
Daily Market Performance 🚀
IHSG | Foreign Flow* | Kurs USD/IDR | Gold |
| 6.091,4 -0,64% | -Rp183,8 miliar | 18.055 -0,07% | 4.028 -0,28% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 87,2 +3,67% | 130,3 -0,04% | 4.664 +0,47% | 16.970 -1,41% |
*Hanya mencakup net foreign flow di pasar reguler.
đź‘‹ Stockbitor!
Timah ($TINS) mencatat laba bersih Rp2,7 T pada 1H26 (+805% YoY), melampaui ekspektasi (70% estimasi 2026F konsensus Rp3,9 T).
Lonjakan laba tersebut utamanya berasal dari ekspansi margin seiring kenaikan pendapatan +147% YoY selama 1H26 menjadi Rp10,4 T akibat kenaikan ASP logam timah (+52% YoY) dan volume penjualan (+85% YoY), sementara beban pokok pendapatan hanya naik +89% YoY. Selama 1H26, margin laba kotor naik ke level 39% (vs. 1H25: 20%) dan mengalir hingga ke margin laba bersih yang meningkat ke level 26,1% (vs. 1H25: 7,1%).
Secara kuartalan, laba bersih pada 2Q26 mencapai Rp1,2 T (-19% QoQ, +563% YoY). Penurunan laba bersih secara kuartalan utamanya disebabkan oleh volume penjualan yang turun menjadi 4.975 MT (-17% QoQ, +63% YoY) di saat produksi logam timah justru mencapai 5.235 MT (-7% QoQ, +39% YoY) dan berdampak pada perubahan nilai persediaan yang berbalik menjadi positif Rp220 M (vs. 1Q26: negatif Rp182 M). Selain itu, penurunan laba bersih secara kuartalan pada 2Q26 juga disebabkan oleh pendapatan lain–lain yang berbalik negatif Rp40 M (vs. 1Q26: positif Rp37 M), yang sebagian besar berasal dari pos lain–lain yang tidak dirinci.
Key Takeaway
Kami tetap mempertahankan pandangan positif kami terhadap TINS sejak 4Q25, yang kini dikonfirmasi oleh laba bersih 1H26 yang telah mencapai 70% estimasi 2026F konsensus. Untuk 2H26, pandangan kami ditopang oleh: 1) optimisme perseroan dapat mengejar volume produksi pada 2H26, mengingat realisasi produksi bijih timah selama 1H26 baru mencapai ~41% dari usulan RKAB 2026 di level 30 ribu ton bijih timah; 2) ASP yang berpotensi bertahan tinggi seiring pasar timah global yang masih mencatat defisit pasokan 5.720 ton pada 1H26 menurut CRU Tin Monitor; dan 3) posisi pangsa pasar yang menguat, dengan pangsa ekspor timah nasional TINS mencapai 56,5% pada 2Q26 (vs. 1Q26: 53,6%; 2Q25: 18,3%) dan 54,8% selama 1H26 (vs. 1H25: 20,3%).
- Key upside: 1) potensi one–off gain dari penyerahan aset sitaan negara yang hingga 1H26 belum diakui karena proses administrasi masih berjalan; 2) kenaikan harga timah global seiring harga timah LME global saat ini telah mencapai US$54.000/MT, di atas rata–rata periode 2Q26 di US$51.859/MT dan rata–rata periode 1H26 di US$50.319/MT; dan 3) realisasi penjualan atas persediaan yang tertahan pada 2Q26, seiring produksi yang melampaui penjualan sebanyak 260 MT.
- Faktor risiko: 1) penurunan volume produksi dan penjualan lebih lanjut pada 2H26, setelah realisasi 2Q26 sebesar 4.975 MT berada di bawah perkiraan kami di kisaran 7.000–8.000 MT; 2) kenaikan biaya tunai ke level US$23.220/MT pada 2Q26 (+14% QoQ, +19% YoY), yang kami nilai merupakan kombinasi kenaikan biaya bahan baku dan naiknya biaya tetap per unit seiring volume produksi bijih timah yang turun -6% QoQ; dan 3) risiko pasar memperlakukan lonjakan laba sebagai puncak siklus: estimasi laba bersih 2026F konsensus direvisi naik +81% dalam 6 bulan terakhir menjadi Rp3,9 T, sementara harga saham TINS hanya menguat +6,75% YTD dan masih diperdagangkan pada ~6,3x P/E 2026F.
Meski melampaui ekspektasi, market nampak melakukan sell on news pada perdagangan hari ini, dengan TINS ditutup turun -1,16% ke Rp3.420/saham setelah sempat naik ke level Rp3.570/saham pada intraday.
🍪 MYOR 1H26: Laba Bersih +47% YoY, tapi Operasional di Bawah Ekspektasi
- $MYOR: Mayora Indah mencatat laba bersih Rp764 M pada 2Q26 (+60% YoY, -19% QoQ), di mana sebagian didorong lonjakan keuntungan selisih kurs ~Rp200 M, sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp1,7 T (+47% YoY) dan setara 51% estimasi 2026F konsensus. Secara operasional, laba usaha MYOR selama 1H26 mencapai Rp2 T (+28% YoY), setara 45% estimasi 2026F konsensus, yang kami nilai di bawah ekspektasi mengingat run–rate yang berpotensi melemah pada 2H26 seiring prospek margin yang lebih rendah. Tren pertumbuhan pendapatan kembali positif pada 2Q25 (+7% YoY) setelah turun -5% YoY pada 1Q26, meski turut terbantu efek low–base. Selama 1H26, pendapatan relatif flat (+1% YoY), di bawah guidance 2026F di kisaran +5–8% YoY.
- $TPIA: Sembcorp Utilities Pte. Ltd. mengumumkan telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi 20% saham di entitas Chandra Asri Pacific, Aster Power Pte. Ltd., melalui penyertaan saham baru. Potensi nilai transaksi ini belum diumumkan. Investasi Sembcorp Utilities akan mendukung fase pertumbuhan Aster Power, mencakup penguatan kemampuan energi listrik, uap, dan energi terbarukan. Sembcorp Utilities juga akan bertindak sebagai pemasok gas tunggal Aster Power. Aster Power sendiri berperan penting dalam mendukung operasi pada fasilitas energi dan kimia terintegrasi milik joint venture antara TPIA dan Glencore, Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd., di Pulau Bukom dan Pulau Jurong.
- $ERAA: Erajaya Swasembada mencatat kontraksi same store sales growth (SSSG) -11,6% YoY pada Juni 2026 (vs. Mei 2026: -9,8% YoY), sehingga SSSG ERAA pada 2Q26 terkontraksi -15,1% YoY. Meski demikian, SSSG ERAA selama 1H26 masih tumbuh +4,1% YoY (vs. 5M26: +7,2% YoY). Sinar Eka Selaras ($ERAL) juga mencatat kontraksi SSSG -0,5% YoY pada Juni 2026 (vs. Mei 2026: +4,8% YoY), sehingga SSSG ERAL pada 2Q26 tercatat -0,7% YoY, meski SSSG ERAL selama 1H26 masih tumbuh +8,8% YoY (vs. 5M26: +10,8% YoY). Manajemen ERAA menyebut kontraksi SSSG pada Juni 2026 sejalan dengan ekspektasi, utamanya seiring efek high–base dari lonjakan penjualan seri iPhone 16 pada 2Q25. Selain itu, pengetatan pasokan memory chip turut menekan tingkat inventori di channel distribusi dan memoderasi penjualan ponsel secara industri. Secara konsolidasi, grup Erajaya menambah 51 toko secara net pada Juni 2026 dengan Erajaya Digital membuka 21 toko net dan ERAL membuka 26 toko net. Ini membuat total toko grup Erajaya mencapai 2.506 unit per Juni 2026 (vs. Mei 2026: 2.455 unit).
- $PANI: Pantai Indah Kapuk Dua mencatat marketing sales Rp949 M pada 2Q26 (+36% YoY, -4% QoQ), sehingga marketing sales PANI selama 1H26 mencapai ~Rp1,9 T (+66% YoY) dan setara ~45% target 2026 di Rp4,3 T. Sementara itu, Bangun Kosambi Sukses ($CBDK) mencatat marketing sales Rp74 M pada 2Q26 (+33% YoY, -53% QoQ), sehingga marketing sales CBDK selama 1H26 mencapai Rp231 M (-22% YoY) dan setara ~41% target 2026 di Rp563 M. Baik PANI maupun CBDK mempertahankan target marketing sales 2026, serta menilai realisasi selama 1H26 masih sesuai ekspektasi mengingat tantangan makro pada periode tersebut. Manajemen PANI dan CBDK memproyeksikan outlook yang lebih baik pada 2H26, ditopang ramp–up operasional Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) serta berlanjutnya pembukaan jalan tol Kataraja secara bertahap.
- $WIIM: Wismilak Inti Makmur mencatat laba bersih Rp155 M pada 2Q26 (+107% YoY, +5% QoQ), menandai laba bersih kuartalan tertinggi sejak 3Q23, serta membuat laba bersih selama 1H26 mencapai Rp303 M (+105% YoY). Kinerja laba bersih pada 2Q26/1H26 didukung oleh pertumbuhan pendapatan +7% YoY/+12% YoY di tengah ekspansi margin laba kotor +360 bps YoY/+260 bps YoY dan penurunan opex -9% YoY/-7% YoY. Berdasarkan channel check yang kami lakukan, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan WIIM lebih disebabkan oleh kenaikan harga jual, serta pergeseran product mix terhadap produk dengan harga jual lebih tinggi, yakni pada segmen sigaret kretek mesin (SKM). Sementara itu, ekspansi margin laba kotor turut didukung oleh penurunan biaya bahan baku -3% YoY selama 1H26 dan keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun ini.
- $MGLV: NexAI Digital Infrastruktur — bernama dulu Panca Anugrah Wisesa — berencana melaksanakan sejumlah transaksi dalam rangka transformasi kegiatan usaha utama dari perdagangan peralatan rumah tangga menjadi penyedia layanan data center, mencakup: 1) penjualan seluruh kepemilikan saham di 13 anak perusahaan bisnis lama kepada PT Trijaya Wisesa Makmur senilai total ~Rp121,5 M; 2) pengalihan aset dan kewajiban tertentu terkait kegiatan usaha bisnis lama kepada PT Trijaya Wisesa Makmur senilai ~Rp1,9 M; 3) akuisisi 99,9% saham di 2 entitas data center, yakni PT Nextier Askara Center dan PT Nextier GenAi Center, dari pengendali perseroan, PT Nextier Datamate Center, senilai total ~Rp670,6 M, yang terdiri atas pembelian senilai ~Rp2 M dan pengalihan piutang PT Nextier Datamate Center pada kedua entitas tersebut senilai ~Rp668,6 M; dan 4) penerimaan fasilitas pinjaman hingga Rp4 T dari PT Nextier Datamate Center dengan suku bunga 7% per tahun untuk membiayai pembangunan dan operasional data center. Selain rencana transaksi di atas, MGLV juga berencana menggelar rights issue hingga ~285,7 juta saham baru dengan efek dilusi hingga 13,04%. Harga pelaksanaan dan rasio rights issue tersebut belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk pelunasan akuisisi PT Nextier Askara Center dan PT Nextier GenAi Center, pembayaran lebih awal atas utang kepada PT Nextier Datamate Center, modal kerja, capex, dan pengembangan bisnis data center. Seluruh rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 3 September 2026.
- $KRAS: Reuters melaporkan bahwa Krakatau Steel dan Steel Authority of India Ltd. berencana untuk menginvestasikan hingga US$350 juta guna membangun pabrik stainless steel slab di Indonesia. Narasumber Reuters menyebut bahwa pabrik tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi 500.000 metrik ton per tahun dan diharapkan dapat beroperasi dalam 3–4 tahun ke depan, sembari menambahkan bahwa kapasitas produksi pabrik dapat ditambah setelah beroperasi. Nantinya, Steel Authority of India akan menyerap seluruh produksi dari pabrik tersebut, menurut narasumber Reuters. Laporan Reuters ini muncul beberapa pekan setelah Bloomberg pada awal Juli 2026 melaporkan bahwa Steel Authority of India dan KRAS sepakat untuk membentuk joint venture strategis guna berkolaborasi dalam pengembangan stainless steel dan rare–earth magnets. Baik KRAS maupun Steel Authority of India belum memberikan komentar terkait kabar dari Reuters ini.
- $GOTO: GoTo Gojek Tokopedia mengumumkan pembatalan program ESOP/MSOP dari saham treasuri hasil buyback periode 2024–2025 sebanyak ~32,2 miliar saham. Manajemen GOTO menyebut bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi pasar global dan nasional, dinamika yang terjadi saat ini, kepentingan perseroan, serta manfaat optimal bagi seluruh pemegang saham. Sebagai gantinya, saham treasuri hasil buyback periode 2024–2025 tersebut akan dibatalkan atau ditarik kembali oleh perseroan melalui pengurangan modal. Terkait ~7,6 miliar saham treasuri hasil buyback periode 2025–2026, GOTO masih melakukan kajian internal lebih lanjut untuk menentukan rencana pengalihannya.
🔎 Insider Transactions

Top Gainer 🔥
$HEAL | $TPIA | $FILM | $MAPI |
| +5,88% | +5,26% | +3,98% | +2,80% |
Top Loser 🤕
$RATU | $ENRG | $MIKA | $RAJA |
| -5,20% | -5,04% | -3,95% | -3,89% |
 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Katadata melaporkan bahwa Destry Damayanti, Aida S. Budiman, dan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, termasuk di antara kandidat yang dirumorkan akan diusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai gubernur Bank Indonesia yang definitif. Destry sendiri menjabat sebagai deputi gubernur senior Bank Indonesia dan saat ini bertindak sebagai penjabat sementara gubernur Bank Indonesia setelah Perry Warjiyo diumumkan mengundurkan diri secara mendadak pada awal pekan ini, sementara Aida saat ini menjabat sebagai deputi gubernur Bank Indonesia. Kontan melaporkan bahwa Muliaman Darmansyah Hadad juga termasuk di antara kandidat gubernur Bank Indonesia, tetapi Kontan tidak mencantumkan nama Purbaya dalam pemberitaannya sebagai kandidat. Muliaman saat ini menjabat sebagai wakil ketua dewan pengawas Danantara. Sebelumnya, Muliaman pernah menjabat sebagai mantan deputi gubernur Bank Indonesia periode 2006–2012 dan mantan ketua dewan komisioner OJK pertama periode 2012–2017. Sementara itu, keponakan Presiden Prabowo Subianto sekaligus Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Djiwandono, membantah isu bahwa dirinya akan dipromosikan menjadi gubernur Bank Indonesia.
- Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Selasa (28/7) bahwa Danantara akan menghadiri rapat KSSK sebagai pengamat tanpa memiliki hak suara. Purbaya menyebut bahwa Danantara akan memberikan masukan mengenai kondisi riil dunia usaha untuk memperkaya asesmen KSSK terhadap perekonomian dan sistem keuangan, sementara seluruh keputusan kebijakan tetap menjadi kewenangan anggota inti KSSK. Purbaya menambahkan bahwa berdasarkan peraturan yang berlaku, KSSK memang dapat mengundang lembaga atau pihak lain di luar keanggotaannya. Sebelumnya, CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pada Senin (27/7) bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta Danantara untuk dilibatkan dalam pengambilan keputusan KSSK.
- Harga minyak brent naik +3,7% ke kisaran US$87/barrel per Rabu (29/7) sore, menyusul pengumuman dari komando pusat AS bahwa militer AS dan Arab Saudi telah menyerang kelompok militan sekutu Iran di Irak. Komando pusat AS mengeklaim bahwa serangan tersebut dilakukan setelah kelompok militan tersebut diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menyerang pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi. Sebelum mengumumkan serangan tersebut, komando pusat AS mengatakan telah mencegat serangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah. Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya telah mencegat drone yang ditembakkan oleh kelompok militan yang didukung Iran di Irak pada Selasa (28/7), tanpa merinci apakah terdapat fasilitas minyak yang terkena serangan. Menanggapi kabar ini, pemerintah Iran membantah keterlibatannya.
- Lembaga riset ReforMiner Institute memproyeksikan produksi minyak nasional akan stagnan di kisaran 580.000 BOPD hingga 2030 jika kegiatan eksplorasi baru tidak segera diakselerasi, yang berisiko memperlebar defisit supply minyak nasional hingga 1,35 juta BOPD pada 2030. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan kepada Kontan bahwa proyeksi tersebut didasarkan pada tingginya laju decline rate lapangan–lapangan migas existing, sehingga membuat realisasi lifting migas nasional terus menjauh dari target ideal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Komaidi menyebut bahwa berdasarkan data SKK Migas, rata–rata decline rate minyak nasional periode 2020–2025 mencapai 22,3% per tahun, sementara rata–rata decline rate gas sebesar 12% per tahun. Berdasarkan data terakhir dari SKK Migas per Mei 2026, realisasi lifting minyak hanya mencapai 576.000 BOPD, di bawah target APBN 2026 di level 610.000 BOPD.
- Widodo Makmur Perkasa ($WMPP) berencana menggelar rights issue hingga ~8,5 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan berkisar Rp50–75/saham, rasio 125 saham lama mendapatkan 36 rights, dan efek dilusi hingga 22,36%. Potensi nilai transaksi dari aksi korporasi ini maksimum Rp635,5 M, yang ditujukan untuk modal kerja. Pengendali WMPP, Tumiyana, akan melaksanakan sebagian haknya senilai maksimum ~Rp83,2 M dan mengalihkan sebagian haknya kepada Warsini senilai maksimum Rp100,8 M, di mana keduanya akan melaksanakan hak dengan mengonversi hak tagih terhadap perseroan (tanpa setoran uang tunai). Advance Opportunities Fund dan Advance Opportunities Fund I akan bertindak sebagai pembeli siaga melalui konversi hak tagih surat utang jangka menengah masing–masing sebesar maksimum ~Rp6 M dan ~Rp39 M. Cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 9 Oktober 2026, sementara periode perdagangan dan pelaksanaan rights pada 14–20 Oktober 2026. Rencana ini sebelumnya telah disetujui dalam RUPSLB pada 21 Mei 2026.
🧑‍🏫 KOSPI Mengajarkan Satu Hal, Market Gak Pernah Kasihan Pada Orang yang Serakah
“Market selalu kejam pada mereka yang meromantisasi utang dan mengabaikan disiplin. Anda berada di dunia trading untuk membangun kekayaan jangka panjang, bukan untuk berjudi dengan nasib.” — HendraSetiawan08
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Penurunan KOSPI Korea dapat menjadi pelajaran penting bagi investor Indonesia. Dalam investasi, ada beberapa hal penting yang kembali diingatkan oleh Stockbitor HendraSetiawan08: Pertama, jangan gunakan utang besar untuk berinvestasi, apalagi jika kita tidak memiliki cash untuk menutup utang tersebut sepenuhnya. Kedua, jangan terlalu mudah terkena FOMO atau euforia; tetapkan rasionalitas sebagai sikap utama dalam investasi. Terakhir, diversifikasi itu penting. Memiliki saham dari berbagai sektor dalam portofolio dapat meminimalkan loss kita jika ada satu atau beberapa emiten yang sedang mengalami penurunan harga.
Disclaimer:
Konten ini ditulis oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing–masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri @Stockbit.com.
Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.

IHSG
Foreign Flow*
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$HEAL
$TPIA
$FILM
$MAPI
$RATU
$ENRG
$MIKA
$RAJA