🆕 Sejumlah Update Makro Domestik Pasca Pergantian Menkeu / by Stockbit Investment Research

Photo by: Jawa Pos

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.241,9 -0,90%-Rp559,1 miliar17.893 -0,04%4.332 +0,79%
Oil Coal CPO Nickel
105,1 -1,40%143,5 +0,56%4.652 -2,51%16.501 +0,12%

đź‘‹ Stockbitor!

Sejumlah perkembangan makroekonomi domestik muncul pada Kamis (24/9), mulai dari rencana pengenaan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK), ketentuan baru penerbitan SBN dan penggunaan saldo anggaran lebih (SAL), kesepakatan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan untuk menyelaraskan penerbitan surat utang, hingga proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026. Berikut sejumlah isu makroekonomi yang telah kami rangkum:

  • Bank Indonesia & Kementerian Keuangan akan Selaraskan Penerbitan Surat Utang

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, pada Kamis (24/9) mengatakan bahwa kedua pihak sedang berkoordinasi terkait rencana pembiayaan negara untuk tahun depan, termasuk penerbitan obligasi pemerintah dan SRBI. Destry menyebut bahwa Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan akan menyelaraskan penerbitan surat utang pemerintah jangka pendek dan SRBI — yang memiliki tenor serupa — agar tidak terjadi kesenjangan yield yang terlalu besar. Destry menambahkan bahwa premi pada SRBI telah menurun, sehingga lebih sejalan dengan ekspektasi pasar pada setiap lelang obligasi pemerintah. Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa kedua instrumen surat utang tersebut merupakan salah satu sumber ketegangan antara mantan gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan mantan menteri keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Saat keduanya masih menjabat, Bloomberg melaporkan bahwa kepentingan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah via penerbitan SRBI dengan yield yang menarik justru mengurangi minat terhadap obligasi pemerintah dan menyebabkan biaya utang negara meningkat.

  • Penerbitan SBN & Penggunaan SAL dalam RAPBN 2027 Harus Dapat Restu DPR

Draf RUU APBN 2027 akan mengatur agar penambahan penerbitan SBN dan penggunaan SAL di luar pengelolaan kas harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan DPR sebelum dilaksanakan. Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, mengatakan pada pekan lalu bahwa pemerintah akan mempertahankan penempatan dana SAL sebesar Rp200 T di himpunan bank milik negara (Himbara) hingga Juli 2027, tidak berubah dibandingkan kebijakan saat era mantan menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Secara terpisah, Kementerian Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 67/2026 yang membuat penempatan uang negara pada Bank Indonesia tidak lagi tercantum sebagai instrumen pengelolaan kelebihan kas, dengan pengelolaan kelebihan kas digantikan oleh penempatan pada bank umum serta pembelian SBN.

  • DPR Sepakati RAPBN 2027: Anggaran Subsidi Energi Lebih Rendah & Rencana Cukai MBDK

Badan Anggaran DPR pada Kamis (24/9) menyepakati postur RAPBN 2027 dengan defisit ditargetkan sebesar Rp671,2 T atau 2,4% terhadap PDB, di mana postur ini baru akan disahkan setelah disetujui rapat paripurna DPR ke depan. Postur anggaran yang disetujui mencakup kesepakatan untuk meningkatkan belanja kementerian dan lembaga (K/L) lebih tinggi Rp52,2 T dibandingkan usulan awal yang diimbangi oleh pengurangan belanja non–K/L sebesar Rp43,1 T termasuk pemotongan subsidi energi sebesar Rp11,4 T dan pengurangan belanja lainnya sebesar Rp31,6 T. Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan pada Kamis (24/9) bahwa RAPBN 2027 memuat rencana pengenaan cukai MBDK, meski tidak merincinya lebih lanjut. Sementara itu, Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, mengatakan bahwa penerapan cukai MBDK tidak boleh ditunda lagi pada 2027, mengingat wacana kebijakan ini telah ditunda selama 3 tahun. Sebelumnya, Purbaya memasukkan penerimaan cukai MBDK sebesar Rp1,6 T ke asumsi penerimaan APBN 2027. Cukai MBDK sendiri pertama kali diwacanakan sejak 2024 dan sebenarnya telah tercakup dalam APBN 2026 dengan target ~Rp7 T, tetapi pemerintah kemudian membatalkan rencana pungutan cukai tersebut karena belum memiliki payung hukum serta menunggu pemulihan ekonomi.

  • Menkeu Suahasil Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia +5,5% YoY selama 2H26, OECD Upgrade Outlook

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, pada Kamis (24/9) memproyeksikan ekonomi Indonesia selama 2H26 akan tumbuh di atas +5,5% YoY, sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi selama 1H26 di +5,45% YoY, sembari menambahkan bahwa pemerintah masih berharap pertumbuhan ekonomi dapat mencapai +6% YoY. Sementara itu, OECD dalam Economic Outlook Interim Report yang dirilis pada September 2026 merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi +5,2% YoY pada 2026 dan +5,1% YoY pada 2027, masing–masing naik +0,5 dan +0,1 percentage point dibandingkan outlook sebelumnya pada Juni 2026. OECD menilai pertumbuhan Indonesia ditopang permintaan domestik yang tangguh serta kebijakan pemerintah yang melindungi rumah tangga dan perusahaan dari dampak kenaikan harga energi, dengan perbaikan terms of trade mendukung pertumbuhan investasi.

Key Takeaway

Kolaborasi dan koordinasi antar lembaga negara yang lebih erat — dalam hal ini Kemenkeu, BI dan DPR — menjadi benang merah dari penyesuaian beberapa kebijakan di atas, yang berpotensi mengurangi policy uncertainty ke depan.

Sementara itu, di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik yang tergolong positif, nilai tukar Rupiah menjadi risiko yang perlu diperhatikan oleh investor, mengingat masih tingginya harga energi sehingga membuat kebijakan suku bunga global termasuk The Fed menjadi lebih hawkish.

đź’° Kemenkeu Realisasikan Pembayaran Pertama Pinjaman KDMP kepada Himbara

  • $BBRI: Bank Rakyat Indonesia mengumumkan bahwa Kementerian Keuangan telah melakukan pembayaran cicilan pertama terkait pinjaman program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kepada himpunan bank milik negara (Himbara) senilai total Rp37,7 T. Dari jumlah tersebut, BBRI menerima Rp11,9 T, yang mencakup pembayaran pokok dan bunga.
  • $ENRG: Energi Mega Persada pada Jumat (25/9) mengumumkan telah mendapatkan pemberitahuan efektif atas pernyataan pendaftaran RI dari OJK. Berdasarkan informasi terbaru yang dirilis, tanggal cum rights di pasar reguler dan negosiasi diundur ke 2 Oktober 2026, sementara periode perdagangan dan pelaksanaan rights diundur ke 8–21 Oktober 2026. Rencana penggunaan dana juga dijelaskan secara lebih rinci, dengan detail sebagai berikut: 1) ~54,8% akan dipinjamkan kepada EMP Bentu untuk pengeboran 9 sumur pengembangan dan pembangunan fasilitas produksi; 2) ~16,1% akan dipinjamkan kepada EMP Inc. untuk pembangunan pipa penyaluran gas dan modal kerja; 3) ~13,5% akan dipinjamkan ke ITA untuk pelaksanaan Pilot Enhanced Oil Recovery (EOR); serta sisanya akan dipinjamkan ke EMP ER, EMP EG, BSSL, dan ENI untuk kegiatan pengeboran, pemeliharaan, dan pembangunan fasilitas. PT Bakrie Kalila Investment dan PT Bakrie Capital Indonesia akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk mengambil sisa saham baru hingga ~9,9 miliar rights. Detail lain mengenai pelaksanaan Right Issue ENRG dapat dilihat pada postingan Stockbit sebelumnya [https://stockbit.com/post/32677933]
  • $SILO: Siloam International Hospitals melalui anak usahanya, PT Megapratama Karya Bersama, mengumumkan telah merampungkan akuisisi tahap pertama atas 5 perusahan pemilik properti rumah sakit senilai ~Rp3,5 T dari First Real Estate Investment Trust (First REIT). Perusahaan–perusahaan yang diakuisisi pada tahap pertama mencakup pemilik properti rumah sakit Siloam di Palembang, Purwakarta, Bali, Lippo Village, dan Kebon Jeruk. Akuisisi ini merupakan bagian dari rencana akuisisi 14 perusahaan properti rumah sakit dari First REIT yang dibagi dalam 2 tahap dan telah memperoleh persetujuan dalam RUPSLB pada 22 September 2026.
  • $MERK: Merck mengumumkan akan mencatatkan beban penurunan nilai sebesar Rp87 M atas aset pabrik Pasar Rebo, Jakarta pada laporan keuangan periode 3Q26, yang dapat menekan laba perseroan untuk tahun buku 2026. Penurunan nilai ini dipicu perubahan prospek volume produksi dan utilisasi kapasitas menjelang berakhirnya kontrak manufaktur dengan Procter & Gamble. MERK menjelaskan bahwa berakhirnya kontrak tersebut akan menurunkan pendapatan, tetapi perseroan tetap akan fokus memproduksi obat resep di pabrik Pasar Rebo, serta mengimpor dan memasarkan produk jadi obat–obatan biotechnology.
  • $NICL: PAM Mineral akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp6/saham, mengindikasikan dividend yield ~1,4% per Jumat (25/9). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 2 Oktober 2026, sementara pembayaran pada 14 Oktober 2026.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$BFIN $AMRT $ITMG $ADRO
+2,11%+1,95%+1,80%+1,56%

Top Loser 🤕

$MINA $INET $WIRG $COIN
-9,48%-8,23%-7,58%-7,43%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • OECD dalam Economic Outlook Interim Report yang dirilis pada September 2026 memperkirakan rata–rata harga minyak Brent akan berada di kisaran US$105/barrel pada 4Q26, sebelum turun secara bertahap ke rata–rata US$85/barrel pada 2027.
  • Dirjen di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Roberia, mengatakan pada Kamis (24/9) bahwa draf peraturan menteri yang menjadi dasar pelaksanaan skema recycle kredit pemilikan rumah (KPR) telah selesai disusun dan akan diajukan untuk proses harmonisasi ke Kementerian Hukum. Skema ini menyasar aset KPR perbankan yang masuk kategori non–performing loan (NPL), dengan potensi rumah yang dapat didaur ulang berkisar 70.000–80.000 unit. Dalam skema tersebut, rumah yang kosong akibat kredit bermasalah akan ditarik kembali ke bank untuk kemudian dibiayai ulang kepada penerima baru dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rumah tersebut nantinya akan diperbaiki terlebih dahulu baik oleh pengembang maupun bank yang menguasai aset, serta dipastikan layak huni sebelum disalurkan, dengan penjualan dilakukan pada harga saat ini. Komisaris BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, sebelumnya menyebut potensi aset yang dapat didaur ulang mencapai ~82.000 unit dan khususnya berasal dari aset himpunan bank milik negara (Himbara).
  • Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, mengatakan pada Kamis (24/9) bahwa pihaknya menganggarkan dana Rp5 T untuk pilot project program pendidikan gratis, dengan fokus pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Said menyebut bahwa total kebutuhan anggaran untuk mewujudkan pendidikan gratis secara penuh mencapai ~Rp302 T, yang terdiri dari ~Rp210 T untuk jenjang SD hingga SMA dan ~Rp92 T untuk perguruan tinggi. Said menyebut implementasi pendidikan gratis tidak dapat dilakukan sekaligus karena membutuhkan persiapan anggaran dan tata kelola yang matang, di mana program ini ditargetkan baru mulai terealisasi secara bertahap pada 2028. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen untuk menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang SD hingga universitas negeri.
  • Prima Multi Usaha Indonesia ($PMUI) mengumumkan telah mengakuisisi 34% saham PT Green Scooter Indonesia, perusahaan asal Bandung yang bergerak sebagai main dealer motor listrik VinFast di Jawa Barat. Meski demikian, PMUI menyatakan tidak menjadi pengendali dan tidak memiliki kemampuan menentukan pengelolaan maupun kebijakan PT Green Scooter Indonesia setelah transaksi ini. PMUI tidak merinci nilai transaksi dan pihak penjual, di mana perseroan hanya menyebutkan bahwa nilai transaksi berada di bawah 20% dari total ekuitas perseroan.
  • Lippo Karawaci ($LPKR) melalui entitas usahanya, PT Bumi Sarana Sejahtera, mendapatkan hak properti eksklusif atas lahan dan bangunan Lippo Plaza Kupang di Nusa Tenggara Timur dari PT Nusa Bahana Niaga melalui transaksi senilai ~SG$29,1 juta atau ~Rp403,8 M. Hak ini mencakup hak untuk menyewakan ruang, mengoperasikan gerai ritel, memungut sewa/biaya, dan kegiatan komersial lainnya.

📉 Faktor IHSG Koreksi

“No free lunch, kalau mau growth harus ada usaha baik itu trial error dan loss ataupun belajar dari orang lain. Jangan gampang kena fear atau terinfluence.” — blackmon14

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Penurunan IHSG belakangan ini membuat investor banyak berasumsi mengenai alasan dibaliknya. Banyak pihak mengaitkan pelemahan IHSG dengan masuknya Vietnam ke indeks Emerging Markets maupun mutasi pejabat di pemerintahan. Padahal, masuknya Vietnam ke Emerging Markets tidak serta-merta membuat seluruh dana asing berpindah dari Indonesia, mengingat likuiditas menjadi salah satu faktor utama dalam penilaian pasar. Belum tentu Vietnam mampu menyerap seluruh aliran dana asing tanpa menghadapi keterbatasan likuiditas, terutama jika pasar hanya ditopang oleh sejumlah saham besar. Begitu pula dengan mutasi pejabat yang tidak otomatis membuat investor asing kehilangan kepercayaan terhadap Indonesia. Stockbitor blackmon14 menjelaskan bahwa terdapat 4 faktor yang perlu diperhatikan. Salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan dalam pelemahan IHSG saat ini adalah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Pergerakan harga minyak juga menjadi faktor lain yang perlu dipantau karena mempengaruhi fiskal Indonesia. Untuk baca 2 faktor lainnya serta penjelasan yang lebih detail, baca artikel di bawah ini!

Sekilas tentang blackmon14

Seorang profesional yang memutuskan untuk menjadi full time trader. Sering mengulas mengenai trading dan bandarmologi di Stream. Founder dari Zhuan Community.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved.

Disclaimer:

Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.

Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.