/8), menandai level tertinggi dalam hampir 2 pekan terakhir, sebelum melandai ke RM4.702/ton (+0,13%) pada penutupan bursa hari ini. Kenaikan harga tersebut melanjutkan kenaikan +1,45% pada penutupan Selasa (4/8). Bloomberg melaporkan bahwa kenaikan harga CPO didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan akibat prakiraan curah hujan di bawah level normal di Asia Tenggara, terutama Indonesia. Selain itu, konsumen utama seperti India dan Pakistan diperkirakan mulai mengisi kembali stoknya pada Agustus 2026. Stok minyak sawit Malaysia pada Juli 2026 sendiri diperkirakan naik sekitar +3% MoM menjadi 2,62 juta ton seiring lonjakan produksi +7,9% MoM menjadi 1,77 juta ton, sementara ekspor diproyeksikan naik pesat +15% MoM ke level 1,38 juta ton. Di sisi lain, Bloomberg melaporkan bahwa aksi profit taking kemungkinan akan menahan kenaikan harga lebih lanjut menjelang rilis data produksi resmi dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada 10 Agustus 2026.
- Perusahaan AI cloud asal AS, CoreWeave Inc. (Nasdaq: CRWV), berencana membangun 3 data center baru di Indonesia dengan total kapasitas 360 MW, yang diperkirakan akan beroperasi pada 2028. CoreWeave Inc. menyebut menghabiskan āmiliaran dolar ASā untuk pembangunan 3 data center tersebut, meski tidak memberikan rincian angkanya. Data center milik CoreWeave Inc. di Indonesia akan menargetkan pelanggan laboratorium, startup, dan enterprise. Bloomberg melaporkan bahwa Indonesia menjadi pusat pembangunan AI, didorong oleh gelombang adopsi cloud, pengetatan regulasi lokalisasi data, dan investasi miliaran dolar dari raksasa teknologi AS seperti Amazon (Nasdaq: AMZN) dan Microsoft (Nasdaq: MSFT). Menurut perusahaan riset pasar, Research and Markets, pasar data center Indonesia diproyeksikan akan meningkat lebih dari 2x lipat menjadi $6,08 miliar pada 2031.
- Mark Dynamics Indonesia ($MARK) akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp20/saham, mengindikasikan dividend yield 1,8% per Rabu (5/8). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 13 Agustus 2026, sementara pembayaran pada 4 September 2026.
š Cara Membaca Lokasi MACD dan RSI Saat Technical Pattern Mulai Terbentuk
āIntinya chart itu bukan pembentuk momentum. Momentum lah yang membentuk chart. MACD menunjukkan posisi siklus tenaga, RSI menunjukkan dominasi pembeli atau penjual.ā ā ariefhidayatst
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Bentuk chart merupakan salah satu hal yang sering dicari oleh para trader. Pola seperti Head and Shoulders, Double Bottom, dan lainnya kerap dijadikan acuan utama dalam menentukan arah tren. Namun, Stockbitor ariefhidayatst menuliskan bahwa pola chart sejatinya merupakan hasil akhir, sedangkan faktor yang membentuk pola tersebut adalah momentum. Momentum bisa dilihat lebih awal melalui pemahaman posisi indikator MACD terhadap Zero Line serta posisi indikator RSI terhadap angka 50. Salah satu pattern yang dibahas ialah Double Bottom. Pola ini hampir selalu lahir dari MACD di bawah Zero Line. Ditambah, pada indikator RSI biasanya masih di bawah angka 50, tetapi sudah membentuk bullish divergence. Pembahasan tidak berhenti pada pola Double Bottom. Stockbitor ariefhidayatst juga membagikan sejumlah insight menarik mengenai berbagai pola teknikal lainnya.
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (āStockbitā), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masingāmasing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihakāpihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihakāpihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$COIN
$TOBA
$KLBF
$EMAS
$MAPI
$ISAT
$MEDC
$TLKM