🚗 Penjualan Otomotif Solid pada Juli 2026: Mobil +33% YoY & Motor +8% YoY / by Stockbit Investment Research

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.267,9 -1,53%-Rp280,0 miliar17.840 +0,44%4.399 +0,27%
Oil Coal CPO Nickel
89,7 +2,25%136,5 +0,22%4.748 +0,53%16.925 -0,46%

👋 Stockbitor!

Gaikindo mencatat bahwa wholesales mobil nasional pada Juli 2026 mencapai 81,1 ribu unit (+33% YoY, +5% MoM), sehingga wholesales selama 7M26 menjadi 517,7 ribu unit (+18% YoY) dan setara 61% target 2026 dari Gaikindo (vs. 7M25: 54% realisasi 2025).

Meski angka pertumbuhan secara tahunan turut terbantu efek low–base akibat penjualan pada 2Q25–3Q25 yang relatif rendah, angka penjualan secara absolut pada Juli 2026 merupakan angka yang solid. Periode Juli 2026 menandai bulan ke–3 sejak awal 2026 di mana penjualan wholesales mobil menembus lebih dari 80 ribu unit, setelah Februari dan April 2026. Sebagai perbandingan, angka penjualan bulanan selama 2025 tidak pernah mencapai 80 ribu unit, kecuali pada Desember 2025 yang terdongkrak oleh penjualan one–off dari Vinfast untuk kebutuhan armada.

Menanggapi tren positif penjualan mobil, Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengatribusikan tren ini pada peningkatan daya beli masyarakat. Jongkie menambahkan bahwa Gaikindo masih mempertahankan target 2026 di level 850 ribu unit.

Berdasarkan mereknya, baik Astra International ($ASII) maupun non–ASII tumbuh solid pada Juli 2026. ASII mencatat wholesales sebesar 39,1 ribu unit pada Juli 2026 (+23% YoY, -3% MoM), yang membuat wholesales ASII selama 7M26 menjadi 261,4 ribu unit (+12% YoY). Sementara itu, merek non–ASII tumbuh lebih kencang dengan wholesales 42 ribu unit pada Juli 2026 (+45% YoY, +12% MoM), sehingga wholesales non–ASII selama 7M26 mencapai 256,3 ribu unit (+26% YoY). Pertumbuhan penjualan merek non–ASII selama 7M26 didorong oleh: 1) Mitsubishi (+24% YoY); 2) BYD+Denza (+45% YoY); dan 3) ‘others’ (+156% YoY). Sejak April 2026, kelompok ‘others’ konsisten mencatatkan penjualan bulanan lebih dari 10 ribu unit, menandai semakin meningkatnya kontribusi penjualan dari merek–merek baru.

Dari segmen motor, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan motor domestik sebesar 636 ribu unit pada Juli 2026 (+8% YoY, +23% MoM), menandai level bulanan tertinggi sejak Oktober 2014. Realisasi ini membuat penjualan motor domestik selama 7M26 mencapai ~3,8 juta unit (+2% YoY), setara 56–59% target 2026 dari AISI (vs. 7M25: 58% realisasi 2025).

Key Takeaway

Kami menilai solidnya wholesale mobil pada Juli 2026 mencerminkan angka underlying yang kuat dan bukan didorong oleh perbedaan timing distributor untuk persiapan GIIAS 2026, mengingat angka penjualan ritel juga tumbuh solid +23% YoY pada Juli 2026 menjadi 77,4 ribu unit. Efek low–base sendiri pada penjualan mobil akan bertahan hingga September 2025. Dengan berlanjutnya momentum kuat, kami menilai realisasi penjualan mobil 2026 berpotensi melebihi target Gaikindo.

Kelanjutan tren positif pada penjualan otomotif sendiri berpotensi menjadi sentimen positif bagi Astra Otoparts ($AUTO) dan Dharma Polimetal ($DRMA) pada segmen mobil, serta Mitra Pinasthika Mustika ($MPMX) pada segmen motor. Bagi ASII sendiri, kami menilai pergerakan harga sahamnya berpotensi lebih dipengaruhi oleh dinamika United Tractors ($UNTR), setidaknya dalam waktu dekat.

🪨 ITMG 1H26: Laba Bersih +17% YoY, Sejalan dengan Ekspektasi

  • $ITMG: Indo Tambangraya Megah mencatat laba bersih US$51 juta pada 2Q26 (-6% QoQ, +97% YoY), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$106 juta (+17% YoY) dan sejalan dengan ekspektasi karena setara 49% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 3 tahun terakhir: 48% realisasi tahunan). Penurunan laba bersih secara kuartalan pada 2Q26 utamanya akibat penurunan margin laba kotor (-210 bps QoQ), seiring cash cost per ton yang naik +7% QoQ, terutama akibat kenaikan biaya pertambangan per ton (+13% QoQ), sejalan dengan tingginya harga minyak. Di sisi lain, pendapatan hanya naik +1% QoQ pada 2Q26, seiring penurunan volume penjualan menjadi 6 juta ton (-5% QoQ) dan di bawah guidance yang disampaikan pada earnings call kinerja 1Q26 di level 6,5 juta ton. Sementara itu, laba bersih selama 1H26 masih sejalan dengan ekspektasi karena pendapatan tumbuh solid (+9% YoY), didorong oleh kenaikan volume penjualan (+5% YoY) dan harga jual rata–rata (+4% YoY).
  • $BMRI: Kontan melaporkan bahwa Danantara telah mengingatkan himpunan bank milik negara (Himbara) mengenai kemungkinan perpanjangan penundaan pembayaran utang proyek infrastruktur yang dikerjakan BUMN Karya. Kondisi keuangan BUMN Karya yang belum sepenuhnya pulih menjadi salah satu pertimbangan perpanjangan penundaan pembayaran utang tersebut, yang jika terwujud akan memasuki tahun ke–4. Direktur Bank Tabungan Negara ($BBTN), Helmy Afrisa Nugroho, mengatakan bahwa jika penundaan pembayaran diperpanjang, pihaknya akan melakukan kajian restrukturisasi secara menyeluruh serta dapat meminta tambahan agunan maupun dukungan jika diperlukan, sembari menambahkan bahwa eksposur pembiayaan BBTN ke BUMN Karya relatif kecil di level 0,97% dari total kredit korporasi per 1H26. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait usulan perpanjangan pembayaran kewajiban tersebut.
  • $TOWR: Sarana Menara Nusantara melalui anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, mendapatkan fasilitas kredit senilai Rp1,5 T dari Bank CIMB Niaga ($BNGA) untuk keperluan umum korporasi, termasuk refinancing. Fasilitas ini memiliki jangka waktu selama 36 bulan. Anak usaha TOWR lainnya, PT Iforte Solusi Infotek, bertindak sebagai penjamin atas seluruh kewajiban PT Profesional Telekomunikasi Indonesia dalam fasilitas kredit tersebut.
  • $IATA: Direktur Utama Karya Pacific Energy, Suryo Eko Hadianto, mengatakan kepada Kontan bahwa pihaknya mengajukan tambahan kuota produksi batu bara ~2 juta ton melalui revisi RKAB yang kini memasuki tahap evaluasi akhir. Jika disetujui oleh pemerintah, total kuota produksi IATA hingga akhir 2026 mencapai ~4 juta ton. Direktur IATA, Leader Dermawan Soli Daeli, mengatakan bahwa seluruh persyaratan teknis pengajuan revisi kuota produksi RKAB telah terpenuhi dan saat ini menunggu persetujuan. Dermawan menyebut bahwa pihaknya memangkas permintaan tambahan kuota produksi dari rencana awal sebanyak 7,8 juta ton menjadi ~2 juta ton karena sisa waktu operasional yang hanya tersisa 4 bulan lagi hingga akhir 2026. IATA juga menyiapkan capex hingga Rp200 M untuk pengembangan fasilitas conveyor di area pelabuhan guna menyambut peningkatan kapasitas produksi tahun depan.
  • $PTPP: Sekretaris Perusahaan PT PP, Joko Raharjo, mengatakan kepada Kontan bahwa pihaknya mencatat nilai kontrak baru ~Rp8,4 T selama 1H26 (-10% YoY), setara ~38% target 2026 di ~Rp22 T. Berdasarkan sumbernya, kontrak baru masih didominasi proyek pemerintah (73%), diikuti swasta (15%) dan BUMN lainnya (12%). Berdasarkan segmen, kontribusi terbesar berasal dari proyek jalan dan jembatan (31%), tanggap darurat (21%), smelter & pertambangan (18%), rumah sakit (12%), gedung (11%), pelabuhan (3%), sumber daya air (2%), serta infrastruktur air (1%).

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$WIRG $MEDC $ISAT $ACES
+4,76%+3,47%+2,38%+2,27%

Top Loser 🤕

$SMIL $DEWA $KIJA $IMPC
-10,19%-6,75%-6,02%-5,79%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Harga minyak Brent naik sekitar +5% ke kisaran US$87,7/barrel pada penutupan perdagangan Senin (10/8) dan lanjut naik sekitar +2% ke kisaran US$89,7/barrel pada Selasa (11/8) sore. Kenaikan harga minyak didorong oleh pernyataan Presiden Donald Trump pada Senin (10/8) yang menuntut balik Iran, setelah Iran memberikan sejumlah tuntutan kepada AS sebagai syarat Selat Hormuz dibuka kembali. Trump menuntut kompensasi dari Iran atas seluruh korban yang terlibat dalam konflik, serta akan memasukan tuntutan baru ini ke dalam setiap perundingan di masa depan. Trump pada Minggu (9/8) juga kembali menegaskan bahwa ia siap membiarkan tekanan ekonomi terhadap Iran terus meningkat, dibandingkan melancarkan serangan militer baru untuk memaksa pembukaan kembali Selat Hormuz.
  • Bank Indonesia memperkirakan penjualan ritel pada Juli 2026 akan tumbuh +0,9% YoY, meski terkontraksi -0,3% MoM. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan secara tahunan pada Juli 2026 akan didorong oleh kenaikan penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau, disertai pertumbuhan positif pada kelompok suku cadang dan aksesori serta perlengkapan rumah tangga lainnya. Secara bulanan, Bank Indonesia memperkirakan kontraksi penjualan ritel pada Juli 2026 dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca–periode hari besar keagamaan nasional dan libur sekolah. Pada Juni 2026 sendiri, realisasi penjualan ritel terkontraksi -3% YoY, meski secara bulanan tumbuh +0,7% MoM (vs. Mei 2026: -3,9% YoY, -1,5% MoM). Realisasi penjualan ritel pada Juni 2026 menandai kontraksi secara tahunan dalam 3 bulan beruntun, meski lebih baik dibandingkan perkiraan Bank Indonesia yang mengestimasikan kontraksi -4,4% YoY dan -0,8% MoM.
  • Bloomberg dan Shanghai Metals Market melaporkan bahwa operasional smelter tembaga milik PT Smelting di Gresik dihentikan sementara akibat kebocoran boiler pada akhir pekan lalu. Pemegang saham PT Smelting, Mitsubishi Materials Corp., mengatakan kepada Bloomberg bahwa waktu dimulainya kembali operasional smelter tersebut belum dapat diputuskan. Sementara itu, PT Freeport Indonesia, yang juga merupakan pemegang saham PT Smelting sekaligus pemasok bijih smelter dari tambang Grasberg, belum mengomentari kabar ini. Bloomberg dan Shanghai Metals Market melaporkan bahwa para klien smelter tersebut telah diberitahu bahwa smelter tersebut akan ditutup untuk pemeriksaan dan perbaikan selama beberapa pekan ke depan. Selain itu, Shanghai Metals Market mencatat bahwa akibat rendahnya persediaan anoda tembaga di smelter tersebut, penghentian operasional di tahap peleburan berdampak langsung pada produksi logam di tahap pemurnian. Smelter PT Smelting sendiri memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1,3 juta dmt konsentrat tembaga per tahun, sedangkan fasilitas pemurniannya memiliki kapasitas katoda tembaga sebesar 342.000 metrik ton per tahun. Gangguan operasional PT Smelting terjadi saat pasar tembaga sedang mengalami pengetatan pasokan, diiringi lonjakan arus pengiriman ke AS dan China belakangan ini.
  • Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan pada Senin (10/8) bahwa pemerintah akan mengategorikan pengemudi ojek online (ojol) sebagai pelaku usaha UMKM melalui peraturan presiden baru, yang ditargetkan rilis pada pekan ini. Dengan status tersebut, Maman menyebut bahwa para pengemudi ojol akan memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif UMKM serta tidak dikenakan PPh final UMKM karena pendapatan tahunannya diperkirakan masih di bawah Rp500 juta.
  • Data Kementerian Kehutanan menunjukkan bahwa sebanyak 107.465 hektare lahan terdampak kebakaran pada Januari–Juni 2026, meningkat +110% dibandingkan periode yang sama pada 2023 saat El Nino terakhir kali berdampak pada Indonesia. Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, mengatakan bahwa kondisi El Nino kuat telah berlaku di Indonesia dan diperkirakan berlangsung hingga awal Oktober 2026, sembari menambahkan bahwa pihaknya tengah bersiaga karena kondisi cuaca tersebut sangat memungkinkan kebakaran membesar. Pemerintah sendiri telah menetapkan 6 provinsi prioritas, antara lain Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kebakaran hutan juga terjadi di provinsi–provinsi lain di Pulau Jawa, Papua, dan Nusa Tenggara, menurut laporan Reuters. Djamari mengatakan sebanyak 43 helikopter dan 15 pesawat telah dikerahkan untuk memadamkan kebakaran.

🔼 IHSG Membentuk Ascending Triangle: Apakah 6.408 Gerbang Atau Tembok?

“Bull market tidak dimulai ketika semua orang optimistis. Bull market sering kali dimulai ketika data masih diperdebatkan, tetapi harga perlahan berhenti membuat lower low.” — rohal

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Pergerakan IHSG saat ini menunjukkan momentum yang jauh lebih menarik dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Berdasarkan ulasan dari Stockbitor Rohal, secara teknikal ada potensi terbentuknya pola Ascending Triangle karena area pertahanan pembeli terus naik di saat level resistance cenderung datar. Walau pola ini membawa bias bullish, konfirmasi arah baru akan valid jika level 6.408 berhasil ditembus dan bertahan. Di sisi lain, analisis tidak hanya bertumpu pada analisa teknikal pada chart yang menarik. Stockbitor Rohal juga menyoroti kompleksitas dari kombinasi data makro dan mikro, di mana likuiditas pasar mulai membaik dan penyaluran kredit tumbuh positif, meskipun pemulihan di sektor riil masih berjalan lambat. Belum lagi, perlu juga memerhatikan variabel aliran dana asing (foreign flow) yang menjadi komponen penting dalam perubahan arah yang sehat. Untuk mengetahui hubungan data-data diatas dan pasar modal Indonesia, simak tulisan Rohal di bawah ini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.