
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 6.409,7 +1,04% | +Rp1,2 triliun | 17.890 -0,16% | 4.368 +1,60% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 82,2 -0,34% | 134,2 +0,45% | 4.678 -0,17% | 16.762 -2,06% |
👋 Stockbitor!
Kalbe Farma ($KLBF) mengadakan earnings call pada Selasa (4/8). Berikut rangkuman kami atas highlight kinerja 1H26 serta prospek 2H26:
- Pendapatan Lampaui Guidance Awal, Ditopang Volume & Segmen Distribusi — KLBF mencatat laba bersih Rp891 M pada 2Q26 (-1% YoY, -13% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp1,9 T (-3% YoY) dan di bawah ekspektasi setara 53% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 3 tahun terakhir: ~55% laba bersih tahunan). Penurunan margin menjadi faktor utama lemahnya kinerja laba bersih, mendilusi kinerja, sementara pendapatan selama 1H26 tumbuh solid +14% YoY dan melampaui guidance awal manajemen di kisaran +8–10% YoY. Manajemen kini melihat pertumbuhan pendapatan 2026F dapat berada di kisaran high single–digit hingga low double–digit, yang hampir seluruhnya berasal dari volume. Adapun ruang kenaikan harga disebut lebih fleksibel pada segmen ‘consumer health’, tetapi relatif terbatas pada segmen ‘prescription pharmaceutical’. Sementara itu, pertumbuhan pendapatan selama 1H26 utamanya ditopang segmen ‘distribution & logistics’ (+27% YoY) seiring masuknya prinsipal baru, salah satunya adalah Bayer.
- Margin Laba Kotor Tertekan Segment Mix & Bahan Baku; Berpotensi Berlanjut pada 2H26 — Margin laba kotor KLBF pada 2Q26 turun ke level 36,8% (vs. 2Q25: 40,8%). Secara kumulatif pada 1H26, manajemen merinci bahwa sekitar 100 bps dari total sekitar 220 bps penurunan margin berasal dari kenaikan harga active pharmaceutical ingredients dan pelemahan rupiah, sementara sisanya dari segment mix di mana kontribusi segmen ‘distribution & logistics’ yang bermargin paling rendah kini mencapai 38% dari total pendapatan (vs. 2Q25: 34%). Manajemen mengindikasikan tekanan margin berpotensi berlanjut pada 2H26, mengingat dampak pelemahan rupiah baru akan tercermin setelah persediaan bahan baku saat ini habis, meski tidak memberikan indikasi mengenai magnitude tekanan lanjutan pada margin. Selain itu, laba bersih turut tertekan pos ‘others’ yang berbalik menjadi negatif Rp47 M pada 1H26 (vs. 1H25: positif Rp61 M), seiring rugi selisih kurs sebesar Rp55 M — yang berpotensi berlanjut apabila rupiah tetap lemah — serta high–base dari keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp80 M pada 1H25.
Key Takeaway
Dengan potensi berlanjutnya penurunan margin pada 2H26, kami menilai momentum kinerja 2H26 KLBF berpotensi lebih lemah dibandingkan semester ke–2 pada tahun–tahun sebelumnya. Prospek margin yang semakin menantang pada 2H26 juga mengimplikasikan risiko pemangkasan estimasi laba bersih 2026F oleh konsensus yang saat ini masih berada di level Rp3,6 T, meski KLBF terlihat murah secara valuasi di 9,5x 1Y Forward P/E per Jumat (7/8). Pada Stockbit Commentary, kami memproyeksikan laba bersih KLBF pada 2026F di level Rp3,45 T.
Namun, jika melihat lebih jauh setelah periode 2H26, mulai kembali menguatnya nilai tukar rupiah dan melandainya harga minyak — jika bertahan — mengindikasikan bahwa margin KLBF berpotensi mencapai level bottom pada 2H26, sehingga harga saham KLBF tetap dapat mengalami pemulihan meski dengan prospek 2H26 yang menantang. Oleh karena itu, kami masih mempertahankan pandangan kami bahwa KLBF sudah oversold dan memberikan risk–reward yang menarik.
🤖 Ooredoo Group Investasi US$800 Juta di Platform Komputasi AI ISAT, Nokia & Nvidia
- $ISAT: Ooredoo Group (QSE: ORDS) mengumumkan investasi senilai US$800 juta pada Zankore — sebuah platform komputasi AI dan neocloud di Indonesia yang dikembangkan bersama Indosat ($ISAT), Nokia (NYSE: NOK), dan Nvidia (Nasdaq: NVDA) — untuk mendukung peluncuran dan pengembangan awal platform tersebut. Ooredoo akan menjadi pemegang saham pendiri platform tersebut dengan kepemilikan 49%. Investasi awal ini diperkirakan akan memberikan kontribusi EBITDA kumulatif sebesar hampir $600 juta bagi Ooredoo Group selama 5 tahun pertama investasi. Zankore akan menyediakan kapasitas AI sebesar ~200 MW pada 1H27.
- $INDY: Indika Energy mendapatkan fasilitas kredit senilai US$155 juta dari PT Bank DBS Indonesia. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai capex pengembangan proyek tambang emas di Sulawesi Selatan yang dimiliki oleh anak usaha INDY, PT Masmindo Dwi Area. Anak usaha INDY yang terdiri dari PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering, PT Tripatra Engineers And Constructors, dan Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. akan bertindak sebagai penanggung awal fasilitas ini. Fasilitas ini dijamin secara pari passu dengan ketentuan dalam indenture yang mengatur surat utang senior perseroan dengan tingkat bunga 8,75% yang jatuh tempo pada 2029.
- $BMRI: Bank Dunia pada Kamis (6/8) mengumumkan pemberian jaminan keuangan (financial guarantees) senilai US$750 juta kepada Bank Mandiri. Pinjaman ini akan diberikan dalam 2 tahap oleh HSBC kepada BMRI dengan jangka waktu 3 tahun. Dana tersebut akan digunakan untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menyediakan pinjaman bagi UMKM.
- $SIDO: Manajemen Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul dalam earnings call pada Jumat (7/8) merevisi turun guidance pendapatan 2026 dari flat menjadi -10% YoY. Manajemen SIDO tidak merinci lebih lanjut terkait guidance laba bersih, yang sebelumnya ditargetkan flat selama 2026. Revisi turun pendapatan terjadi seiring keputusan perseroan untuk menahan pengiriman ke distributor selama normalisasi inventori, yang menyebabkan pendapatan 1H26 terkontraksi -20% YoY. Manajemen menegaskan bahwa kontraksi pendapatan selama 1H26 tidak mencerminkan pelemahan underlying demand, melainkan sell–in yang lemah seiring pengiriman yang ditahan. Manajemen menjelaskan bahwa sell–out tercatat flat pada 1H26 dan naik +8% YoY pada 2Q26. Proses normalisasi inventori telah rampung pada Mei 2026, dengan inventori distributor kembali ke batas bawah rentang normal 19–25 hari dan inventori toko di 14 hari. Manajemen memperkirakan sell–in pada 3Q26 akan kembali sejalan dengan sell–out, serta menambahkan bahwa sell–in pada periode Juli 2026 meningkat secara bulanan maupun tahunan.
- $PTBA: VP Hilirisasi Bukit Asam, Dahlia Muchtar, mengatakan pada Kamis (6/8) bahwa proyek perseroan terkait hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) saat ini berada dalam proses business validation case yang dilakukan Danantara untuk mengkaji aspek keekonomian proyek, dengan melibatkan Pertamina sebagai offtaker. Proses tersebut ditargetkan rampung tahun ini, yang akan dilanjutkan dengan penyusunan final investment decision (FID) yang ditargetkan rampung pada akhir 2027. Proyek ini akan berlokasi di Tanjung Enim dengan target kapasitas input 7 juta ton batu bara per tahun untuk menghasilkan output 1,4 juta ton per tahun. Dahlia menyebut bahwa mitra investasi untuk proyek ini belum ditentukan, dengan penjajakan telah dilakukan bersama sejumlah perusahaan global, termasuk dari China dan AS.
- $TOWR: Sarana Menara Nusantara mencatat laba bersih Rp916 M pada 2Q26 (+8% YoY, -3% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 menjadi ~Rp1,9 T (+12% YoY) dan sejalan dengan ekspektasi karena setara 48% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 3 tahun: 47% laba tahunan). Pertumbuhan laba bersih secara tahunan pada 2Q26/1H26 didorong oleh: 1) pertumbuhan laba usaha di level mid–single digit; dan 2) penurunan beban keuangan yang signifikan, masing–masing sebesar -13%/-23% YoY. Secara operasional, laba usaha tumbuh +5%/+4% YoY pada 2Q26/1H26, di mana seluruhnya dikontribusikan oleh pertumbuhan segmen non–tower dengan kenaikan +19%/+28% YoY. Sementara itu, segmen tower yang menjadi segmen utama tidak bertumbuh, dengan laba usaha +0%/-4% YoY pada 2Q26/1H26. Dinamika mix kedua segmen ini juga terlihat pada margin keseluruhan TOWR, di mana margin laba usaha turun sekitar 400–500 bps YoY pada 2Q26/1H26, mengingat segmen non-tower memiliki profitabilitas yang jauh lebih rendah dibandingkan segmen tower. Pertumbuhan segmen non–tower yang tinggi didorong oleh mulai dikonsolidasikannya Bach Multi Global ($BACH) ke dalam TOWR sejak 8 Januari 2026, setelah TOWR melalui PT Global Telekomunikasi Prima ditetapkan sebagai pengendali BACH, meski kepemilikan efektif TOWR di BACH baru mencapai 30% per akhir 2Q26.
- $CNMA: Manajemen Nusantara Sejahtera Raya mengatakan dalam earnings call pada Senin (3/8) bahwa penurunan laba bersih selama 1H26 (-40% YoY) ditekan oleh penurunan pendapatan -9% YoY akibat penurunan admissions -12% YoY menjadi 37,3 juta. Manajemen CNMA menjelaskan dalam earnings call bahwa penurunan admissions lebih disebabkan oleh jadwal dan kualitas rilis film pada 1H26, bukan karena pelemahan permintaan konsumen. Sebagai konteks, kinerja 1H25 ditopang film ‘Jumbo’ yang meraih 10,2 juta admissions, sementara film dengan capaian admissions tertinggi pada 1H26 hanya sekitar 3,6 juta. Penurunan admissions yang lebih dalam terjadi pada film internasional (-17% YoY) seiring rilis film Hollywood yang lebih soft, di mana 13 dari 15 film terlaris pada 1H26 merupakan produksi lokal (vs. 1H25: 9 dari 15). Meski demikian, manajemen tetap optimistis target 87–90 juta admissions selama 2026 akan tercapai. Simak poin–poin penting earnings call CNMA di sini.
- $ERAA: Erajaya Swasembada melalui anak usahanya, PT Era Boga Nusantara, membentuk joint venture senilai ~Rp20,2 M dengan Oriental Coffee International Sdn. Bhd. Joint venture tersebut — yang bernama PT Era Oriental Kopi — dimiliki sebesar 60% oleh PT Era Boga Nusantara, sementara 40% sisanya oleh Oriental Coffee International Sdn. Bhd. Media Malaysia, The Star, melaporkan bahwa outlet pertama Oriental Kopi di Indonesia ditargetkan dibuka di Central Park Mall, Jakarta Barat pada akhir 2026.
🔎 Insider Transactions

Top Gainer 🔥
$ISAT | $WIRG | $INDY | $GGRM |
| +14,21% | +6,78% | +5,88% | +5,46% |
Top Loser 🤕
$MAPI | $BKSL | $EMAS | $KPIG |
| -5,03% | -2,56% | -1,32% | -1,28% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Bank Indonesia mencatat bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 turun tipis ke level US$145,3 miliar (vs. Juni 2026: US$145,6 miliar). Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah. Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 setara pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
- Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Jumat (7/8) mengkonfirmasi bahwa Destry Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai gubernur sementara Bank Indonesia, menjadi salah satu kandidat yang sedang dipertimbangkan untuk mengisi posisi gubernur definitif Bank Indonesia. Prasetyo menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan yang diambil dan belum ada surat yang dikirimkan oleh Presiden Prabowo Subianto ke DPR. Prasetyo juga menyebut bahwa masa jabatan gubernur baru Bank Indonesia —apakah untuk masa jabatan penuh 5 tahun atau hanya sampai 2028 yang menjadi sisa jabatan Perry Warjiyo — masih dalam pembahasan. Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Destry Damayanti menjadi kandidat terkuat untuk menempati posisi gubernur Bank Indonesia secara definitif, dengan proses formal di DPR diperkirakan akan dimulai setelah anggota dewan kembali dari masa reses pada 14 Agustus 2026.
- Dinas Pertanian Luar Negeri Departemen Pertanian AS (USDA) memangkas proyeksi produksi minyak sawit Indonesia pada periode 2026/2027 dari 48 juta ton menjadi 47,2 juta ton, seiring risiko kekeringan yang berkepanjangan akibat El Nino dan positive Indian ocean dipole yang diperkirakan dapat menekan produktivitas sawit. Downgrade proyeksi tersebut juga lebih rendah dibandingkan proyeksi resmi USDA di level 47,5 juta ton. Dinas Pertanian Luar Negeri USDA memperkirakan kekeringan yang berlangsung lebih dari 3 bulan dapat menekan hasil panen sawit selama 3–6 bulan. Berdasarkan data BMKG, defisit ketersediaan air diperkirakan mulai terjadi pada Oktober 2026 di sejumlah wilayah utama penghasil sawit, terutama di Sumatra Selatan dan Kalimantan. Dinas Pertanian Luar Negeri USDA juga memangkas proyeksi ekspor minyak sawit Indonesia dari sebelumnya 25 juta ton menjadi 23,1 juta ton, seiring meningkatnya konsumsi domestik dan terbatasnya pertumbuhan produksi. Di sisi lain, konsumsi minyak sawit Indonesia pada periode 2026/2027 diperkirakan akan meningkat sebanyak 2,5 juta ton menjadi 25,3 juta ton, dengan konsumsi untuk sektor industri diproyeksikan mencapai 17,4 juta ton (+16% YoY) seiring mandatori biodiesel B50. Adapun persediaan minyak sawit Indonesia pada periode 2026/2027 diperkirakan turun -28% YoY menjadi 3,1 juta ton.
- Harga minyak Brent naik +3,8% ke level US$82,5/barrel pada penutupan perdagangan Kamis (6/8) dan relatif stabil di level US$82,2/barrel pada Jumat (7/8) sore. Kenaikan harga minyak didorong oleh kekhawatiran re–eskalasi konflik di Timur Tengah, setelah Iran menyerang “target berbahaya” di Pulau Qeshm yang berada di Selat Hormuz pada Kamis (6/8). Kantor berita semi–resmi Iran, Fars, melaporkan pada Kamis (6/8) bahwa Iran tengah menyiapkan aturan untuk melarang kapal–kapal AS, Israel, dan negara lain yang dianggap “berbahaya” untuk melintasi Selat Hormuz, serta mengusulkan pengenaan denda hingga 20% dari nilai muatan kapal bagi pihak yang melanggar ketentuan aturan tersebut. Sementara itu, Presiden Donald Trump kembali mengatakan bahwa perang dengan Iran kemungkinan akan segera berakhir dan pembahasan terkait Selat Hormuz berjalan dengan baik, meski AS dan Iran masih memiliki perbedaan mendasar terkait syarat kesepakatan mengenai kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Di sisi lain, kelompok militan Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan berskala besar terhadap pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi. Awal pekan ini, Houthi juga mengklaim telah menyerang sebuah kapal tanker Arab Saudi di Teluk Aden dan mengancam pelayaran di bagian utara Laut Merah.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pada Kamis (6/8) bahwa pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai ~Rp26,3 T pada 2H26 untuk menjaga momentum pertumbuhan dan daya beli masyarakat. Paket tersebut mencakup bantuan pangan untuk ~33,2 juta penerima manfaat, insentif transportasi selama libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru berupa diskon tarif kereta api dan angkutan laut sebesar 30%, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan, hingga PPN ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi. Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga harga BBM dan menstabilkan harga pangan agar daya beli masyarakat tidak tergerus.
- Harga tembaga di London Metal Exchange ditutup nyaris tidak berubah di US$14.103,5/ton pada Kamis (6/8), setelah sempat melonjak hingga +1,8% ke US$14.369,5/ton pada intraday di hari yang sama menyusul laporan Reuters bahwa Republik Demokratik Kongo berencana melarang ekspor konsentrat tembaga dan kobalt. Pergerakan harga tembaga flat pada Kamis (6/8) seiring klarifikasi dari Ivanhoe Mines — operator tambang tembaga terbesar di Afrika — yang mengatakan bahwa laporan Reuters tersebut keliru karena kebijakan larangan ekspor tersebut telah berlaku selama hampir 10 tahun. Meski demikian, harga tembaga pada penutupan Kamis (6/8) hanya lebih rendah -2,9% di bawah level all–time high di US$14.527,5/ton pada Januari 2026, di mana Bloomberg melaporkan bahwa harga tembaga tertopang oleh aksi penumpukan stok (stockpiling) menjelang potensi tarif impor AS serta kondisi pasar fisik (physical market) di luar AS yang kian ketat, seiring meningkatnya pengiriman ke AS dan China.
- Kontan melaporkan bahwa BEI akan meluncurkan produk exchange–traded fund (ETF) berbasis emas pada 10 Agustus 2026. Sebanyak 7 manajer investasi telah mengajukan proses awal penerbitan, menurut catatan BEI. Produk investasi ini diatur dalam POJK No. 2/2026, yang mewajibkan manajer investasi ETF berbasis emas untuk menempatkan setidaknya 95% dari nilai aktiva bersih pada aset emas seperti emas batangan, emas non–fisik, dan instrumen emas lain yang ditetapkan OJK. Dari sisi infrastruktur, KSEI telah menerbitkan kode International Securities Identification Number (ISIN) untuk Electronic Gold Receipt (EGR) milik PT Pegadaian, di mana emas fisik di Pegadaian akan dikonversi menjadi catatan elektronik di KSEI sebagai EGR untuk menjadi underlying ETF emas. Kontan melaporkan bahwa pemerintah dan OJK tengah menyiapkan insentif fiskal untuk produk ini, meski tidak merincinya lebih lanjut.
- Survei harga properti residensial dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer sebesar +0,69% YoY pada 2Q26 (vs. 2Q25: +0,9% YoY, 1Q26: +0,62% YoY). Sementara itu, kontraksi penjualan properti residensial di pasar primer pada 2Q26 membaik ke -2,36% YoY (vs. 2Q25: -3,8% YoY, 1Q26: -25,67% YoY), seiring pertumbuhan rumah tipe besar (+13,08% YoY) di tengah perbaikan kontraksi rumah tipe kecil (-2,88%), meski penjualan rumah tipe menengah -10,51% YoY.
🫨 Benarkah Amerika Mulai Panik Surat Utangnya Nggak Laku?
“Intervensi perlu amunisi berupa USD. Di suatu titik, Jepang akan terpaksa jual surat hutang mereka untuk amunisi intervensi. Dari 1-2 tahun lalu saya sudah yakin kita sedang memasuki masa dedolarisasi.” — yanuard
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Pelemahan mata uang Yen terhadap USD yang cukup kencang selama setahun terakhir ini, membuat adanya beberapa intervensi yang dilakukan oleh Bank of Japan belakangan ini. Namun, intervensi minggu lalu dinilai Stockbitor yanuard menarik. Hal ini dikarenakan Amerika serikat ikut membantu Jepang untuk menaikkan nilai mata uang Yen. Menurutnya, tindakan ini mencerminkan kepanikan dari Amerika Serikat. Kira-kira apa kepentingan Amerika Serikat sampai ikut membantu Jepang intervensi nilai mata uang Yen? Apakah ada hubungannya dengan surat hutang Amerika Serikat? Baca tulisan lengkapnya untuk memahami alasan Jepang melakukan intervensi nilai mata uang Yen dan dampaknya pada Amerika Serikat!
Sekilas tentang yanuard
yanuard adalah seorang dosen fakultas bisnis di salah satu universitas swasta ternama di Indonesia. Beliau menggunakan pendekatan metode analisis fundamental dan value investing dalam investasi. Pak Yanuar kerap kali membagikan tulisan yang memuat seputar ulasan hingga opini terkait fenomena ekonomi makro yang terjadi.
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$ISAT
$WIRG
$INDY
$GGRM
$MAPI
$BKSL
$EMAS
$KPIG