🙅‍♂️ Pemerintah Tunda Kenaikan Royalti Pertambangan / by Stockbit Snips

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.905,6 -0,92%-Rp543,2 miliar17.412 +0,22%4.665 -1,40%
Oil Coal CPO Nickel
104,0 +2,70%134,5 -0,55%4.517 +0,27%18.892 -1,31%

👋 Stockbitor!

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada hari ini, Senin (11/5), mengatakan bahwa pemerintah akan menunda kenaikan royalti, sembari menambahkan bahwa formula yang digunakan untuk menghitung royalti akan diubah. Bahlil menyebut bahwa pemerintah sedang mencari formula yang “win–win” bagi negara dan sektor bisnis, serta terbuka terhadap masukan dari sektor pertambangan terkait royalti.

Pernyataan Bahlil muncul setelah kementeriannya mengumumkan rencana kenaikan royalti untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, hingga perak pada Jumat (8/5).

Menyusul kabar penundaan kenaikan royalti pertambangan mineral, IHSG mengurangi pelemahannya dengan turun -0,92% pada penutupan bursa hari ini, setelah sempat melemah hingga -1,76% ke level 6.847 — yang menandai level terendah sejak awal 2026. Pada hari ini, hanya 251 dari 912 saham yang menguat, sementara IHSG dibebani oleh penurunan saham Bank Mandiri ($BMRI) (-29,9 pts) seiring ex-date dividen, Dian Swastatika Sentosa ($DSSA) (-15,5 pts), dan Barito Renewables Energy ($BREN) (-11,5 pts).

Key Takeaway

Selain isu kenaikan royalti pertambangan mineral, pergerakan IHSG belakangan ini juga dibayangi oleh kekhawatiran pasar atas pelemahan rupiah dan risiko fiskal APBN akibat bertahannya harga minyak di atas US$100/barrel, seiring terhambatnya negosiasi pengakhiran perang oleh AS–Iran. Selain faktor makro, pasar juga cenderung masih wait and see mengingat hari bursa yang singkat pada pekan ini serta menunggu kepastian update dari MSCI terkait quarterly rebalancing yang akan diumumkan pada 12 Mei 2026. Sebagai pengingat, $BREN dan $DSSA hampir dipastikan dikeluarkan dari indeks MSCI karena masuk dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration). Selain BREN dan DSSA, terdapat sejumlah emiten yang berpotensi mengalami deletion atau downgrade ke small cap index karena MSCI mengubah metode perhitungan free float seiring adanya data tambahan seperti kepemilikan 1%.

🤝 BDMN Jajaki Potensi Integrasi dengan MUFG Indonesia

  • $BDMN: Bank Danamon Indonesia mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki potensi integrasi dengan dengan MUFG Bank Ltd., Jakarta branch (MUFG Indonesia). Integrasi diperkirakan efektif pada 2027. Struktur yang diusulkan untuk integrasi ini akan dituangkan dalam rancangan integrasi, yang nantinya akan diumumkan kepada publik. BDMN sendiri dikendalikan oleh MUFG Bank Ltd. sejak 2019.
  • $RATU: Raharja Energi Cepu melalui anak usahanya, PT Raharja Energi Negeri, mengumumkan telah melakukan pembayaran deposit terkait akuisisi 5% hak partisipasi di Wilayah Kerja Kasuri dari Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. Nilai transaksi ini mencapai ~US$9,6 juta, setara 17,05% ekuitas perseroan per 31 Desember 2025.
  • $RAJA: Rukun Raharja mengumumkan bahwa perseroan telah melaksanakan pembayaran deposit kepada Genting LNG Pte. Ltd., entitas usaha Genting Berhad, terkait rencana akuisisi 5% saham PT Layar Nusantara Gas dengan nilai pembelian sebesar ~US$38,6 juta. PT Layar Nusantara Gas merupakan perusahaan pengembang fasilitas midstream dan kapal FLNG pertama di Indonesia. RAJA menjelaskan bahwa rencana akuisisi saham tersebut tetap tunduk pada pemenuhan syarat dan ketentuan yang disepakati oleh para pihak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • $INCO: Manajemen Vale Indonesia dalam earnings call pada Jumat (8/5) mengatakan bahwa perseroan masih optimistis untuk dapat mencapai cash cost sesuai guidance 2026 yang mengincar <US$10.000/ton. Faktor–faktor yang mendasari optimisme tersebut antara lain: 1) kenaikan volume produksi dibandingkan realisasi 1Q26, sehingga tercapai economies of scale; 2) persediaan HSFO dan diesel yang dimiliki perseroan diharapkan cukup mampu memitigasi dampak kenaikan harga minyak dunia. Selain itu, manajemen juga menyebut bahwa progres dari Indonesia Growth Project — yang terdiri dari 3 proyek HPAL dan tambang bijih nikel — masih berjalan sesuai rencana, dengan proyek di Pomalaa yang akan pertama kali selesai dan beroperasi pada 3Q26. Terkait dengan perkembangan pasar nikel dunia, manajemen berpendapat bahwa kenaikan harga patokan mineral (HPM) bijih nikel di Indonesia membuat supply–demand nikel dunia menjadi lebih seimbang, sehingga manajemen meyakini bahwa harga nikel akan terus tersupport di level saat ini. Manajemen sendiri menilai bahwa kenaikan harga sulfur yang terjadi belakangan bukan sebagai ancaman terhadap proyek HPAL perseroan. Hal ini karena teknologi HPAL yang terus berkembang dan beradaptasi dengan penemuan metode–metode terbaru, sehingga dapat meminimalisir/menggantikan sulfur dalam proses produksinya. Simak poin–poin penting earnings call INCO di sini.
  • $ACES: Manajemen Aspirasi Hidup Indonesia dalam earnings call pada Kamis (7/5) mengatakan bahwa perseroan mempertahankan guidance 2026, dengan target pertumbuhan pendapatan sekitar +6–8% YoY, SSSG sekitar +2–4% YoY, dan pembukaan gerai baru sekitar 65–80 gerai baru secara gabungan untuk AZKO dan NEKA. Manajemen ACES mengantisipasi SSSG April 2026 lebih rendah secara kuartalan karena masa liburan yang lebih pendek dibandingkan tahun lalu, meski tetap optimistis untuk keseluruhan tahun. Pembukaan gerai diekspektasikan lebih agresif untuk sisa tahun 2026, mengingat perseroan baru membuka gerai baru AZKO dan NEKA masing–masing sebanyak 2 gerai seiring libur Lebaran pada akhir 1Q26. Pemulihan margin laba kotor dari level 46,3% pada 1Q26 (vs. 1Q25: 48%, 4Q25: 47%) diharapkan mulai terlihat pada 2Q26 seiring realisasi kenaikan harga jual rata–rata (ASP), mengingat basis konsumen ACES yang cenderung middle–up relatif tidak terdampak signifikan oleh ketidakpastian ekonomi. Dari sisi supply chain, gangguan domestik menjelang Lebaran berupa kesulitan pengiriman ke luar Jawa kini sudah mereda. Sementara itu, tidak ada perubahan material dalam regulasi impor. Simak poin–poin penting earnings call ACES di sini.
  • $WBSA: BEI dan KSEI mengumumkan bahwa BSA Logistics Indonesia masuk dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration). BEI dan KSEI mencatat bahwa 95,82% dari total saham scrip dan scripless WBSA dimiliki oleh sejumlah kecil pemegang saham per 7 Mei 2026.
  • $TOTL: Total Bangun Persada mengumumkan bahwa cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 18 Mei 2026, dengan pembayaran pada 5 Juni 2026. Dalam pembagian dividen tahun buku 2025 ini, TOTL akan membagikan dividen sebesar Rp375,1 M atau Rp110/saham, mengindikasikan dividend yield ~8,9% per Senin (11/5). Jumlah tersebut setara ~91% dividend payout ratio (vs. 2024: ~96%).
  • $PBID: Panca Budi Idaman akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai Rp397,5 M atau Rp53/saham, mengindikasikan dividend yield ~9,6% per Senin (11/5). Jumlah tersebut setara ~99% dividend payout ratio (vs. 2024: ~85%). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 20 Mei 2026, sementara pembayaran pada 4 Juni 2026.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$INCO $MBMA $ASII $NCKL
+11,06%+6,03%+3,86%+3,45%

Top Loser 🤕

$DSSA $BMRI $TPIA $CUAN
-13,36%-8,21%-8,18%-8,04%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Harga minyak Brent naik sekitar +2,7% ke level ~US$104/barrel pada Senin (11/5) sore, didorong oleh gagalnya AS dan Iran dalam mencapai kesepakatan proposal perdamaian, sehingga membuat Selat Hormuz masih tertutup. Presiden Donald Trump pada Minggu (10/5) menolak tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian dari AS dan menyebutnya “tidak dapat diterima.” Trump sendiri dijadwalkan akan tiba di Beijing, China pada Rabu (13/5) dan diperkirakan akan membahas isu Iran bersama sejumlah agenda lain dengan Presiden China, Xi Jinping.
  • Bank Indonesia mencatat bahwa indeks keyakinan konsumen Indonesia meningkat ke level 123 pada April 2026 (vs. Maret 2026: 122,9, April 2025: 121,7). Hasil ini didorong oleh kenaikan indeks kondisi ekonomi saat ini, sementara seluruh sub–indeks pada indeks ekspektasi konsumen mengalami penurunan secara bulanan.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Senin (11/5) bahwa pemerintah belum akan mengaktifkan dana stabilisasi obligasi, sembari menambahkan bahwa dana tersebut hanya akan diaktifkan saat terjadi krisis. Sebagai gantinya, Purbaya mengatakan bahwa Kementerian Keuangan akan mengelola cadangan kasnya untuk menstabilkan obligasi. Sebelumnya, Purbaya mengatakan bahwa Kementerian Keuangan berencana untuk membentuk dana stabilisasi obligasi sebagai instrumen mitigasi untuk membendung lonjakan imbal hasil obligasi.
  • Lautan Luas ($LTLS) akan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp45,4 M atau Rp31/saham, mengindikasikan dividend yield ~3,7% per Senin (11/5). Jumlah tersebut setara ~30% dividend payout ratio (vs. 2024: ~30%). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 19 Mei 2026, sementara pembayaran pada 29 Mei 2026.
  • Wira Global Solusi ($WGSH) berencana menggelar private placement hingga 208,5 juta saham baru, dengan perolehan dana ditujukan untuk pengembangan usaha dan modal kerja perseroan. Harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 19 Juni 2026.
  • Kontan ($PANR) melaporkan bahwa Panorama Sentrawisata akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai Rp41,6 M atau Rp30/saham, mengindikasikan dividend yield ~5,3% per Senin (11/5). Jumlah tersebut setara ~47% dividend payout ratio (vs. 2024: 25%). Cum dividen dan pembayaran belum diketahui.

📜 Ketidakpastian Regulasi Bisa Jadi Ancaman untuk Saham Komoditas

“Saat dunia melihat nikel Indonesia sebagai “emas baru kendaraan listrik”, pasar justru mulai takut pemerintah terlalu cepat memeras sektor yang sedang menghasilkan uang besar.” — InvestorfromPky

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Kenaikan harga komoditas sering dianggap sebagai sentimen positif bagi saham tambang, namun pasar juga sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan pemerintah yang berpotensi menekan profitabilitas sektor tersebut. Dalam tulisannya, Stockbitor InvestorfromPky menjelaskan bahwa wacana windfall tax dan bea keluar untuk sektor nikel serta batu bara memicu kekhawatiran investor terhadap meningkatnya tekanan pada laba emiten tambang. Pasar tidak hanya melihat potensi pajak yang lebih tinggi, tetapi juga risiko ketidakpastian regulasi yang dapat mengurangi daya tarik investasi jangka panjang. Akibatnya, saham-saham komoditas mengalami tekanan besar karena investor mulai menghitung ulang valuasi dan prospek sektor ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar cenderung masih bisa menerima harga komoditas tinggi, tetapi sangat tidak menyukai ketidakpastian aturan yang dapat mengubah ekspektasi keuntungan secara tiba-tiba. Baca selengkapnya di sini!

Sekilas tentang InvestorfromPky

Stockbitor InvestorfromPky aktif membagikan tulisan seputar makroekonomi, analisa fundamental, sejarah perusahaan besar dunia, serta dinamika geopolitik dan dampaknya terhadap pasar saham. Ia sering menyampaikan pandangan dengan gaya storytelling yang panjang dan reflektif, sambil mengaitkan kondisi ekonomi global dengan perilaku pasar dan investor. Tulisan-tulisannya cocok untuk investor yang tertarik memahami hubungan antara ekonomi, bisnis, sejarah, dan psikologi pasar dengan sudut pandang yang lebih luas dan mendalam.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.