
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 6.365,4 -0,69% | -Rp875,5 miliar | 17.762 -0,72% | 4.400 +0,00% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 84,5 +1,09% | 134,4 +0,11% | 4.724 +1,00% | 17.004 +1,44% |
👋 Stockbitor!
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat +0,7% ke level 17.762 pada hari ini, Senin (10/8), seiring pengumuman terkait pencalonan tunggal Destry Damayanti sebagai gubernur definitif Bank Indonesia dan menurunnya ekspektasi market terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September 2026.
- Destry Damayanti Jadi Kandidat Tunggal Gubernur Bank Indonesia
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pada Senin (10/8) bahwa Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai gubernur sementara Bank Indonesia, sebagai kandidat tunggal gubernur definitif Bank Indonesia kepada DPR. Pengumuman ini sejalan dengan laporan Reuters pada pekan lalu yang menyebut Destry sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi tersebut.
Berdasarkan latar belakangnya, Destry mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia dan master of science dari Cornell University. Setelah memulai karir sebagai peneliti, Destry sempat bertugas di Badan Analisa Keuangan dan Moneter Kementerian Keuangan sebelum bergabung sebagai ekonom di Citibank Indonesia, menjadi penasihat duta besar Inggris untuk Indonesia, menjabat kepala ekonom Bank Mandiri, dan pada akhirnya bergabung ke dalam jajaran dewan gubernur Bank Indonesia sejak 2019. Mengingat mayoritas parlemen saat ini diisi oleh koalisi pemerintah, DPR kemungkinan besar akan menyetujui Destry untuk menjabat posisi gubernur Bank Indonesia setelah menjalani proses formal fit and proper test, yang dijadwalkan berlangsung setelah masa reses DPR berakhir pada pertengahan Agustus 2026.
Di tengah kekhawatiran market belakangan ini atas potensi berkurangnya independensi Bank Indonesia pasca–pengesahan revisi UU P2SK, market masih menunggu arah kebijakan Bank Indonesia ke depannya setelah Destry resmi menjabat sebagai gubernur. Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan kepada Reuters bahwa premi risiko akan meningkat jika Bank Indonesia memangkas suku bunga terlalu dini atau menyuntikkan likuiditas untuk mendanai agenda fiskal.
- Ekspektasi Rate Hike The Fed Berkurang seiring Data Ketenagakerjaan AS yang Lemah
Dalam kabar terpisah, analisis CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September 2026 turun menjadi 44% per Senin (10/8), dibandingkan 67% pada sepekan lalu. Berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS tersebut disebabkan oleh data ketenagakerjaan AS yang lemah pada periode Juli 2026, di mana non–farm payroll turun sebanyak 23 ribu (vs. Juni 2026: +20 ribu), di luar ekspektasi konsensus yang memperkirakan bertambah 80 ribu.
Tingkat pengangguran AS turun ke level 4,1% pada Juli 2026 (vs. Juni 2026: 4,2%), lebih baik dari ekspektasi konsensus di 4,2%, tetapi hal tersebut lebih disebabkan oleh berkurangnya 264 ribu orang dari angkatan kerja, sementara tingkat partisipasi angkatan kerja turun ke level terendah dalam 5,5 tahun terakhir di 61,4%.
Menyusul rilis data ini, harga emas melonjak lebih dari +2% ke level ~US$4.340/oz per penutupan Jumat (7/8), sementara indeks dolar AS turun sekitar -0,4% ke level 99,6.
Key Takeaway
Kedua sentimen positif di atas mendorong penguatan lanjutan nilai tukar rupiah. Sejak awal Agustus 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah menguat +1,3%. Sejalan dengan penguatan tersebut, IHSG juga naik +2,1% sejak awal Agustus 2026, meski kembali gagal menembus level 6.400 pada hari ini. Penguatan IHSG sejak awal bulan terutama didorong sektor metals mining, ditandai dengan indeks basic materials yang naik +6,2%.
Dalam waktu dekat, beberapa hal yang perlu dipantau investor mencakup: 1) data inflasi AS periode Juli 2026, yang dijadwalkan rilis pada Rabu (12/8) waktu setempat; serta 2) pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada Jumat (14/8), yang akan memberikan gambaran terkait APBN 2027.
🤝 TLKM Akan Spin–Off Tahap 2 Aset Fiber Optik Senilai Rp49,9 T
- $TLKM: Telkom Indonesia berencana melakukan spin–off tahap ke–2 aset fiber optik kepada anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia. Rencana nilai transaksi tersebut mencapai ~Rp49,9 T, dengan nilai total aset segmen fiber yang dialihkan ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia sebesar Rp29,1 T, sementara total aset PT Telkom Infrastruktur Indonesia setelah transaksi ini diperkirakan akan naik menjadi Rp33,1 T. Segmen fiber yang dialihkan ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia juga tercatat memiliki pendapatan sebesar Rp22,7 T dan laba sebesar Rp11,8 T pada 2025. Dalam transaksi ini, PT Telkom Infrastruktur Indonesia akan menerbitkan 498,6 juta saham baru yang seluruhnya akan diambil oleh TLKM. Spin–off tahap kedua ini akan semakin mengonsolidasikan infrastruktur fiber optik TLKM ke dalam PT Telkom Infrastruktur Indonesia. Rencana ini akan dibahas dalam RUPS pada 30 September 2026.
- $BUMI: Manajemen Bumi Resources dalam earnings call pada hari ini, Senin (10/8), menyampaikan rincian metrik operasional yang mendukung kinerja solid selama 1H26 serta merevisi naik guidance volume penjualan untuk 2026. Volume penjualan naik +4% QoQ pada 2Q26 di tengah kenaikan volume produksi +1% QoQ, utamanya didukung oleh cuaca yang baik di tambang Arutmin, sehingga volume penjualan tumbuh +12% YoY selama 1H26 menjadi 38,8 juta ton. Manajemen merevisi naik guidance untuk volume penjualan 2026 dari sekitar 76–78 juta ton menjadi 82–84 juta ton. Harga jual rata–rata naik +15% QoQ pada 2Q26, sehingga harga jual rata–rata selama 1H26 naik +3% YoY menjadi US$62,9/ton. Manajemen masih menargetkan harga jual rata–rata di kisaran US$60–62/ton selama 2026. Production cost naik menjadi US$43,1/ton (+2% YoY) selama 1H26. Manajemen merevisi tipis target production cost 2026 dari US$43–44/ton menjadi US$42–44/ton. Tambang Wolfram telah menghasilkan ~27 ribu ton bijih emas pada periode Mei–Juni 2026, dengan kadar emas 0,78 g/ton dan gold recovery 52,2%. Tingkat recovery tersebut relatif rendah karena BUMI masih menggunakan stockpile. Untuk 2026, manajemen menargetkan tambang Wolfram dan Jubilee Metals, yang belum memulai produksi, untuk menghasilkan 10–15 ribu ton copper equivalent. Manajemen menyebut bahwa tambang Wolfram baru menghasilkan pendapatan sekitar US$8–9 juta per Juni 2026, setara ~1% pendapatan BUMI selama 1H26, tetapi mengekspektasikan pendapatan yang “sangat baik” selama 2H26.
- $DEWA: Darma Henwa mencatat laba bersih Rp262 M pada 2Q26 (+182% QoQ, +121% YoY), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp354 M (+89% YoY). Kenaikan laba bersih didukung oleh penyesuaian nilai wajar investasi saham sebesar Rp229 M pada 2Q26, yang mengkompensasi kenaikan beban keuangan yang signifikan (+95% QoQ) terutama akibat denda pinjaman bank yang bersifat one–off senilai Rp46 M. Mengesampingkan kedua beban one–off tersebut, core profit flat secara kuartalan pada 2Q26 dan tumbuh +1% YoY selama 1H26, sejalan dengan ekspektasi karena setara 41% estimasi 2026F konsensus, dengan ekspektasi momentum pertumbuhan selama 2H26 akan lebih solid dibandingkan 1H26. Core profit yang flat secara kuartalan pada 2Q26 terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang solid dan ekspansi margin laba kotor, sementara terdapat kenaikan pada beban karyawan pada opex (+109% QoQ) dan beban bunga underlying dari pinjaman bank (+51% QoQ). Pendapatan pada 2Q26 naik +7% QoQ seiring kenaikan tarif pengerjaan (+9% QoQ), sementara volume material moved turun (-1% QoQ). Volume material moved menurun seiring turunnya volume pengerjaan subkontraktor (-53% QoQ), sementara volume pengerjaan internal naik +14% QoQ, sehingga porsi pengerjaan secara internal naik menjadi 89% (vs. 1Q26: 77%). Naiknya proporsi pengerjaan internal terjadi seiring dimulainya pengerjaan internal penuh pada proyek Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal sejak Mei 2026. Margin laba kotor secara kuartalan pada 2Q26 pun mencapai level tertingginya setidaknya sejak 1Q22 di 20,7% (vs. 1Q26: 17,3%). Selama 1H26, pendapatan tumbuh +3% YoY, didukung kenaikan material moved (+9% YoY), sementara EBITDA naik +19% YoY, sejalan dengan ekspektasi karena setara 44% estimasi 2026F konsensus.
- $WIFI: Solusi Sinergi Digital berencana menambah kegiatan usaha baru di bidang konstruksi sentral telekomunikasi. Langkah ini ditujukan untuk memperluas ruang lingkup usaha, memperkuat posisi di industri telekomunikasi dan infrastruktur digital, serta menyediakan layanan pembangunan infrastruktur yang lebih terintegrasi. Berdasarkan penilaian kantor jasa penilai publik (KJPP) Syarif, Endang & Rekan, pengembangan usaha ini akan menghasilkan net present value senilai Rp929,8 M, dengan payback period selama 1 tahun 5 bulan. Rencana ini akan dibahas dalam RUPS pada 11 September 2026.
- $BMAS: Bank Kasikorn Indonesia — dulu bernama Bank Maspion Indonesia — berencana menggelar rights issue hingga ~2,9 miliar saham baru dengan efek dilusi hingga ~13,7%. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk modal kerja dalam rangka peningkatan penyaluran kredit. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 27 Agustus 2026.
🔎 Insider Transactions

Top Gainer 🔥
$PSAB | $ESSA | $KIJA | $HRUM |
| +11,47% | +7,87% | +7,26% | +4,29% |
Top Loser 🤕
$TPIA | $GGRM | $DSNG | $CUAN |
| -4,93% | -4,49% | -4,35% | -4,05% |
🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Bank Indonesia mencatat bahwa indeks keyakinan konsumen Indonesia turun ke level 116,8 pada Juli 2026 (vs. Juni 2026: 117,8, Juli 2025: 118,1), menandai penurunan dalam 3 bulan beruntun sekaligus level terendah sejak September 2025, meski masih berada pada level optimis (indeks >100). Hasil ini ditekan oleh penurunan secara bulanan di hampir seluruh sub–indeks, kecuali indeks ekspektasi penghasilan yang flat.
- Perusahaan pengolahan daging, JBS N.V. (NYSE: JBS), pada Jumat (7/8) menyepakati rencana pembentukan joint venture dengan PT Danantara Investment Management untuk berinvestasi di sektor produksi protein di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Danantara akan berinvestasi sebesar US$2,5 miliar dengan porsi kepemilikan sebesar 25% di joint venture tersebut. Joint venture tersebut akan mencakup bisnis JBS yang saat ini beroperasi di Australia dan Selandia Baru, dengan JBS menyetor 100% bisnisnya di kedua negara tersebut ke dalam joint venture. Joint venture tersebut juga berencana memperoleh tambahan pembiayaan utang hingga US$2,5 miliar. Selama 2 tahun pertama setelah transaksi selesai, dana investasi PT Danantara Investment Management hanya dapat digunakan untuk sektor produksi protein di Indonesia. Setelah itu, sisa investasi PT Danantara Investment Management dapat digunakan untuk berbagai peluang investasi yang lebih luas di sektor protein di Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Kedua pihak menyepakati masa lock–up selama 5 tahun dan berencana melakukan IPO atas joint venture tersebut.
- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan pada Minggu (9/8) bahwa kesepakatan Iran dengan Oman terkait jalur pelayaran baru di Selat Hormuz sudah berada dalam “tahap akhir”, sembari menegaskan bahwa Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz kecuali AS memenuhi tuntutan tertentu yang diajukan oleh Iran. Kesepakatan antara Iran dan Oman akan menetapkan jalur pelayaran baru di Selat Hormuz jika selat tersebut telah dibuka kembali setelah AS memenuhi syarat–syarat yang diajukan Iran. Sejumlah syarat yang diajukan oleh Iran kepada AS termasuk kesediaan AS untuk membayar kompensasi, mengakhiri ancaman lebih lanjut dari terhadap Iran, menghentikan agresi terhadap Iran serta sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak, mengakhiri blokade angkatan laut AS di wilayah Teluk, mencabut sanksi terhadap Iran, dan mencairkan aset Iran yang dibekukan. Araqchi mengatakan bahwa Iran dan AS tidak sedang melakukan pembicaraan langsung, di mana pesan di antara kedua negara disampaikan melalui pihak perantara, dan Iran tidak akan memulai negosiasi langsung selama AS melanggar kesepakatan sementara yang ditandatangani pada Juni 2026.
- Bank Indonesia mencatat bahwa uang primer (M0) adjusted pada Juli 2026 tumbuh +17,1% YoY menjadi Rp2.254,5 T (vs. Juni 2026: +13,8% YoY). Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar +15,1% YoY dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar +17,1% YoY. Pertumbuhan M0 adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).
- Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan motor domestik sebesar 636.030 unit pada Juli 2026 (+8,3% YoY, +23,5% MoM), menandai level bulanan tertinggi sejak Oktober 2014. Realisasi ini membuat penjualan motor domestik selama 7M26 mencapai ~3,8 juta unit (+2% YoY), setara 56,2–58,8% target 2026 dari AISI (vs. 7M25: ~58% realisasi 2025).
🧑⚖️ Hukum Tabur Tuai Dalam Trading
“Lo bisa punya indikator bagus, setup bagus, bahkan analisa yang benar. Tapi kalau keputusan setelah entry berantakan maka hasil akhirnya tetap bisa beda jauh.” — ariefhidayatst
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Menurut Stockbitor ariefhidayatst, dalam trading berlaku "hukum tabur tuai." Ini bukan dalam arti karma, tapi soal kebiasaan yang lama-lama membentuk hasil. Kalau kita sering entry telat karena FOMO, panik saat floating loss, atau terus menggeser stop loss, portofolio kita akan tergerus. Sebaliknya, kebiasaan disiplin (siapkan setup, tahu kapan harus exit, dan pahami risiko sebelum entry) itulah yang dapat membuat portofolio kita bertumbuh. Satu trade yang profit atau loss besar tidak terlalu penting; yang penting adalah pola yang muncul setelah puluhan hingga ratusan trade, karena kesalahan yang berulang berarti itu sudah menjadi kebiasaan, bukan kebetulan. Kesimpulannya, cara kita memperlakukan risiko dan konsistensi kebiasaan setelah entry jauh lebih menentukan hasil akhir daripada sekadar memiliki indikator atau analisa yang bagus.
Sekilas tentang ariefhidayatst
Stockbitor ariefhidatayst aktif posting di stream seputar hal-hal dari pergerakan market sampai analisa teknikal mendalam. Tulisan-tulisan ariefhidayatst cocok untuk investor yang memiliki ketertarikan pada analisa teknikal dan ingin memperhatikan pergerakan market.
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$PSAB
$ESSA
$KIJA
$HRUM
$TPIA
$GGRM
$DSNG
$CUAN