šŸ“” EXCL 1H26: Rugi Bersih Rp994 M, Lebih Baik dari Ekspektasi / by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance šŸš€

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.373,9 +1,69%+Rp725,4 miliar17.875 +0,20%4.475 +0,76%
Oil Coal CPO Nickel
88,7 -0,16%138,7 +0,25%4.697 -1,07%16.830 -0,56%

šŸ‘‹ Stockbitor!

XLSmart Telecom Sejahtera ($EXCL) telah merilis kinerja keuangan periode 2Q26/1H26 dan mengadakan earnings call pada Rabu (12/8). Berikut beberapa catatan penting dari kami:

  • Normalized Net Profit Menjadi 4x Lipat Selama 1H26

XLSmart Telecom Sejahtera mencatat rugi bersih Rp277 M pada 2Q26 (vs. 2Q25: rugi bersih Rp1,6 T, 1Q26: rugi bersih Rp717 M), sehingga rugi bersih selama 1H26 mencapai Rp994 M (vs. 1H25: rugi bersih ~Rp1,2 T). Sementara itu, laba bersih ternormalisasi (normalized net profit) EXCL pada 2Q26 mencapai ~Rp1,3 T (vs. 2Q25: Rp305 M, 1Q26: ~Rp1,4 T), sehingga laba bersih ternormalisasi selama 1H26 mencapai Rp2,7 T (vs. 1H25: Rp693 M). Laba bersih ternormalisasi tersebut mengecualikan dampak biaya integrasi dan percepatan depresiasi pasca–merger serta impairment aset. Secara operasional, EBITDA pada 2Q26 naik menjadi ~Rp5,5 T (+24% YoY, +3% QoQ), seiring pertumbuhan pendapatan menjadi ~Rp12,1 T (+16% YoY, +3% QoQ), sehingga EBITDA selama 1H26 naik +25% YoY menjadi ~Rp11 T dengan margin EBITDA relatif stabil di level 45,7%.

  • ARPU 2Q26 Sedikit Turun secara Kuartalan, tapi Naik Signifikan secara Tahunan & Mengompensasi Penurunan Pelanggan

Pendapatan pasca–merger pada 2Q26 naik menjadi ~Rp12,2 T (+16% YoY, +3% QoQ), sehingga pendapatan selama 1H26 naik menjadi ~Rp24 T (+26% YoY) dan setara dengan 52% estimasi 2026F konsensus. Pertumbuhan pendapatan pada 2Q26 didukung oleh pertumbuhan average revenue per user (ARPU) secara tahunan ke level Rp46,9 ribu (+32% YoY, -0,8% QoQ), meski sedikit turun secara kuartalan. Dalam earnings call, manajemen EXCL menjelaskan bahwa penurunan ARPU secara kuartalan disebabkan oleh penyesuaian terhadap daya beli pelanggan setelah periode Lebaran. Meski demikian, manajemen menilai tren ARPU dalam jangka panjang masih positif. Sementara itu, jumlah pelanggan pada 2Q26 mulai stabil secara kuartalan di level 69,4 juta (-16% YoY, 0% QoQ), setelah mengalami penurunan secara kuartalan sejak merger dilakukan pada 2Q25 akibat perbaikan kualitas basis pelanggan.

  • Biaya Integrasi & Beban Percepatan Depresiasi Mereda

Rugi bersih pada 2Q26 masih dipengaruhi oleh biaya integrasi dan beban percepatan depresiasi pasca–merger. Secara kuartalan, biaya integrasi dan beban percepatan depresiasi mulai menurun, dengan biaya integrasi turun menjadi Rp39 M (vs. rata–rata 3 kuartal terakhir: ~Rp500 M), sementara beban percepatan depresiasi turun menjadi Rp1,6 T (vs. rata–rata 3 kuartal terakhir: ~Rp2 T). Dalam earnings call, manajemen EXCL mengatakan bahwa total beban percepatan depresiasi pada 2026 diperkirakan mencapai Rp4,5–5 T, dengan Rp3,7 T telah dibukukan selama 1H26.

Key Takeaway

Secara keseluruhan, kami menilai kinerja EXCL pada 2Q26 menunjukkan hasil yang positif, didukung oleh pertumbuhan pendapatan, stabilnya ARPU dan jumlah pelanggan, serta mulai meredanya beban terkait proses integrasi. Ke depan, stabilnya basis pelanggan dan tren kenaikan ARPU — ditambah berkurangnya beban integrasi dan percepatan depresiasi — akan menjadi pendorong utama peningkatan laba. Dengan tren rugi bersih yang semakin mengecil secara kuartalan, kami menilai terdapat peluang bagi EXCL untuk membukukan rugi bersih selama 2026 yang lebih rendah dari ekspektasi konsensus 2026F yang memperkirakan rugi bersih ~Rp1,8 T.

Manajemen EXCL juga menaikkan guidance capex 2026 dari Rp15 T menjadi Rp20 T untuk mengakomodasi akuisisi spektrum terbaru dan percepatan realisasi capex yang sebelumnya direncanakan untuk tahun mendatang. Dengan kombinasi tersebut, kami menilai EXCL memiliki peluang yang baik untuk mencapai guidance 2026, dengan pertumbuhan pendapatan ditargetkan sejalan dengan pasar dan margin EBITDA di level mid–to–high 40%.

šŸ’° Danantara Siapkan IPO BUMN dalam 6–12 Bulan ke Depan

  • $BBRI: CIO Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan IPO untuk BUMN dalam 6–12 bulan ke depan, meski tidak merincinya lebih lanjut. Pandu menyebut bahwa informasi lebih lanjut mengenai rencana tersebut akan disampaikan oleh COO Danantara, Dony Oskaria. Sebelumnya, Dony mengatakan pada pekan lalu bahwa sejumlah entitas BUMN berkapitalisasi pasar jumbo ditargetkan untuk IPO dalam roadmap 5 tahun ke depan, termasuk anak usaha Bank Rakyat Indonesia, yakni PT Pegadaian, serta PT Pupuk Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia, dan PT Angkasa Pura Indonesia.
  • $DEWA: Manajemen Darma Henwa dalam earnings call pada Selasa (11/8) menjelaskan bahwa peningkatan nilai wajar investasi saham pada 2Q26 terkait dengan investasi pada PT Pendopo Energi Batubara, yang disebabkan oleh menguatnya dolar AS terhadap rupiah dari level saat penilaian terakhir dilakukan pada 2020. Penilaian tersebut dilakukan seiring dengan bergantinya auditor perseroan, dengan penilaian berikutnya diperkirakan dilakukan setiap 3 tahun. Selain itu, manajemen DEWA juga menyebut telah memulai aktivitas pengeboran untuk tambang PT Sebuku Sejaka Coal pada awal Agustus 2026. Manajemen menjelaskan bahwa ruang lingkup pekerjaan yang dilakukan di tambang PT Sebuku Sejaka Coal akan lebih luas dibandingkan pengerjaan di anak usaha Bumi Resources ($BUMI), yakni PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal, karena mencakup land clearing, maintenance infrastruktur, dan blasting, selain overburden removal dan coal digging. Cakupan pekerjaan yang lebih luas di tambang PT Sebuku Sejaka Coal mengimplikasikan pendapatan per bcm yang lebih tinggi, tetapi belum tentu tercermin pada kenaikan margin.
  • $AKRA: Juru bicara PT Freeport Indonesia mengatakan kepada Bloomberg bahwa pihaknya berencana untuk memulai operasional smelter tembaga milik perusahaan di JIIPE Gresik yang dikelola AKR Corporindo pada akhir Agustus 2026, lebih awal dari jadwal sebelumnya pada September 2026. Selain itu, juru bicara PT Freeport Indonesia juga menyebut bahwa perbaikan smelter tembaga milik PT Smelting dapat rampung pada akhir September 2026. Sebelumnya, smelter tembaga yang dimiliki oleh PT Freeport Indonesia dan Mitsubishi Materials Corp. tersebut menghentikan operasionalnya untuk sementara akibat kebocoran boiler pada akhir pekan lalu.
  • $OMED: Manajemen Jayamas Medica Industri dalam earnings call pada hari ini, Rabu (12/8), mengatakan bahwa target pendapatan 2026 di Rp2,3 T berpeluang terlampaui, dengan proyeksi baru di kisaran Rp2,5–2,6 T meski masih perlu difinalisasi. Sebagai konteks, OMED membukukan pendapatan ~Rp1,2 T selama 1H26, dengan pola seasonality historis 45% pada semester pertama dan 55% pada semester kedua. Meski top–line berpotensi melampaui target, manajemen OMED memproyeksikan bahwa margin akan menurun pada 2H26 seiring dampak kenaikan harga bahan baku dan pelemahan rupiah yang baru akan tercermin pada periode tersebut. Manajemen memperkirakan margin laba kotor selama 2026 relatif sama dengan 2025 di kisaran 34–35% (vs. 1H26: 36%), sementara margin laba bersih diperkirakan kembali ke kisaran 17–18% (vs. 1H26: 19%).

šŸ”Ž Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer šŸ”„

$CUAN $ISAT $PTRO $COIN
+20,83%+14,42%+11,56%+7,46%

Top Loser šŸ¤•

$GGRM $MAPI $MAPA $UNTR
-5,32%-1,95%-1,56%-1,38%

ā€ŠšŸ”„ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa sebagian keuntungan Danantara akan disalurkan ke APBN, meski tidak merinci besaran dan mekanismenya. Pada Juli 2026, Danantara mengatakan bahwa laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2025 masih dalam tahap penyelesaian audit dan akan dipublikasikan setelah proses audit selesai, meski tidak merinci jadwalnya lebih lanjut. Sebelumnya, Danantara menyatakan laporan keuangannya untuk tahun buku 2025 akan dirilis sebelum akhir Juni 2026.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Selasa (11/8) bahwa pemerintah akan membatasi pembelian Pertalite bagi kelompok masyarakat mampu di desil 9 dan 10 agar subsidi tepat sasaran. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada kesempatan yang sama menambahkan bahwa kriteria pembatasan secara teknis juga akan menyasar jenis kendaraan mewah. Purbaya menyebut bahwa pembatasan ini kemungkinan tidak akan memangkas total volume konsumsi BBM nasional secara mendadak, tetapi akan mengalihkan beban skema belanja subsidi pada APBN karena kelompok masyarakat mampu akan terdorong membeli BBM non–subsidi sesuai dengan tingkat ekonominya. Purbaya memperkirakan regulasi dan sistem pembatasan ini dapat diimplementasikan sebelum pergantian tahun anggaran.
  • Harga minyak Brent stabil di kisaran US$88,7/barrel pada Rabu (12/8) sore setelah naik +1,4% pada penutupan perdagangan Selasa (11/8). Harga minyak masih bertahan di level yang relatif tinggi seiring market masih memantau perkembangan prospek pembukaan kembali Selat Hormuz di tengah aksi saling tuntut ganti rugi antara AS–Iran, meski kenaikannya tertahan oleh pernyataan Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, pada Selasa (11/8) bahwa AS dan Iran ā€œmendekati semacam kesepakatanā€ terkait Selat Hormuz. Asif menyebut bahwa AS dan Iran tampak memperkeras sikap mereka dalam negosiasi, tetapi Asif mengeklaim bahwa situasi mulai mengarah pada perdamaian, meski tidak merinci terobosan kesepakatan yang dimaksud. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, telah tiba di Iran untuk melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Iran, menurut laporan kantor berita semi–resmi Iran, Iranian Students’ News Agency. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan bahwa pembicaraan antara Iran dan Oman mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz untuk jalur pelayaran tertentu telah mencapai tahap lanjut. Pakistan dan Qatar sendiri merupakan mediator konflik AS–Iran.
  • International Energy Agency (IEA) dalam outlook terbarunya pada Agustus 2026 memproyeksikan permintaan minyak dunia akan turun sebanyak 1,6 juta barrel per hari pada 2026, lebih dalam sebanyak 510 ribu barrel dibandingkan proyeksi Juli 2026, akibat penutupan Selat Hormuz dan tingginya harga bahan bakar. Dari sisi supply, IEA memperkirakan rata–rata pasokan minyak global akan turun sebanyak 4,3 juta barrel per hari pada tahun 2026, lebih dalam dibandingkan proyeksi penurunan supply sebesar 3,7 juta barrel per hari pada outlook Juli 2026, akibat gangguan di wilayah Teluk dan konflik yang berkepanjangan. Penurunan permintaan diperkirakan mulai membaik pada akhir 2026 sebelum tumbuh sebanyak rata–rata 2,4 juta barrel per hari pada 2027, sementara produksi minyak diperkirakan akan rebound pada 2027 dengan rata–rata pertumbuhan sebesar 8,3 juta barrel per hari. Pada aktivitas kilang, IEA memperkirakan rata–rata pengolahan minyak mentah global akan turun sebanyak 2,5 juta barrel per hari pada 2026 akibat gangguan ekspor Timur Tengah dan serangan terhadap kilang Rusia, sebelum diperkirakan naik sebanyak 3,5 juta barrel per hari pada 2027. Dalam outlook sebelumnya pada Juli 2026, IEA memperkirakan rata–rata pengolahan minyak mentah global akan turun 2,4 juta barrel per hari selama 2026. IEA juga mencatat bahwa inventory minyak global merosot tajam sebesar 69 juta barrel pada Juli 2026, yang membuat stok minyak global sejak awal konflik AS–Iran dimulai pada akhir Februari 2026 telah menyusut sebanyak total 410 juta barrel atau ~2,7 barrel per hari ke level ~7,9 miliar barrel.
  • US Energy Information Administration (EIA) memperkirakan gangguan pasokan minyak akibat perang AS–Iran akan mencapai ~600.000 barrel per hari hingga akhir 2027. EIA mengestimasikan bahwa rata–rata volume minyak yang diangkut melalui Selat Hormuz mencapai 4,9 juta barrel per hari pada 2Q26, jauh di bawah rata–rata 21,6 juta barrel per hari pada 4Q25 sebelum perang AS–Iran dimulai. Angka tersebut menunjukan bahwa jeda singkat ketika kesepakatan perdamaian sementara ditandatangani hanya memberikan dampak terbatas dalam meredakan gangguan pasokan minyak global. Seiring konflik memasuki bulan ke–6, konsumen kembali menghadapi prospek kenaikan harga bahan bakar dan inflasi, di mana EIA menaikkan proyeksi harga bensin dan diesel untuk 2026 masing–masing sebesar +3,7% dan +5,4%, serta meningkatkan proyeksi harga bensin ritel untuk 2027 sebesar +6,5% dibandingkan estimasi yang dikeluarkan sebulan sebelumnya. EIA juga memperkirakan rata–rata penghentian produksi minyak di Timur Tengah akan melandai menjadi ~5,5 juta barrel per hari pada Juli 2026 dibandingkan 7,5 juta barrel per hari pada Juni 2026, meski diperkirakan kembali meningkat menjadi 6,6 juta barrel per hari pada 3Q26. Sejumlah negara di Timur Tengah terpaksa mengurangi produksi karena terbatasnya akses ke pasar global, yang memberikan tekanan terhadap kapasitas penyimpanan yang tersedia. Dengan mengasumsikan bahwa ancaman terbaru terhadap kapal–kapal yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi melalui Selat Bab el–Mandeb tidak menyebabkan penghentian produksi tambahan, EIA memperkirakan sebagian besar produksi dan arus perdagangan membutuhkan waktu hingga awal 2027 untuk kembali ke level sebelum perang.
  • Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pada Rabu (12/8) bahwa calon investor dapat berpartisipasi dalam proses demutualisasi BEI melalui private placement atau IPO, tergantung pada peraturan yang saat ini sedang disiapkan oleh OJK. Jeffrey juga menyebut bahwa terdapat investor potensial yang telah menyatakan minat untuk berinvestasi di BEI, di mana BEI telah menyampaikan hal tersebut kepada OJK dan para pemegang sahamnya. Namun, karena mustahil untuk melakukan IPO dalam waktu singkat, Jeffrey menyebut bahwa tahap awal demutualisasi kemungkinan tidak akan dilakukan melalui IPO. Jeffrey menambahkan bahwa ke depannya, IPO merupakan cara paling realistis untuk mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham. Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif Dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, pada Juli 2026 mengatakan bahwa pihaknya menargetkan untuk dapat menerbitkan peraturan terkait demutualisasi BEI pada pekan ke–2 September 2026.
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Selasa (11/8) bahwa calon gubernur Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan berasal dari internal pemerintah, meski tidak merincinya lebih lanjut. Airlangga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan membahas PFII dalam pidato kenegaraan dan nota keuangan RAPBN 2027 pada Jumat (14/8).
  • Manajemen PT Gunbuster Nickel Industry mengatakan bahwa pihaknya telah menghentikan operasional di 2 dari 3 smelter nikel milik perusahaan, di tengah proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Penghentian operasional tersebut diperkirakan berdampak terhadap ~1.900 dari ~6.300 karyawan. Untuk menjaga kegiatan usaha, PT Gunbuster Nickel Industry tetap berupaya mempertahankan operasional satu smelter beserta PLTU pendukungnya sesuai dengan kebutuhan. PT Gunbuster Nickel Industry sendiri merupakan salah satu smelter nikel terbesar di Indonesia dengan total kapasitas produksi nickel pig iron sebesar 1,8 juta ton per tahun. Pada Maret 2026, Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, Meidy Katrin Lengkey, mengatakan bahwa PT Gunbuster Nickel Industry termasuk dalam 3 smelter di Indonesia yang mengalami penurunan kinerja akibat pemangkasan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026, meski dalam perkembangannya perwakilan manajemen PT Gunbuster Nickel Industry menyebut bahwa pernyataan Meidy merupakan informasi yang salah dan operasional perusahaan masih berjalan secara normal.

3ļøāƒ£ Memahami 3 Karakter Saham

ā€œFokuslah pada fase bisnis yang sedang berjalan dan kondisi makro yang melingkupinya. Sesuaikan strategi setiap kali ada perubahan, baik itu perubahan strategi manajemen maupun perubahan siklus ekonomi.ā€ — klinikporto

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Setiap kode saham di bursa menyimpan "karakter" bisnis yang unik. Ada perusahaan yang keuntungannya naik-turun mengikuti siklus ekonomi, ada yang tumbuh raksasa lewat ekspansi tanpa henti, dan ada juga yang kinerjanya kokoh tapi harganya kerap sedang "diskon" karena dilupakan pasar. Stockbitor klinikporto menuliskannya menjadi tiga karakter saham yaitu saham Siklikal, Growth (Pertumbuhan), dan Value (Nilai). Uniknya, karakter ini tidak paten selamanya. Profil sebuah emiten bisa bergeser seiring arah kebijakan manajemen yang baru atau dinamika ekonomi. Masing-masing karakter saham juga memiliki aspek berbeda yang perlu diperhatikan. Supaya tidak salah fokus, jangan lupa baca tulisan Stockbitor klinikporto yang mengupas tuntas setiap karakternya dan aspek yang perlu diperhatikan!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (ā€œStockbitā€), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.